Sore itu seperti biasanya Eveline menggunakan jalan yang sama untuk pulang ke rumah setelah dari sekolah. Namu hari ini berada karena seorang pria yang dipenuhi jenggot di wajah menghampirinya ketika dia hanya beberapa blok dari rumah.
“Hey kau tunggu sebentar…..” ujarnya sambil memegangi botol minuman.
Bau alkohol sangat menyengat setiap kali dia membuka mulutnya ditambah tubuhnya yang kotor berbau busuk membuat perut siapapun akan mual jika berada beberapa meter di dekatnya.
“Ya ada apa?.”
Eveline menjawab sambil menutup hidungnya karena bau yang berasal dari pria itu.
“Kenapa…. Kenapa kau memakai baju merah itu?, Oy apa kau tidak tahu jika aku sangat membenci warna merah.….huuh!.” ucap lelaki itu sambil meminum alkohol di botol yang dia bawa. Dia terlihat menyeramkan seakan dia bisa berbuat jahat kapan saja.
“Oh… orang bgo.” jawab gadis itu singkat.
Mendengar itu sontak membuat pria berjanggut lebat itu marah. Dia sana sekali tidak menduga jika gadis yang terlihat mudah di intimidasi itu akan menjawab seperti itu.
“Apa kau bilaaaang!.” bentaknya dengan wajah memerah.
“Jika kau tidak suka warna merah kenapa kau tidak pergi ke perempat dan mengganti semua warna merah di sana.” lanjut gadis itu dengan wajah sinis lalu berbalik untuk meninggalkan pria itu yang mulai membuatnya mual dengan bau badannya.
“Sialaaaan!”
Dikuasai kemarahan pria berjenggot berniat untuk memukul kepala gadis bertudung merah itu dengan botol minuman yang dia bawa. Tapi pukulannya tidak mengenai sasaran karena gadis itu segera menghindar. Bukan hanya berhasil menghindar dia juga menendang sendi kaki pria itu yang membuatnya terjatuh.
“Oh…. Maaf nggak sengaja.” ucap Eveline dengan wajah ketakutan yang membuat pria berjanggut lebat semakin geram.
“Bren*gsek kenari kau sialan!.”
Dengan penuh amarah pria itu bangkit dan berniat untuk menangkap Eveline, tapi karena kuatnya tendangan gadis itu membuat persendiannya kesakitan.
“Gaah... Sialan..” pria itu memaki ketika Kembali terjatuh ke aspal sambil menyentuh lututnya. Tapi tiba-tiba.…
Braaaaak
Sebuah tendangan mengenai wajahnya begitu keras hingga membuat tersungkur di aspal dengan hidung mulai mengeluarkan darah.
“Ma…. ma…. Maaf itu beneran nggak sengaja” Eveline kembali meminta maaf dengan tubuh yang semakin bergetar ketakutan. Pria itu semakin marah melihatnya. Mengelap darah diwajahnya dia kembali berusaha bangkit tapi...
Dengan botol yang dijatuhkan oleh si pria berjanggut Eveline menghantamkannya pada kepala pria itu.
“AAAAAAA….!”
Pria berjanggut lebat itu berteriak keras ketika pecahan botol melukai kulit wajahnya, sementara salah satu matanya tertutup dan mulai mengeluarkan air mata darah karena beberapa pecahan kaca masuk kedalamnya.
Darah pun mengucur deras dari kepalanya.
“It…itu beneran nggak sengaja!.”
Kembali Eveline mengatakan hal yang sama dengan tubuh yang bergetar seakan ketakutan, tapi pria itu kali ini tidak merasakan amarah setelah melihat gadis itu ketakutan dengan apa yang baru saja dia perbuat.
Awalnya dia berpikir dapat menakuti gadis yang sering dia lihat melewati jalan ini dan mendapatkan beberapa uang untuk membeli minuman.
Dia berpikir telah berhasil menakuti gadis itu karena dia gemetar ketakutan…. Tapi.
‘Apa aku salah mengira?…’ batin pria itu yang mulai berpikir jika gadis dihadapannya tidaklah gemetar karena takut melainkan gemetar karena…..
“Maaf….. aku tidak sengaja.” ucap gadis itu dengan gemetar memegang pisau cutter di tangannya.
Tapi kali ini wajahnya telah berubah dari ketakutan menjadi senyum lebar yang sangat mengerikan.
“Aku benar benar tidak sengaja.”
Tertawa.