Malam hening hanya suara jangkrik dan suara burung hantu,ditengah tengah malam itu.
Sebuah kos-kosan yang terletak jauh dari jalan tol,Elin bersama temannya yang bernama Feby merencanakan untuk pergi ke pasar malam.
"Lin,Lo nggak takut apah ?" Tanya Feby sambil berusaha menseriusi perkataan nya.
"Eeee..Nggak,emang kenapa ?" Jawab Elin.
"Lo nggak tau apa mitos tentang kos ini ?".Tanya Feby sambil menseriusi pembicaraan nya dengan Elin.
"Nggak...Gw bahkan ngga peduli"Kata Elin sambil berdiri ke arah lemari.
"Btw,gw minjem WC Lo dulu ya !"Kata Feby sambil berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
"kita jadi kan ?"Tanya dari Elin
"Jadi dong..."Sahut Feby di tengah-tengah jalannya menuju kamar mandi
Kini suasana dikamar kos-kosan Elin sedikit menyeramkan.
"Elin...."Suara seseorang dengan lirih.
"Feby...Lo udah selesai yuk...kita pergi " Kata Elin tanpa menengok kebelakang.
Tidak ada sahutan dari Seseorang itu,yang tiba-tiba menghilang.
"Feby....Feb..." Kata Elin menengok kebelakang."Lo jangan nakut-nakutin gw." Tambahnya
Elin pun bergegas menuju kamar mandi dan mengetuk pintu WC.
"Feby...Feb..."Kata Elin Sambil mengetuk pintu WC.
"Lo mau apa Lin..."Sahut Feby yang ada di dalam.
"Lo udah nggak...Gw takut Nih " Kata Elin sambil membalikkan badannya dan menengok-nengok.
"Udah... bentar dulu."Kata Feby sambil membuka pintu WC.
Setelah pintu itu terbuka dan keluar lah Feby.
"Feby...Lo tadi kan nggak nakut-nakutin gw kan."Kata Elin sambil menatap serius mata Feby.
"Gw tadi di WC,bahkan gw nggak sempet juga buat putar balik." Kata Feby sambil menatap kembali mata Elin.
"Terus siapa ?" Batin Elin.
Mereka akhirnya sampai di Kamar dan mulai mempersiapkan untuk pergi ke pasar malam.
CKLEK * Pintu depan sudah terkunci rapat.
"Motor gw habis bensin,Feby gw ikut Lo ya " Kata Elin sambil menunjuk ke arah sepeda motornya.
"Oke...Cepat gih naik, Soalnya ada barang ketinggalan di kamar."Kata Feby sambil menunjuk ke lapak sepeda motornya."Mana kuncinya."Tambahnya.
"Nih..."Elin pun menyerahkan kunci kos-kosannya.
"Tunggu gw"Kata Feby ditengah langkahnya menuju ke kos.
Anggukan kecil yang diberikan oleh Elin,dan kali ini Elin sudah berada diluar rumah.Dan merasakan kengerian yang luar biasa.
"Pohon pisang,Suara burung hantu,dan gelap hanya lampu kos-kosan gw yang nyala." Kata Elin sambil menunjuk ke arah yang dikatakannya.
Suasana dimalam kali ini sungguh sepi,Feby yang tak kunjung keluar entah apa yang ia cari segitu lamanya.
"Feb....Feby Lo udah selesai lama amat !!"Teriak Elin
Tidak ada sahutan dari dalam,dan tidak begitu lama ada angin yang berhembus sepoi-sepoi.
"Dingin..."Kata Elin sambil menggosok tangannya."Itu siapa ?"Katanya sambil menyipitkan matanya.
"Ahhhhgg..."Suara yang rintih berasal dari belakang badan Elin.
"Siapa itu..."Kata Elin mencoba menolehkan kepalanya ke arah belakang.
Deg....Suara jantung Elin terhenti seketika,ketika seseorang menepuk pundaknya.
"Lo ngapain dah ?" Kata seseorang yang menepuk pundak Elin.
"Kok Lo bisa disini ?" Tanya Elin sambil menatap ke arah orang yang menepuk pundaknya.
"Biasa,tadi gw keliling kos-kosan."Kata orang tadi yang bernama Andi.
"Owwh... Silahkan kalau mau dilanjut jalan-jalan."Kata Elin sedikit dengan nada gugup.
"Oh...iya mana Feby"Kata Andi dengan nada sedikit di Pelankan.
"Ada di dalam."Kata Elin menunjuk ke arah kos-kosan.
Sementara itu di dalam kos-kosan.Feby sedang mencari benda yaitu Hp yang tertinggal di kamar kos-kosan.
"Mana nih..."kata Feby mengacak-acak rambutnya."Coba gw cari dibawah meja ?" Kata Feby menjauhkan kursi dan melihat ada Handphone nya yang tergeletak.
Feby pun mengambil tanpa melihat ke arah handphone nya yang sedang di ambil itu.
Tiba-tiba tangan lusuh dan dingin memegang tangan Feby.
"Agghhhhh..."Teriak Feby yang sangat nyaring.
Sontak saja membuat Andi dan Elin yang berada diluar kos-kosan, Langsung berlari ke dalam kos-kosan.
"Feb...Feby " Kata Elin berlari menuju ke segala ruangan.
"Gw Disini.."Kata Feby yang berada di dalam kamar.Dengan nada bergetar.
Elin yang sampai didalam kamar pun mendapati Feby yang pucat dan tubuhnya menggigil hebat, Keringat dingin membasahi wajahnya.
"Lo nggak apa-apa kan ?" Tanya Elin dengan nada khawatir,dan sambil membalik punggung tangannya dan meletakkan didahi Feby.
"Lo tau nggak,ada tangan di bawah meja..."Kata Feby menunjuk ke arah bawah meja.
Andi yang melihat tangan Feby yang tengah menunjuk ke meja itu pun langsung melihat.
"Nggak ada tuh... " Kata Andi sambil memeriksa ke bawah meja.
"Gw yakin ada tangan..."Kata Feby sambil memeluk lututnya.
Andi dan Elin menatap secara bersamaan dengan tatapan heran.
"Udah sekarang Lo tidur, kita nggak jadi ke pasar malam" Kata Elin sambil merebahkan badan Feby di atas kasur.
"Makasih yah Andi... Sekarang Lo boleh pulang" Kata Elin.
Andi pun mengangguk paham dan berjalan keluar dari kos-kosan.Elin yang merasa Andi sudah keluar dari kos-kosanya.Elin pun berjalan menuju pintu dan mengunci pintu itu.
"Ada apa ya dengan Feby..."Batin Elin
Slebt * Tiba-Tiba bayangan hitam berlalu di belakang tubuh Elin.
"shh... Mending gw tidur."Elin yang sadar akan bayangan itu lewat di belakangnya,ia pun langsung bergegas pergi ke kamar tidur.
Suasana malam di jam satu itu,sangat sunyi dan sepi,suara burung hantu,dan suara angin yang menerpa dedaunan kelapa,serasa begitu menyeramkan.
Elin yang terbangun pada jam satu itu,tengah mencoba sesekali menutup matanya,dan ia tidak berhasil.
"Gw pipis dulu ah " Kata Elin sambil menurunkan kedua kakinya dan mulai melangkah menuju WC.
Feby tengah tertidur pulas di kasur.Dia tidak merasa kesulitan dengan tidurnya.
Elin yang sudah mulai merasakan hawa dingin dan angin,yang berhembus dengan sepoi-sepoi,ia pun cepat-cepat melangkah kan kakinya ke kamar mandi.
Dan tidak begitu lama ia melangkahkan kakinya,yang kini ia terhenti diruang makan.
"Siapa itu ?" Kata Elin menyipitkan matanya.
Elin yang melihat seseorang duduk di meja makan,sosok itu berwarna hitam dengan sorot mata warna merah.
Ctek*Suara lampu yang dinyalakan oleh Elin.
"Eh...Siapa itu ..."Kata Elin sambil berusaha menyipitkan matanya dan mencoba mengetik lampu beberapa kali.
"Mending gw cepat-cepat pipis !!"Kata nya sambil berlari kecil ke arah kamar mandi.
Sudah selesai,Elin pun keluar dan mulai melangkah kan kakinya menuju kamar tidur.
"Udah jam dua aja nih.." Katanya memberhentikan langkahnya di hadapan jam dinding.
Deg....Tangan dingin yang menyentuh Pundak Elin.
Elin pun membalikkan badannya dan mendapati sosok yang ia temui di ruang makan.
Tiba-tiba Elin di cekik oleh sosok misterius itu,Dan kini Elin tidak bisa membebaskan dirinya sendiri.Elin pun tewas tergantung dengan terbalik.
Ke esokan hari nya.Feby pun terbangun dari tidurnya dan mulai melangkah menuju kamar mandi.Di tengah langkah nya ia di kejutkan oleh Mayat Elin yang tergantung terbalik di depan ruang makan.
Sontak saja membuat Feby menangis,dan mulai berlari keluar untuk memanggil seluruh warga yang ada di sekitar lingkungan nya.
Kini Mayat Elin yang terbujur kaku,tengah di mandikan dan di kain kafani itu.Feby hanya bisa menangis melihat kepergian sahabat nya itu.
"Rasanya kita seperti kemarin merasakan kebahagiaan dan horor bersama-sama "Batin Feby
Seluruh warga pun langsung pergi ke tempat peristirahatan terakhir.
"Bu...Bu,Elin tuh anaknya baik,pintar,Kasian yah mati karna hantu nining " Kata ibu-ibu yang berada di samping Feby.
"Nining ?".Batin Feby
Warga pun meninggalkan kuburan bersama juga Feby.
Malam pun tiba hanya ada Feby yang tengah duduk di kamar terdiam kaku,sambil melihat foto,Mereka yang tengah tersenyum.
"Elin & Feby Sahabat selamanya " Kata Feby sambil membaca tulisan yang tertera pada vas foto itu."Hantu Nining..."Kata Feby sambil menaruh kembali vas foto itu.
Tiba-tiba saja ia merasa ada seseorang yang mengintip dari balik pintu kamar,yang sedikit terbuka itu.
"Itu apa yah..."Kata Feby sambil menyipitkan matanya."Mending gw cek aja.."Kata Feby sambil melangkah.
Boom*Suara lemparan pintu dari arah kamar mandi.
"Nggak ada apa-apa tuh...Itu juga suara apa." Kata Feby sambil mengalihkan pandangannya ke kamar mandi."Paling cuma angin..."Kata Feby membalikkan badannya dan menutup pintunya.
"Ahhhhhhh" Teriak Feby sambil memegang tangan yang dingin dan basah itu yang sedang mencekik nya.
Ternyata ada sosok yang sudah menghadang nya di belakang.Wajah yang hancur,mata yang hampir jatuh itu mencekik Leher Feby,dan akhirnya Feby pun meninggal seperti Elin.
Feby mati dengan terbalik,begitu juga hal nya dengan Elin mati dengan terbalik.
Tamat....