Di suatu malam yang gelap gulita, tampak banyak rerumputan yang menjulang. Terdengar suara burung hantu, menambahkan tingkat ke-hororan yang tinggi!
Seorang wanita, tengah sendirian di dalam hutan yang penuh rerumputan itu. Dia bernama Wati Kun.
"A-aku ada dimana?" gumamnya sembari mengerjapkan matanya beberapa kali.
Tampak tak ada seorang pun di sekitarnya, hanya ada dia sendiri bersama lentera di sampingnya.
Lalu Wati Kun memberanikan diri untuk berjalan menyusuri hutan itu. Akan tetapi, setelah berjalan beberapa meter, ia menangkap sosok mata yang bergerak di balik rumput yang menjuntai itu.
"Si-siapa kamu! Ke-keluarlah dan tunjukkan wujudmu!" seru Wati Kun, dengan dada yang sudah berdegup kencang.
Muncul gadis imut yang dibalik rerumputan itu.
"Siapa namamu adik kecil? Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Wati Kun sembari mendekati gadis itu.
"Aku adalah Mikublis," jawabnya dengan menggunakan suara yang menyeramkan.
"Hei, kamu jangan menakutiku dengan menggunakan suara serammu, berbicaralah selayaknya saja. Jadi katakanlah, kenapa kau bisa berada disini gadis kecil?" ujar Wati Kun lembut.
"Aku tidak tau kenapa aku bisa ada disini, tapi aku bisa membawamu kerumahku!" seru Mikublis, sembari mengulurkan tangannya.
"Aku sebenarnya takut sendirian disini! Baiklah, aku akan ikut bersamamu," ujar Wati Kun, seraya memegang uluran tangan dari Mikublis.
"Kau akan menyukainya," ucap Mikublis menyeringai.
"Seperti apakah rumahmu?" tanya Wati Kun memecah keheningan.
"Rumahku hanya mempunyai satu ruangan di dalamnya," jawab Mikublis.
"Satu ruangan?" Sembari mengernyitkan keningnya bingung.
"Ya! Sangat nyaman untuk dibuat tidur. Apakah kau ingin mencobanya?" tanya Mikublis.
"Baiklah, aku juga tidak sabar untuk mencobanya," jawab Wati Kun tersenyum senang.
Di tengah-tengah perjalanan, ada seseorang gadis lainnya yang tiba-tiba memegang tangan Wati Kun. Ia pun berhenti dan menoleh ke belakang.
"Jangan ikut dengannya! Ikutlah bersamaku saja!" seru Nandaset.
"Kamu siapa?" tanya Wati Kun.
"Aku, Nandaset. Sekarang ikutlah denganku!" Menarik tangan Wati Kun.
"Jangan kau merebutnya dariku! Dasar Setan j a h a n a m!" seru Mikublis sembari menarik Wati Kun kembali.
Wati Kun yang melihat mereka bertengkar, merasa ketakutan.
Terlihat Mikublis bertarung melawan Nandaset, dengan membawa clurit di tangannya. Kemudian, Mikublis tampak mengayunkan clurit yang ia bawa ke arah leher Nandaset, seketika kepalanya terlepas dan terpental. Nandaset yang tak mau kalah mencekik leher Mikublis, dengan keadaanya yang sudah tak punya kepala. Tetapi dengan cekatan, Mikublis mengeluarkan api dari tangannya. Seketika, Nandaset kepanasan karena tubuhnya yang terbakar, ia berlari dan menghilang dengan membawa kepalanya.
"Mari kita lanjutkan ke rumahku. Jangan pikirkan gadis itu, dia adalah Setan!" seru Mikublis, lalu ia menggandeng tangan Wati Kun kembali.
Tak berselang lama, mereka berdua telah sampai disuatu tempat. Tepatnya di luar rumah Mikublis.
"Sebaiknya kamu tunggu disini terlebih dahulu, aku akan masuk untuk memasak untukmu," ucap Mikublis.
Wati Kun hanya menurutinya saja, ia pun duduk di kursi aneh, tampak seperti Kereta Jawa.
"Tunggu! Bukannya ini Keranda?" gumam Wati Kun terperanjak kaget, dan langsung berdiri.
"Makanlah ini, pasti kau akan menyukainya!" seru Mikublis tersenyum.
Wati Kun sempat kaget dengan kemunculan Mikublis secara tiba-tiba, tetapi ia hiraukan dan mencoba mencicipi masakan dari Mikublis.
"Apa ini Mikublis? Kenapa berwarna merah? Dan apa ini, dagingnya aneh!" tanya Wati Kun, sembari tetap memakannya.
Seketika Wati Kun menyadari sesuatu yang aneh. Lalu memberanikan diri untuk bertanya.
"Eh... Kenapa jarimu tidak ada semua?" tanya Wati Kun terperangah.
"Aku memasaknya untukmu! Bukankah itu enak? Kamu terlihat sangat menyukainya!" jawab Mikublis.
Seketika Wati Kun memuntahkan semua apa yang sudah dimakannya.
"Sebaiknya kamu beristirahat sekarang!" seru Mikublis, yang langsung menyeret Wati Kun masuk ke dalam rumahnya.
"Katamu kau mau mencoba tidur di ranjangku bukan? Itu disana!" Sembari menunjukkan ke tempatnya.
"Ha!! Siapa kamu sebenarnya? Kau gila! Itu adalah lubang kuburan!" seru Wati yang mulai ketakutan.
"Sudah kubilang, rumahku mempunyai satu ruangan dan nyaman untuk kau tiduri," jawab Mikublis, seraya merubah bentuk aslinya yang sangat mengerikan.
Ia berubah menjadi sesosok merah besar, mempunyai tanduk kecil di kepalanya, mata merah, wajah yang sangat buruk, dan bau yang sangat busuk.
"Aaakkkkhhh ...! Menjauhlah dariku!" teriak Wati Kun seraya berlari.
"Kau sudah berkata akan mencobanya, kan. Tidurlah sekarang!" titah Mikublis yang memanjangkan tangannya, untuk menarik Wati Kun ke lubang kuburan miliknya.
"Aaagghhh!" suara tercekat Wati Kun yang tiba-tiba dicekik.
Seketika, Mikublis mengeluarkan clurit, dan mengarahkannya ke kepala Wati Kun. Ia pun langsung melotot melihatnya.
"Hah... Hah... Hah...!!" Wati Kun tersentak, terbangun dari tidurnya.
"Ternyata aku cuma bermimpi," gumam Wati Kun lega, yang menyadari dirinya sedang di dalam kamar miliknya.
"Akh, aku haus sekali!" seru Wati Kun.
Ia pun langsung bergegas ingin ke dapur untuk mengambil air minum. Tetapi ia pun kembali tersentak kaget tatkala ia membuka pintu kamarnya yang ternyata kuburan berjajar.
"Hai Wati Kun!" bisik Mikublis di telinganya.
Seketika Wati Kun langsung menoleh, tidak disangka-sangka semuanya itu nyata!
"Siapa ka-kamu? Dan a-apa maumu!" seru Wati Kun, yang jantungnya mulai bergemuruh.
"Aku adalah Mikublis, apa kau sudah melupakanku? Aku adalah Iblis yang akan membuatmu tidur di ranjangku ha ha ha...!" seru Mikublis dengan tertawa senang.
Seketika, Mikublis menghilang. Dan Wati Kun merasa ada sesuatu yang menyentuh kakinya, sontak ia pun melihat kebawah.
"Aaakkhhhh...!" jerit Wati Kun, karena kakinya ditarik oleh tangan yang berasal dari dalam gundukan tanah.
"Tenanglah, aku akan menemanimu untuk tidur!" bisik Mikublis.
Lalu Wati Kun terjebak masuk ke dalam kuburan Iblis, dan tak kembali lagi.
~TAMAT~