Terlihat sebuah keluarga beranggotakan 3 orang sedsng bermain di pekarangan rumah mereka.
"Nak ,hati-hati nanti jatuh!."
"Iya mah."
Anak kecil itu menggapai ayunan dan berayun-ayun sambil tiarap.
"Akulah superhero!!." JENG-JENG-JENG
"Wah ,kalo gitu papah yang jadi penjahatnya!Hiya!"
mereka bercanda ria sampai tiba waktunya makan siang.Makan siang yang di sediakan oleh ibu hari ini menu utamanya sosis.
Saat sedang makan ,sang anak berkata
"pah ,kalo Rael udah besar...Rael mau jadi superhero!" bicara dengan riangnya mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi layaknya superhero.
"Iya!iya deh!kalo mau jadi superhero kamu harus kuat" kata papah.
"Superhero itu harus membela yang lemah dan tak boleh membiarkan yang jahat lepas" kata ibu.
"Siap komandan!!" kata Rael dengan semangatnya.
Setelah selesai makan siang ,mereka masuk ke dalam rumah.Ibu pergi ke dapur untuk cuci piring.Sedangkan ,Rael bersama dengan papahnya menonton televisi di ruang keluarga.
Seperti biasa Rael selalu memakai sebuah kain merah di belakang punggungnya yang diikatkan pada lehernya.
"Rael ,kamu mau nonton apa?" tanya papah sembari mengambil remote tv.
"Mau nonton superhero papah!"
"Woke!kalo gitu di tv 4" kata papah sembari menekan angka 4 di remote tv.
👇Tv on👇
"TOLONGG!!!" teriak seorang wanita yang sedang di culik oleh monster berbentuk laba-laba.
Lalu ,dari kejauhan superhero pun datang dengan jurus terbang andalannya.
"Jangan takut nona!superhero ada di sini! kata si superhero JENG-JENG-JENG.
"RASAKAN INI PENJAHAT!" kata superhero sembari menghajar monster tersebut dengan pukulan kuatnya.
Akhirnya ,wanita itu pun selamat.Sedangkan ,monster laba-labanya K.O.
"Wah !superhero memang keren!" teriak para warga yang menyaksikan kejadian tersebut dengan muka yang terkagum-kagum.
"Ingat semuanya!selamatkan orang-orang!habisi penjahat!"
☝Tv off☝
"Betul!habisi orang jahat!ayo maju superhero!" Rael berlari kesana kemari seolah ia merasa dalam dunia khayalnya sedang terbang seperti superhero.
"Haha ,anak papah suka banget sama superhero ya?!" kata sang papah sembari mengalihkan tv ke channel yang lain.
"Iya pah!Rael mau jadi superhero!membela yang lemah!hukumlah penjahat!!" Rael mengatakan itu dengan semangat dan mendapatkan dukungan dari papahnya.
Setelah keasikan itu ,pada malam harinya Rael pergi tidur.Kedua orang tuanya setiap malam menyanyikan sebuah lagu tidur ,beberapa cerita ,dan nasihat-nasihat yang akan berguna kelak saat Rael dewasa.
"Selamat malam sayang ,mimpi indah!" ucap sang ibu sambil mengecup keningnya Rael bersama papahnya.
Keesokan harinya ,ketika Rael pulang dari sekolah sendiri tanpa di jemput ,ia melihat papahnya sedang bersama seorang wanita asing menuju sebuah istana.Rael pun bergegas pulang menemui ibunya.Rael yang masih kecil berumur 5 tahun yang tak tahu apa-apa langsung membeberkan yang ia lihat barusan.
"Ma?" panggil Rael pada mamahnya sambil menarik ujung dress mamahnya yang sedang memasak.
"Ya ,Rael.Kenapa?" kata mamahnya sembari tetap fokus memasak.
"Tadi ,Rael lihat papah sama wanita pergi ke istana"
Rael mengatakan itu dengan mimik wajahnya yang lugu dan polos.Membuat mamahnya sontak kaget sambil melempar piring yang ia hendak sediakan pada masakannya.Rael menjadi takut melihat mamahnya yang tiba-tiba seperti itu ,Rael kabur masuk ke kamar.Sedangkan ,mamahnya masih syok mendengar apa yang diucapkan Rael barusan.Tentu ,istana yang dimaksud Rael adalah sebuah hotel.Mamahnya depresi sambil menarik dan menjambak rambutnya sendiri.
Sementara itu ,Rael yang masih di dalam kamar merasa ketakutan apa yang akan terjadi setelahnya.
Malam hari pun tiba ,papah Rael pulang disambut mamahnya Rael yang tersenyum manis.
"Papah pulang!."
Mendengar papahnya pulang ,Rael keluar pada kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga diam-diam agar tak ketahuan mamahnya.Rael lalu mengintip dibalik pintu dapur di mana papahnya sedang disambut mamahnya yang tiba-tiba menjadi seperti semula.
"Papah ,makan dulu yuk!mamah udah masak makanan kesukaan papah lho!" papah Rael duduk di kursi dan saat hendak menyuap makanannya...
JLEB!JLEB!JLEB!JLEB!
Kepala papahnya langsung ditusuk bertubi-tubi dan berkali-kali menggunakan pisau yang sudah di asah oleh mamahnya Rael.Papahnya lama-kelamaan mulai tak sadarkan diri dan mati di atas kursi.Meskipun sudah mati ,mamahnya Rael tetap menusuk kepala papahnya sampai bocor dan kelihatan otaknya sedikit.
"Dasar ****!beraninya kamu menghianatiku!dasar penjahat!" selang beberapa saat kemudian ,mamahnya Rael tampak kelelahan.Ia tersungkur bersandar pada kaki meja.Darah bercucuran dimana dan masih mengalir keluar dari kepala papahnya Rael.Lalu ,sang mamah melirik ke arah sang papah berniat menyembunyikan mayatnya di bawah lantai gudang.Saat mamah hendak menyeret papah ,Rael langsung diam-diam bersembunyi di belakang tangga agar tak ketahuan.Mimik wajah mamahnya seperti bukan seorang manusia lagi.
Lalu ,Rael mengikuti mamahnya yang menuju gudang.Terlihat saat di gudang ,mamahnya memotong tubuh papahnya sedikit demi sedikit menjadi kecil.Lalu ,menggilingnya di mesin penggiling.Setelah halus ,barulah mamahnya membuka lantai bawah gudang lalu menggali tanahnya.Setelah itu ,semua cincangan tubuh papahnya di kubur di dalam sana.
"Tenanglah di dalam sana suamiku" kata mamahnya Rael dengan tangan penuh darah ,sambil tersenyum ala-ala psikopat.
Rael yang tengah melihat semua kejadian itu ,bukannya merasa takut atau pergi melapor ke polisi.Ia hanya bengong terdiam di balik pintu gudang.Rael hanya merasa bahwa itu wajar ,karena papahnya memang salah telah menghianati mamahnya.Tapi ,setelah melirik ke arah wajah mamahnya ,mimik wajah Rael sontak berubah drastis menjadi benci.Ia lalu pergi diam-diam menuju kamar dan tidur.
Keesokan harinya ,di pagi hari.Semua lantai rumah tampak bersih seperti tak terjadi apa-apa.Rael pergi ke dapur untuk sarapan.
"Rael ,makanlah roti ini" kata sang mamah sambil menyodorkan sebuah roti berselai coklat.
"Mamah"
"Ya ,Rael?"
"Rael udah lihat semuanya lho ,kenapa mamah bunuh papah?" pertanyaan Rael sontak membuat sang mamah kaget bukan kepalang.Tapi ,setelah ia melirik wajah anaknya ini tampak polos.Seharusnya ,anak-anak normal akan kabur setelah menyaksikan kejadian itu.Sang mamah mencoba tetap tenang dan berkata dengan lembut ,
"karena papahmu penjahat ,dia sudah menghianati mamah" jelas mamahnya Rael sembari meminum jus jeruk.
"Oh ya ,kalo begitu...mamah juga jahat dong!"
"Kan mamah bunuh papah" kata Rael dengan wajah tak merasa bersalah.Wajahnya polos dan begitu lugu.Seketika ,sang mamah batuk ,lalu mati dengan mulut penuh buih.Rupanya ,Rael telah menaruh racun tikus cair ke dalam minumannya sang mamah.
"Haha!orang jahat harus dihukum.Aku kan superhero" kata Rael tersenyum polos sambil memperlihatkan botol racun tikus di hadapan wajah mamahnya yang sudah mati tersungkur