Hai, namaku Bella Andita. Seorang gadis biasa dan dengan kehidupan yang sangat biasa tak ada yang istimewa dari diriku. Tapi aku menjadi sangat bingung, mengapa dia suka padaku?. Namanya, David Anggara seorang pria yang mencintaiku. Jujur, aku juga mencintai David. Telah 3 tahun kami menjalani hubungan. Ia adalah teman masa kecilku dan seumuran dengan kakakku, Kak Dea.
David berencana akan melamarku di tahun ini, aku amat bahagia karenanya. Sebentar lagi, orang yang aku cintai akan menjadi imamku. Aku ingin mencintainya, selamanya ... hingga akhir hayatku.
Namun, kenyataan pahit menghampiriku.
Kakak kandungku sendiri mengakui bahwa ia juga menyukai David. Ia ingin memiliki David ... Ia tak peduli padaku. Ia memaksaku untuk segera menyudahi hubunganku dengan David.
Hari ini aku akan putus dengan David, aku tak tau harus apa?. Kak Dea nekat bunuh diri dihadapanku. Ia memaksaku untuk putus dari David. Sebelumnya aku tidak terima akan hal itu namun ia memaksaku. Dia nekat menggantung diri dengan tali yang dililitkan pada lehernya. Ambisi kakakku untuk memiliki kekasihku tak bisa ku cegah lagi. Ia tak peduli walau aku adiknya sendiri.
Haruskah aku yang mengalah?. Mengorbankan perasaanku, mengorbankan cintaku?. Apakah ... aku harus mengakhiri hubunganku dengan David?.
Hari ini, aku meminta David untuk bertemu. Dan, aku telah mempersiapkan diri untuk 'putus' dengannya. Aku membawa kotak kecil berisikan secarik surat untuknya. Ya, aku mengakhiri hubunganku dengannya melalui surat ini. Aku tak bisa melihatnya kecewa padaku. Aku tak siap untuk menjawab segala tanya nanti. Ini adalah pilihan terbaik, aku mencoba optimis. Aku ikhlas.... walau ini sangat sulit bagiku.
Aku tetap menunggunya dengan bersembunyi dibalik pohon. Aku memastikan bahwa ia mendapatkan surat itu.
Akhirnya, David datang dan sesuai perkiraanku, David membuka kotak kecil itu dan sudah pasti ia menemukan secarik surat itu. David membaca surat itu, ekspresi wajahnya saat ini menunjukkan bahwa ia kesal, bingung dengan apa yang ia temukan itu. David merobek surat itu dan ia langsung menelponku. Panggilan masuk di hp ku. Dan, sial! hp ku berdering, David melihatku. Aku berusaha menghindar, berlari menjauh dari tempat itu.
"Bell, Bella...." David berteriak memanggil namaku, ia mengejarku. Aku berlari dan...
"aaaaaahhh" sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak tubuhku.
Brrraaakkk, tubuhku terhempas jauh.
"Bellaaaaaa..." teriak David, ia menghampiri jasad wanita yang kini berlumur darah.
"Innalillahi wa innalillahi roji'un, wanita ini telah meninggal dunia..." ucap seseorang.
"Innalillahi wa innalillahi roji'un...." ucap orang-orang yang mengerumuni korban tabrak lari itu.
"Bellaaa, Innalillahi wa innalillahi roji'un... " David menangisi kepergian Bella. Ia kehilangan cintanya... untuk selama-lamanya...
Rumah Bella kini dipenuhi isak tangis, duka kepergian Bella Andita. Duka juga dirasakan oleh Dea, kakak Bella. Ia menyesal...namun semua telah terjadi.
Tiga hari berlalu setelah kepergiaan bella. David mendatangi rumah almh. Bella. Berat bagi Davidkehilangan 'cinta'nya, namun David hanya bisa ikhlas akan kepergian Bella.
"Assalamualaikum, tante." ucap David kepada mamanya Bella, tante Lis.
"David...wa'alaikum salam, silahkan masuk nak" ucap tante Lis.
Tante Lis mempersilahkan David masuk dan menyediakan minuman untuknya.
"Ada apa, David? ada yang bisa tante bantu?" tanya tante Lis, tampak mata tante Lis membengkak, sepertinya ia terlalu dalam terluka atas kepergiaan putri bungsunya itu.
" David kesini dengan tujuan ingin melihat hp Bella, tan...Bisakah David meminjam hp bella, ada yang harus David temukan di hp Bella, tan.." ucap tante Lis. Tante Lis membuka laci meja dan mengeluarkan hp darisana.
"Hp Bella? baiklah, ini hp Bella, David. David, tante tinggal sebentar ya..." ucap tante Lis meninggalkan David di ruang tamu.
David mencoba membuka password hp Bella, hp itu kini tampak retak namun masih bisa digunakan. Sebelum putus password hp itu adalah 'David' namun apakah password itu tetap sama?.
"Terbuka, ternyata masih password yang sama. Bella, ada apa denganmu? aku masih ada di'hati'mu tapi mengapa kau ingin putuskan hubungan kita? password ini membuktikan kau masih 'jatuh hati' padaku seperti dulu. Begitu pun denganku, Bell, aku masih 'jatuh hati' padamu. Perasaan ini tak pernah berkurang, tak pernah jenuh oleh waktu... kau gadis istimewaku, Bella Andita" batin David.
"Kak David... yeayy sebentar lagi anniversary hubungan kita yang ke 4 tahun... di anniv kita nanti, aku ada surprise untuk kakak... Hmm..tapi masih rahasia donk."tawa Bella pada video yang berdurasi sekitar 5 menit itu.
" Bella..."teriak seseorang yang tak tampak wajahnya di video itu.
"Aku, a aku akan bunuh diri... jika...jika kau tak putuskan David..." ucap seseorang itu.
"Kakak? apa yang kakak maksud? putus? kenapa aku harus memutuskan kak David?" ucap Bella meninggalkan kamera, tampak di video itu hanya langit-langit ruang kamar Bella.
"Jangan kak... kak.." suara Bella masih terdengar jelas.
"Tidak aku akan mengakhiri hidupku atau kau yang mengakhiri hubunganmu dengan David!!!..." ucap seseorang memaksa.
"Aku mencintai David... kenapa kau merebutnya!!! apa kelebihanmu yang tidak kumiliki Bella, tapi mengapa David lebih memilihmu!!!... aku... aku sudah muak melihat hubungan kalian itu, lebih baik aku mati saja!!!" ucap seseorang itu.
"Kakak? apa itu..."heran David.
" Putus atau kau kehilangan kakakmu ini!!!"wajah Dea tampak dalam video itu.
"Dea!!?!!??!" David semakin bingung dengan apa yang terjadi.
"Kau sedang merekam? sial!!!" ucap Dea mendekati kamera dan video berakhir.
"David?" ucap Dea menghampiri David.
"Kau... kau!!..." ucap David menatap Dea.
Dea mendekati David.
"Aku mencintai mu, David" ucapnya memeluk David.
"Kau... Kau, wanita licik, Dea!!! enyahlah dariku, kau orang jahat...mengapa kau membuat adikmu seperti ini, ia sangat menyanyangimu tapi kau!!!!" ucap David kasar, memaki Dea.
"Tapi... aku mencintaimu David" ucap Dea.
"Aku... aku sangat membenci orang sepertimu!!! kau... egois.." ucap David. David meninggalkan Dea dan berlalu pergi. Ia sangat kecewa ... dan marah.
"Apakah aku se-jahat itu???" ucap Dea, ia pun menangis....
~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk pertama kalinya jatuh hati hingga akhir pun... aku tetap jatuh hati padamu...
🍁
🍁
🍁
🍁