TCMAE
Kehidupan di disain untuk satu tujuan yaitu kematian.
Seperti sebuah lingkaran yang terus berlanjut tanpa akhir.
Apakah ini sebuah kutukan.
Atau hukuman.
***
Di taman yang berisi berbagai macam bunga bermekaran dengan kupu-kupu yang berterbangan, udara sejuk terasa sangat menenangkan membuat orang mudah terhanyut dalam suasana damai untuk menenangkan diri.
Di tengah taman terdapat sebuah gazebo dengan dua wanita yang duduk saling berhadapan. Meja bundar di depan mereka terdapat penuh dengan bermacam-macam hidangan kue dan teko berisi teh panas.
Salah satu wanita memiliki rambut hitam panjang dan mengenakan kacamata di wajahnya, pakaian yang dia kenakan adalah kemeja putih dengan dasi merah yang di tutupi jas lab dan celana hitam panjang beserta sepatu hitam. Bagaikan seorang ilmuwan wanita yang biasanya berkerja di laboratorium.
Sementara wanita yang lain memiliki rambut pirang panjang di ikat poni dengan pakaian serba putih. Sarung tangan sepanjang siku, gaun putih yang sangat menggoda beserta sepatu high heels dengan stoking sepanjang paha, dia bagaikan seorang ratu yang sangat berkharisma.
Berbanding terbalik dengan wanita berambut hitam yang dengan tenang menikmati teh panas yang berada di cangkirnya, wanita berambut pirang terlihat kebingungan sambil melihat sekeliling dengan waspada.
Si wani pirang tidak berani berbicara dengan wanita di depannya dikarenakan aura yang dipancarkan oleh wanita berambut hitam sangat mengerikan membuatnya sangat takut.
“Commender bukan?.”
Wanita berambut hitam itu bertanya pada wanita di depannya saat dia meletakkan cangkir teh di meja.
“Be-benar.”
Commander berusaha menenangkan diri saat berhadapan dengan orang atau sesuatu yang tidak mungkin dia pahami.
“Namaku Eveline lampir darkzard salam kenal.”
“Y-a salam kenal.”
Walaupun wajah eveline di penuhi dengan senyum saat memperkenalkan diri tapi commander tetap waspada pada perempuan itu.
“Sebelum aku membicarakan tentang bagaimana kau bisa ada di sini dan tempat apa ini, terlebih dahulu aku akan memberi tahu status mu.”
Setelah eveline mengatakan itu deretan informasi memasuki kepala commander membuat kepalanya terasa sangat sakit.
“guuhhh”
Perlahan rasa sakit mereda sehingga commander dapat memproses informasi yang baru dia dapatkan.
“Misi konyol mu telah selesai dengan hasil yang sangat konyol hahaha.”
Seakan mengejek commander, Eveline tertawa terbahak bahak. Mendengar itu commander tidak memberikan bantahan bukan karena dia takut tapi dia pun beranggapan hal yang sama dengan wanita bernama eveline ini.
“Misi untuk kemenangan kemanusiaan, namun kemanusiaan telah hilang selama ratusan bahkan ribuan tahun dimasa mu. Lalu untuk apa kalian masih ada commander?.”
Mendengar pertanyaan dari eveline, dia hanya terdiam. Perlahan commander menarik nafas, matanya terpejam seakan menyakinkan diri untuk berbicara dengan wanita di depannya.
“Kami akan terus ada untuk melindungi bumi walaupun kemanusiaan yang kami lindungi telah lama hilang darinya.”
Commander mengatakan dengan keyakinan penuh di wajahnya, namun tidak demikian dengan eveline yang berusaha keras untuk menahan tawanya.
“Itu sudah tidak ada lagi.”
“Apa?.”
“Dunia yang ingin kalian lindungi sudah tidak ada lagi.”
Commander merasa bingung dengan perkataan eveline.
“Tck, memang sulit di jelaskan dengan kata-kata.”
Eveline menjentikkan jarinya dan seketika lenskep taman indah di sekitar mereka berubah menjadi ruang hampa yang sudah sering di lihat oleh commander dan disama dia dapat melihat puing-puing bunker milik YrH, namun yang menyebabkan dia lebih terkejut adalah kondisi bumi yang sekarang tidak lebih dari bongkahan batu besar.
“A-apa yang terjadi?.”
Dia perlahan bangkit dari tempat duduknya yang melayang di luar angkasa.
“Itu hanya sebuah gambaran ilusi dari ingatanku.”
Seketika lendskep kembali berubah dari luar angkasa kembali menjadi taman.
“Tapi bumi memang sudah aku rubah menjadi seperti itu.”
“kau yang melakukannya. Kenapa?.”
Wajah commander mulai berubah dengan kemarahan.
“Karena tetu aku harus melakukan itu untuk kebaikan dunia lain dan menciptakan dunia milikku sendiri.”
Commander semakin di kuasai kemarahan saat mendengar alasan yang tidak masuk akal itu, tapi dia tidak bisa melakukan apapun dan milih untuk mendengarkan cerita wanita gila didepannya.
***
“Saat ini dimensi memiliki jumlah yang tak terbayangkan dikarenakan proses pembuatannya yang begitu mudah, setiap kali sesuatu tidak berjalan semestinya maka dimensi baru akan terbuat. Bahkan jika seekor semut berjalan tidak mengikuti jalurnya itupun bisa menyebabkan terbentuknya dimensi lain.”
Eveline menghentikan penjelasannya untuk meminum teh yang mulai dingin. Sedangkan commander berpikir keras dengan penjelasan eveline.
“Walaupun tidak diketahui apakah ada batasan untuk jumlah dimensi yang terbentuk, tapi efek dari dimensi yang terus bertambah mengakibatkan semakin sempitnya jarak antara dimensi dan itu membuat banyak hal baik atau buruk tapi kebanyakan hal buruk lah yang sering terjadi.”
Perlahan Eveline mengambil kue kering yang disuguhkan sebagai pelengkap teh. Sedangkan commander mulai melirik cangkir teh yang berada didepannya karena dia mulai merasakan jika tenggorokannya mengering. Dia pikir itu sangat aneh karena seharusnya dia tidak dapat merasakan itu.
“Jadi kau berasal dari dimensi yang berbeda?.”
Perlahan commander meminum teh di depannya, entah kenapa dia memiliki keinginan untuk meminum air itu.
“Benar, di duniaku masih mencatat tahun 2523 dan kau sangat jauh didepan 11.958, itu adalah waktu terjauh saat ini yang ku capai dengan sihir timetrevel.”
Seakan tidak peduli lagi, tanpa sungkan commander mulai memakan kue seperti eveline.
“Dan untuk menghindari hal buruk yang lebih besar terjadi, aku memutuskan untuk menghancurkan dimensi dengan bumi yang sudah tidak ada lagi manusia yang tinggi di dalamnya.”
“Jadi dikarenakan dimensi kami sudah tidak memiliki manusia, kau menghancurkannya?.”
“Benar.”
“Kau gila!.”
Mendengar umpatan dari commander, Eveline hanya tersenyum kecil.
“Lalu bagaimana denganmu?.”
“Apa maksud mu!.”
“Yang ku maksud adalah tubuh barumu. Aku telah merubah mu menjadi manusia.”
Potongan kue kering yang berada di tangan commander terjatuh karena pemilik tangan tidak bergerak selama beberapa saat disebabkan oleh syok.
“Haha itu mustahil.”
“Hemm apa nya?.”
“Merubah android menjadi manusia itu MUSTAHIL!.”
dia berteriak melepas semua emosi yang di pendam seakan tidak mau mempercayai kenyataan yang dia alami. Rasa haus, lapar, kemarahan dan sesuatu di dalam dadanya yang terus berdetak, mengabaikan semua itu dan menganggap dirinya masih sebuah android.
“Merubah besi menjadi tulang, serat karbon menjadi daging dan kabel menjadi otot semua itu lebih mudah daripada menghapus data seluruh dimensi.”
Commander tidak menanggapi perkataan eveline, dadanya terasa sesak, terasa sakit walau dia tidak tahu kenapa hingga air mata menetes ketika dia teringat akan seluruh kenanga akan kehidupannya yang di hapus berulang-ulang selama ribuan tahun.
.
.
.
.
Alien menginvasi bumi menyebabkan manusia terancam punah. Demi memastikan manusia tidak punah, dibangun sebuah koloni di bulan, sedangkan untuk memerangi para alien akan menjadi tugas para android.
Selama ribuan tahun peperangan menghadapi alien hingga dunia perlahan hancur dan tak menyisakan seorang pun manusia di bumi.
Namun para android yang bertempur semakin lama semakin kuat dan terus bertarung untuk melindungi manusia yang tersisa di bulan.
Namun kenyataannya semua itu hanya omong kosong belaka.
Entah kapan tapi diyakini sudah lebih dari 4 ribu tahun koloni manusia telah punah. Namun para android terus di perintahkan untuk berperang melawan robot yang di ciptakan oleh alien hanya untuk mengumpulkan data agar sistem induk menjadi lebih kuat. Yang lebih parah ada sistem yang mengatur para android agar tidak bisa menyelesaikan perang.
“Diciptakan kemudian di suruh bertarung, mati memori dihapus kemudian diciptakan lagi mati lagi hapus memori lagi. Begitulah seterusnya selama ribuan tahun. Menyedihkan.”
Commander tidak berkata apa-apa saat eveline merangkum seluruh kehidupan yang dia jalani selama ribuan tahun dengan penuh sarkastik dan ejekan.
“lalu apa sekarang? Kau merakit ku bukan hanya untuk dipermainkan bukan?.”
Wanita berambut pirang itu menatap lurus kearah wanita berambut hitam yang dari tadi terus mengejek dirinya. Matanya merah menjadi sembab karena terus menangis selama 4 jam.
“Y-yaah te-tentu untuk apa aku melakukan hal yang tidak berguna seperti itu.”
Eveline mengalihkan pandangannya tidak berani menatap mata commander seakan menyembunyikan sesuatu. Commander yang melihat itu merasa emosi yang belum pernah dia rasakan saat menjadi sebuah android.
“Yaah aku mengakui jika setengah nya memang karena aku merasa kesepian karena tidak berbicara dengan orang lain selama berabad-abad.”
Eveline mengatakan sambil meruncingkan mulutnya seperti seorang anak yang mengaku salah saat ketahuan mencuri kue oleh ibunya.
“Setengah?.”
“Ya setengah, setengahnya lagi aku sangat tertarik dengan kalian.”
Commander menghela nafas panjang saat merasa emosinya mereda saat eveline mengakui kesalahannya.
‘Apa ini yang para manusia dapat ketika Meraka saling memaafkan?.’
Merasa bingung dengan emosi yang baru pertama kali dia rasakan, commander memilih untuk mengabaikan untuk saat ini. Dia mengambil cangkir yang tadi dia gunakan, tapi ketika dia ingin meminum teh didalam cangkir telah habis. Eveline yang melihat itu segera mengambil poci yang berisi teh dan menuangkannya pada cangkir commander.
Beberapa saat mereka hanya diam menikmati pemandangan taman ditemani hangatnya teh dan manisnya kue, sensasi yang tidak pernah dia rasakan selama ribuan tahun menjadi android yang hanya bisa menatap bumi dari bunker yang berbeda di orbit bumi.
“Aku akan memberikan 2 pilihan untuk mu.”
Eveline memecah keheningan mereka setelah melihat kondisi emosi commander yang kembali tenang, dia juga terlihat sudah terbiasa dengan aura yang dipancarkan eveline.
“Pilihan pertama aku akan merakit kembali seluruh unit YrH dan bunker dengan syarat kalian akan hidup melayaniku.”
“Yang ke 2?.”
“Yang ke 2 aku akan merakit seluruh unit YrH dengan sedikit modifikasi pada sistem mereka yang mengakibatkan mereka akan selalu patuh padaku.”
“Apa bedanya? Akhirnya akan tetap sama, kami semua harus melayani mu.”
Evelin menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan kesimpulan yang commander buat.
“Yah, memang benar setuju atau tidak kalian akan tetap di rakit ulang untuk melayaniku, namun akan ada sedikit bonus jika kalian memilih setia tanpa modifikasi ingatan.”
“Apa?”
“Aku akan memberikan sesuatu yang menghapus perbedaan antara android dengan manusia.”
“Modifikasi menjadi manusia?.”
“Bukan. Bahkan manusia tidak lebih seperti android saat terlalu banyak peraturan yang mengikat mereka.”
“Lalu?”
“Aku akan memberikan hal sama seperti berkah terbesar yang diberikan Tuhan pada manusia.”
“?”
“kehendak bebas”