Kisah ini tentang kakak ku yang bernama Randi ia seorang nelayan penangkap ikan tuna, kak Randi menggantikan ayahku melaut sejak ayahku sakit-sakitan.kami 2 bersaudara dan keduanya anak laki-laki Kak Randi anak sulung dan aku Panji anak bungsu, Kak Rian adalah anak yang sangat patuh dan penurut kepada orangtua kami, makanya Kak Randi jadi anak kebanggaan ayah dan ibu.
Di suatu pagi aku dan Kak Randi sedang berkumpul dengan teman-temannya di salah satu pos ronda tempat anak-anak muda di desa kami sering berkumpul, aku dan teman-teman Kak Randi sudah aku anggap seperti kakak sendiri jadi aku sering ikut ngumpul bersama teman-teman Kak Randi.
"Randi..." nanti malam ada acara dangdutan di desa sebelah bagaimana kalau kita pergi nonton..?" Ajak Yunus sahabat Randi.
"Maaf Yunus aku tidak bisa ikut, nanti malam aku mau turun melaut. Jawab Randi.
"Sekali-kali tidak turun melaut sepertinya tidak masalah Randi. Yunus membujuk Randi agar mau ikut.
"Tidak bisa Yunus jika aku tidak turun melaut bagaimana aku bisa mendapatkan uang untuk biaya pengobatan ayahku. Jawab Randi denga wajah merasa sedih karena mengecewakan ajakan sahabatnya.
"Hemm baiklah kalau begitu, biar nanti kami saja yang pergi ke desa sebelah untuk menonton. Jawab Yunus dengan penuh rasa kecewa di wajahnya.
"Maafkan aku sahabat mungkin lain kali aku bisa ikut dengan kalian untuk pergi bersenang-senang. Dengan memasang wajah tersenyum yang di paksakan Randi meminta maaf kepada sahabat-sahabatnya.
"Tidak usah meminta maaf begitu sahabat kami mengerti kok dengan keadaan kamu. Jawab Sakti salah satu sahabat Randi.
"Semoga nanti malam kamu mendapatkan ikan yang banyak dan pulang dengan selamat ya sahabat agar kita bisa pergi bersenang-senang bersama. Yunus mendoakan sahabatnya agar kembali dengan sehat dan selamat.
"Aamiin... terimakasih atas doa dan pengertian kalian semua, semoga persahabatan kita selamanya seperti ini. Randi memeluk teman-temannya dengan erat.
Teman-teman Randi merasa aneh dengan perilaku Randi, selama mereka berteman dengan Randi baru kali ini Randi memeluk teman-temannya seakan-akan Randi ingin pergi yang sangat jauh namun teman-teman Randi mencoba untuk menepis perasaan mereka terhadap perilaku Randi.
Singkat cerita senja pun mulai di tutupi gelapnya malam para nelayan berbondong-bondong menuju dermaga di mana perahu-perahu para nelayan di parkirkan di sana. Semua nelayan yang akan melaut malam ini mempersiapkan segala macam kebutuhannya selama di tengah laut nanti. Begitupun dengan Randi sebelum Randi turun ke dermaga Randi menunaikan sholat isya dulu dan meminta izin kepada kedua orang tuanya.
"Panji.." aku minta jaga ayah dan ibu dengan baik, obat ayah jangan sampai telat di minumkan. Jangan pulang larut malam kasihan ibu mengkhawatirkanmu.
Rian meminta Panji untuk menjaga ayah dan ibunya.
"Iya kak tenang saja akan aku jaga ayah dan ibu dengan baik Kakak tidak usah khawatir serahkan semuanya pada Panji. Panji menerima dan siap menjalankan amanah yang di berikan kakaknya barusan.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat sudah waktunya untuk Randi turun ke dermaga sebentar lagi kapal yang akan dia tumpangi akan berangkat, Randi pun pamit kepada ayah dan ibunya memeluk kedua orang tuanya secara bergantian, sambil melambaikan tangan kedua orang tuanya menghantar kepergian Randi untuk pergi melaut.
Kapal yang di tumpangi Randi akhirnya sampai di lokasi yang banyak ikan tuna berkeliaran, Randi mengambil joran pancingnya dan melemparkannya ke laut.
Strike... pancingan Randi mengenai sasaran Randi mendapatkan ikan pertamanya saata itu Randi merasa sangat senang.
"Wah kamu hebat teman, belum beberapa menit melempar kail umpanmu langsung dapat mangsa.. ucap salah satu teman Randi.
"Semoga kail mu segera dapat mangsa kawan. Jawab Randi menyemangati temannya.
Joran Randi terus menerus dapat mangsa dan pada akhirnya tiba-tiba joran Randi terasa sangat berat dan sangat sulit untuk di tarik ke permukaan.
"Ada apa teman..? sepertinya kamu sangat kesulitan. Tanya salah satu teman Randi.
"Tiba-tiba joranku sangat berat dan sangat sulit aku tarik kawan. Jawab Randi
"Waaah sepertinya kamu dapat mangsa yang sangat besar teman, sini aku membantumu. Teman Randi membantunya untuk menarik tali pancing Randi.
Randi dan temannya menarik sekuat tenaga tali pancingannya namun sangat sulit untuk di taklukkan, tarikan dari bawah laut lebih kuat dari tenaga mereka berdua.
"Ayoo tarik terus kawan kita takluk mangsa yang satu ini. Randi terus berusaha menarik tali pancingannya agar naik ke permukaan tapi semaki tali pancingan itu di tarik semakin kuat tarikan dari bawah laut, gulungan ombak besar menghampiri kapal mereka, langit mulai gelap, hujan dan petir mulai menyambar.
"Ada apa ini teman kenapa tiba-tiba cuaca menjadi ekstrim seperti ini, bukannya tadi langit masi cerah...? Tanya teman Randi yang menyadari perubahan cuaca yang tiba-tiba.
"Ya sepertinya akan ada badai kawan kita harus hati- hati dan waspada. jawab Randi sambil terus menarik tali pancingannya.
Randi masi terus berusaha menaklukkan hewan laut yang memakan umpannya dan tiba-tiba..
Toloooong... tolooooooong....
Randi terjatuh dari kapal dan terseret oleh tali pancingannya yang masi dia pegang hingga ke tengah laut dan akhirnya Randi menghilang.
Semua teman-teman yang berada di kapal itu menjadi panik dan berusaha ingin menolong Randi namun sia-sia arus yang menarik Randi sangat cepat dalam hitungan detik tubuh Randi sudah menghilang dari pandangan teman-temannya.
Gelombang, petir dan hujan seketika berhenti keadaan kembali seperti semula.
Tubuh Randi tidak di temukan. Konon katanya di laut ada makhluk halus yang menjadi penunggunya dan kapan saja bisa meminta korban dan itu sudah sangat sering terjadi.
Kedua orang tua Randi sangat terpukul atas kejadian ini, Randi anak yang sangat berbakti dan tulang punggung keluarga meninggal dengan cara tragis seperti ini jasad Randi terkubur di dalam laut yang sangat luas hanya doa yang bisa di panjatkan kedua orangtua Randi agar anaknya di tempatkan di tempat yang layak di sisi alloh..
END