Namaku Ekka,siang itu aku duduk di dalam angkutan umum. Karna suasana angkutan umum yang sesak dan penuh,akhirnya aku harus duduk berhimpit - himpitan dengan penumpang yang lainnya.
Tanpa kusangka seorang lelaki muda seumuranku menegurku,lelaki itu bernama Mahmud.
" Asalamualaikum Ka " ucap Mahmud memberi salam.
" Walaikumsalam Mas " jawabku sambil tersenyum,didalam hati aku sungguh senang karna di sapa oleh lelaki yang aku suka.
" Dari mana,tumben gak di jemput Ayah ? " tanya dia lagi.
" Enggak Mas Ayah lagi ada pekerjaan,kebetulan saya baru pulang dari bekerja " jawabku sambil tersenyum malu.
" Emm,kapan - kapan bolehkan aku datang berkunjung ke rumah kamu ? " tanyanya sambil terus memandangiku.
" Boleh Mas,silahkan " jawabku sambil terus menunduk karna malu terus di pandang sang pujaan hati.
Tanpa terasa mobil angkutan yang kami tumpangi tiba di depan rumah Mahmud.
" Ka aku duluan ya,Asalamualaikum " dia berdiri dari duduknya.
" Walaikumsalam,hati - hati Mas " jawabku sambil terus memandanginya.
Tak berselang lama aku pun juga turun dari mobil angkutan tersebut,melanjutkan berjalan sampai ke rumah.
Sesampainya di rumah aku langsung mencari ibuku di dapur.
" Asalamualaikum Bu,aku pulang " salamku dan ternyata orang yang ku cari tak ada di dapur.
Aku melanjutkan untuk pergi ke dalam kamar dan mulai membersihkan diri,tak lupa untuk menjalankan ibadah sholat ashar.
Jam menunjukkan pukul 5 sore namun,Ayah dan Ibu belum menunjukkan dirinya.
" Kenapa Ayah dan Ibu belum pulang ya,kemana mereka ?? " gumamku di dalam hati.
Sepuluh menit kemudian terdengar Motor Ayah berhenti di depan rumah,aku membukakan pintu untuk mereka.
" Asalamualaikum " ucap salam bersamaan dari Ayah dan Ibu,mereka mengulurkan tangannya untuk ku cium.
" Walaikumsalam,Ayah dari mana ? " tanyaku sambil mengajak Ibu untuk duduk di sofa ruang tamu.
" Ibu dari rumah Ibu Tusinah nak,tadi pagi beliau ke sini berniat untuk melamarmu untuk anaknya. Dan tadi Ayahmu sengaja datang ke rumahnya untuk mengatakan kemauan kami untuk menerima lamaran Ibu Adhi kepadamu " jawab ibu Asih kepada anak gadisnya.
" Kenapa Ayah tiba - tiba menerima lamaran seseorang tanpa memberitahuku terlebih dahulu,ini bukan jaman Siti Nurbaya yang harus di jodoh - jodohkan yah. Aku punya hak untuk memilih pendampingku sendiri " ucap Ekka dengan meneteskan air matanya,dia amat terpukul dengan perjodohan tersebut.
" Ini bukan tanpa alasan Nak,semua ini sudah Ayah pertimbangkan sebelumnya. Adhi itu pria yang baik dia pendiam,tanggung jawab,serta dia mempunyai pekerjaan yang mapan. Dan kalau kamu menikah dengannya pasti di jamin bahagia karna dia pekerja keras " jawab Ayah Jumai'in kepada putrinya dia mencoba untuk meyakinkan putrinya.
" Tapi Yah... " kata - kata Ekka terhenti saat Ibu duduk bersimpuh di depannya dan memegang kedua tangannya.
" Nak jangan membantah keputusan Ayah,tidak baik. Pilihan orang tua tak akan salah,menikahkan putri cantiknya dengan orang yang baik dan itu sudah sudah menjadi keputusan kami. Pernikahanmu akan di adakan dua bulan lagi dari sekarang " ucap Ibu sambil terus menatap mata putrinya dengan tajam,seolah - olah ucapannya tidak mau di bantah lagi.
Akhirnya dengan terpaksa dia menyetujui perjodohan ini,dia tidak mau membuat kedua orang tuanya bersedih dan menjadi anak durhaka karna melawan Orang Tua.
___________
Dua bulan berlalu kini tibalah acara Ijab Qobul itu di laksanakan,semua para saudara sudah datang termasuk calon suami Ekka.
Acara demi acara berlangsung hingga terdengar suara " SAH " dari dalam rumah Ekka,dan di lanjutkan dengan doa oleh Pak Penghulu kini Ekka dan Adhi sudah menikah.
Karna acara hanya akad dan tidak ada resepsi,seperti yang di minta Ekka akhirnya sore itu di kediaman Bapak Jumain di penuhi para saudara untuk memeberikan doa restunya kepada sepasang pengantin baru tersebut.
Malam itu adalah malam pengantin kedua mempelai,Ekka yang sedari tadi sibuk melepas riasan di rambutnya tiba - tiba di kejutkan dengan tangan Adhi yang mencoba membantunya.
" Mas apa yang kau lakukan ? " Ekka membalikkan tubuhnya di depan meja riasnya.
" Aku hanya membantumu Dek pasti kamu kesusahan " jawabnya dengan tangan terus membantunya melepas riasan di kepala Istrinya,dia terus melempar senyumnya kepada Istrinya.
Sesudah semua selesai Ekka bergegas pergi ke kamar mandi dan bergantian dengan Suaminya,setelah sama - sama selesai terdengar suara ketukan pintu di kamarnya.
" Ka,ajak suamimu untuk makan malam. Kami semua sudah menunggu kalian " ucap Ibu Asih dengan tersenyum.
" Iya Bu,kami segera menyusul " jawab Ekka dan langsung mengajak suaminya untuk makan malam.
Di tengah - tengah makan malam tersebut Adhi memberitahukan sesuatu kepada Ayah Jumain.
" Pak,besok saya harus berangkat ke Bali untuk bekerja. Kalau boleh saya akan ajak Istri saya,apa Ayah keberatan ? " tanya Adhi,dia begitu khawatir dengan ucapannya.
" Boleh sekali Nak,Ekka itu sudah menjadi tanggung jawab kamu jadi bawa saja Istrimu kemanapun kamu pergi " jawab Ayah Jumain dengan senyumnya.
Ekka terkejut mendengarnya dia hanya diam sambil terus memandang ke arah suaminya,kenapa dia tidak memberitahunya terlebih dahulu.
______
Sekitar pukul empat pagi Ekka dan Adhi sudah bersiap menuju Bandara Abdul Rahman Saleh,Malang.
Di dalam pesawat Ekka dan Adhi masih sama - sama canggung,karna selama ini mereka hanya LDR dan jarang sekali berkomunikasi.
Empat puluh lima menit akhirnya mereka tiba di Bandara Ngurah Rai,Bali. Setelah perjalanan sekitar empat puluh menit mereka sudah sampai di tempat kontrakan milik Adhi.
" Istirahatlah dek,aku mau membeli makanan untuk kita. Setelah itu aku mau ke proyek sebentar " ucap Adhi setelah meletakkan koper dan tas milik Ekka.
" Iya Mas " hanya itu kata - kata yang terucap dari bibir Ekka.
Setelah melihat Adhi benar - benar pergi,Ekka merebahkan dirinya di kasur milik Adhi.
" Ya allah inilah takdir hidupku dan aku pun tak bisa mengubahnya,semoga pernikahanku sampai jannah,aamiin.." itulah doa yang di panjatkan Ekka.
Tak lama Adhi pun datang membawa makanan,mereka mengisi perut mereka yang lapar karna sedari pagi belum terisi.
Hari demi hari pun mereka lewati sebagai pasangan suami istri dan semenjak itu pula mereka sering bergonta ganti tempat tinggal karna profesi Adhi adalah seorang Kontraktor yang bergerak di bagian pembangunan Almunium Panel dan menjabat sebagai Seat Manager.
Tak jarang pula Adhi sering mendapat bonus kerja dari Kantornya,dia begitu royal dan tanggung jawab kepada Ekka bahkan ketiga Adiknya dan Mertuanya.
Namun sayang di pernikahan mereka yang menginjak 5 tahun belum di karuniai seorang anak,karna di balik sikap pendiam Adhi ternyata dia juga mempunyai sifat buruk.
Sering sekali Adhi mengajak teman - temannya untuk minum minuman keras di rumah kontrakannya,dan sebelum melaksanakan itu semua Adhi selalu saja meminta agar Ekka untuk sekedar belanja di Mall atau bahkan di ungsikan ke rumah Orang Tua angkat Adhi yang berada di Surabaya,ya karna dua tahun terakhir ini mereka memang tinggal di Surabaya.
Karna sering meminum minuman keras dan perokok aktif membuat Adhi tidak mempunyai S***ma yang baik jadi istrinya belum bisa hamil hampai sekarang.
Ujungnya Ekka meminta cerai kepada Suaminya karna dia sudah tidak tahan dengan kelakuan buruk suaminya itu,Ekka mengajukan surat cerai sendiri ke Pengadilan Agama Malang. Dan setelah 7 bulan kemudian dia mendapat Akte Cerai dari Pengadilan Agama tersebut.
Kini dia kembali ke Kota Batu - Malang untuk melanjutkan kehidupannya di sana,dan siang itu Ekka mendapat undangan Reuni dari Sekolahnya yang akan diadakan dua hari kedepan.
Ekka sudah bersiap ke acara undangan tersebut,dia berniat pergi menggunakan angkutan umum dia ingin mengenang masa - masa sekolahnya dulu waktu bersekolah di Mts dan bertemu dengan seorang pria kakak kelasnya.
Takdir memang mempertemukan mereka kembali di dalam angkutan tersebut,kini Ekka menjadi wanita muslimah dia memakai hijab di kepalanya dan berniat akan hijrah agar dia menjadi wanita yang lebih baik lagi.
Di dalam angkutan itu terlihat penumpangnya hanya Ekka seorang,tak lama mobil itu berhenti karna ada orang yang akan menaikinya.
Setelah itu mobil kembali melaju,Ekka yang sedari tadi tertunduk dan menekan alat zikir di jarinya di kagetkan dengan sapaan seorang lelaki di depannya.
" Maaf,apa benar ini Ekka ? " tanya lelaki tersebut.
Ekka yang merasa di tanyai segera menegakkankepalanya.
" Iya Mas " sambil keheranan dan tersenyum.
" Masya Allah,saya gak mengira kita bakalan ketemu lagi Ka " ucap Mahmud dan dengan di barengi senyuman yang membuncah.
" Kamu sekarang berubah ya,makin cantik dengan hijabnya " ucap Mahmud lagi.
" Trimakasih Mas,oiya apa Mas Mahmud mau kemana ? " tanya Ekka sambil menghentikan aktifitas zikirnya.
" Mau ke acara reuni Mts kita,kita pergi bareng ya ? " ajak Mahmud.
" Boleh Mas,tapi apa nanti tidak ada yang marah ? " tanya Ekka.
" Tidak Ka,tidak akan ada yang marah. Karna semenjak itu aku belum menikah sampai sekarang " jawab Mahmud dengan mengeluarkan ponselnya.
" Emm,kenapa Mas belum menikah?? " tanya Ekka lagi.
" Karna gadis yang ku cintai telah di miliki orang lain dan sekarang aku masih menunggunya,aku dengar gadis itu telah berpisah dengan suaminya karna suatu hal " Mahmud berkata sambil memerhatikan Ekka.
" Maaf Mas,dulu aku di jodohkan Ayah Mas " sesal Ekka sambil menundukkan kepalanya.
________,__,
Setelah kejadian tersebut hubungan mereka semakin dekat dan dalam jangka dua tahun akhirnya mereka menikah,dan di karuniai seorang anak laki - laki. Mahmud sendiri sekarang juga mempunyai usaha sendiri dia mempunyai Pabrik Mebel dan Toko Mebel sendiri.
THE END