🎵🎵🎵🎵
Sejak jumpa kita pertama
Kulangsung jatuh cinta
walau kutahu kau ada pemiliknya
Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani
Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini
Maka ijinkanlah aku mencintaimu
Atau bolehkah ku sekedar sayang padamu
🎵🎵🎵🎵
Sebuah lagu milik Chrisye terdengar merdu di mobil yang kini di kendarai Rifki.
Rifki Adeeva, pemuda sukses berumur 27 tahun, yang kini menjabat sebagai CEO perusahaan ternama, yang sekarang lagi di mabuk cinta pada pandangan pertama dengan seorang gadis manis yang masih duduk di bangku kuliah semester akhir.
Pertemuan yang tak di sengaja di alun-alun kota di hari minggu saat sedang bersepeda, menikmati liburan akhir pekan. Perlahan mencari tahu siapa gadis pujaan hatinya, ternyata namanya Mayang.
Tapi Rifki bukanlah lelaki yang asal slonong boy dalam mencintai. Dalam sunyi, ia bermunajat,
" Ya Allah, aku sedang jatuh cinta pada mahlukmu yang bernama Mayang. Jatuh cintakanlah aku dengan orang yang tepat, yang bisa sama-sama melangkahkan kaki menuju jalan yang Kau ridhoi."
" Ya Allah, cintaku sederhana,karna ku tahu, sejatinya cinta hanya untukMu. namun sekiranya Engkau meridhoi, pertemukanlah kami dengan cara yang unik, yang bisa memberi kesan tak terlupakan yang mampu menjadikan 2 insan menjadi satu dalam ikrar suci pernikahan"
Mencintai dalam diam, mungkin salah satu caranya. Dari mencari tahu alamat rumahnya, namanya, tempat kuliahnya.
Di saat yang tak di harapkan terjadi, Mayang, gadis pujaannya, ternyata sudah memiliki kekasih, Dika, teman satu kampusnya Mayang.
Pupus? Emang, tapi sekedar sayang pun tak papa lah asal selalu bisa melihatnya tersenyum.
Saat takdir mencoba mempertemukannya kembali dengan gadis itu di acara pembukaan anak cabang perusahaannya di sebuah tempat, matanya tertuju pada pemandangan indah ciptaan Tuhan yang sedang memakai gaun biru muda dengan rambut yang terurai indah sedang duduk di bangku taman sendirian.
Alfaro, sahabat karib sekaligus tangan kanannya, tahu apa yang sedang di alami sahabatnya itu. Baik kekagumannya pada Mayang, ataupun Mayang yang sudah memiliki kekasih.
Melihat sahabatnya yang diam terpaku sambil senyum-senyum menatap di sudut taman, membuatnya mengalihkan pandangan mencari tahu apa yang dia lihat.
" Itukah gadis yang kau maksud? Karna aku belum pernah melihatmu tersenyum saat melihat seorang gadis selama ini."
" Iya, dia yang sering aku ceritakan, kenapa dia bisa ada disini? Apa mungkin dia salah satu klien kita? Tak mungkin, dia kan masih kuliah, atau mungkin papanya?"
" Alaaaah Udah ayok, kita kesana, samperin, pepet terus, siapa tau jodoh"
Rifki hanya tersenyum manis, " Biarkan Allah yang akan mempertemukanku dengannya dengan cara yang Ia sukai, gak usahlah aku yang mendahului takdirnya"
" Rif, tuh cewek, yang kamu gilain, dah di depan mata. Gak salah kan kamu ajak dia kenalan. Kenapa ada jalan yang mudah, kamu malah pilih jalan yang susah?"
Tanpa menjawab, Rifki pun tersenyum dan berlalu.
Saat tiba di acara inti dan meeting pun selesai tinggal acara hiburan, Rifki menyalami beberapa koleganya. Salah satunya Pak Umar, yang ternyata ayah dari Mayang. Kaget sekaligus senang pastinya. Yang selama ini dia cari-cari tau, ternyata putri dari kolega bisnisnya.
Di tengah percakapan dengan pak Umar, Mayang di panggil untuk di perkenalkan dengan Rifki, yang belum menikah, berharap dari perkenalan ini akan ada sinyal-sinyal diantara mereka.
Mayang cukup kaget, ternyata pria di depannya ini, adalah pria yang sama yang ia temui setiap minggu pagi di alun-alun kota. Percakapannya mulai terasa akrab.
Pak Umar sangat senang sekali melihat kenyataan di depan mata, rencananya mungkin akan berjalan lurus, menikahkan Mayang dengan Kolega bisnis nya.
Suatu ketika saat Pak Umar berkunjung ke kantor Rifki untuk meeting, tanpa segan Pak Umar menanyakan perihal hubungannya dengan putri tercintanya.
Kalau di rasa serius, pak Umar pun sangat menetujui, tinggal tentukan tanggal pernikahan, beres. Tanpa berfikir panjang Rifki pun setuju. Tak apalah pihak wanita yang melamarnya dahulu.
Hari itu pun menjadi hari patah hati nasional, para wanita yang mati-matian mengejar-ngejar Rifki selama ini, kandas sudah harapan mereka.
Tanggal pernikahan Rifki dan Mayang pun sudah di tentukan, menjelang 2 hari sebelum pernikahan, Mayang kabur dari rumah. Benar sekali dugaan Rifki, ternyata memang pernikahan ini adalah keputusan sepihak pak Umar.
Setelah diketahui Mayang kabur ke rumah pacarnya, dengan paksa akhirnya anak buah pak Umar berhasil membawa pulang Mayang dan pernikahan pun terjadi.
Kalau rata-rata malam pernikahan menjadi malah yang ditunggu-tunggu sang pengantin, nyatanya tidak bagi Rifki dan Mayang. Mereka menghabiskan malam-malam panjang mereka dengan kegalauan tingkat dewa.
Sejak tahu yang menjadi calon suaminya adalah Rifki, Mayang jadi sangat membencinya.Gara-gara Rifki, masa depan pernikahan yang ia cita-citakan dengan Dika, kekasihnya, pupus sudah Sekalipun Rifki memiliki paras yang sangat rupawan.
Bahkan wanita yang baru melihatnya saja bisa langsung tergila-gila. Namun beda dengan mayang, sekalipun tampan, kalo gak suka ya gak suka. Seperti halnya buah duren, si primadonanya buah yang hampir semua orang suka, tapi kalo gak suka, mau seenak apapun ya tetep ogah.
Mencoba mencari mesin waktu dan kembali ke masalalu pun tak mungkin, karna kenyataannya adalah, dia sudah sah menjadi istri dari Rifki Adeeva, seorang pemuda sukses yang tampan rupawan berkelimang harta.
Hari yang mereka lalui pun tak sebahagia harapan orang tua mereka ataupun Rifki sendiri. Dari penolakan hal-hal kecil pun jadi makanan sehari-hari, hingga akhirnya Rifki yang harus mengalah, membiarkannya berbuat semaunya tapi dengan catatan, Mayang boleh hang out kemanapun ia suka, bermain dengan siapapun, dan kapanpun asal di antar oleh asisten pribadinya. Namun berbeda, jika suaminya di rumah, Mayang tidak diperkenankan keluar.
Hal ini di manfaatkan Mayang untuk terus bertemu dengan Dika, dengan alasan menyelesaikan skripsi di kampus, dengan ini ia bisa leluasa bertemu dengan Dika. Pun sama dengan Dika, ia menikmati perannya sebagai kekasih gelap Mayang, yaaah walaupun sebenarnya gak gelap-gelap amat sih warna kulitnya.
Kurang lebih satu tahun berumah tangga dan menjalani rutinitas konyol, tak mengubah rasa sayang Rifki ke istrinya, bahkan saat Mayang akan pergi kencan dengan pacaranya pun, Mayang malah minta pendapat baju mana yang cocok di kenakannya. Entahlah, rasa sayang yang begitu besar membutakan matanya akan kesalahan besar istrinya itu, karna yang dia tau, semakin hari rasa sayang pada istrinya semakin besar saja.
Hingga pernikahan sudah 1 tahun, orang tua mereka selalu menanyakan akan hadirnya buah hati. Dengan santainya Rifki mengatakan, "Sang buah hati lagi nunggu antrean muncul ke dunia, benar kan sayangku?"
Mau tak mau Mayang harus berkata "iya"
Inilah sandiwara kedua yang Rifki ciptakan, sekalipun Mayang sangat membencinya, tapi di hadapan kedua orang tuanya, tetap harus berbeda sikapnya, harua terlihat sayang, setelahnya terserah.
Alfaro yang mengerti perihal rumah tangga konyol yang di jalani Rifki pun merasa iba. Akhirnya ia menemukan cara agar Mayang bisa benar-benar menjadi istri untuk Rifki.
Suatu malam, Alfaro mengundang Rifki dan Mayang ke jamuan makan di rumah mereka. Alfaro dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam minuman mereka berdua. Setelahnya mereka pulang.
Sesampainya di rumah, ternyata mereka berdua merasakan glenyeran aneh di masing-masing pikiran mereka.Badan yang tiba-tiba terasa gerah, Rasa yang tiba-tiba muncul dan ada keinginan kuat untuk saling memiliki. Akhirnya malam-malam panjang pun mereka taklukkan dengan penuh cinta.
Suatu pagi mereka terkejut saat terbangun tanpa adanya satu helai benang menempel di badan mereka, hanya selimutlah yang menutupi tubuh mereka. Mencoba mengingat-ingat kejadian semalam pun tak ada memori yang tersisa sedikitpun.
Mayang pun mencoba mengingat apa yang terjadi, tetap saja hasilnya nihil. Mereka saling tanya dan Mayang pun merasa di khianati dengam perjanjian mereka untuk tidak saling bersentuhan, tapi malah menciptakan benih-benih cinta 😍
Tapi Rifki justru sangat bersyukur karna dengan ini dis tahu kalo istrinya masih perawan, tampak beberapa bercak darah di seprei tempat tidur mereka.
Mayang menangis sesenggukan menyalahkan keadaan yang terjadi. Hingga sebulan lamanya mereka mulai jarang berkomunikasi. Tiba-tiba suatu pagi setelah sholat subuh Mayang merasakan badannya terasa lemas, kepalanya berat dan hoooeeeek hoooeeek. Dia berpikir mungkin hanya kelelahan setelah traveling dengan keluarganya kemarin. Gak mungkin kan kalau....
Hingga suatu pagi saat berada di meja makan, Rifki yang memulai obrolan,
"Mmmm May, kok makanannya cuma diaduk-aduk aja, ku suapin yah?"
"Hiisss, gak usah, aku lagi gak nafsu makan aja kok." jawabnya ketus.
"Loh May, kok kamu pucet banget" menempelkan telapak tangan ke kening Mayang, "Tuh kan May, kamu demam, ayo kita ke dokter sekarang."
"Alaaah, gak usah sok peduli lah. Semua ini gara-gara kamu mas. Kalo malam itu kamu gak...."
" May...Mayang istriku, udah udah. Mmmm apapun yang akan terjadi, aku bakalan tanggung jawab kok, yah!"
"Gila ya kamu mas, gak waras kamu itu."
"Lah gak waras apanya sih May, aku beneran bakalan tanggung jawab kalo sampae kamu ham-"
"Howeeeek howeeeek" Mayang berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.
Keadaan menjadi sangat panik, Mayang terjatuh pingsan yang mengharuskannya di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.
Tapi darisitu Rifki sangat bahagia ternyata Mayang dinyatakan hamil. Seluruh keluarga yang mengetahui kehamilan Mayang pun bergembira, terkecuali Mayang. Ia hanya diam mematung dan meratapi keadaan yang sangat memperhatikan.
Padahal di hari ini, ia berencana kencan dengan Dika. Pukul 9 pagi tepatnya. Mereka berencana liburan ke pulau Dewata. Namun kenyataannya sekarang sungguh sangat menyedihkan baginya. Dika menghubungi via WA berkali-kali, dan akhirnya gagal maning, son.
Mayang mulai meratapi diri, menikah dengan orang yang tidak ia cintai sama sekali, bahkan bisa sampai mengandung anak darinya dan semua itu dilakukan tanpa sadar.
Melihat kondisi Mayang yang sangat memprihatikan, Rifki merasa sangat bersalah, harusnya malam itu tak pernah terjadi, harusnya malam itu mereka tak usah pergi menghadiri jamuan makan Alfaro, harusnya harusnya harusnya aaarrrggghhhh semua sudah terjadi.
Karna setelah di selidiki, ternya biang dari semua ini adalah Alfaro. Entah Rifki harus berterima kasih atau marah akan kelakuan konyol sahabatnya itu.
3 bulan sudah usia kehamilan Mayang dengan dirinya yang masih howeeekk howeeeek setiap pagi. Bahkan Mayang pun mengidam yang aneh-aneh. Seperti halnya tidak mau di tinggal lama-lama oleh suaminya, makan harus di suapi suaminya, tidur siang dan malam harus ditemani suaminya. Hal ini benar-benar menguras tenaga bagi Rifki karna harus bolak-balik ke rumah demi menemani istri. Kalo tak di turuti, bisa-bisa Mayang menangis sejadi-jadinya tanpa henti.
Padahal sebenarnya Mayang sangat membenci suaminya, tapi entahlah mungkin ini bawaan bayi yang minta aneh-aneh yang sangat bertentangan dengan hatinya. Tapi dengan ini semua malah membuat Rifki sangat bersyukur, doa-doanya selama ini diijabah Allah.
Memasuki usia kandungan ke lima, Mayang mulai ngidam yang aneh-aneh lagi, ia ingin sekali bertemu dengan kekasihnya lagi, setelah 3 bulan tak jumpa ternyata tak membuat cintanya surut. Rifki pun mencoba mengiklaskan asal istrinya tak di rundung kesedihan. Namun sialnya hal itu malah menjadi candu bagi Mayang untuk tetap menjalin asmara hingga memasuki usia kandungan ke 7.
Memasuki usia kandungan Mayang ke 7, saat sedang berbelanja keperluan bayinya, di tengah perjalanan pulang, mobil mereka mengalami kecelakaan, beruntung Mayang selamat, tapi naas bagi Rifki, luka di kepalanya cukup parah dan membuatnya harus sering-sering kontrol ke rumah sakit.
Sudah 1 bulan pengobatan, dokter spesialis Rifki berpesan agar jangan sampai Rifki terjatuh atau mengalami kecelakaan yang menghantam kepala, karna hal itu bisa berakibat fatal untuknya.
Dengan demikian, kemampun Rifki pergi tidak diperbolehkan mengendarai mobil sendiri. Harus selalu ada orang yang mengawasi.
Tapi naas dialami Rifki, saat usia kandungan istrinya hampir memasuki usia 9 bulan dan bertepatan dengan hari ulang tahun istrinya. Ia seolah mengabaikan segala larangan dari dokter. Ia menyiapkan kado terindah untuk istri tercinta dengan meminta bantuan sahabat dan keluarga untuk hadir di hari itu di rumah mereka dan ia meminta istrinya agar jangan pulang cepat-cepat hari ini karna acara ini ia rahasiakan dari istrinya. Sedangkan ia keluar sendiri membeli kado untuk istrinya tanpa ada satupun yang menemaninya karna yang lain sedang sibuk menyiapkan acara istimewanya.
Belum sempat pesan yang ia kirimkan ke Mayang terbaca, tiba-tiba Mayang sudah sampai di rumah dan takjub dengan apa yang ia lihat di depan matanya. Rumah yang begitu ia benci untuk di singgahi menjadi pemandangan menghangatkan jiwa.
Suaminya tak pernah lupa hari istimewa istrinya, sedang istrinya pun tak mau tahu kapan hari istimewa suaminya, dan sialnya mereka terlahir di tanggal dan bulan yang sama. Bahkan saat ini pun ia pulang ke rumah bersama Dika, pacar tercintanya untuk mengambil HP nya yang tadi tertinggal di rumah.
Mayang yang merasa takjub pun seketika hadir perasaan hangat akan perlakuan suaminya yang begitu istimewanya memperlakukannya sampai seperti ini. Entah sejak kapan pastinya benih-benih cinta itu perlahan tumbuh dalam hitungan menit menjadi rasa cinta yang begitu besar pada suaminya.
Dika yang menyadari perubahan mood dan tatapan berbeda dari kekasihnya itu pun merasa cemburu buta dan meluapkan kemarahannya dengan pergi meninggalkan Mayang begitu saja tanpa pamit. Lucunya Mayang malah tak peduli sama sekali.
Dari penuturan 2 ART rumahnya, dia semakin yakin bahwa kali ini cintanya tak salah, ia mulai menyadari kebodohannya selama ini yang tak mau berusaha membuka hatinya untuk pria yang benar-benar mencintainya dengan sangat tulus, pria yang menjadikannya halal di sentuh, halal di bayangkan, halal di lihat, bukannya malah memadu asmara dengan pria yang jelas-jelas haram baginya ia sentuh, sekalipun cinta yang menjadikan alasan dasar. Bahkan saat ini pun bayangan kekasihnya seakan sirna, digantikan dengan bayangan teduh wajah suaminya.
Saat ia menanyakan keberadaan suaminya yang tak nampak sama sekali di rumah, kedua ART itupun mencoba bungkam dan dengan paksaan dari Mayang, akhirnya mereka jujur bahwa Rifki pergi keluar sendiri mencari kado untuknya. Sontak saja mayang kaget dengan semua ini. Bukankah dokter sudah melarangnya bepergian sendiri selama 6 bulan kedepan, kenapa ia malah nekat?
Mayang pun mencoba menghubungi suaminya tapi tak kunjung mendapat balasan. Saat tiba-tiba panggilan masuk, dengan senang ia angkat, namun ternyata panggilan itu berasal dari rumah sakit yang menyatakan Rifki mengalami kecelakaan tunggal. Terkejut dengan kabar yang ia dengar mengakibatkan Mayang terjatuh tak sadarkan diri.
Setelah sadarkan diri, dia menceritakan ke ART dan keluarga yang saat itu memang sedang berkumpul di rumah mereka. Mereka pun bergegas menuju rumah sakit yang menjadi tempat rujukan Rifki. Namun kabar buruklah yang harus sampai di telinga mereka. Tipis kemungkinan Rifki bisa diselamatkan. luka-lukanya cukup parah. Mendengar semua itu, menjadikan Mayang merasa sangat bersalah. Ia harus melakukan sesuatu sekiranya mungkin Allah akan mengijabah doanya kali ini untuk memberi mukjizat pada suaminya.
Selesai memanjatkan doa ia menghampiri suaminya yang lemah tak berdaya dengan begitu banyak peralatan medis menempel di tubuhnya. Saat ini baginya tepat untuk menebus segala kesalahannya selama ini.
Beruntung Mayang masih bisa melihat Suaminya membuka matanya, dan dari situlah ia memohon maaf pada suaminya atas perlakuannya selama menjadi istrinya. Rasa sesalnya yang malah dengan terang-terangan bermain api dengan pria yang haram ia sentuh, bahkan dengan suaminya pun ia enggan.
"Mas, ini aku Mayang. Kamu cepet sadar ya. Dedek dah mau lahir, dia mau main-main sama ayahnya. Hiks hiks"
Menyeka air mata, " Mas, maafin semua kesalahanku selama ini ya mas. A-aku gak pernah hargain kamu, aku gak pernah peduli sama kamu, aku gak pernah siapin makan buat kamu, aku gak pernah nyiapin baju kamu. Ak-aku .... hiks hiks."
"Jangan tinggalkan aku mas, a-aku sa-sayang kamu mas. huwaaa hiks hiks hiks."
Rifki hanya bisa memandang Mayang tanpa berkata,
Mendengar pernyataan cinta dari istrinya membuatnya berlinang air mata. Ternyata Allah masih mau mengijabah doanya kali ini agar suatu saat pintu hati istrinya terbuka dan mau menerimanya sebagai suami yang benar-benar tulus menyayanginya.
Dan kini tanpa perintah pun mayang mendaratkan kecupan sayangnya di wajah suaminya bertubi-tubi dan tangan yang rerus mereka menggenggam erat jemari suaminya yang perlahan mulai terasa dingin.
Rasa takut kehilangan pun mulai menyeruak saat tiba-tiba Rifki berbicara mulai ngelantur, ingin menitipkan kembali Mayang ke orang tuanya dan menjaga anaknya, meminta Dika, kekasih Mayang untuk bisa hadir segera. Tanpa Mayang tau, ternyata selama ini Rifki tau yang ia sembunyikan darinya
Dan hanya dengan 1 x perintah, Alfaro bisa membawa Dika bertemu dengan Rifki. Dika yang melihat pemandangan kekasihnya yang begitu erat memeluk suaminya dan tak henti-hentinya mengecup tangan suaminya, dan tak peduli dengan kedatangannya, perlahan mulai terbakar api cemburu.
Namun semua itu terpatahkan saat Rifki memberinya wejangan untuk selalu menjaga istrinya, mau merawat anak mereka dengan sayang, dan menjadikan Mayang istri yang sholehah.
Dari penuturan Rifki yang sangat memohon padanya, membuatnya malah kacau, apakah ini pertanda bahwa Rifki akan meninggalkan dunia?
Dan dengan sekejab mata, Dika jadi merasa bersalah akan kebodohannya selama ini yang mau saja mengikuti permainan Mayang untuk terus menjalin kasih dengannya yang jelas-jelas haram bagi mereka untuk terus bersama. Tapi Rifki tak mempermasalahkan, karna dosa istrinya akan menjadi tanggungannya karna dirinya yang terlalu lemah karna cinta.
Tak sampai 1 jam akhirnya Rifki benar-benar tiada, sebelum pergi ia mengucapkan selamat ulang tahun kepada istri tersayangnya, meminta maaf jika selama ini kurang dalam membimbing nya.
Mayang seketika teriak histeris, kenapa di saat ia mulai menyadari dan rasa cinta itu tumbuh, ia harus kehilangan? Inikah hukuman untuknya atas kebodohannya selama ini? Tapi menangis pun tak mengembalikan keadaan. Yang ada dia semakin terpuruk.
Keluarga pesantren tempat Rifki menimba Ilmu kala muda dulu pun mulai berdatangan ke kediaman mereka. Mereka pun mencoba menghibur Mayang sebisa mungkin, tapi tidak dengan Hisna, perempuan berwajah teduh ,putri dari kiayi pesantren itu, malah menampilkan kekecewaannya pada Mayang dan melampiaskan saat itu juga.
Adalah Hisna, perempuan yang dulunya di jodohkan dengan Rifki namun ia menolaknya karna dengan Hisna, ia tak menemukan cinta. Bahkan saat mengetahui keadaan rumah tangga yang kacau dari lelaki yang ia damba pun, ia bahkan rela untuk dijadikan istri kedua Rifki, asal Rifki bisa memiliki pendamping yang bisa menemani saat ia lelah sepulang kerja kah, menemani saat lelah kah, menemani saat ia terjaga di sepertiga malam untuk berserah diri. Akan tetapi semua itu di tolak dengan tegas oleh Rifki.
Baginya cukup mencintai 1 orang, sekalipun ia tersakiti, asal tidak sama-sama menyakiti. Karna itu sama saja berbuat konyol.
Dan Hisna pun merajuk, apa yang kurang dari dirinya? Dirinya yang sholehah, anak kiyai pesantren yang semua pria memandang pasti akan jatuh cinta, bahkan banyak lamaran dari para gus yang ia tolak, demi apa? Demi menunggu kepastian dari Rifki Adeeva yang entah kenapa malah Ia tak berminat sama sekali dengan Hisna?
Kembali ke acara pemakaman Rifki. Usai Rifki di kebumikan di wilayah lingkungan pesantren, mengingat pesan terakhirnya ingin sekali berjejer dengan para guru-guru yang dulu membimbingnya.
Dan dari situlah memuncaknya amarah Hisna kepada Mayang ia luapkan begitu saja. Semua mata yang melihat pasti menyalahkan sepenuhnya pada Mayang, yang wanita hina lah, tak tau syariat agama lah, bodoh lah karna menyia-nyiakan seorang Rifki, pria terbaik dari pesantren milik ayahnya.
Namun dengan lembut Kiyai Hasanudin menasihati putrinya, segala yang terjadi di dunia ini adalah murni kehendak Yang Maha Kuasa. Menyesal tak akan ada guna dan tak bisa mengembalikan waktu. Itulah hakikatnya kehidupan, kita diajarkan untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian, menjadikannya pedoman untuk meniti kehidupan berikutnya, karna hidup adalah belajar, bukan permainan.
Mayang yang semakin mendapat siraman qolbu pun semakin terisak meratapi kebodohannya. Benar semua hujatan yang di lontarkan Hisna adalah murni dari kesalahannya sendiri. Keadaan ini sungguh membuatny sangat tertekan dan depresi hingga akhirnya ia mulai merasakan kontraksi hebat, sepertinya ia akan melahirkan. Dan benar saja, di Hari ini, anaknya terlahir dengan normal, sehat tanpa kurang suatu apapun. Hari yang mengharukan namun tergantikan dengan hadirnya buah hati mereka.
Di hari ini, 4 insan terlahir di tanggal dan bulan yang sama, namun di hari ini pula sang Pemilik Kehidupan mengambil HakNya kembali.
Intan Adeeva & Berlian Adeeva
Anak kembar buah cinta tak sengaja antara Rifki dan Mayang, telah hadir yang seharusnya mewarnai hidup mereka.
Hadir ke dunia tanpa sosok ayah, ditemani ibu yang sedang berkalung nelangsa memikul sesal.