Tersebutlah sebuah keluarga yang hidupnya penuh dengan kekurangan jangankan untuk makan tiga kali sehari,makan sehari satu kali saja sudah beruntung baginya.
"Ibu hari ini kita makan apa?" tanya Mira anak terkecilnya.
"Sebentar nak kita tunggu ayahmu pulang,bawa apa hari ini?" jawab ibunya.
Saat sore hari menjelang maghrib ayahnya pulang membawa bungkusan tapi seperti biasa hanya sebungkus nasi yang harus di bagi menjadi tujuh,untuk ayah ibu juga kelima anaknya.
Pekerjaan ayah hanyalah seorang buruh panggul di pasar yang kadang dapat upah yang tak seberapa,dan hasil upah itu hanya cukup buat beli satu bungkus nasi yang kemudian di bagi tujuh.
Hingga suatu hari ayah menyerah dengan keadaannya yang serba kekurangan di tengah jam istirahatnya ayah sedang melamun memikirnya sesuatu.hingga terdengar suara bisikan halus.
"datanglah...datanglah padaku...hidupmu pastibakan terjamin...penuh dengan kesenangan...datanglah...datanglah padaku!" bisikan halus itu.
Karena sedang melamun ayah tanpa sadar menggikuti suara itu dia langkahkan kakinya,yang tidak bertujuan.hingga saat sampai di sebuah pohon besar ayah tersadar dari lamunannya.
"Hah dimana aku ini?kenapa bisa aku disini bukannya aku tadi ada di pasar," kata ayah binggung.
Saat ayah lihat sekeliling betapa kagetnya dia melihat banyak sekali sesajen di bawah pohon itu,lalu ayah pun bertanya pada seorang yang sedang membersihkan tempat itu.
"Permisi kek,maaf saya mau tanya ini tempat apa?" tanya ayah.
Kakek itu tidak langsung menjawab dia memandangi wajah ayah dari atas sampai bawah.
"kamu baru sampai sini,belum tau tempat ini?ini tempat mereka yang ingin mengubah nasib,tempat mereka yang ingin kaya,tempat mereka yang putus asa!" jawab kakek itu.
"Maksud kakek gimana saya kurang paham!" tanya ayah lagi masih belum mengerti.
Kakek menjelaskan semua dari awal sampai akhir hingga ayah pun mengerti lalu ayah pun segera melakukan seperti mereka yang datang syaratnya cuma membawa burung merpati,ayah yang tak mengerti maksudnya pun menyetujuinya.
Setelah dari tempat itu ayah pun kembali pulang ke rumah.dengan harapan kehidupannya akan membaik setelah dari tempat itu.dengan langkah penuh keyakinan ayah pulang ke rumah.
****
Keesokan harinya saat ayah bangun dari tidur betapa terkejutnya ayah melihat ada banyak uang di bawah bantalnya.
"Ibuuuu...buuuu...sini buuuu!" teriak ayah
Ibu yang sedang menjaga mira segera berlari ke kamar melihat ayah.
"Ada apa yah?kenapa teriak-teriak begitu ibu jadi kaget?" tanya ibu binggung.
"Lihat bu...!apa yang ayah temukan di bawah bantal," kata ayah menunjukan uang yang begitu banyak.
"Uang siapa ini yah,terus dari mana ayah dapet ini?" tanya ibu masih terkejut.
"Ini uang kita bu,rejeki dari Yang maha kuasa cepat ibu belanja masak yang enak-enak buat anak kita!" kata ayah memberikan uang ke ibu.
Karena senang baru pertama kali melihat uang itu membuat mereka lupa diri dan segera membelanjakan uang itu tanpa mencari tahu dulu asal uang dari mana?.
Ibu pergi ke pasar di temani anak perempuan pertamanya yang berusia 20 tahun.sampainya di pasar ibu belanja semua kebutuhan rumah,dari makanan,pakaian,juga mainan,di tenggah jalan saat perjalan pulang ibu merasa haus lalu ibu membeli minum dengan uang itu.
Saat sang anak sedang asyik minum es sambil membawa barang belanjaan,di tengah jalan mau nyebrang memang tidak ada mobil tapi saat sudah di yakini sepi dan hendak melangkah tiba-tiba.
Brummm...brakkkk...
Mobil dateng dari arah sebelah dengan kecepatan tinggi menabrak anak pertamanya,karena begitu cepat hingga tidak sempat menghindar.akhirnya anak pun terjatuh dan mati seketika di tempat.
"Akhhh...Desi...!kamu tidak apa-apa kan?Desi bangun!" teriak ibu "tolongggg...tolonggg!"
Warga yang kebetulan ada di lokasi segera mendekat berusaha ingin menolong,ibu sempat meminta untuk anaknya di bawah ke rumah sakit,tapi salah seorang warga bilang ini telat dia telah meninggal di tempat histeris ibu menanggis.
si penabrak untungnya tanggung jawab dan mau membawa jenasah ke rumah dan memberikan sumbangan uang yang tidak sedikit.
Sampai rumah jenasah di sambut dengan isak tangis dari ayah dan adik-adiknya,setelah di mandikan jenasah pun di makamkan dan malamnya ibu mengadakan tahlil.
****
Malam pun tiba ibu bersiap untuk tidur saat ibu baru memejamkan matanya ibu bermimpi hal aneh.
"ibu tolong...tolong bebaskan aku,aku tidak ingin di perbudak olehnya...tolong ibu bebaskan aku!" suara dalam mimpi
"Ahhh Desiiii...!" ibu terbangun dari tidurnya.
"Ada apa bu?kenapa teriak memanggil Desi,dia sudah tenang di sana!" kata ayah menenangkan ibu.
"Tapi yah ibu mimpi Desi sangat menderita dia di jadikan budak,!" seru ibu masih shok
"Udah tenang bu itu cuma mimpi sekarang ibu tidur yach!" hibur ayah.
Setelah agak tenang ibu pun segera tidur kembali kali ini ibu bermimpi kalo anak keduanya yang tertabrak mobil.
Mimpi ibu ini terus berlangsung selama satu bulan lamanya semenjak kematian Desi,dan selama satu bulan ini kehidupan mereka berubah membaik,mereka bisa makan sehari tiga kali sekarang.
Hari ini tepat sebulan Desi meninggal,di tanggal yang sama lagi ayah mendapatkan uang dari bawah bantalnya,dan seperti bulan lalu tergiur dengan uang banyak mereka pun segera belanja ke pasar kali ini ibu di temani oleh anak keduanya yang berusia 18 tahun.
Seperti kejadian Desi setelah selesai belanja saat perjalanan pulang ibu membeli es dan meminumnya.kembali terulang saat mau nyebrang lagi-lagi mobil dari arah tak terduga datang menabrak putri keduanya.dan terpental jauh.
"Titaaaa...!" teriak ibu melihat kejadia ini terulang lagi.
Lagi-lagi Anaknya tertabrak mobil dan meninggal di tempat,dan si ibu mendapat santunan lagi dari si penabrak dengan jumlah yang tidak sedikit.
Malamnya lagi ibu di mimpikan oleh anaknya kali ini bukan hanya Desi tapi juga Tita berada di tempat yang sama,dan ibu juga bermimpi anak ketiganya yang laki-laki juga meninggal dalam kecelakaan.
Tapi ayah dan ibu belum juga curiga dengan kejadian janggal ini,kematian kedua putrinya membuat kehidupan mereka semakin membaik bahkan mereka bisa punya usaha hewan ternak seperti mimpi ayah selama ini.
Tiga tahun kemudian kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi kini mereka sudah tinggal di rumah yang lebih besar,anak mereka hanya tersisa lima orang,di hari yang sama tanggal yang sama saat kematian kedua anaknya yang ke tiga tahun ayah mendapat uang lagi.
Kembali lupa diri ibu pun pergi belanja di antar oleh anak ketiganya (laki-laki).saat itu anaknya berusia 19 tahun.seperti kejadian tiga tahun lalu terulang kembali motor yang di kendarai anaknya menabrak mobil dan mereka terpental jauh ibu dan Dodi sempat di larikan ke rumah sakit terdekat.
Saat di rumah sakit nyawa ibu selamat hanya mengalami luka,sedangkan Dodi meninggal saat sampai di rumah sakit,lagi ibu mandapat santunan dari si penabrak.
Ibu pun merasa curiga kenapa kejadian ini begitu tidak wajar,akhirnya ibu bertanya pada ayah asal uang itu kenapa setiap kali ibu mandapat uang dia selalu lupa diri dan anaknya kecelakaan lalu mendapat santunan dari si penabrak dan mereka bisa hidup enak karena uang itu.
Karena ayah tidak mengerti tentang perjanjian itu jadi ayah hanya bercerita tentang dirinya yang memohon pada pohon gede dan tentang pohon gede meminta burung merpati,tapi ayah sudah yakin kalo dia selalu menuruti kemauan kakek tua memberikan burung merpati.
"Ya ampun ayah,jadi ayah menjadikan anak-anak tumbal buat kekayaan semata!" tanya ibu menanggis
"Tidak bu,ayah hanya memberikan burung merpati,itu yang di minta kakek penunggu pohon itu!" jawab ayah.
"Tapi yah kenyataannya anak kita satu persatu meninggal dengan tragis dan dengan cara yang sama,di waktu yang sama!" jelas ibu sambil menanggis.
Ayah tertunduk lesu benarkah yang di bilang ibu?akhirnya saat ibu mulai tenang dan tertidur ayah pun pergi ke tempat pohon itu lagi untuk bertanya.
Sampainya ayah di sana,tidak di temui kakek menjaga,hanya ada makam deket pohon itu.
"Seingatku saat itu tidak ada makam hanya ada rumah si kakek tua,tapi kenapa sekarang ada makam?dimana kakek tua itu?" gumam ayah.
"Kek...kakek...kakek dimana kek!" suara ayah memanggil-manggil kakek.tapi tidak ada jawaban.
Saat ayah sedang mencari ayah melihat seorang nenek tua sedang mendekat ke arahnya.dia membawa tiga hewan peliharaan yang terikat di tanggannya tapi rupa hewan itu manusia bukan sejenis hewan,dan semakin nenek mendekat semakin jelas rupa hewan peliharaan itu.
Ketiga orang yang terikat di tangan nenek adalah ketiga anak ayah yang sudah mati.
"Anak-anakku?siapa kamu kenapa kamu memperlakukan anakku seperti hewan peliharaan?" tanya ayah.
"Hihihi...hihihi...!ini memang hewan peliharaanku!kau sendiri yang memberikan mereka padaku!" uncap si nenek yang menjadi muda dalam seketika.
"Tidak aku tidak pernah menyerahkan anakku,lalu bagaimana bisa mereka ada di sini!" kata ayah membatah tuduhan wanita itu.
"Hihihi...hihihi tidak ingatkah kau,saat kau datang kemari membawa seekor burung merpati! itu adalah ibarat nyawa anakmu!" kata wanita itu menjelaskan.
"Apa jadi kakek tua itu menipuku!dia bilang syarat untuk jadi kaya hanya dengan seekor burung merpati setiap aku mendapat uang dari tempat tidurku,saat aku menyerahkan burung merpati di saat yang bersamaan anak-anakku mengalami kecelakaan!" kata ayah penuh penyesalan.
"Hihihi...hihihi!kakek tua seperti ini yang kamu maksud!" seketika wanita berubah jadi kakek tua yang dulu di temuinya.
Menyesal kini ayah,tapi nasi telah menjadi bubur hanya karena ingin kaya tiba-tiba membuat ayah lupa diri,saat ayah ingin mengakhiri perjanjian wanita itu marah dan membunuh ayah membawanya bersama pergi ke alamnya.
Sementara itu ibu yang tidak tau ayah pergi kemana hanya menunggu saja di rumah penuh penantian,berhari-hari ibu menunggu,sampai berbulan-bulan hinga kini sudah setahun penantian itu tidak juga ayah kembali.
Hingga di suatu malam ibu tertidur dengan penuh kegelisaan dan ibu bermimpi ayah dan juga ketiga anaknya sudah menjadi budak penunggu pohon tua.
Keesokannya jasad tubuh ayah di temukan sudah hancur tidak di kenali lagi rupanya hanya baju yang terakhir ayah pakai yang ibu ingat.kini suami dan ketiga anaknya telah pergi untuk selama-lamanya menjadi Tumbal..
*__TAMAT__*
Note:hanya karangan penulis.
Terimakasih.