Di tengah hutan yang dipenuhi oleh kabut, sebuah mobil bus berhenti dikarenakan ada masalah pada rodanya.
Keadaan semakin mencekam Ketika sebagian besar penumpang bus telah hilang. Dari total 40 penumpang hanya tersisa 9 yang masih tersisa. Ditambah supir dan kondektur sekarang hanya tersisa 11 orang yang masih berada di dalam bus.
Kemudian saat kepanikan melanda, tiba-tiba cahaya merah bersinar dari tempat yang jauh. Para penumpang sangat ketakutan melihat cahaya merah menyeramkan di tengah hutan pada malam hari dengan kabut di seluruh tempat.
Namun tanpa rasa takutku sedikitpun, pak Harto sopir bus dengan menggunakan senter dia menyinari sumber cahaya merah tersebut, sementara yang lain hanya bisa berlindung di dalam bus sambil melihat lewat jendela.
Aku yang mengintip dari jendela mencoba menggunakan smartphone untuk merekam pak Harto.
“Heeeyyyy! Siapapun kau bisakah kemari untuk membantu kami?.”
Pak Harto berteriak sambil menggoyang senternya bermaksud agar seseorang yang menggunakan cahaya merah itu menyadari keberadaan bus.
Tapi seperti sebelumnya cahaya itu menyinari bus hanya untuk beberapa saat hingga akhirnya padam. Para penumpang merasa lega setelah melihat bus itu menghilang. Tapi tiba-tiba……
Teratak.…
Sebuah senter yang masih menyala terjatuh di tanah, sementara pak Harto yang semula menggunakan senter tersebut tidak terlihat di manapun.
“Haaaa…… kemana dia pergi?”
“Apa yang sebenarnya terjadi di sini….?”
“Tolong siapa saja jangan mengganggu kami….”
Penumpang seketika menjadi ricuh ketika tidak menemukan pak Harto gimanapun. Aku yang dari tadi merekam juga dihantui ketakutan yang begitu besar hingga kesulitan untuk bernafas. Tapi aku mencoba untuk menenangkan diri dan melihat rekaman yang baru saja aku ambil.
Terlihat pak Harto masih berdiri di posisinya saat itu, tapi detik berikutnya dia menghilang begitu saja meninggalkan senter yang dia bawa. Aku mencoba kembali memutar video itu namun dengan kecepatan yang diperlambat.
Itu masih terlalu cepat hingga aku harus memperlambatnya beberapa kali. Dan hasilnya aku menemukan sesuatu yang telah membuat pak Harto menghilang.
“Apa itu.…” ucap Rehan, pemuda dengan otot kekar yang membantu pak Harto dan Bagus si kondektur bus saat mengganti ban.
Penumpang lain juga kebingungan ketika melihat video itu. Di dalam video terlihat pak Harto di tarik oleh pencapit besi yang biasa digunakan untuk mengambil hadiah dari permainan gacha.
Bagaikan sebuah cakar, tiga besi pencapit itu mencengkram kepala pak Harto dengan kuat, hingga lidah supir bus itu keluar dan matanya melotot karena lehernya tertekan begitu kuat. Eratnya cengkraman di leher membuat pak Harto tidak bisa mengeluarkan suara, lalu dengan cepat pencapit itu menariknya kedalam kabut.
“Apa mungkin benda itu juga yang mengambil penumpang lain?.” Tanya Anto, pria tua yang juga ikut keluar dari bus sebelumnya.
“Mana saya tahu, tua Bangka sialan!.” jawab Daniel dengan marah-marah. Emosi pria berkacamata itu semakin tidak terkendali ketika semakin dia ketakutan.
Mendapat bentakan dari Daniel, pak Anto terlihat ketakutan.
“Sudah cukup jangan nambahin masalah, kita semua memang ketakutan tapi tolong tenang jangan sampai emosi kita malah memperburuk situasi.” Rehan mencoba untuk menenangkan para penumpang.
Pak Daniel tidak mengatakan apa-apa, dia langsung kembali ketempat duduknya dan mencoba menenangkan diri. Sementara rehan berdiskusi dengan para penumpang lain. Namun tiba-tiba……
GUUUUNG.…NGIIIIIING
Suara yang begitu besar keras terdengar bagaikan klakson kapal pesiar membuat jendela kaca bergetar hebat. Semua orangdengan reflek menutup kuping mereka dengan kedua tangan untuk meredam suara.
Kupingku terasa saki ketika suara itu tidak kunjung berhenti, hingga semua orang berteriak-teriak di lantai dengan kuping yang mulai berdarah. Hingga 10 menit kemudian suara berhenti tapi semua orang masih merasa nyeri yang luar biasa pada alat pendengaran mereka.
Hingga suara dentuman mulai terdengar dari kejauhan, awalnya itu sangat pelan hingga sulit di dengar jika tidak fokus apalagi kupingku masih terasa sakit. Tapi lama kelamaan sara itu semakin keras seakan sesuatu yang besar tengah berjalan menuju kemari.
Para penumpang semakin ketakutan ketika merasakan guncangan kecil dan menyadari jika sesuatu tengah mendekat. Di tengah keributan, Rehan menyuruh semua orang untuk menarik segala jenis cahaya.
Dengan cepat Bagus mematikan lampu bus dan mesinnya. Para penumpang juga segera matikan HP mereka.
“Apapun benda itu sudah dipastikan jika dia mengetahui posisi bus.”
Mendengar perkataan Rehan semua orang kembali ricuh.
“Kalau begitu bukankah kita harus cepat pergi dari sini?.” Daniel berkata dengan ketakutan yang jelas di wajahnya.
“Ya tentu saja, tapi masalahnya kemana kita pergi?. Dan kita tidak tahu dari mana suara itu berasal.” balas Rehan. Matanya menatap tajam ke arah para penumpang seakan sedang menilai kami semua.
“Kita akan lari setelah makhluk itu kelihatan. Tapi agar makhluk itu tidak mengejar, kita harus membuat 2 time, satu untuk umpan dan yang satunya lagi untuk mereka yang kabur.”
Perkataan Rehan seketika membuat semua orang saling menatap satu sama lain dan mengakibatkan perpecahan diantara penumpang yang masih tersisa.
***
Pada akhirnya, 4 orang yang menjadi kambing pengorbanan di pilih. Mereka adalah seorang wanita yang tengah hamil tua, seorang remaja yang terlihat lemah, nenek-nenek yang sudah tidak mampu berjalan. Dan yang terakhir adalah aku.
“Kau yakin tidak ikut bersama kami?. Aku yakin mereka bertiga…. Berempat jika dihitung dengan janin, mereka cukup untuk mengukur waktu untuk kita pergi.”
Tanpa sedikitpun penyesalan Rehan mengatakan itu padaku.
“Tidak terimakasih….!.” balasku dengan marah, aku sangat muak melihat wajah orang ini.
“Tck, bertingkah sebagai pahlawan tidak akan membuatmu hidup lama.”
Mendengar perkataan Rehan, aku hanya tertawa sinis.
“Oh…. Begitukah? Apa itu yang kau pelajari setelah menjadi seorang tentara.”
Rehan seketika terperanjat kaget mendengar ucapanku, jelas dia tidak mengira jika aku akan mengetahui identitas aslinya. Tapi dia hanya tertawa kecil lalu segera berbalik menuju timnya. Tapi kemudian dia menoleh…
“Kau gadis yang sangat menarik Nona Eveline, aku harap kita bisa berjumpa lagi.” ucapnya yang segera keluar dari bus dan menguncinya dari luar.
Kelompok mereka menunggu di sekitar bus, lalu ketika monster itu menampakkan wujudnya mereka akan segera kabur ke arah yang lain.
****
NGIIIIIING
Dum Dum Dum
Suara keras itu kembali terdengar bersamaan dengan suara langkah yang mendekat. Aku menatap dari jendela dan mengawasi sekitar. Di luar kelompok Rehan telah bersembunyi di semak-semak.
di bagian belakang bus aku beserta 3 wanita lain merinding ketakutan saat diperiksa harus menghadapi sesuatu yang tidak diketahui, yang kami ketahui jika itu sangat berbahaya.
Seorang remaja lemah yang terus menangis.
Seorang nenek yang tubuhnya terus bergetar hebat.
lalu wanita hamil yang terus berdoa untuk keselamatan kandungannya. Dan yang terakhir diriku yang tidak mengerti kenapa memilih tetap tinggal bersama mereka.
Suara dentuman berhenti membuat suasana menjadi hening, lalu tiba-tiba sinar itu kembali terlihat....
BLAAAAAR
“kyaaaa...”
Sebuah sinar merah itu menghantam bagian depan bus membuatnya hancur berantakan, itu adalah bagian yang lampunya sengaja dinyalakan sementara kami bersembunyi di bagian belakang.
kami hanya bisa menjerit ketakutan ketika guncangan hebat dari ledakan itu membuat bus terbelah menjadi dua bagian, lewat atap bus yang rusak akhirnya aku bisa melihat monster yang telah meneror kami.
dengan tiga kaki setinggi 10 meter, di bagian depan terdapat lapu besar berwarna merah dan seperti ubur-ubur dia memiliki ratusan pencapit besi dibawahnya....