Setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku selalu membawa barang daganganku . Untuk ku titipkan dan dijual di kantin sekolah. Daganganku berupa nasi kucing dan es lilin .
" Bu.. aku berangkat, assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam, Hati-hati dijalan " [ membuka pintu ] . Tiba-tiba saat membuka pintu, sahabat ku Bella sudah menunggu di depan rumah.
" Eh.. tumben dah sampai "
" Oh.. jelas dong Bella gitu loh, selalu menjadi yang nomor satu "
" Kalau begitu apakah saat ujian, anda selalu menjadi juara satu ? "
" Y.. iya dong pasti "
" Tapi.... "
" Tapi dari belakang " ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak. Kamipun mulai berjalan menuju sekolah, karena jarak sekolah dan rumah kami dekat, jadi kami lebih memilih untuk jalan kaki. Oh.. iya hampir lupa, Hai semua perkenalan namaku Dasha , saat ini aku duduk di bangku kelas XII SMA , aku lahir dikeluarga yang berkecukupan ya.. walaupun kadang tidak, tapi aku tetap mensyukuri semuanya.. [ kita lanjut ceritanya ]
Sesampainya di sekolah aku langsung pergi ke kantin untuk menitipkan daganganku.
" Buk..nitip yak... "
" Ya.. taruh situ saja " .
mulai merapikan dagang ku untuk dijual kan. Tiba-tiba dari belakang terdengar suara " Beli nasi kucingnya dong " sambil tertawa.
" Haduh dia lagi, aku gira hari ini hari keberuntungan ku,tidak akan bertemu dengan nya "
Baiklah kalian semua akan ku kenal kan pada teman satu kelasku namanya Daniel, ia adalah anak paling nakal di sekolah , dia sudah berkali-kali masuk ruang guru. Ia juga anak dari seorang CEO , oleh karena itu Daniel disebut sebagai anak Sultan.
" Tenang saja aku akan borong semua daganganmu"
ucapnya dengan sombongnya.
" Oh.. iya aku baru inget, aku kan bawa headset " [ memakai headset tersebut] .
" Hahh... lagian dia itu sudah dewasa , tapi kenapa sifatnya masih kekanak-kanakan " kataku.
" Heh.. kau ini sombong sekali , jangan sombong dong awas nanti kena karma " ujarnya dengan kesal.
" Lagian disekolah mana boleh berjualan, dasar orang miskin " . Tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi
" Tettttttttt...... " . Akupun segera berlari menuju kelas dan meninggalkan Daniel.
" Heh... jangan lari dulu, masalah kita belum selesai" . Saat itu kesabaran ku mulai habis.
" Daniel , apa kau tidak mendengar suara bel hah...?
lagian ya.. kau ini sudah dewasa , kau ini contoh bagi adik kelasmu " ucapku dengan kesal.
Aku langsung lari menuju kelas tidak memperdulikan keadaan.
" Hah.. adik, sejak kapan aku punya adik, aku kan anak tunggal, dan dia juga anak tunggal kan, gila ya tu anak, sekolah bertahun-tahun ngapain aja sih " .
Akhirnya aku sampai dikelas , duduk sambil mengatur napas .
" Sa.. tadi aku lihat kamu lagi berantem sama Daniel ya..? " tanya teman sebangku.
" Bukan berantem, hanya berdebat " jawabku dengan santai.
" Owh "
Apakah kalian ingin tau keadaan Daniel sekarang? .
Baiklah kalau begitu sekarang kita oleng dulu ke Daniel.
[ sedang berlari menuju kelas ]
" Hey Abdul.... jangan berlari di lorong sekolah !" ujar pak satpam yang sedang berjaga.
[ Daniel pun berhenti ]
" Maaf Pak, nama saya Daniel bukan Abdul " [ mulai berlari lagi ]
" Oh.. iya maaf nak "
[ kita kembali ke kelas ]
" Assalamu'alaikum " ucap Bu Sari
" Waalaikumsalam " sahut seisi kelas
" Baiklah anak-anak kita awali pelajaran pagi ini dengan berdoa menurut kepercayaan masing-masing , berdoa mulai "
[ sedang berdoa ]
" Berdoa selesai "
" Tuk... tuk.. .. tuk... assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam , loh Daniel kenapa kamu terlambat? "
" Maaf bu tadi ada halangan dijalan "
" Ya.. ibu maafkan, tapi lain kali jangan diulangin lagi ya "
" Baik bu.. apakah saya boleh duduk bu, kaki saya mulai keram " ucap Daniel.
" Ya.. silakan "
" Oh.. iya minggu lalu ibu menyuruh kalian untuk membawa bekal kan, apa kalian membawa bekalnya? " tanya Bu Sari.
Semuanya mengeluarkan bekal mereka masing-masing. Bakal ku hari ini adalah nasi, sayur bayam, telur , sama tempe. Semuanya membawa bekal kecuali Daniel. [ Bu Sari berjalan mendekati Daniel ] " Loh... Daniel kenapa kamu tidak membawa bekal? " Tanya Bu Sari.
" Kemarin Daniel tidak mendengar perintah bu, malah , dia malah tidur " ucap salah satu siswa. Lalu, Bu Sari menasehati Daniel. Waktu itu aku sempat berfikir untuk menolong nya, tapi karena ia selalu jahat padaku jadi aku tidak mau menolong nya. Tiba-tiba suatu ide terlintas di pikiran ku.
" Bu.. aku mau izin ke kantin dulu " kataku.
" Ya.. jangan lama-lama "
" Baik bu " [ pergi menuju kantin ]
sesampainya di kantin ..
" Bu.. aku ambil nasi kucing nya satu ya.. "
" Oh.. ya " .
Ide yang terlintas di pikiran ku adalah memberi kan nasi kucing ku ini untuk Daniel.
[ memberikan nasi kucing nya untuk Daniel ]
" Ini nasi kucing untuk mu "
" Hah.. untuk ku? " tanya Daniel
" Ya.. iya lah.. memangnya untuk siapa lagi " kataku sambil tertawa kecil .
" Tapi aku selalu jahat padamu bagaimana kau mau memberi kan nasi kucing ini untuk ku "
" Dulu ibuku selalu berkata bahwa kita sesama manusia harus saling tolong menolong dan saling memaafkan " kataku sambil tersenyum.
" Wah.. terimakasih banyak bagaimana kalau kita berteman, aku pasti sangat beruntung memiliki tempat sepertimu " ujar Daniel.
" Oky.. aku setuju " .
Semenjak saat itu kami pun berteman dan mulai melupakan masa lalu. Bahkan semakin hari pertemanan kami semakin akrab. Aku mengambil banyak pelajaran dari pengalaman ku ini .
Terimakasih