Bagi kebanyakkan orang, Insomnia adalah gangguan tidur atau kesulitan tidur dan itu dianggap sangat sial atau tidak enak. Tapi Insomnia membawa keberuntungan tersendiri bagiKu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hay Aku Airin, Tidak tidur dalam jangka waktu yang panjang merupakan jadwalKu.
Hari ini sama seperti biasa Aku bersiap-siap untuk berangkat kesekolah bersama MamaKu. "Nak sudah selesai belum?" Tanya MamaKu. "Tunggu sebentar Ma" BalasKu yang sedang mengganti pakaian di lantai atas. "Cepat sedikit jamnya sudah siang Nak" Seru MamaKu. "Iya ini Aku sudah selesai" BalasKu dengan berjalan ditangga. Aku melihat MamaKu yang sedang memakan sarapannya.
"sarapan dulu Rin" Suruh MamaKu. "Tidak usah Ma, Aku sarapan disekolah aja" TolakKu secara halus. "baiklah Kita berangkat sekarang saja ya, sudah siang" Ucapnya sambil melihat jam yang sudah terpasang rapi ditangannya. "iya Ma nanti gerbangnya ditutup jika terlalu lama" BalasKu.
Sekarang Aku sudah sampai didepan gerbang sekolah SMA BANGSA, ngomong-ngomong Aku kelas 11.
"Airin nanti bisa pulang sendiri?" Tanya MamaKu tiba-tiba. "Hah?!" TanyaKu sedikit membentak karena terkejut. "Hari ini Mama pulang lebih malam, dan hari ini Airin ada Ekskul bukan?" Tanya MamaKu. "Oh kalau gitu nanti Airin boleh pulang sama Nindi?" TanyaKu meminta izin. "Boleh, tapi dijalan hati-hati ya" Balas MamaKu. "Kalau gitu Airin masuk ya?" IzinKu. "Yaudah sana" Izin MamaKu.
Saat ini aku sedang berada dikantin bersama Nindi. Sedikit informasi, Nindi adalah sahabat terbaikKu sejak kelas 7 .
"Nin nanti Kita pulang sama-sama ya?" TanyaKu. "Hah boleh kok boleh....akhirnya Kita pulang bersama lagi!!" Pekiknya riang. "Tapi kenapa tiba-tiba" Tanyanya mendadak. "Itu MamaKu hari ini pulang lebih malam" JawabKu jujur. "Hmm....kalau begitu nanti dirumah hati-hati ya" Peringatnya. "Tenang saja Aku nanti kerumah Nenek dulu seperti biasa" JawabKu sambil tersenyum. "Rin Aku boleh ikut tidak kerumah NenekMu, Aku sangat merindukannya" mohonnya dengan wajah yang disedih-sedihkan. "Hihihi....iya boleh" JawabKu yang sedikit gemas padanya.
Sekarang sudah jam pulang sekolah, dan Aku mendapat banyak tugas rumah ntahlah mungkin guruKu sedang marah pada seseorang.
"Rin kita jalan kaki aja ya?" Tanya Nindi didepan gerbang sekolah. "Ok jaraknya dekat juga kok" JawabKu. Dijalan kerumah Nenek Aku dan Nindi membicarakan mengenai sifat guruKu yang berubah jadi galak hehe....
"Nenek Aku pulang" UcapKu bersamaan dengan Nindi. "Wahh....ada Nindi" Ucap NenekKu. "Hihi...iya Nek Aku merindukan Nenek, sudah lama tidak bertemu" Ucapnya sambil berjalan dan memeluk NenekKu."Merindukan Nenek atau Kue buatan Nenek hmm..." Goda NenekKu. "Kuenya sih...hehe" Ucapnya. Akhirnya Kami memutuskan untuk membuat kue bersama.
"Rin Aku pulang dulu ya" Izin Nindi. "Loh kok cepet banget Nin" JawabKu. "Lihat Ibu sudah mencariKu" Ucapnya dengan menunjukkan ChatRoomnya padaKu. Aku tertawa kecil karena obrolan Nindi dengan Ibunya itu terlewat bar-bar.
"Hahaha....iya pulang aja dari pada dimarahin". "Tapi tunggu sebentar Nenek sedang mewadahi kue untukMu" LanjutKu. "Baiklah" Jawabnya.Beberapa menit kemudian Nenek datang dengan dua wadah kue ditangannya. "Ini Cucu Nenek bawa satu-satu ya" Ucapnya dengan memberikan wadah kue yang dibawanya. "Nek Kita Nindi pamit pulang dulu ya" TanyaKu. "Iya, sudah mulai gelap juga" Jawab NenekKu.
Nindi sudah berjalan menjauh dari rumah Nenek. "Nek Aku pulang juga ya?" TanyaKu. "Duduk dulu ada yang mau Nenek tanyakan padaMu" Ucap NenekKu. "Baik Nek" JawabKu.
Sekarang Aku dan Nenek sedang berada dihalaman belakang rumah. "Cu pernah kamu melihat MamaMu menangis?" Tanya NenekKu tiba-tiba. "Tidak pernah Nek" Jawabku secara yakin."Jika Kamu melihatnya kasih tau Nenek ya" Jawabnya. "Iya Nek, Aku akan pulang sekarang sebelum gelap" UcapKu."hmm....hati-hati dijalan" Balas NenekKu.
Sekarang pukul 19.00 dan Aku sudah sampai dirumah. Duduk didepan televisi sambil menunggu MamaKu pulang kerja. Aku mulai bosan dan mengingat apa perkataan NenekKu tadi. Aneh saja pikirKu kenapa Nenek tiba-tiba membahas mengenai Mama, ditambah Aku tidak pernah melihat Mama menangis.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu rumah, Aku terkejut dan langsung menoleh. Ternyata Mama sudah pulang dari kerjanya, Aku langsung menyambutnya dengan pelukkan didepan pintu.
"Anak Mama kok belum tidur?" Tanya Mama. "Hmm...Aku belum mengantuk" JawabKu. "Apa tidak ada tugas sekolah?" Tanyanya lagi. "Ada tapi sudah kukerjakan tadi" Jawabku berbohong.
Sedikit informasi Papa dan MamaKu sudah bercerai Aku tidak tau alasan Mereka bercerai. Kalau insomniaKu Mama tidak tau masalah itu, Jadi jangan kasih tau siapa pun ya😁. Jika berbohong soal tugas Aku akan mengerjakannya nanti ketika tengah malam, karena otakKu benar-benar berfungsi 100% ketika tengah malam.
Sekarang pukul 24.00 Aku sudah selesai mengerjakan tugas. Sesudah merapikan buku Aku merasa sangat haus jadi Ku putuskan untuk mengambil air minum di dapur. Aku terkejut ketika melihat MamaKu yang sedang menangis dimeja dapur. Aku berlari dari tangga ke dapur.
"Ma ada apa?! kenapa menangis!!" UcapKu bingung. "Kenapa kamu belum tidur Nak" Balasnya dengan terisak-isak. "Jawab dulu Ma?!" TanyaKu."Mama tidak papa kembali kekamar dan tidurlah" Ucapnya. "Aku bukan anak kecil lagi Ma, jangan berbohong?!"SarkasKu. "
"Dikantor Mama ada masalah Nak" Jawabnya lesu. "Ada masalah apa sampai Mama menangis seperti ini" UcapKu sambil duduk di sebelahnya. "Ada yang mengambil uang dikantor" Jawabnya. "lalu?" TanyaKu. "Mama hanya takut jika saja Mama dikeluarkan dari kantor Kita akan makan apa?!"."Hanya kantor itu satu-satunya tempat Mama mendapat uang?!"Lanjutnya dengan menunduk.
"Jika Mama dipecat Aku kan bisa bantu cari uang" Jawabku percaya diri. "Aku tau Nak" Jawabnya dengan mendongak."Tapi ada masalah yang lebih besar dari itu" Lanjutnya dengan menatapKu."Apa itu?" TanyaKu. "Kalau PapaMu tau dia akan menuntut pada pengadilan atas hak asuMu"."Lalu jika pengadilan memutuskan untuk memberikan hak asuMu pada PapaMu bagaimana" Lanjutnya. "Kenapa?, bukannya hak asuKu ada pada Mama?" Tanyaku. "pengadilan akan menganggap kalau Mama tidak bisa menafkahiMu lagi dengan dipecatnya Mama dari kantor"Jawabnya dengan menunduk lagi. "Aku tidak akan meninggalkan Mama, apapun yang terjadi" UcapKu dengan keadaan masih bingung.
"Aku baru tau, jika masalah seperti sangat berat bagi Mama. Tapi aku juga rindu dengan Papa" Batinku.
"Ma Aku boleh bertanya sesuatu" Tanyaku. "Tanyakan saja selagi Mama tau jawabannya" Jawabnya. "Mama dan Papa....mmhhh-" Mama langsung menatapKu dengan tatapan yang aku tidak mengerti apa maksudnya "bercerai karena apa?" Lanjutku.
Mama menatapKu datar. Aku mulai bingung dan berfikir "Apa pertanyaanKu salah" batinku. "Kalau Mama Tid-"."Mama akan ceritakan padaMu" Potongnya dengan meminum air dimeja. "Kamu ingat Tante Vanny tidak?" Tanya MamaKu. "Tante Vanny bukannya sahabat Mama ya?" JawabKu.
"Ya itu dulu, sekarang dialah yang membuat pernikahan Mama dan Papa berantakan" Ucapnya."hah?!" UcapKu karena masih tidak paham dengan ucapan Mama. "PapaMu berselingkuh dengan Tante Vanny dibelakang Mama Nak" Ucapnya. Aku diam masih tidak percaya dengan apa yang baru saja Ku dengar. "Mama benar2 kecewa" Lanjut MamaKu dengan menangis. Aku hanya memeluknya dan mengelus punggungnya perlahan agar Mama merasa tenang.
Baru kali ini Aku merasa kalau insomnia membuatku beruntung, jika tidak sekarang Aku pasti sudah tidur dan akan tetap dibohongi oleh Mama yang dulu berkata "PapaMu bekerja Nak jadi tidak pulang kerumah di menginap dihotel" .
Mulai sekarang Aku memutuskan untuk belajar dengan benar dan rajin unyuk belajar. Aku ingin membahagiakan MamaKu kelak.
TAMAT~
Kalau jelek maaf ya, ini baru pertama kali buat cerpen jadi mohon dukungannya