Jderrr!!! Terdengar suara petir menggelegar, semua nampak gelap dan sunyi. Di balik tembok kamar tua dan usang ini aku hanya bisa duduk terdiam sambil mengingat perkataan peramal tua yang aku kunjungi semalam. Setiap perkataannya nampak tidak masuk di akal logika, bahkan kata-kata yang ia lontarkan nampak seperti teka-teki yang sampai sekarang belum bisa ku pecahkan.
"Bagaikan sebuah perahu kertas yang diombang ambing gelombang di samudera, isi hati mu sudah terbaca nak" kata peramal tua itu sambil melihat ku dengan tatapan tajamnya.
"Kau seseorang yang sangat amat rapuh rupanya, apa yang kau inginkan tidak akan pernah kau dapatkan" kata-katanya membuat ku gemetaran.
"Hehh... Dia akan datang. Entah kau akan anggap ini keberuntungan atau malapetaka"
"Semua akan berjalan seperti semula, orang yang selama ini kau cari-cari akan dipertemukan denganmu, kau bisa melihatnya tapi kau tidak akan bisa menggenggamnya" ucapan yang dilontarkannya itu membuat ku bergidik ngeri.
Apa maksud perkataan peramal itu? Bisa kulihat tapi tidak bisa kugenggam? Bukankah itu terbalik dengan apa yang kualami sekarang? Apapun itu tidak akan pernah bisa kulihat tapi sebaliknya aku bisa menyentuh dan menggenggamnya. Dikira aku bodoh?, bahkan orang bodoh sekalipun tau keadaan ku saat ini. Orang yang tidak bisa melihat kenyataan apapun sekarang mana bisa melihat kembali. Operasi apapun yang aku jalani tidak akan berhasil, tapi mau operasi pun aku tidak bisa,uang yang aku punya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Orang buta tetaplah buta.Kenyataan pahit ini membuatku terlihat sangat menyedihkan.
"Lai...Laila~"
Suara itu membuatku tersadar dari keterpurukanku.
"Su..suara siapa itu, sekarang aku kan ada di kamar ku. Selama ini aku hanya tinggal sendiri, jadi suara siapa itu?" Batinku
"Si..siapa? Ke..kenapa ada orang yang bisa masuk kesini, siapa itu?" Teriakku yang sedikit ketakutan.
Tidak ada respon apapun, hanya sunyi yang kudengar. Kurasa ini hanya halusinasi ku semata,karena sangat terbawa suasana aku jadi tidak fokus dan tidak sempat berpikir jernih.
Kubaringkan badanku di atas kasur kututupi wajahku dengan selimut berharap agar aku cepat tertidur. Aku tidak tau ini pagi,siang,atau malam karena semuanya sama saja menurut ku, sama-sama gelap.Entah karena sangat lelah aku tertidur ditemani suara hujan yang menjadi nyanyian tidurku.
...
Hari demi hari telah berganti bukannya aku merasa lebih baik, aku malah lebih terbebani dengan semua yang aku jalani sekarang. Setelah aku keluar dari panti asuhan aku tinggal di sebuah rumah kecil yang aku sewa dengan uang jaminan dari panti asuhan. Jika ada acara atau apapun yang ku tahu, aku pasti menyempatkan diri ikut tampil sebagai pianist di acara tersebut. Walau dibayar tak seberapa tetapi itu cukup untuk kebutuhan makanku.
Sekarang kulangkahkan kaki ini dijalan setapak berharap semua beban yang ada dalam diriku lenyap dengan hembusan angin yang menerpa diriku. Tapi bukannya berhasil menenangkan diri aku malah mendengar suara samar-samar memanggil namaku lagi
"Lai...Laila~"
Suara berat lelaki itu mengejutkanku, aku tersentak dan berhenti sebentar. Tidak ku hiraukan suara itu lagi, aku lelah dengan suara yang selalu memanggilku setiap saat ini. Entah itu suara hantu atau apalah, sekarang aku tidak peduli lagi. Sudah terbiasa ku dengar suara itu.
Karena tidak fokus aku malah tersandung sesuatu didepanku dan terjatuh.
Brukkk!!..
Kurasakan ada sebuah tangan yang meraih ingin membantuku berdiri.
"Ehh nak Laila , kok ada disini? Yaampun hati-hati jalannya nak" terdengar suara lembut wanita yang tidak asing ditelinga ku.
"Bu.. Bu panti?" Tanyaku kepada seseorang yang suaranya familiar ini.
"Yaampun nak Laila masih kenal suara saya ya, sedang apa nak Laila disini sendirian?" tanya ibu panti yang selama ini merawatku.
" Saya memang selalu sendirian Bu, saya disini cuma berjalan-jalan sambil menghirup udara segar" jawabku
Hufttt...
Terdengar suara helaan napas ibu itu lalu berkata "Nak Laila nggak akan sendirian kok, kan ada ibu dan anak-anak panti yang selalu mendukung nak Laila"
"Jika saja ibu ini orang tua kandung saya, saya pasti sangat senang" kataku dengan nada yang sedikit sedih.
"Loh loh orang tua kandung nak Laila pasti sedih kalau dengar perkataan nak Laila tadi"jawab ibu panti tersebut.
"Orang yang membuang saya mana mungkin akan sedih jika saya bicara seperti itu" jawabku dengan santai.
Dulu aku memang sangat penasaran dengan kedua orang tua ku itu, tapi seiring berjalannya waktu aku sadar bahwa sesuatu yang sudah dibuang berarti itu tidak diinginkan. Daripada susah-susah mencari keberadaan orang tuaku lebih baik aku belajar mengikhlaskan mereka saja.
Tiba-tiba ibu panti itu spontan memeluk ku dengan pelukan hangat yang selama ini tidak pernah aku rasakan dari kedua orang tuaku itu.
"Nanti pasti akan dipertemukan, ibu yakin itu akan terjadi suatu saat nanti" kata ibu panti sambil memelukku
"Yahhh semoga saja ya Bu" jawab ku dengan helaan napas, karena aku tau itu tidak akan terjadi.
Aku berpisah dengan ibu panti setelah ibu panti mengantarkan ku ke rumah. Hahh kembali lagi dengan kehidupan gelap dan sunyi ini. Kulangkahkan kakiku masuk kedalam rumah tiba-tiba ada suara yang tidak asing menyambut kedatangan ku
"Akhirnya sampai juga"
Suara itu kenapa datang lagi suara lelaki yang biasanya hanya memanggil namaku saja tiba-tiba sekarang berkata lain. Spontan kumendekat ke arah tembok dan mengarahkan tongkatku kesana kemari untuk menjaga diri. Tiba-tiba terdengar bisikan dari telingaku
"Jangan melawan... Kalau lelah berhenti saja" bisik suara itu
"Apa maksudmu?"
Hahahhahahaha.
Suara tertawa orang itu sangat menyeramkan membuat orang yang mendengarnya bergidik ketakutan.
"Kegelapan yang selama ini kau lihat, kau tidak akan melihatnya lagi, hanya cahaya...hanya warna yang akan kaulihat" kata orang itu yang membuatku tidak percaya
"Orang sepertiku memang ditakdirkan tidak bisa melihat cahaya atau warna seumur hidup. Kau mau apa hah?" Bentakku
"Ikut dengan ku akan dipertemukan kau dengan kedua orang tuamu" katanya
"Orang tua ku? A..apa kau kenal mereka ?" Tanyaku dengan penasaran.
"Orang berdosa itu mana mungkin aku tidak tahu. Ikut denganku kau pasti sangat penasaran kan?" Ajak suara itu yang entah kenapa aku terhipnotis dengan suaranya
"A.. aku memang penasaran tapi aku tidak peduli lagi dengan merek berdua" bentakku
" Hoho kalau bukan itu yang kau inginkan maka... Baiklah kalau kau ikut denganku kau akan melihat kejam bukan indahnya dunia ini bagaimana? Tawarnya.
"Ba.. bagaimana caranya? Apa hanya dengan aku ikut denganmu aku bisa melihat lagi?" Tanyaku penasaran.
"Hahaha tentu saja maka genggam tanganku ini dan ikutlah denganku"
Aku sudah terhipnotis dengan ajakannya itu, aku menggenggam tangannya tiba-tiba Wuzzzzz~
Angin yang entah datang dari mana ini membuatku tidak nyaman,seperti terlempar rasanya dan....
Tinn...tinnn..tinnnnnn.....
Brukkkk....
Kubuka mataku aku melihat seorang gadis berlumuran darah karena tertabrak mobil yang melintas. Lalu keluarlah pasangan suami istri yang nampak sangat terkejut. Kulihat disekitar ku memang benar kata pria itu sekarang aku sudah bisa melihat tapi benar-benar yang kulihat pertama kali adalah peristiwa kecelakaan ku akhir dari hidupku.
"Bagaimana? Kata-kataku benar kan. Nah sekarang lihat pasangan suami istri itu, itu orang berdosa yang kau cari-cari itu" kata pria berjubah itu.
Kumenoleh dan kulihat rupanya seorang dengan jubah hitam menutupi seluruh tubuhnya menyeringai terhadapku.
"Hah..hahaha ternyata benar katamu aku sekarang bisa melihat dunia lagi bahkan tepat dihadapan ku aku melihat kedua orang tua yang selama ini kucari-cari" kataku dengan pasrah.
Bisa terlihat tapi tidak bisa ku genggam, ternyata ini yang dimaksud peramal itu. Kalau maksudnya ini kenapa ia tidak berkata bahwa aku akan mati, kenapa malah bertele-tele haha.
Kutengok pria berjubah itu aku sadar suara yang kudengar selama ini adalah suara KEMATIAN.