Berawal dari handphone jadul yang ku miliki, dengan isengnya aku mengacak nomor telepon dengan nomor yang persis denganku. Aku adalah Tika gadis 16 tahun yang masih duduk dibangku SMA. saat jam istirahat kelas, aku mengambil ponselku dari saku dan iseng acak nomor saking tidak ada kerjaannya diriku. tombol nomor telah ku tekan, dan lalu ku hubungi.
Aku terkejut ternyata nomor itu aktif dan diangkat oleh seseorang.
"Hallo.." ucapnya. aku terdiam apakah harus ku jawab atau ku matikan.
"Hallo" sahutnya kembali.
Aku dengan memberanikan diri ku jawab,
"Hallo.." jawabku.
"Ini siapa?" tanyanya. deg, jantungku berdetak kencang saat ia menanyakan diriku. aku harus apa? jawabkah atau tidak. aah aku merasa gabut sekali sampai mengacak nomor secara asal.
"Aku Tika" jawabku jujur.
"Oh, dapat nomorku darimana?" tanyanya. dan sekali lagi aku bingung harus jawab apa.
"Aa..aku.." pikirku bingung.
"Aku salah sambung, aduh sorry yaa bang" jawabku bohong. malu dong kalau ku jawab acak nomor. haha
"Oh, .. " aku pun langsung mematikan panggilan itu saking gugupnya. padahal ku tau ia akan mengatakan sesuatu padaku tapi aku terlalu pengecut padahal aku senang mendengar suara itu yang sangat merdu ditelingaku. dia pasti tampan, pikirku tersenyum.
"Hai, kamu ngapa senyum sendiri" tanya teman sebangku ku yang asyik pula sms-an dengan pacarnya. aku pun curhat tentang apa yang ku perbuat barusan. temanku tampak antusias mendengarnya.
"Wah keren, kok bisa yaa.. aduh, gebet dong cowok itu" ucap temanku siti. aku pun hanya cengengesan.
Malamnya, aku slalu memandangi ponsel jelekku itu berharap ia menghubungiku dan ternyata sekian lama menunggu, akhirnya ia menghubungiku.
"Hai, lagi ngapain?? aku anton" ucapnya lewat sms. aku segera menyambar ponselku dan mengetik.
"lagi tiduran" jawabku. hingga akhirnya kami asyik saling mengobrol didalam ponsel.
Hari semakin hari kami semakin sering berhubungan lewat pesan sms, dia bahkan pernah menyatakan cinta padaku walaupun kami belum pernah bertemu hanya sekedar membagi fhoto. aku menerima cintanya karna menurutku ia sangat manis sekali dan perhatian padaku.
Satu tahun kemudian kami bertemu ia mendatangi kota asalku dimana aku tinggal, saking aku tidak sabarnya, aku berjalan kaki untuk menemuinya. hingga tepatnya didepan masjid, aku dan dia saling memandang dalam kejauhan. semakin dekat kami berjalan akhirnya aku bisa memandangnya dari jarak dekat.
"Ya allah dia manis sekali" gumamku dalam hati melihat senyum manis yang ia tunjukkan. kami pun berjalan-jalan menghabiskan waktu berdua sambil mengobrol. hingga tiba saatnya ia ingin pulang dan.sempat-sempatnya ia mencium bibirku. sontak aku kaget dan ku tersenyum. kami pun berpisah dan dari jauh aku dapat mendengar,
"Woohooooooo" soraknya gembira hingga meloncat loncat melambaikan tangannya padaku. aku pun juga tak kalah senangnya.
Bertahun-tahun kami berpacaran dalam jarak jauh alias long distance relationship, akhirnya ia memutuskan untuk berpindah agama menjadi seorang muslim. sebelumnya ia beragama nasrani, karna ia berniat untuk menikahiku dan didalam islam tidak boleh menikah beda agama, ia pun bersedia dengan senang hati memeluk islam. aku salut padanya karna semakin hari ia mempelajari agama barunya.
Suatu ketika disaat kami bertemu, ia tengah memandang seorang gadis lain diponselnya. deg, hatiku sakit mataku berkaca-kaca dan ku bertanya,
"Itu siapa?" tanyaku.
"Aku pernah suka padanya" ucapnya jujur. deg, sekali lagi hatiku hancur lalu aku pergi mencari tempat sepi dan aku menangis tersedu-sedu.
"Kenapa ada aku dia masih memandang wanita lain?? hiks hiks" tangisku. aku pun kembali setelah lama berdiam diri. ku hapus air mataku dan ku samperin dia. dia tampak bersalah, dia memegang tanganku dan memelukku.
"Maaf, tapi kini aku hanya mencintaimu" ucapnya. tapi aku tidak tau itu tulus atau hanya kasihan padaku. aku hanya tersenyum menyembunyikan lukaku. luka ini tak bisa ku hilangkan hingga bertahun-tahun setelahnya. hatiku hancur, sakit dam tidak bisa utuh lagi.
Akhirnya, setelah sekian lama, ia melamarku dan ku menerimanya. kami pun menikah, dan dalam waktu sebulan kami diberi kepercayaan oleh allah. aku hamil, dan ku bahagia.
"Sayang, lihatlah.. aku hamil" ucapku girang.
"Benarkah??? alhamdulillah ya allah" ucapnya bersyukur.
Kami pun bahagia, janin yang ku kandung dalam sembilan bulan akhirnya telah lahir. dan kami memberikan nama,
"SHAZIA NUR MALAIKA"
(Upz, itu nama bayi yang sudah author persiapkan kelak untuk anak author. kini author belum nikah 😩 jangan copas nama calon anak Author kelak yaa 😅😅)