"Leo… " teriak Roy dari depan kelas.
"Apa, Roy ?. Kenapa memanggilku ?" jawab Leo.
"Kau tahu tidak, kalau nanti malam kita akan ada acara wisata malam dengan anak anak ekskul pramuka ?" jawab Roy tidak mau kalah.
"Tidak, kenapa aku bisa tidak tahu ya ?" Ucap Leo sambil berpikir.
"Dasar kau ini. Pikirannya perempuan melulu. Ahahaha"
"Hahaha sok tahu, kau. Mau jadi dukun yang suka iklan di TV ya" sahut Leo.
"Hahahaha. Jadi, kau ingin ikut ?"
"Wah, jelas aku ikut. Aku ingin mencari hantu yang sering mengganggu ku saat aku sedang duduk di depan kelas 12 IPA 3"
"Hahaha hantu ?. Tahun modern seperti ini masih percaya sama hantu. Ada-ada saja kau. Ya sudah, nanti malam pukul 20.00 WIB di sekolah yaa"
"Ok"
Sudah 3 bulan lamanya Leo selalu diganggu oleh penampakan. Penampakan yang tidak jelas ketika dia melewati lorong sekolahnya. Tepatnya lorong panjang di depan kelas 12 IPA 3.
Ia pikir itu hanya kejahilan teman-teman yang tidak suka dengannya. Leo selalu diganggu ketika ia sedang duduk di bangku depan kelas 12 IPA 3. Ia juga sering dilempar dengan kerikil ketika berjalan menyusuri lorong itu tepat di pukul 12.06 WIB.
Memang aneh. Kenapa hanya pada waktu itu ia dilempari kerikil ?. Terkadang Leo juga sering menerima Bunga melati di dalam tas saat ia periksa tasnya dirumah sepulang sekolah.
Bukan cuma itu, terkadang ia juga melihat jejak kaki di depan kelas itu ketika hari mulai sore. Jejak kaki itu berwarna agak kemerahan seperti warna darah. Leo masih menganggap kalau itu adalah perbuatan temannya yang jahil atau tidak suka dengannya.
Leo pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk kembali ke sekolah pukul 20.00 WIB. Dia makan, mandi dan mengganti baju.
.
===============================
.
Pukul 20.00 WIB Leo datang kembali ke sekolah. Di depan sekolah sudah banyak siswa dan siswi yang mengikuti wisata malam ekskul pramuka. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Begitu pula dengan Leo yang sudah sejak siang tidak sabar untuk cepat-cepat mengikuti ini.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan anggota ekskul pramuka dengan yang lainnya. Acara baru dimulai ketika pukul 20.30 WIB dengan pembagian kelompok yang sudah diatur oleh para panitia.
Leo mendapat kelompok 2. Itu tandanya ia akan berjalan mengelilingi sekolah bersama teman-teman sesama kelompoknya. Setelah kelompok 1 sudah pergi jauh dari tempat berkumpul. Ada yang sudah ketakutan dari teman-teman Leo. Mereka adalah para siswi.
"Kalau memang kalian takut, lebih baik kalian pulang dan tidur cantik saja. Hahahha" sindir Leo kepada siswi yang ketakutan.
"Sombong sekali kau jadi laki-laki" jawab Mira dengan sinis.
"Sudah-sudah jangan ribut. Sekarang kelompok 2 silahkan jalan" potong ketua pelaksana kegiatan wisata malam.
Leo dengan teman-teman sekelompoknya pun pergi meninggalkan Mira, dan yang lain. Mereka hanya dibekali 3 buah lilin di sepanjang perjalanan. Karena memang lampu di sekolah sengaja dimatikan, agar suasana mendukung dalam kegiatan ini.
Ketika ingin menuju lorong di depan kelas 12 IPA 3, tiba-tiba Leo melihat sosok wanita masuk ke dalam kelas itu. Leo pun langsung mengejar sosok wanita misterius itu tanpa mempedulikan teman-temannya yang ada di belakang.
Leo masuk ke dalam kelas 12 IPA 3 dan mencari-cari sosok wanita yang tadi ia lihat di dalam dan setiap sudut kelas.
Setelah mencari-cari selama 5 menit di dalam kelas. Ia tidak menemukan sosok wanita yang dia lihat itu. Leo hanya melihat jejak kaki berwarna merah seperti darah berhenti tepat di depan meja guru. Leo memperhatikan dengan cermat jejak kaki.
Ia berpikir mungkin ini adalah jejak sosok wanita misterius itu. Ketika Leo sedang sibuk memikirkan jejak kaki tersebut. Tiba-tiba saja jendela kelas terbuka dan tertutup sendiri.
"BRAKKK... BRAKKK.. brakk"
Desiran angin masuk ke kelas beriringan dengan aroma bunga melati yang sama ketika ia mencium bunga melati yang ada di tasnya. Lampu pun berkedap-kedip tak menentu.
"Hei, siapa kau ?!. Kalau berani tunjukan dirimu ?!" tantang Leo.
"Kau pikir aku takut hah ?!. Hahaha" teriak Leo dengan lantang.
Setelah 10 menit dengan keadaan yang tampak mengerikan. Akhirnya keadaan kelas kembali seperti semula. Leo berpikir kalau itu hanya kejahilan teman -temannya yang tidak suka dengannya. Leo pun pergi keluar meninggalkan kelas tersebut.
Tapi, ketika Leo hendak membuka pintu. Alangkah terkejutnya Leo, karena tepat di hadapannya ada sesosok wanita yang mengerikan sedang menatapnya. Wanita itu langsung mencekik leher Leo dengan Kuat.
"Ekhh... Ghkk.. ekhh.. "
—
3 bulan yang lalu. Saat Leo dan teman-teman grup bandnya berjalan menyusuri lorong depan kelas 12 IPA 3. Di depan kelas itu lewat juga seorang wanita cantik bernama Melody. Melody adalah gadis cantik keturunan jepang. Ia adalah siswi pindahan dari jepang 2 bulan yang lalu.
Leo tertarik dengan Melody sejak kedatangannya di sekolah ini. Tetapi, Melody tak sedikitpun menoleh ke Leo. Melody tahu kalau Leo adalah laki-laki play boy di sekolah. Leo juga pernah membuang dan menginjak tugas keterampilan yang ia buat dari kumpulan bunga Melati.
Padahal itu adalah tugas yang dipercaya oleh wali kelasnya kepada Melody. Leo juga sering membuat keributan di sekolah. Sekolah tidak berani mengeluarkan Leo, Karena dia adalah putra dari pemilik sekolah ini.
Saat itu Leo menggoda melody dengan mencolek pipi Melody. Seketika itu pula Melody marah dan langsung menampar wajah Leo dengan sangat keras. Leo tidak terima ketika ia ditampar oleh seorang siswi yang jelas-jelas tidak setara dengannya.
Ia pun langsung menyeret Melody ke dalam kelas 12 IPA 3 dan langsung mencekik leher melody di atas meja guru. Saat itu hari sudah sore, dan keadaan sekolah sudah sepi. Hanya ada Leo dan teman-teman grup Bandnya. Teman-teman Leo juga takut untuk menolong Melody, karena Leo mengancam mereka.
Selain mencekik leher Melody, Leo pun menyuruh Tomi untuk menggores kaki Melody menggunakan pisau kecil sampai kaki Melody mengeluarkan darah yang banyak.
Leo melakukan itu karena pada waktu itu, Melody pernah tidak sengaja membuatnya tersandung dan Jatuh di depan siswa-siswi sekolah. Ia merasa sangat dipermalukan. Sejak saat itulah Leo berencana untuk membalas apa yang dilakukan Melody.
Dia tidak membunuh Melody, dia hanya melakukan hal seperti itu. Hampir setiap hari, Melody selalu di perlakukan buruk oleh Leo. Karena dia memiliki kekuasaan, tidak ada yang berani menolong Melody.
Pada akhirnya Melody bunuh diri karena tidak tahan dengan perlakuan Leo terhadap dirinya. Dan sekarang, dia memiliki kesempatan untuk balas dendam.
Leo di cekik nya sangat kuat, sampai kehilangan nafas. Leo meninggal di depan kelas 12 IPA 3. Tidak ada yang tahu kenapa, tapi leher Leo memiliki luka merah bekas cekikan. Itu adalah, cekikan dari Melody.