Aku Angga, ketika umurku dua puluh tahun,aku bermimpi seorang cewek yang cantik,tingginya sekitar seratus enam puluh cm, senyumnya manis, dan mirip wajah Dian Sastro.
Seperti biasa aku bangun terus ke kamar mandi selesai aku mandi, aku bercermin, bertapa kagetnya karena aku melihat banyangan cewek itu dicerminku,tapi hanya beberapa menit, jadi ku anggap itu efek mimpi. Setelah itu aku melanjutkan merapikan rambutku dengan sisir.
Aku keluar kamar, lalu duduk di meja makan, utuk sarapan, di sana pun ada orang yang lagi baca koran menutupi wajahnya, itu kebiasaan ayahku. Aku berkata
" selamat pagi yah"
orang itu pun menutup korannya, aku kaget, diam,hanya bisa senyum, ketika yang ku lihat didepanku adalah cewek di dalam mimpiku itu. Aku tersenyum senyum sendiri, Tapi setelah aku mendengar suara yang berkata
"Selamat pagi, Angga "
Mata melotot, mulutku ternganga, karena wajah cantik berubah jadi wajah berjenggot, aku sadar itu benar-benar ayah yang duduk di depanku. Ayah yang melihat itu, lalu menggoyang badanku lalu berkata
" Ga kenapa kamu?
lalu ku jawab
" tidak pa pa yah"
Aku pun melanjutkan sarapan. Ayahku pamitan ke kantor dia, aku pun mencium tangan ayah. Ayahku berdiri memanggil mamaku.
"Yang aku mau pergi " kata Ayahku
Keluarlah wanita dari kamar orangtuaku,ketika itu juga jatungku berdebar kencang, yang kulihat wanita dalam mimpi lagi, dan dia salaman dengan ayahku dan mencium pipi kanan kiri ayah,itu membuatku panas, tapi hanya bisa diam,aku pun sadar itu mamaku ketika ayahku menapuk bahuku, dan berkata
"Angga, Ayah pergi "
setelah itu ayahku pergi.
Aku pun pergi kuliah ,aku naik sepeda motor, baru saja aku mau naik sepeda motor, melihat spion dan bayangan itu hadir.
Sesampai di kampus, aku melihat semua orang yang ada di sana wajahnya wanita itu, aku hanya diam, karena aku seperti melihat puluhan orang kembar, membuat aku bingung. Berjalan menuju kelas aja aku salah tingkah, senyum sendiri, terkadang melihat cewek sama cewek yang kembar mesra, aku melihat cewek duduk ngakang, dan banyak lagi,membuatku pusing tujuh keliling.
Sesampainya di kelas,aku melihat ratusan wajah cewe di mimpiku. Sebenarnya aku bingung,dan ini pasti halu, maka aku tenangkan pikiran, dan semua jadi normal semula, tapi ada satu orang yang tak kembali seperti semula ,setelah itu aku berdekat kedia,dan aku mengajak salaman karena dipikiranku, dia yang tak halu, dan dialah cewe dalam mimpi ,dan dia ku sangka murid baru.
"hai cantik.. aku Angga " kata ku sambil bergaya seperti cowok karen.
Cewek itu menjawab sambil menepis tangan ku
"apa sih lu, stress ya lu"
itu membuatku, langsung sadar,ternyata dia Chacha, sahabatku yang tomboy.
"biasa gue, lagi senang, he he" jawabku untuk menghilangkan malu.
Seminggu sudah setelah mimpi itu, dan aku terus turusan mengalami halusinasi wajah si cewe dalam mimpi. Itu membuatku kebingungan, karena semakin lama halusinasi itu semakin lama waktunya, yang awalnya semenit atau dua menit sekarang bisa lima belas menit.
Karena itu,aku jadi menjadi pendiam dulu,untuk menghindari salah kata,apabila ketemu orang, karena wajah orang ku temui pasti menjadi cewek dalam mimpi,setelah lima belas menit baru kembali kewajah orang yang sebenarnya.
Sekarang aku jarang berkumpul banyak orang, karena selama lima belas menit pertama,aku harus melihat orang banyak dengan wajah yang sama berbicara, bertikah laku berbeda,tapi semua membuatku seperti orang dongo.
Aku pun duduk sendiri di sebuah taman kampus, bahuku pun ada memukul
"hai melamun lu"
seperti biasa kalau melihat orang,wajah wanita dalam mimpi,yang ku lihat, ku jadi diam, selalu tersenyum, karena wajah wanita dalam mimpi membuatku senang.
"kok lu kok diam, lu berubah seminggu ini,jadi enggak asik" kata orang datang tadi
lalu ku jawab
"maafkan gue, boleh minta waktu lima belas menit,nanti ku jelaskan "
kami pun sama-sama diam. aku bicara dalam hati
"dia ini siapa? kalau dia Dion,manusia sering keceplosan, atau Desi wanita super cerewet,bahaya kalau cerita tentang ini pada mereka, aku harus pastikan siapa dia dulu."
orang itu pun berkata
" ini sudah dua puluh menit, lu ngomong dong Angga, atau aku pergi "
orang itu berdiri, tapi ku cegah, karena setelah orang itu berbicara, aku sadar itu Chacha. Aku pun menceritakan semuanya, awalnya dia tak percaya, tapi aku bisa menyakinkan. Chacha menawarkan menemui pamannya yang seorang psikolog.
Kami pun datang ke rumah pamannya Chacha, benar saja, ketika kami di ruang tamu, dan seorang yang datang,yang kulihat adalah wanita itu, aku mengeluarkan senyuman, itu membuat orang itu bingung. Chacha menceritakan tentang aku pada orang itu, setelah lima belas menit,aku sadar yang di depanku ini Pamannya Chacha.
Pamannya Chacha, terus tertawa, karena melihat Angga yang salah tingkah melihat dia ketika pertama kali ketemu. Pamannya Chacha menjelaskan bahwa aku mengalami Face Sindrom.
Ku kaget,dan mempertanyakan apa itu.
Pamannya Chacha menjelaskan bahwa aku mengalami Face Sindrom itu atau Sindrom Wajah adalah Sindrom terus menerus membayangkan wajah yang di kagumi atau yang ditakuti, dan ini kebalikan dari seorang yang kagum atau ditakuti dari dunia nyata terbawa mimpi, seperti orang yang lagi jatuh cinta, atau seperti nonton film hantu, terbawa mimpi.
Pamannya Chacha mengatakan bahwa Sindrom ini, ada empat tingkatan. Yang Pertama tingkatan sedetik sampai satu menit, jadi bayangan atau halusinasi itu selama satu atau dua menit.Ke dua tingkatan satu menit sampai lima belas menit, dan ke tiga tingkatan bukan hanya manusia, tapi juga hewan, dan benda mati lainya akan dibayangankan si penderita, Dan yang terakhir Tingkatan bicara,senyum dan tak lagi sadar, bahwa wajah yang itu bukan wajah pemiliknya itu.
Pamannya Chacha menjelaskan bahwa aku mengalami yang ke dua,tapi bisa menjadi tingkatan ke tiga atau ke empat. Dan obatnya belum ada, hanya ada dua cara yaitu cari wanita dalam mimpi itu, atau temukan cinta sejati, karena cinta sejati dapat menghapus bayangan itu dari otak penderita.
Chacha mengantarkan aku pulang, menyarankan untuk aku cerita pada orang tua, agar orang tua ku bisa mencegah diriku masuk ke tingkatan ke tiga. Aku minta bantuan Chacha agar dia yang bercerita karena aku melihat wajah cantik itu lagi,dan aku hanya bisa senyum tak bisa bicara, dan Chacha memberi tahu itu mamaku bukannya cewek itu, tapi wajah itu tetap membuat ku tersenyum terus.
Ibuku yang kaget, setengah tak pecaya,apa yang diceritakan Chacha,tapi melihat aku sekarang, dan mengingat pristiswa dirumah yang senyum, pernah menyebut ayahnya cantik, maka ibuku mengerti. Ketika itu ibuku memeluk aku yang masih melihat dia wanita dalam mimpi langsung kegirangan dalam hati, tapi setelah pelukkan itu di lepas mamaku, maka aku sadar bahwa yang memelukku ini mamaku.
Selama seminggu ini, Chacha membantuku tuk mencari cewek dalam mimpi,dengan cara mencari data angkatan kami dikampus. Jadi Chacha menunjuk foto-foto angkatan kami pada ku, dan setelah lima belas menit baru aku bisa jelas membedakan antara foto satu dengan lain,karena Sindrom Wajah itu pengaruh juga pada foto,jadi wajah foto sama.
Aku putus asa,karena sepertinya aku tambah parah, sekarang aku melihat hewan seperti kucing juga wajah wanita itu,benda pun menampakkan wajah wanita itu, dan lamanya halusinasi itu,semakin parah. Dan aku menjadi takut, tapi Chacha terus menemaniku.
Sebulan sudah mengalami ini, aku tambah stress, aku tambah jadi pendiam,karena aku takut gila, atau di kira orang gila bicara dengan hewan atau benda,karena di bayanganku benda atau hewan itu bisa bicara seperti manusia berwajah cewek itu.
Chacha pun datang ke rumah, karena aku seminggu ini tidak masuk kuliah, dan Chacha pun menujukkan data dan foto angkatan kita sekelas disemester ini, bagiku itu tak perlu, karena aku telah hafal teman sekelas ,tak ada wanita itu di kelas kami, tapi Chacha berkeras dan akhirnya aku mau.
Seperti biasa wajah di foto itu sama semua setelah tiga puluh menit,baru aku bisa membedakan, bertapa kagetnya aku melihat satu foto, itulah foto wanita dalam mimpi. Setelah itu foto itu ku tunjukan ke Chacha, dia malah jadi seperti orang bingung,dan berkata
"Kalau dia yang lu maksud, nanti datang kesini, biar kamu bisa ketemu dia"
Aku pun datang kesana, di sebuah taman,disana sudah meja makan telah siap dengan makanan, dan tempat itu indah, aku pun duduk disana, ada yang datang, aku melihat cewek itu wajah di mimpi. Aku yakin Sindrom ku. Wanita itu berkata
"lu cari gue, Angga"
aku hanya diam, karena aku yakin itu hanya halu, dia pun diam, kami saling tatap, aku senyum, dia pun senyum,tapi ini tiga puluh menit. Kok wajah dia tak berubah.
"Apakah kamu asli wanita itu, bukan halu ?" aku bertanya suara pelan
"ya aku, yang dalam mimpi " kata Cewek itu.
Untuk meyakinkan ku, ku minta dia mecubit pipi ku, dia mencubit pipiku, aku merasa sakit namun, wajah dia tak berubah, ini membuat aku yakin.
"nama mu siapa" tanyaku
Dia menjawab
"Anisa Ramadhani"
Ku merasa tak asing dengan nama itu.
"Apakah kamu Chacha sahabat tomboyku, "
Dia menjawab
"ya,aku Chacha sahabat tomboymu
Kami sama sama tersenyum, ternyata foto di daftar mahasiswa itu, Chacha berpakaian gerli untuk syarat dari kampus, dan Chacha benar benar berbeda kalau dia gerli. Dan Wanita yang mimpi ku dia adalah sahabat ku, juga wanita impianku.