Hai Nama ku Disa,aku berasal dari PekanBaru.aku pindah ke Karawang karena ayahku di mutasikan ke Karawang.ayahku bekerja sebagai supervisor, kantornya di Karawang kekurangan orang dan ayahku lah yang dipindahkan.
Sebenarnya aku agak malas meninggalkan kota yang aku cintai,kota kelahiran ku.mana lagi harus pindah sekolah.padahal tinggal satu tahun lagi aku lulus SMP,ya gimana lagi harus mengikuti orang tua.kemana orangtua pergi aku pun ikut.
Sebenarnya karawang bukanlah kota yang buruk,dari pada Pekanbaru cuaca di Karawang dingin.Pekanbaru panas.tapi aku masih sedih meninggalkan kota Pekanbaru,karena nenek,tante dan om aku ada disana.
Di karawang kami pindah ke rumah yang cukup besar,dan agak mengerikan.aku pernah mendengar cerita masyarakat sekitar bahwa rumah ini bekas peninggalan kolonial Belanda,dan pernah terjadi pembunuhan masal 1 keluarga termasuk pembantu nya juga di bunuh.para korban ditemukan meninggal tanpa kepala.sampai saat ini kepala mereka hilang misterius,kalau gak salah dengar ya didalam rumah tersebut ada 1 keluarga terdiri 4 orang anak,2 orang dewasa dan 3 pembantu termasuk 1 tukang kebun.
Setiap keluarga yang pindah di sana mengalami nasib yang tragis,ada yang jadi gila dan ada yang sampai bunuh diri.
"iihhh masih ada yang berani tempatin tu rumah ?."
"au ah,cari mati tu orang."
aku mendengar mereka berbisil bisik mengenai kami yang pindah kerumah ini.
"Disa cepat kamu bawa barang kamu dan langsung di bereskan ya nak !."(mama tersenyum kepadaku)
"ya ma,Boleh gak Disa milih tidur di atas ?."
"tumben kamu milih kamar lantai 2,di Pekanbaru mama suruh tidur diatas kamu gak mau,hayo ada apa ni ?."(mata mama menyelidik)
"enggak ada kok,cuma mau mandangin pemandangan aja dari atas,boleh ya ?."
"haha boleh kok ."(mama mengacungkan jempol.
Kami berdua pun masuk kedalam rumah,sedangkan ayah pergi sebentar mengurus ke lurah setempat bahwa kami menetap di Karawang.baru di depan pintu rumahnya saja,aku merasakan hawa yang sangat menekan dada ku.
Hawa yang dingin tapi mencekam,hawa yang tidak menerima keberadaan kami bertiga.seperti mau mengusir kami selamanya dari sini.
"iih ma,banyak sarang laba laba nya,Disa kan benci sarang laba laba."
aku masih membersihkan sarang laba laba yang menempel di badan ku,mama membantuku membersihkannya.
"nanti kita bersihkan ya,kamu mau bantu mama nggak?."
"tapi Disa takut laba laba."(bergidik ngeri)
"hmmm kalu gitu nanti datang laba laba yang besar menangkap kamu terus kamu di bawa kesarangnya."
kedua tangan mama menyentuh pundakku dan mengeluarkan ketawa yang mengerikan.
"ih mama,iya deh Disa bantu mama bersihkan rumah,tapi Disa mau lihat lihat dulu ruangan apa aja di rumah ni,boleh ya ?."
aku membuat wajah memelas
"boleh kok ,tapi jangan lama lama ya,janji ?."
mama menyodorkan jari kelingkingnya ke aku dan aku melingkari jari mama menggunakan kelingking juga
"Disa janji."
Aku pun pergi mengitari lantai pertama.disni tidak terlalu banyak ruangan cuma ada dapur,ruang keluarga,ruang tamu,kamar pembantu,kamar tamu dan kamar yang di kasih kayu dan dipaku menyilang didepan pintunya.
"aneh ini sebenarnya ruangan apasih,pake di paku menyilang segala."
aku mendekatkan kepalanya ke depan pintu.
"tunggu aku seperti mendengar sesuatu."
Ada suara cewek menangis di dalam kamar tersebut,suara garukan di lantai dan suara minta tolong seperti di siksa.aku terkejut dan secepat kilat lari meninggalkan ruangan yang di paku itu.
"hei Disa kamu kenapa nak?."
"m.m.m. ma,tadi Disa dengar ada suara di dalam kamar yang dipaku itu diujung lorong."
"ah masa?,kamu melamun kali ?."
"enggak ma,Disa gak bohong."
mama masih tidak percaya
"kalau gitu ayuk kita lihat kamar nya."
mama mengajak Disa kembali kekamar yang dipaku.
Sesampainya disitu mama mendekatkan kepalanya ke depan pintu dan fokus mndengar suara yang ada di dalam ruangan tersebut.
"enggak ada apa apa kok,kan benar mama bilang kamu nya aja yang lagi ngelamun."
"enggak ma Disa nggak lagi ngelamun."
"oke tunggu disini sebentar."
mama berlari ke ruang depan dan kembali membawa palu.
"loh ma ini untuk apa ?."
"untuk buka pintu ni lah,orang iseng mana nih yang maku ni pintu ?."
"ma sebaiknya jangan dibuka pakunya,mana tau pintu ni sengaja di paku karena ada hantunya ?."
"ah ngaco kamu !."
mama menyabut satu persatu paku yang menempel menggunakan palu.satu paku dua paku 3 paku 4 paku,dan akhirnya semua paku copot.
"nah mama akan melihat isi dalam ruangan ini ya ."
Cekkleeekkk
pintu terbuka,ketika terbuka hawa dingin dan mencengkan merasuki tubuh kami berdua.dan sedikit bau amis darh ya.
"ukhuk hmm bau apa ni ma ?."
"ukhuk ukhuk iya ini kayaknya bau amis darah."
kami memasuki ruangan tersebut,ba amis darhannya makin lama makin kuat dan dekat.
"awww."aku berteriak kaget
"Ada apa Dis."
ketika aku menengok benda yang tidak sengaja aku senggol tadi,mataku langsung terbelalak.
"m..a...m...a ma.ma,te te tengok itu yang ada di bawah."
"ada apasih Dis."
pas mama menengok kebawah,alangkah terkejutnya dia karena kaki ku menyenggol tengkorak kepala manusia dan masih banyak lagi tengkoraknya.di dalam ruangan ini phn banyak sekali belatung belatung yang tak terperhatikan oleh kami,dan tengkorak tersebut juga di hinggapi banyak belatung.
"ma kita keluar dari sini yuk,Disa jadi takut ni !!."
"iya Dis kita keluat yuk."
Mama kembali menutu pintu dan memaku pintu tersebut.dan kami segera pergi dengan cepat meninggalkan ruangan tersebut.
Malamnya kami bertiga berkumpul di ruang keluarga,aku dan mama membujuk Ayah agar kita pindah rumah saja.karena rumah ini penuh dengan keganjilan.
"mas besok kita pindah rumah saja ya ?."
"kenapa emgangnya ?."
"rumah ini banyak keganjilannya."
"keganjilan apa,coba jelasakan ."
"tadi siang Disa berkeliling rumah,melihat apa aja di rumah ini.begitu sampai di ruangan di ujung lorong yang di paku,Disa berhenti dia seperti mendengar suara
menangis,teriak minta tolong untuk di lepaskan."
"alah itu cuma perasaan dia kali ?."
"ha itu tadi aku juga bilang begitu,terus aku dan dia pergi ke ruangan itu lagi.aku ambil palu dan membuka paku yang ada di pintu itu,setelah semua paku copot aku membuka pintu nya.dari dalam kamar itu keluar hawa dingin dan bau busuk,aku dan Disa masuk kedalam dan kaki Disa gak sengaja menyenggol sesuatu dan seketika kami melihat kebawah.aku terkejut ternyata yang di senggol Disa itu tengkorak manusia,lebih menjijikkan lagi itu ada belatungnya.kami terkejut dan keluar dari kamar,kamar iti akai mnemakunya lagi."
"hahahah kamu juga lagi melamun kali,yaudah coba kita cek lagi ruangan nya."
"oke kalau mas gak percaya."
Aku,ayah dan mama pergi mengecek ruangan di ujung lorong.karena di paku lagi sama mama,ayah membawa palu.sekian lama melepas paku dan akhirnya semua paku terlepas.Secara TIBA TIBA !! pintu kamar itu tebuka sendiri.
"hihi pintunya terbuka sendiri."
aku bergidik ngeri.
"ayo kita masuk,jangan takut mungkinpintunya udah agak longgar makanya terbuka sendiri."
ayah masih berpikiran positif.kami memasuki ruangan tersebut.ayah rupanya membawa senter.ayah menyenter sekeliling ruangan.
"enggak ada apa apa kok,enggak ada tuh tengkorak."
"sumpah yah,tadi Disa lihat ada tengkorak disini.ya kan ma?."
"iya mas aku juga ngelihat,tadi tu ada banyak tengkorak dan belatungnya."
"ah sudahlah,ayo kita tidur."
"ya Ayah ."
"Disa kamar kamu di atas kan ?."
"iya Ayah,kamar Disa diatas."
"kalau gak salah kamar kamu diatas ruangan yang diujung lorong iti deh."
aku terkejut dan tak percaya dengan kata ayah barusan.
"ka ka kamar Di Di Disa diatas ruangan itu?."
"iya emangnya kenapa?."
"eng enggak kok yah cuma terkejut aja ."
dalam hati
'matilah aku kali ini'
Aku menaiki tangga dan memasuki kamar ku,sesaat aku mau tidur aku dikejutkan suara dari lantai di bawah kaki ku.suara merayap dan meneyerert tubuh.aku langsung meloncat ke tempat tidur.
Tiba tiba hawa dikamar ku jadi dingin dan mencekam.musik di hp ku tiba tiba hidup dan lagu yang diputar adalah lagi LENSER WENGI .aku gak ingat kapan mendownload lagu itu.
Suara yang menyanyikan lagu Lenser Wengi itu terdengar seram.aku hanya bisa menutu telingaku dengan bantal.setelah lagunya habis keadaab kembali sunyi,tapi tidak selamanya seunyi beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan yang menyayat hati.suara itu terdengar antara menangis dan tertawa,suaa itu makin dekat makin dekat membuat telinagku sakit.
Keesokan paginya,aku meceritakan apa yang aku alami di kamar tadi malam.
"ayah aku tadi malam di ganggu makhluk halus,kita pindah yuk dari rumah ini.Disa gak suka tinggal di tempat yang berhantu !."
"hahaha kamu mimpi kali,rumah ini gak ada hantunya Disa."
"tapi ya...."
"gak ada tapi tapian,sana masuk ke kekamar kamu."
Aku berlari menaiki tangga dan mengunci pintu kamar.ayah gak percaya sama aku.padahal mama sendiri pernah melihat keadaan ruangan itu.
Malam pun tiba,aku menggosok gigi di kamar mandi di kamar aku.tiba tiba air di kamar mandi hidup sendiri.
"lah kok hidup,kan gak aku hidupkan ?."
setiap aku matikan kran nya,eh airnya keluar lagi.dan lampu kedap kedip membuat aku ketakutan
"iiihhh lebih bagus aku kekamar langsung."
aku keluar kamar mandi dengan terburu buru dan langsung loncat ke atas tempat tidur.
aku memakai selimut ku.kaki ku terasa panas dan tiba tiba ada yang menarikkku kebawah
"aaaaaaahhhhhhhh ,ayah mama tolongin Disa."
aku terus di tarik hingga ke bawah kolong tempat tidur.ketika aku melihat kebelakang
nampak olehku se sok sok anak cewek berwajah mengerikan penuh darah dan tertawa terkikik.
"aaaaah hantu."
"Disa kamu dimana nak,Disa ?."
"ayah tolongin aku,aku diaeret kebawah tempat tidur."
ayah Disa terkejut,dan segera menarik tangan Disa.tenaga ayah dan mama Disa tidak kuat menarik Disa.dan akhirnya Disa hilang dikolong tempat tidur.
"anakku,Disaaa."
"ma ,Disa hilang ma.ini semua gara gara aku,coba aku ngabulin permintaan kalian untuk pindah dari sini.pasti inj gak akan terjadi."
"sudahla mas,besok kita cari lagi Disa."
keesokan harinya Ayah dan mama Disa mencari Disa sekeliling rumah,karena dikamar sudah ducari ,tetapi tidak ada.dibawah tempat tidur juga tidak ada.
di sekelilibg rumah juga tidak ada.
Setelah berbulan bulan mencari keberadaan Disa,akhirnya mereka berputus asa.karena merasa bersalah atas kehilangan Disa,Ayahnya Disa tidak mau makan dan akhirnya meninggal.sementara ibunya Disa menjadi gila karena ditinggal pergi oleh Suaminya.
Sampai sekarang tidak ada yang tau keberadaan Disa.banyak orang mengatakan bahwa Disa dijadikan tawanan di dunia lain dan tidak boleh pulang,dan ada juga mengatakan bahwa Disa telah mati karena terus menerus di sembunyikan oleh makhluk halus dan jasadnya di sembunyikan oleh makhluk halus.