SUKU URA ADALAH SEBUAH SUKU YG TINGGAL DI PELOSOK KEKAISARAN TEREMIA.SUKU URAMEMILIKI KARAKTERISTIK YG CUKUP UNIK,YAITU MEMILIKI WARNA RAMBUT PERAK DAN JUGA KULIT YG SANGAT HALUS SEPERTI BULU.WALAUPUN SUKU INI MEMILIKI KARAKTERISTIK SEDIMIKIAN RUPA,SUKU URA DIKATEGORIKAN SEBAGAI SUKU YG RENDAH.
HAL INI DIKARENAKAN PROFESI MEREKA YG BEKERJA SEBAGAI PENARI.BAGI ORANG - ORANG DI KEKAISARAN TEREMIA,MENARI HANYA DILAKUKAN OLEH ORANG - ORANG RENDAHAN SEPERTI SUKU URA.
SETIAP KALI SALAH SATU DARI SUKU URA BERPAPASAN DENGAN ORANG - ORANG YG HIDUP DI IBUKOTA KEKAISARAN TEREMIA,YG MEREKA DENGAR HANYALAH CEMOOHAN.TIDAK PERNAH SEKALIPUN SEHARI SAJA MEREKA TIDAK MENDENGAR CEMOOHAN MEREKA.
APAKAH BEKERJA SEBAGAI PENARI ITU SALAH?PERTANYAAN ITU TERUS - TERUSAN TERLINTAS DI PIKIRAN SUKU URA.
DI SUATU HARI..
"Ibu,Lihat ini!"Kata seorang gadis kecil sambil menari dengan lincahnya.
*PROK PROK PROK*Ibu dari gadis kecil itu bertepuk tangan setelah melihat anaknya menari.
"Kemarilah,Arlenta"Suruhnya.
GADIS KECIL ITU ADALAH SALAH SATU PENDUDUK SUKU URA YG BERNAMA ARLENTA URA.
NAMA "URA"SELALU DIPASANGKAN DI BELAKANG NAMA MEREKA UNTUK MENANDAKAN KALAU MEREKA BERASAL DARI SUKU URA ITU SENDIRI.
"Arlenta sayang,Apakah kau menyesal terlahir di suku ini?"Tanya Ibu Arlenta sambil tersenyum masam.
"Kenapa ibu bertanya seperti itu?Tentu saja aku tidak menyesal.Lagipula tarian kita kan bukan tarian biasa!"Jawab Arlenta dengan polosnya.
"Hanya keluarga kita saja yg bisa menarikan tarian itu.Jangan beritahukan ke siapapun kecuali dalam keadaan terdesak dan juga orang yg paling kau percaya,Oke?"Kata ibu Arlenta dengan nada lembut.
"Baik,Ibu!"Jawab Arlenta.
"Oh iya,Ibu ingin memberikan sesuatu kepadamu"Katanya kemudian mengambil sesuatu dari saku bajunya.
"Tunggu,Ini kan kalung berharga milik ibu!Kenapa ibu memberikannya kepadaku?"Tanya Arlenta terheran - heran.
"Kau adalah anak ibu satu - satunya dan juga kalung ini ibu berikan sebagai kenang - kenangan"Jelas ibu Arlenta kemudian mengalungkan kalung itu di leher Arlenta.
BESOKNYA..
"Cepat kabur!Pasukan kekaisaran datang!"Kata seseorang dari luar memperingatkan.
SEMUA SUKU URA YG MENDENGAR TERIAKAN ITU SEKETIKA BERLARIAN KELUAR DARI RUMAH UNTUK MELARIKAN DIRI.
IBU ARLENTA YG MENYADARI KALAU DIA DAN JUGA ARLENTA DALAM BAHAYA LANGSUNG MEMBAWA ARLENTA KELUAR DARI RUMAH.
DI DEKAT HUTAN...
*HOSH HOSH HOSH*Suara nafas ibu Arlenta yg terengah - engah karena berlari sambil menggendong Arlenta.
"CEPAT TEMUKAN SEMUA SUKU URA KEMUDIAN HABISI MEREKA!!"Kata seseorang memberikan perintah.
"BAIK!"Jawab mereka.
*BRUK*Ibu Arlenta tiba - tiba terjatuh karena menyandung sesuatu.
"Siapa disana!"Tanya salah seorang dari pasukan kekaisaran yg sedang berada di tempat itu.
"Arlenta,Dengarkan ibu.Berlarilah secepat mungkin dan jangan berbalik ke belakang,Mengerti?"Kata ibu Arlenta sambil memegang pundaknya.
"T-tapi apa yg terjadi,Ibu?!"Tanya Arlenta ketakutan.
"Itu bukan masalahnya sekarang.Ibu mohon kepadamu,Lakukan sesuai dengan perkataan ibu tadi.Sekarang pergi!"Jelas ibu Arlenta kemudian mendorong Arlenta pergi.
ARLENTA YG SUDAH SEPENUHNYA KETAKUTAN,HANYA MENGIKUTI PERKATAAN IBUNYA ITU.LALU BERLARI SECEPAT MUNGKIN.
SAAT ARLENTA BERLARI IA BERBALIK SEDIKIT KE BELAKANG TAKUT IBUNYA KENAPA - NAPA.
BETAPA KAGETNYA ARLENTA MELIHAT IBUNYA TERBUNUH KARENA MENGHADANG PASUKAN KEKAISARAN ITU.
MELIHAT HAL ITU,ARLENTA HANYA TERUS BERLARI SAMBIL MENANGIS DENGAN TANGAN YG TERUS MEMEGANG KALUNG PEMBERIAN IBUNYA.
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN...
"Apa yg dilakukan seorang gadis kecil sepertimu disini?"Tanya seseorang sambil berjongkok di depan Arlenta.
WALAUPUN ORANG ITU BERMAKSUD BAIK,ARLENTA MASIH KETAKUTAN KARENA KEJADIAN WAKTU ITU.IA DUDUK GEMETARAN DI DEPAN ORANG ITU.
"Tenanglah,Aku tidak berniat jahat kepadamu"Kata orang itu menenangkan Arlenta.
"T-tidak!Jangan bunuh aku kumohon!"Teriak Arlenta sambil menangis.
"Aku tidak akan membunuhmu,Gadis kecil"Jelas orang itu.
"Bagaimana jika aku mengadopsimu?Dengan begitu,Kehidupanmu akan sepenuhnya berubah"Sambungnya.
"Tapi,Bagaimana jika "orang - orang" itu memburu kami lagi?"Tanya Arlenta.
"Tenang saja.Aku akan melindungimu"Jawabnya.
"Benarkah?"Tanya Arlenta memastikan.
"Tentu saja.Ayo pergi sekarang"Jawab orang itu kemudian mengulurkan tangannya.
ARLENTA LALU MENERIMA ULURAN TANGANNYA KEMUDIAN BERJALAN PERGI BERSAMANYA.
TIBA DI SUATU TEMPAT...
"Siapa dia?"Tanya seorang anak yg kemungkinan usianya sama dengan Arlenta.
"Mulai sekarang dia akan menjadi adikmu,Ace"Jawabnya kepada Ace.
"Hah?!Maksud ibu anak yg tidak diketahui asal usulnya ini ingin ibu adopsi?!"Kaget Ace
*PLAK*Ibunya tanpa ragu langsung menampar pipi Ace sampai memerah.
"Jangan pernah merendahkan orang lain lagi seperti itu"Kata ibu Ace menasehatinya.
"Ck,Tidak ada gunanya aku berbicara dengan ibu!"Kata Ace dengan marahnya lalu berjalan pergi.
"Ace!"Teriak ibu Ace.
ACE TIDAK MENDENGARKAN PERKATAAN IBUNYA DAN HANYA BERJALAN PERGI DARISANA MENUJU LANTAI ATAS TEMPAT KAMARNYA BERADA.
"Maaf ya karena kau harus melihat hal seperti ini"Kata ibu Ace kepada Arlenta.
"Tidak apa - apa"Jawab Arlenta dengan tenang.
"Seharusnya dia tidak menampar wajah Ace.Itu hanya akan membuatnya dendam"Kata Arlenta di dalam hati sambil menatap punggung Ace yg perlahan - lahan menghilang.
"Ngomong - ngomong aku belum tahu namamu siapa,Bolehkah kau memberitahuku namamu?"Tanya ibu Ace dengan sopan.
"Namaku adalah Arlenta...Ura"Jawab Arlenta ragu - ragu.
"Ura?"Tanyanya terkejut.
"Iya nama belakangku adalah Ura.Apakah kau akan memberikanku kepada pihak kekaisaran lalu membiarkanku dibunuh?"Tanya Arlenta dengan sorot mata tajam.
"Tentu saja tidak Arlenta.Tidak ada untungnya juga bagiku"Jawabnya dengan tulus.
"Karena kau sudah memperkenalkan diri,Maka sekarang giliranku."
"Namaku adalah Athena Deline.Dan yg tadi kau temui adalah anakku Ace Deline.Mulai sekarang kau bisa memanggilku ibu"Jelas Athena.
ARLENTA TAK MENGUCAP SEPATAH KATA PUN DAN HANYA MENGANGGUKKAN PERKATAAN ATHENA.
"Bagaimana jika kau bersih - bersih dulu?"Tanya Athena kepada Arlenta.
"Iya"Jawab Arlenta singkat.
ATHENA LALU MEMANGGIL 2 PELAYAN YG BEKERJA DI KEDIAMANNYA UNTUK MENGURUS ARLENTA.
MALAMNYA...
"Kenapa suasana disini menjadi sangat mencekam?"Tanya Athena di dalam hatinya sambil melihat Arlenta dan Ace yg sedang bertatapan dengan sorot mata tajam.
"Ah,Apakah kalian ingin pergi sek--"
"Tidak"Jawab Arlenta dan Ace bersamaan.
"Haish..Kenapa kalian tidak bisa akur?Lagipula sekarang kalian adalah saudara"Kata Athena kepada mereka berdua.
ARLENTA DAN JUGA ACE HANYA DIAM SERIBU BAHASA.MEREKA TIDAK MENANGGAPI SEDIKIT PUN PERKATAAN ATHENA.
WALAUPUN SIKAP ANTARA ARLENTA DAN ACE DIAWAL SALING TIDAK SUKA.TAPI SEIRING BERJALANNYA WAKTU,SIKAP KEDUANYA BERUBAH 180°.YG AWALNYA SALING BENCI BERUBAH MENJADI KASIH SAYANG.
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN..
"Kau...Kenapa kau tidak memberitahukanku sejak dulu?!"Tanya Ace sambil menatap tajam Arlenta yg sedang duduk di depannya.
"Aku tidak ingin memberitahukan keseluruhan identitasku kepadamu karena 2 alasan"Kata Arlenta dengan wajah datar.
"Apa alasanmu?"Tanya Ace lagi.
"Yg pertama adalah,Aku tidak ingin kau membenciku"Jelas Arlenta.
"Lalu yg kedua?".
"Aku tidak ingin mengambil resiko"Jawab Arlenta dengan wajah datar lagi.
"Apa maksudmu dengan resiko?"Tanya Ace bingung.
"Resiko yg kumaksud disini adalah,Mata - mata.Aku tahu posisimu di dalam Istana tidaklah mudah(Jabatan tinggi)Oleh karena itu,Aku berasumsi jika ada orang yg memata - mataimu dari jauh."
"Dan jika aku tidak waspada lalu memberitahukanmu fakta ini.Kemungkinan aku akan ditangkap pihak kekaisaran kemudian dibunuh.Dan juga aku tidak lagi ragu memberitahukanmu ini karena aku sudah memikirkan tempat untuk membicarakan ini."
"Ruangan ini kedap suara jadi tidak ada yg bisa mendengarkan kita."
"Kau benar - benar sudah merencanakan ini ya?"Kata Ace sambil menatap Arlenta.
"Tentu saja"Jawab Arlenta singkat.
"Ngomong - ngomong,Aku selalu melihatmu menggunakan kalung itu kemana - mana.Apa yg spesial dari kalung kecil itu?"Tanya Ace dengan nada menyindir.
*BRAK*Arlenta menggebrak pelan meja di depannya setelah mendengar perkataan Ace yg menusuk itu.
"Jangan pernah menyindir tentang kalung ini.Kau tidak tahu apa - apa tentang kalung ini"Tegas Arlenta dengan sorot mata tajam.
"Asal kau tahu,Kalung ini adalah pemberian ibuku sehari sebelum dia dibunuh"Sambung Arlenta sambil memegangi kalung yg dipakainya.
"Apakah ibumu dibunuh saat pasukan kekaisaran menyerbu kampung halamanmu?"Tanya Ace.
"Benar,Ibuku dibunuh saat mereka menyerbu.Ibuku mengorbankan nyawanya hanya untuk membiarkanku hidup.Aku tidak menyangka kalau pasukan kekaisaran begitu bengis.Padahal kami tidak melakukan apapun!"Jelas Arlenta sambil menggenggam erat kalungnya dengan air mata yg menetes.
"Aku turut prihatin dengan nasibmu.Tapi tenang saja,Aku dan ibu akan selalu melindungimu dan tidak akan membiarkan pasukan kekaisaran membunuhmu!"Tegas Ace dengan sorot mata percaya diri.
"Terima kasih ya"Kata Arlenta sambil tersenyum lebar.
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN,TANPA TERDUGA KEKAISARAN TEREMIA TERTIMPA KEMARAU YG BERKEPANJANGAN SAMPAI - SAMPAI MEMBUAT SEMUA HASIL PANEN GAGAL.SEHINGGA SELURUH PENDUDUK KEKAISARAN TEREMIA KELAPARAN SAMPAI BISA BERKEMUNGKINAN MATI.
ARLENTA YG TAK TEGA MELIHAT BANYAK ORANG KELAPARAN,MEMUTUSKAN UNTUK MELAKUKAN "TARIAN ITU" UNTUK MEMINTA KEPADA DEWA UNTUK MENURUNKAN HUJAN AGAR KEKAISARAN TEREMIA KEMBALI BANGKIT.
ARLENTA LALU MEMINTA BANTUAN KEPADA IBU ANGKATNYA,ATHENA DELINE UNTUK MENYIAPKAN SEBUAH TEMPAT YG TERTUTUP UNTUKNYA MENARI DI DALAMNYA.
AWALNYA ATHENA BINGUNG KENAPA ARLENTA MEMINTA HAL YG BISA DIBILANG CUKUP ANEH.TAPI ARLENTA LANGSUNG MENJELASKAN SEMUANYA.ATHENA AKHIRNYA MENYETUJUI PERMINTAAN ARLENTA.
DI HARI YG TELAH DITENTUKAN..
"Semoga dengan ini,Kekaisaran ini akan kembali seperti sedia kala"Kata Arlenta kemudian bersiap - siap menari.
TIBA - TIBA..
"Apakah kau benar ingin menolong kekaisaran ini,Walaupun pasukan kekaisaran ini telah merenggut nyawa ibumu?"Kata sesuatu yg tiba - tiba berbisik.
"Tentu saja aku akan membantu kekaisaran ini.Para penduduk itu tidak bersalah!"Tegas Arlenta yg sudah meneguhkan hatinya.
ARLENTA LANGSUNG MENARIKAN TARIAN YG TELAH DIAJARKAN KEPADANYA DULU.
SESAAT SETELAH ARLENTA SELESAI MENARIKAN TARIANNYA,TERDENGAR DARI LUAR SUARA RINTIK HUJAN YG TURUN DENGAN DERASNYA.
ARLENTA BERSYUKUR KARENA DEWA MENDENGARKANNYA DAN MENURUNKAN HUJAN.
PADAHAL SAAT ITU IA BISA MEMBALASKAN DENDAM ANGGOTA SUKU URA DENGAN MUSIM KEMARAU ITU,TAPI ARLENTA TETAP TIDAK TENGGELAM DALAM PIKIRAN BALAS DENDAM DAN HANYA FOKUS UNTUK MENYELAMATKAN PARA PENDUDUK KEKAISARAN YG MENDERITA.
PESAN MORAL?
(ANSWER IT ON THE COMMENT SECTION BELOW)