"Kriiiingggg !!"
Alarm jamku berbunyi dengan keras, sampai membuatku terbangun. ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 06.00.
"Wehh, kok dah jam 6. Bisa telat nihh ?!!"
Akupun langsung bergegas menuju kamar mandi dan segera mandi. Tidak lama kemudian, aku sudah selesai mandi dan mengambil seragam. Aku langsung mengenakan seragamku.
Beberapa menit kemudian, aku sudah rapi. Aku melihat ke arah cermin dan berkata.
"Wihh, lu keren banget boy" kataku sambil memuji diri sendiri.
"Nahh, tinggal satu yang kurang. Ini dia" lanjutku sambil mengambil pomade dan memakainya.
Pomade agak merah dan memiliki bau wangi yang menjadi ciri khasku selama ini. Selalu menjadi bagian hidupku dimana pun dan kapan pun. Karena tanpa pomade itu rasanya aku kurang PD.
Tidak lupa aku sarapan dan segera bersiap-siap menuju sekolah. Aku berangkat sekolah dengan naik bus. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.48 dan aku pun masi belum sampai.
"Parah, gua bisa telat lagi nihh" Gumamku dengan wajah gelisah.
Turun dari bus aku pun langsung berlari ke sekolah dengan cepat, seperti serigala mengejar mangsanya. Sampai di gerbang, ku lihat Pak Kepsek yang sudah dari tadi berdiri di depan gerbang sekolah. Tidak biasanya Pak Kepsek berdiri di sana.
"Radith, kenapa kamu terlambat lagi ?" Tanya Beliau kepadaku.
Aku hanya terdiam kaku sambil menundukkan kepala di depan Beliau.
"Lho, di tanya kok diam. Radith, kenapa kamu telat lagi ?" Beliau melanjutkan pertanyaannya. Tubuhku gemetar dan keringat makin menetes.
"Aaa, anu Pak. Saya naik bus, dan di jalan macet" jawabku dengan agak gemetar.
"Selalu saja terlambat, dan ku dengar dari Guru-Guru yang lain kau selalu menggunakan alasan yang berbeda-beda !!. Ya sudah, sana bersihkan halaman belakang sekolah" lanjut beliau.
Bagiku, hukuman adalah makanan sehari-hari karena sering terlambat jadi aku udah terbiasa. Setelah itu, aku pergi ke belakang sekolah untuk membersihkannya.
Setengah jam berlalu, dan hukumanku pun juga udah selesai. Untungnya di suruh membersihkan halaman belakang, jadinya tidak ada yang melihatku deh. Akupun berjalan menuju kelas karena kurasa sudah tidak ada lagi yang aku kerjakan di sini.
Dari kejauhan terdengar suara, seperti ada yang berlari ke arahku. Ternyata benar, Rifqi dan Toni tiba-tiba menepuk punggungku dari belakang dan mengagetkanku. Nafas mereka terengah-engah seperti habis di Anjing.
"Eh dith, dari mana aja sih ?. Jam segini baru kelihatan" Tanya Rifqi.
"Gak liat apa, gue masih keringetan gini ?" jawabku.
"Eh iya, habis ngapain lu dith ?" sambung Toni.
"Gue tadi telat lagi bro" Jawabku.
"Ahahaha, lo juga sih. Bangunnya siang mulu, makanya pake 5 alarm sekaligus biar gak telat" Ucap Rifqi sambil menertawakan ku.
"Akh, apaan sih Rif. Seneng banget ngetawain temennya, hahahaha tapi bagus juga ide lu Rif. Gua setuju" Toni pun ikut menertawakan ku.
"Wuuu, terus situ. Terus ketawain gue. Dah lah, masuk yuk dah waktunya itu" Sahutku sambil mengajak mereka masuk.
"Iya iya"
Kami bertiga pun masuk ke dalam kelas.
Kebetulan kami bertiga berada di kelas yang sama sejak kelas X SMA. Sekarang, kami pun duduk dikelas XII di SMA yang sama.
.
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
.
"Kriiiingggg"
Bel berbunyi menandakan waktu pulang sekolah. Aku berjalan menghampiri Rifqi & Toni, kebetulan mereka jalan bersama.
"Eh ada yang liat Nita nggak ?" tanyaku.
"Nita siapa yang lo maksud ?" Toni balik nanya.
"Itu, Anak kelas XI yang paling manis. Hehehe, masa gak tau" Sambungku memperjelas.
"Eh itu, yang di sana bukan ?" Tanya Rifqi sambil menunjuk ke arah gerbang sekolah.
"Oh iya tuh dia, di sana. Gue kesana dulu ya Rif, Ton" Aku pun langsung berlari menghampiri Nita dengan gembira.
Sesampainya di sana.
"Nita, pulang bareng yuk ?" Ajak ku.
"Eh Radith. Waduh maaf dith, kebetulan Rio mau ke sini jemput aku. Hehehe maaf ya" jawab Nita sambil meminta maaf karena menolak ajakan ku.
Tiba-tiba, terdengar suara motor keluaran terbaru dan mendekat ke tempat kami. Ternyata itu Rio pacar barunya Nita.
"Kenalin dith, ini pacarku Rio baru jadian kemarin" Sahut Tina sambil senyum-senyum.
Kami pun berjabat tangan dengan pandanganku sedikit dendam.
"Rio, pacar baru Nita"
"Radith, teman dari kecil Nita"
"Gue yang kenal Nita sejak kecil aja belum kesampean pacaran sama dia sampe sekarang. Lha dia, baru datang langsung jadi pacarnya ?" Batinku sambil melihat motornya.
"Radith, kenapa bengong ?" Tanya Nita yang melihatku terdiam sejak tadi.
"Eh eh, iya. Apa tadi Nit ?" aku pun spontan kaget.
"Wuuu, dasar kamu. Eh udah ya, aku duluan ya sama Rio" Lanjut Nita berpamitan.
"Pamit bro"
"Iya, hati-hati" jawabku sambil memberi senyuman kecil.
Mereka pun pergi naik motor Rio, ku terdiam di tempat itu sejenak. Sampai tiba-tiba ada yang mengagetkan ku.
"Ini gimana bro, kok Nita malah sama cowok lain ?" Tanya Rifqi & Toni mengagetkanku.
"Eh iya, gak tau tu. Mungkin cowoknya" jawabku berpura-pura tidak tahu.
"Ahahaha, Lu keduluan lagi ?!" Sahut Rifqi sambil tertawa.
"Bodo lah, dah lah pulang yok"
"Santai bos, cewek di dunia masih banyak"
Aku mengajak mereka pulang, sambil mengalihkan pembicaraan.
Kebetulan hari ini aku pulang agak telat karena harus mengerjakan tugas di rumah Toni. Sesampainya di sana aku langsung duduk dan terdiam di ruang tamu.
"Kenapa lu bro, baru nyampe udah gak semangat gitu. Lu capek ?" Tanya Toni.
"Iya nih, tumben tumbenan tuh anak kayak gitu" Lanjut Dika.
"Haah, gue nggak papa kok. Cuma agak galau aja." Jawabku dengan senyuman kecil.
"Bener lu gak papa ?"
"Iya, nggak papa"
"Ya udah deh, gue ambil minuman sama makanan bentar. Biar galaunya ilang, hahaha" Lanjut Tony.
"Hahahaha, tau aja lu Ton. Kalo anak yanh sok keren ini lagi galau, obatnya makanan" Lanjut Dika menertawakanku.
Dari tadi aku hanya terdiam tidak menghiraukan mereka. Mereka masih asik tetap menertawakan ku.
"Em, lu juga sih. Sering sia-siain waktu, kesempatan gak dateng 2x bro. Inget bro, inget" Kata Rifqi nasehatin aku.
Aku hanya terdiam, nasehat darinya seakan menampar dan membuatku sedikit tersadar. Jika aku selalu telat, maka semua tidak sesuai dengan yang diharapkan.
"Haah, udahlah. Bahas gue mulu, ayo ngerjain tugas. Kalo nggak di kerjain nggak bakal selesai sendiri"
"Akhirnya lu ngomong. Iya, nih kita ngerjain"
Toni mengambil makanan dan minuman sebagai cemilan kami sambil mengerjakan tugas.
Selesai mengerjakan tugas, aku langsung pulang.
"Gue pamit dulu Ton"
"Oke"
Sepeti biasanya, sampe rumah ku langsung mandi. Selesai mandi, kusiapkan beberapa hal agar nggak telat lagi besok pagi. Ku ambil beberapa alarm dan ku pasang di samping tempat tidur.
Namun, hasilnya tetap saja bangunku siang dan selalu telat. Hampir tiap hari ku telat, sampe jadi petugas piket tetap halaman belakang karena hukuman.
Karena itu, hampir semua teman-temanku memanggilku dengan panggilan lain.
"Pangeran kesiangan dah dateng nihh"
"Terserah lah"
Yap, ku jadi di panggil pangeran kesiangan karena selalu telat. Tapi, nggak papa dah ku di panggil kaya gitu. Yang penting kan, aku tetep pangeran yang tampan meski kesiangan. Wkwkwkww.