Di sebuah kota yang sudah sangat maju ada seorang laki-laki yang terobsesi ingin kaya. Laki-laki itu berusaha dengan keras untuk menjadi kaya. Apa pun dilakukannya menjadi buruh bangunan, menjadi pembantu, mejadi supir taksi online.
"Aku sudah bekerja keras tapi uang yang aku dapat baru segini. " ucap Yosi yang merasa putus asa saat menatap buku tabungannya yang masih saja tidak sesuai harapannya.
"5 juta! mana cukup untuk menikahi Dwi. " ucap Yosi yang putus asa.
Yosi bekerja keras untuk mengumpulkan uang agar bisa menikahi kekasihnya Dwi, Dwi adalah gadis cantik yang sangat di cintainya. Dwi adalah batak Toba yang memiliki orang tua yang sangat kaya raya. Untuk menikah dengan orang kaya tentunya sangat tidak mudah.
"Untuk melamarnya saja tidak cukup. Apalagi mau adakan acara pernikahan. " ucap Yosi yang merasa putus asa.
Malam itu Yosi memilih untuk tidur, tetapi matanya tidak bisa di ajak berdamai. Pikiran yang sedang kacau membuat Yosi tidak bisa tidur malam itu. Akhirnya Yosi memilih untuk memainkan HPnya. Mulai dari membuka Facebook, bukan YouTube, melihat Google.
Ketika Yosi membuka sebuah artikel, Yosi sedikit tertarik melihat artikel itu. Yosi melanjutkan untuk membuka artikel itu. Yang membuat Yosi tertarik adalah judul artikel itu "Kaya dalam 1 hari setelah mengikuti lomba. ".
Yosi mulai membaca artikel itu dengan tatapan penuh rasa penasaran, di akhir artikel terdapat link untuk peserta yang ingin ikut lomba. Yang isinya " klik link di bawah ini jika ingin mengikuti lomba".
Karena tertarik Yosi menmencet link itu, di situ di minta data diri dan di minta penjelasan seberapa taat kamu dengan agamamu.
Yosi mengisi link itu, setelah di isi Yosi mendapatkan balasan bahwa iya berhasil registrasi dan di beri kontak yang bisa di hubungi untuk mengikuti lomba itu.
Tanpa pikir panjang Riki langsung mengirim pesan ke kontak yang sudah di terimanya itu. Karena waktu baru menunjukkan jam 7 malam.
"Selamat malam, saya Yosi yang sudah mendaftarkan diri di lomba yang terpajang di google. " Yosi Screenshot artikel itu dan mengirimnya ke nomor itu.
Tidak memakan waktu yang lama, nomor itu langsung membalas pesan Yosi. Yosi bahagia melihat pesannya langsung di balas.
" Yes" ucap Yosi sambil mengepal tangannya dan mengayunkannya.
"Peserta yang terhormat, silahkan datang di alamat Jalan. I****L blok 13. Besok jam 7 pagi, karena acara akan di mulai jam 8 pagi. " balas dari nomor tadi.
Karena takut kesiangan, Yosi mengemasi barang-barang nya di dalam tas supaya besok pagi bisa langsung berangkat. Tanpa menanyakan jenis perlombaan yang akan di ikuti Yosi langsung memilih untuk tidur saat itu juga.
Waktu sudah menunjukkan jam 5 subuh, Yosi sudah siap berangkat sudah mandi dan sarapan karena sejak jam 4 sudah terbangun.
Dia mengambil helemnya dan bersiap melaju dengan motor honda matic bekas miliknya. Motor itu tidak bisa di bawa dengan kecepatan tinggi hanya bisa 60 Km/jam.
Sesampainya di alamt yang di tujuan sudah ada beberapa orang yang menunggu di situ kira-kira ada 50an orang. Orang-orang itu adalah orang yang akan mengikuti lomba yang sama dengan Yosi.
Setelah itu motor yang di kendarai Yosi di minta untuk di parkirkan di tempat parkiran umum. Semua orang yang ada di situ wajib menggunakan mobil yang sudah di sediakan oleh panitia.
Pada waktu itu Aku bahagia mendengar bahwa kami wajib menggunakan kendaraan umum. Dengan menggunakan kendaraan umum aku bisa menghemat bensin, itu yang terlintas di otakku saat itu.
Kami di bawa di sebuah gedung yang mewah, tetapi kami tidak memasuki gedung yang mewah itu. Pintu yang kami lalui adalah pintu kecil yang tampak seperti gudang. Tepatnya tempat yang kami tuju adalah ruang bawah tanah. Ruangan itu terlihat jelek dari luar tetapi setelah kami masuk 10 meter lebih dalam terdapat ruangan yang sangat indah dan megah, dindingnya dilapiai dengan kaca dan ada belang-belang emas di setiap sudut ruangan itu.
Semua peserta yang melihatnya terkagum-kagum akan keindahan ruangan itu. Termasuk aku salah satunya, aku tidak bisa memalingkan wajahku dari sebuah patung emas yang berbentuk buah apel itu. Bentuknya yang unik dan cantik serta kilauan emas yang di pencari sinar membuat semua orang yang menatapnya ingin memilikinya.
Kami berjalan lagi di lantai dasar dengan mengunakan lift. Tempat itu sungguh luar biasa megahnya. Bagaikan hotel bintang 5, mungkin lebih megah dari hotel bintang lima.
Di lantai paling bawah itu terdapat ruangan yang begitu luas, ternyata di dalam situ sudah banyak orang menunggu. Ada 59 orang, jumlah kami yang ikut lomba saat itu ada 105 orang.
Ya.. hanya Yosi dan peserta lainnya yang ada di ruangan itu. Panitia yang lain ada di atas di balik kaca. Tapi anehnya panitinya menggunakan topeng dan baju hitam yang menutupi seluruh badan. Tepatnya seperti baju-baju filem penyembahan berhala.
Salah satu panitia mulai membacakan aturan main kami.
pemenang lomba kali ini hanya bisa di menangkan oleh satu orang saja, pemenang yang berhasil akan mendapatkan hadiah rumah 1 miliar, mobil Rolls-Royce Wraith, dan sebuah perusahaan tekstil.
Semua peserta yang mendengar hadiah itu langsung tersenyum bahagia. Ada yang saling memeluk karena mereka adalah saudara kandung dan ada yang sahabatan serta keluarga dekat yang sama-sama ikut di lomba itu.
Setelah membacakan apa saja yang akan di menangkan orang itu lanjut membacakan aturan lumba.
Hanya peserta yang menang yang bisa keluar dari tempat ini. Kalian harus saling membunuh, siapa yang bertahan sampai akhir itulah pemenangnya. Waktu yang di berikan untuk kalian hanya 2 jam. Ucap orang itu.
Semuanya mulai panik, ada yang menangis ada yang berlari ke pintu masuk tadi. Tetapi sayang pintu itu sudah di kunci.
"Setelah bel di bunyikan maka permainan akan di mulai."Kata orang itu.
" Dretttt... Dretttt... ".Bel itupun berbunyi.
Semua orang di situ mulai saling meninju, ada yang membawa pisau saling menusuk. Ada yang saling mencekik. Sementara Yosi yang terjatuh dan tertimpa salah satu peserta yang sudah mati tertusuk. Mengambil kesempatan itu untuk pura-pura mati, Yosi membiarkan mayat itu menimpa tubuhnya.
Setelah sekian lama saling membunuh yang tertinggal hanya satu orang yang berhasil membunuh yang lainnya. Orang itu membelakangi Yosi, Yosi menggunakan kesempatan itu. Ditariknya pisau yang menancap di punggung mayat yang menimpanya. Kemudian Yosi bangun perlahan. Di tusuknya orang yang sedang membelakangi nya dengan pisu itu tepat di punggung sebelah kiri. Seketika itu juga orang itu mati karena pisau itu tepat mengenai jantung orang itu.
Panitia yang menyaksikan itu bertepuk tangan atas kemenangan Yosi. Pintu di buka, kemudian Yosi di berikan sebuah jubah hitam seperti orang itu.
Yosi dibawa ke sebuah ruangan yang lain. Ruangan itu di lapisi dengan emas seluruh dindingnya, ternyata di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu. Tampak sebuah altar yang di depannya ada sebuah cawan perak. Orang itu meminta Yosi untuk maju.
" Majulah pemenang. " ucap orang itu.
"Kamu adalah anak Luzufer kedua Saat ini. " ucap orang itu.
sementara Yosi tak berani bersuara.
"Ulurkan tanganmu, ucap orang itu."
Yosi mengulurkan tangannya.
"Settt.... bunyi pisau yang tajam menyayat salah satu jari Yosi.
Aduh... Yosi kesakitan. orang itu mengarahkan jari yang sudah berdarah itu di atas cawan perak itu.
Setelah terisi, orang itu kembali menyayat jarinya sendiri. Tanpa ekspresi kesakitan orang itu menyayat ujung jaringannya. Dituangkan darahnya di dalam cawan perak itu.
" Minumlah" orang itu menyodorkan gelas itu kepada Yosi.
Yosi yang ketakutan langsung mengambil cawan itu dan meminum darah itu. Tanpa memikirkan rasa jijik lagi.
"Kamu sudah terikat dengan darah ini. " jadi kamu harus memenuhi aturan yang ada.
#Harta yang melimpah
Dalam sehari Yosi menjadi salah satu orang terkaya di kota itu. Memiliki mobil mewah, rumah mewah dan perusahaan yang besar.
Setelah menjadi kaya akhirnya Yosi menikahi Dwi, tanpa menunggu lama orang tua Dwi langsung merestui Yosi menikahi anaknya. Siapa yang tidak tergiur melihat calon menantu mengendarai mobil termahal di kota itu dan yang memiliki mobil itu hanya Yosi seorang.
Hidup Yosi waktu itu terbilang sangat bahagia. Memiliki istri yang sangat cantik di Kota itu. Memiliki harta yang melimpah.
# Bencana datang
Suatu ketika kabar gembira pun datang, Yosi mendapat kabar dari istrinya bahwa iya sedang hamil.
"Sayang aku hamil. " ucap istrinya kepada-Nya.
Yosi bahagia bukan main, sudah 5 tahun pernikahan mereka akhirnya istrinya hamil juga.
Setelah usia kehamilan yang ke delapan bulan, hal aneh mulai terjadi. Sering sekali bercak darah bertaburan di kamar mereka. Ya darah segar yang begitu menyengat di kamar itu.
Yosi yang selalu bangun awal cepat-cepat membersihkan lantai yang sudah penuh darah itu.
"Ada apa ini, ini sudah yang ke 10 kalinya terjadi. " pikir Yosi.
Yosi kembali ke sebuah ruangan yang hanya iya sendiri yang boleh masuk di ruangan itu. Ruangan itu di dekorasi dengan dinding yang gelap, warna hitam dan dengan lantai warna hitam serta dek yang warna hitam, lampu yang berwarna merah darah.
Di ruangan itu terdapat altar, altar itu di atasnya diletakan patung berkepala banteng. Terdapat cawan perak dan di dalam cawan itu selalu terisi darah ayam segar. Darah ayam segar itu selalu di ganti setiap hari.
Ruangan itu adalah ruangan tempat Yosi mengadakan penyembahan, Yosi yang terpaksa harus mengikuti aturan dari sang ketua Luzufer harus mengadakan ritual setiap hari tepat jam 12 malam.
Tetapi kali itu pagi-pagi buta Yosi sudah memasuki ruangan itu. Hatinya gelisah, karena beberapa hari ini selalu saja di datangin seorang laki-laki yang berkepala botak, bertanduk dan bertanduk panjang menyerupai banteng ya tdi sembahnya. Orang itu berulang-ulang mengatakan bahwa ketika anaknya lahir, anak itu harus sdih persembahkan kepada kepala banteng yang di sembahnya setiap hari. Anak yang baru lahir itu harus di potong di leher oleh dirinya sendiri serta di kuliti seluruh badannya.
Dalam mimpinya, orang itu menjanjikan akan memberikan harta yang berkali-kali lipat banyaknya jika iya memberikan anaknya sebagai persembahan.
Hati Yosi bukanya senang tetapi dia malah gelisah, dia tidak ingin anak yang sangat di nantikannya menjadi timbal.
#Bencana tergenapi
Memasuki sembilan bulan kehamilan. Istrinya melahirkan seorang anak laki-laki. Berat badan lahirnya 4 kilogram, panjang badan 89 cm, hidung mancung dan berkulit putih. Wajah yang tampan.
Setelah pulang dari rumah sakit mereka menikmati kebahagiaan yang luar biasa. Diadakan pesta besar untuk menyambut anaknya yang baru lahir. Banyak orang yang hadir memberikan semangat untuk Yosi dan istrinya.
Seminggu setelah lahir, tepat jak 12 malm Yosi kembali memberikan persembahan untuk kepala banteng itu.
Tiba-tiba ada muncul 3 orang laki-laki berjubah hitam, bertopeng gelam muncul di hadapan Yosi.
Berikan anakmu untuk persembahan sebelum bulan purnama. Yosi kaget mendengar kata-kata orang itu.
"Kenapa harus anakku. " ucap Yosi.
"Kamu lupa, perjanjian awal anakmu akan menjadi tumbal setelah lahir. "
Karena rasa takut Yosi tidak lagi mendengar syarat-syarat yang di ucapkan waktu itu. Saat mendengar kata-kata jika tidak meminum cawan perak berisi darah itu maka Yosi harus mati, karena itulah Yosi memilih meminum cawan perak itu.
Setelah berbicara orang itu tiba-tiba menghilang.
"Apa yang harus aku lakukan. " Yosi menangis tersedu. Dia tidak rela anaknya harus menjadi tumbal.
#Bertemu sang pendeta
Waktu itu Yosi sedang duduk di ruang tunggu dokter, disitu iya bertemu dengan seorang laki-laki. Wajahnya tampak tidak ada beban, senyum tulus merekah di wajahnya.
Laki-laki itu duduk didekat Yosi.
" Nak bebanmu sangat berat, lepaskan hartamu maka anakmu akan hidup. "
Yosi sontak kaget, bagaimana bisa kata-kata itu keluar dari mulut orang itu. Apakah orang itu tau selama ini dia menyembah berhala.
"Maksud bapak apa. " Yosi mengerutkan keningnya.
"Harta yang kamu miliki adalah hasil dari menyembah patung kepala banteng. " ucap laki-laki paruh baya itu.
Muka Yosi pucat seperti tidak ada darah, bagaimana bisa ada orang lain yang tau tentang kondisinya. Rahasianya tidak ada satupun yang tau selain dirinya sendiri.
"Nak.. jika kamu butuh bantuan datanglah di alamat ini. "
Orang itu memberikan secarik kertas yang berisikan alamat. Yosi mengambil tanpa kata-kata setelah itu laki-laki paruh baya itu pergi meninggalkan Yosi.
Sepulang dari rumah sakit Yosi terus memikirkan kata-kata orang tua itu. Karena putus asa akhirnya Yosi pergi ke alamt yang di berikan.
Setiba di sebuah rumah sederhana Yosi memencet bel.
DING.... Dong...( bunyi bel).
Ya yang membuka pintu itu bapak paruh baya yang sempat bertemu Yosi di Rumah sakit.
"Kami menunggumu".ucap laki-laki itu.
Yosi mengerutkan keningnya. Kami, akukan mau bertemu dia sendiri. Ketika Yosi masuk kedalam ruang itu. Ada beberapa orang di sana. Orang-orang itu terus menyanyikan lagi " Ada kuasa dalam darah-Nya.. darah anak domba Allah. " Lagu itu terus di nyanyikan berulang-ulang kali.
"Kenapa mereka bernyanyi sambil memejamkan mata. " pikirku dalam hati.
" mereka sedang berdoa sambil mengangkat pujian di hadapan Tuhan. " ucap bapak itu.
" panggil saja saya Roni. " ucap bapak itu.
"Bisakah kamu menyuruh orang yang ada di rumahnya membawa istrimu kemari, jika di biarkan berada di rumah makan istri dan anakmu dalam keadaan bahaya."ucap pendeta itu.
Yosi menghubungi anak buahnya, tidak la kemudian istri dan anaknya sudah berada di rumah itu. Kemudian Yosi meminta anak buahnya meninggalkan mereka.
"Saya Roni, gembala di gereja g***b ucap pendeta itu. Maaf hal ini harus di bahasa di hadapan istrimu karena kejujuran sangat di butuhkan disini. Kamu menyembah iblis yang menyerupai kepala banteng itu. oleh sebab itulah kamu dalam sekejap menjadi kaya. Tetapi kekayaan yang kamu peroleh tidak gratis, iblis itu menuntut nyawa anakmu sebagai gantinya. " ucap pendeta itu.
Istrinya sontak kaget dan melihat Yosi tanpa berkata-kata.
"Pak.. tolong anak saya. " ucap Yosi dengan meneteskan air mata.
"Saya terpaksa waktu itu saya tidak mengira bahwa lomba yang saya ikuti adalah lomba menjadi pengikut Setan. Kami terjebak di sana dan jika kami kabur maka nyawa kami akan di ambil. Waktu itu saya sangat takut sehingga tidak berfikir panjang lagi. Bagi saya istri dan anak saya adalah segalanya. " Yosi memeluk istri dan anaknya.
"Istrinya yang mendengar alasan suaminya ikut menangis, dia tidak marah yang ada hanya perasaan sedih di hatinya. "
Kami bisa memutus ikatan iblis yang sedang terjalin dengan mu tetapi sebagai gantinya hartamu akan hilang, kamu akan kehilangan segalanya. Ucap pendeta itu.
Para pengikut Setan tidak tinggal diam, mereka juga ada di sekitar rumah itu. Mereka siap mengacaukan rumah itu, mereka menggunakan kekuatan iblis untuk membunuh orang-orang yang berada di dalam. Tetapi mereka malah terlental.
Sementara para pendoa terus menyanyikan lagu "Ada kuasa dalam Darah-Nya" semakin dalam dan semakin khyusuk.
"Ini semua tidak mudah, nyawamu akan menjadi taruhannya. Karen yang kita lawan saat ini adalah iblis bukan manusia. Iblis tidak akan senang ada pengikutnya yang lepas dari genggamannya." ucap pendeta itu.
Yosi duduk di tengah-tengah orang yang sedang berdoa. Yosi sekarang Kmau akuilah dosa-dosamu di hadapan tanpa ada satupun kebohongan di hatimu. jangan ada kebohongan di hadapan Tuhan karena itu akan menjadi penghalang kita bertemu dengan-Nya.
Yosi mengakui dosanya dengan bercucuran air mata, sementara yang lain tetap berdoa. Para pengikut setan juga tidak mau kalah, mereka menbah orang yang datang, di luar rumah itu ada 10 orang pengikut setan yang siap untuk melawan mereka dengan kekuatan iblis. mereka terus berusaha sekuat tenaga tetapi mereka malah terpental cukup jauh. Ya kekuatan Tuhan lebih dasyat dari pada kekuatan iblis.
Setelah berdoa, diadakan doa pelepasan. Saat itu Yosi kerasukan setan, Yosi terus menyebut dirinya anak Luzufer.
" Aku anak Luzufer... Aku anak Luzufer.. tak ada satupun yang mampu mengalahkan ku. ucap iblis yang sedang merasuki Yosi.
"Diam kau iblis, Tuhan adalah di atas segalanya. Aku perintahkan kau keluar dari tubuh anak ini. Tubuhnya adalah bait Allah, tubuhnya milik Tuhan bukan milikmu. Aku perintahkan di dalam nama Tuhan Yesus, iblis keluar sekarang juga. "
iblis itu menggoncang-goncang tubuh Yosi. Hingga akhirnya yosi memuntahkan banyak sekali darah. Setelah itu Yosi pingsan.
Tidak lama kemudian terdengar berita perusahaan nya terbakar dan rumah mewah nya ikut terbakar. semua harta yang dimilikinya hilang dengan sekejap mata. Akan tetap anak dan istrinya selamat.
Setelah itu Yosi hidup di rumah sederhana dengan penghasilan yang pas-pasan. Tetapi hidup yang di jalani saat itu lebih bahagia di banding hidup kaya tetapi penuh dosa.
#Kayalah dengan cara yang baik, jangan sampai mengunakan segala cara yang kotor.