Selamat membaca cerpen dari potongan salah satu karya saya di Akun @Jauhadi semoga kalian semua suka ya kasih hatinya ❤ .
*****
Hari itu kami libur akhir tahun kami berencana melakukan ujinyali dirumah wilayah rumah saudaranya Yudi yang katanya seram. Luluna juga ikut dia maksa , walau tanpa kata.
Luluna sangat senang dan seperti biasanya dia akan bungkam seperti orang yang dapatdikatakan bisu (maaf). Kalau Luluna tampak semangat maka tidak dengan aku karena didalam pikiranku hanya teringat akan tertawaan kawan kawanku saat kemping di SMP saat itu sangatlah menyebalkan dan menggangguku mereka semua tertawa tanpa celah sedikitpun .
Ya lupakan saya karena semua hal itu sudah berlalu dan aku sudah tak ingin membahasnya lagi. Ok akan aku lanjutkan ceritaku emmm sampai mana tadi ? Ouh yah baru ingat hehehe.
Luluna sangat senang .Saat beberapa Jam kemudian heh mungkin 8 sampai 9 jam baru sampai ketempat itu , kami melihat sebuah rumah yang sangat panyas jika di sebut sebagai kastil karena saking besarnya aku hanya bisa berdehem saja dan Yudi mulai mengagetkan aku walau tak sedikitpun aku merasakan kaget karena anak itu.
"Ini nomer kamar lu '' seperti biasanya dia sangat kasar ( bahasanya ) bahkan dengan orang yang lebih tua juga bicaranya begitu Elu , Gua seperti tak terviasa berkata saya ,anda ,aku dan kamu.
"Memang kita ngak jadi itu ...'' kataku tapi Yudi tukang sela jadi aku berhenti .
"Iya disini tempatnya tapi bukan lantai satu nanti dilantai bawah tanah atau lantai dua tiga baru dimulai huam '' Yudi pura pura ngantuk dan menyebalkan.
Aku pergi melihat kearah Jendela kamarku (lebih tepatnya adalah kamar Lilina , Lilani dan Luluna ) tempat itu sangat luas dan ada kolam renang tepat di seberang jendela besar itu. Disana aku melihat kakeknya Yudi , ibunya Yudi , ayah , ayahnya Yudi , pak Toni ,bi Sumi dan seorang wanita yang kulihat memakai sebuah jarik berwarna putih dan aku sempat melihat wajahnya dan kupikir dia cantik , disana ada dua orang lagi lainnya yang mengurus tempat ini. Awalnyanya kupikir tempat ini adalah rumah dari kakeknya Yudi , tapi ternyata ini tempatnya untuk kami berenam menguji nyali kami ,entah apa yang merasuki Luluna sehingga tampak begitu tenang - tenang saja tanpa ada keriasuan sama sekali padahal tempat ini akan menjadi tempat paling mengerikan didalam ingatanku selama liburan saja sih.Saat paginya kami melihat kesekeliling rumah yang luas itu dan disana ada sebuah lukisan besar didinding lukisan yang paling besar dikastil itu (kata Yudi tapi ). Luluna terus melihat kearah lukisan itu dan mulai meninggalkan lukisan besar itu setelah lama melihat benda kuno itu .
Lilina berbisik padaku ,dia bilang kalau lukisan disamping lukisan besar itu mirip seperti Luluna baik dari rambutnya ,hidung ,bibir dan wajahnya sangat mirip dengan Luluna dan bagiku apa hubungannya dengan Luluna ? Siapa Wanita itu ? Kalau dilihat dari lukisan itu masih tampak baru dan belum lama dibuat dibandingkan dengan lukisan kuno disampingnya. Mungkin saja disana lukisan wanita itu dibuat baru puluhan tahun lalu atau belasan ! Tapi kostumnya sangatlah kuno.Luluna berlalu pergi dan Lilina terus saja bersama dengan Arga.Aku dan Yudi yang tidak bersama sementara Luluna bersama Irfan yang orangnya ngeselin tapi lucu itu . Irfan itu lebih muda dari kami dia lebih tua dari Luluna dan tingginya lebih tinggi sedikit kalau dibandingkan dengan Luluna dia kurus tapi berat badannya tidak setimbang dengan bentuk tubuhnya yang mungil itu.
Aku menuju ke ruang atap mengikuti pak Wijaya pengawas Istana itu kami sama sekali tidak membicarakan apapun dan pria itu tidaklah ramah aku tidak menyukainya sama sekali.
Pria itu tua dan keriput dia adalah kakek dari wanita cantik yang pernah aku lihat sebelumnya sangatlah manis dan menyenangkan tidak seperti kakeknya yang sangatlah kasar , tapi Yudi dengan teganya menyuruh aku agar bersama dengan kakek itu. Dia pikir kami akan akrap , tapi aku ragu akan hal itu. Disana untung ada wanita cantik itu bersama kami berdua jadi aku bisa sedikit merasa tenang. Aku berusaha untuk tetap sopan pada kakek Wijaya dan Chylayre dia menceritakan tentang hal yang menyenangkan dongeng tentang gadis bermata biru yang berhasil mendapatkan kekasihnya. Menurutku dia gadis yang baik , hanya saja senyumnya itu dapat membuat orang lain merasa takjup dengannya termasuk Yudi dan aku tidak mau itu terjadi bagaimanapun aku suka pada Yudiku bukan ?
******
Pada saat makan malam kami duduk dengan tenang dan nyaman aku tidak terlalu suka makanan disana sehingga aku memakan mie instan yang aku buat dikamar bersama Luluna dan Lilina tadi. Yudi juga sama dia makan diwarung bareng teman temannya jadi dia tidak ada di Istana. Yang membuatku heran kenapa menyebut ini sebagai uji nyali sedangkan kata Yudi di lantai atas ada hal yang mengerikan yang ingin dia selesaikan sedangkan bagiku disana baik baik saja saat siang tadi aku kesana .
Yudi seolah menghindar dari Chylayre ,tapi baguslah kalau begitu berarti dia tidak dekat dengan Chy layre karena aku tidak suka saat Chylayre dekat dengan Yudi walau kenyataannya aku suka pada sikap Chylayre pada kami dia ramah dan sopan.
Kebanyakan dari kami hanya meminum susu sapi yang tadi siang kami perah dari peternakan sapi dan yang lain memakan buah dan sayur yang tersedia. Sampai sebuah kue panjang berisikan pisang (nagasari ) itu muncul mereka melahapnya habis , tapi kami (aku , Lilina , Luluna ,ayah ibu Yudi dan AYah kami ) , terlalu kenyang untuk memakan makanan lain lagi.
Yudi bilang kalau ujinyalinya nanti malam jam 00:00 tengah malam pas. Kami memilih untuk melihat bintang saat jam 18 : 35 .
Aku dan Yudi ada di taman dekat istana itu. Disana cukup dingin dan ada juga kunang - kunang yang cantik juga sangatlah bersinar , aku tak tahan dingin jadi mengambil sebuah taplak meja dan menggunakannya sebagai selimut. Yudi melihatku dan hanya tertawa cekikikan saja dia tidak menolongku , dia tidak menyelimutiku aku tahu itu karena Yudi bukan tipe orang yang seromantis itu kali. Aku marah ,tapi mau gimana lagi yakan namanya juga Yudi kecuali kalau darurat Yudi beda lagi.
"Apa lihat - lihat ? "Kataku marah padanya karena menertawakan diriku huff ,menyebalkan .
"Ngak cuman lu ....lucu aja ! "Yudi menepuk punggunggu yang memang sakit karena belum sembuh.
"Aduh sakit !"Kataku yang malah di panggil lebai sama Yudi yang sangatlah menyebalkan ketawanya itu loh.