Story by:
Kalya
Disini aku ingin membagi beberapa kisah yang kualami.
Mungkin bagi orang orang aku adalah seorang gadis biasa yang ceria dan dapat dengan bebas mengekspresikan diri.
Itu separuh benar dan separuh salah, jika aku lupa keadaan aku memang seperti itu, tapi jika sudah di rumah aku menjadi lebih pendiam dan lebih suka menyendiri. Mungkin ini yang dinamakan dengan Broken Home.
Kenapa? Karena disaat seperti itu aku tidak perlu takut berbuat salah ataupun yang lainnya, karena hanya ada aku, ponselku, dan beberapa buku. Buku buku tersebut adalah buku tulis, buku novel serta buku komik. Biasanya aku duduk di pojok ruangan kamarku sambil membaca novel dan mendengarkan music dengan earphone, aku bisa membaca buku berjam jam, namun tidak dengan earphone, itu dapat membuat telinga sakit jika digunakan dalam jangka panjang.
Tapi meskipun begitu, ibuku tetap saja menemukan alasan untuk memarahiku dan alasan yang selalu digunakan untuk memarahiku adalah ponsel yang berada di dekatku, setiap ada ponsel di dekat ku ibuku pasti akan menggunakan ponsel itu sebagai alasan untuk memarahiku. Padahal disekitarnya ada buku novel, buku komik dan juga buku Ilmu pengetahuan, namun dia hanya melirik ponselku, entah kenapa. Dan aku benci itu.
Dan itu membuatku merasa bahwa aku tak pantas untuk bahagia, karena setiap aku merasa bahagia setelahnya aku pasti akan kena marah entah apapun itu, bahkan terkadang itu hanya sebuah hal sepele, namun dapat membuat ku menjadi sangat terpuruk dan tak bersemangat.
Yang kedua, alasan aku suka menyendiri adalah karena aku tidak akan ditanya apapun oleh keluargaku, yah memangnya siapa yang akan bertanya padaku disaat aku dikelilingi benda mati? Mereka tidak mungkin akan bicara, jadi aku merasa tenang.
Dan hal buruk yang kuperoleh dari terlalu sering menyendiri adalah, aku tahu cara mengendalikan pikiranku namun lebih didominasi oleh pikiran negative dan aku juga menjadi canggung saat berkumpul dengan keluargaku. It's okay, aku tidak terlalu suka suasana yang ada di keluargaku.
Meskipun aku hidup berkecukupan dan semua yg diinginkan bisa menjadi kenyataan, namun aku tidak suka suasananya. Suasana dimana aku selalu merasa terwakilkan dan adikku yang hanya menjadi pusat perhatian. Mungkin mereka tidak berpikir seperti itu, namun aku iya, jadi itulah alasan aku jarang berkumpul dengan keluargaku dan lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan ponsel dan juga buku bukuku.
Hal pertama yang membuatku berpikir seperti itu adalah, ibuku selalu merespon cerita adikku sementara aku tidak, meskipun aku sudah menceritakannya dengan bersemangat dan dia hanya mendengarkan sambil memainkan ponselnya, sementara saat adikku bercerita dia akan mendengarkan dengan sepenuh hati dan meresponnya.
Yang kedua, mereka selalu membicarakan masalah yang dulu saat memarahiku dan itu membuatku kesal, apalagi jika ada ponsel, ponsel itu pasti akan langsung ikut andil dalam ceramah yang mereka lakukan, terutama ibuku.
Namun setidaknya, ibuku masih lebih baik ketimbang ayahku yang selalu menatapaku dengan tatapan membunuh, seolah olah ia bisa membunuhnya kapan saja jika aku tidak menuruti perkataannya.
Dan yang paling mengesankan diantara semua itu adalah, aku tidak boleh menangis, yah mereka tidak mengatakan demikian, tapi ibuku selalu mengatakan dengan sinis apa gunanya menangis begitu pula ayahku meskipun dia jarang di rumah.
Bukan berarti aku tidak pernah menangis,pernah, hanya saja dalam diam. Bisa kalian bayangkan menangis dalam diam? Menangis tanpa mengeluarkan suara atau berusaha untuk tidak mengeluarkan suara, namun air mata terus mengalir dan hati terasa seperti disayat sayat. Seperti itulah aku.
Pernah sesekali aku berpikir untuk mengakhiri hidupku, namun aku tak jadi melakukannya dan buru buru menghilangkan pikiran itu.
Aku tidak ingin menjadi perbincangan orang orang, dan satu hal yang paling penting, aku belum menggapai mimpiku yang masih belum jelas arahnya ini.
Itulah alasannya untuk tetap hidup.meskipun berada di tempat seperti ini.
-o0o-
Aku adalah penggemar idol idol Korea seperti remaja pada umunya, aku menyukai BTS, salah satu Boygroup asuhan Bighit Entertainment yang sedang mendunia.
Aku sudah menjadi fansnya sejak sebelum mereka terkenal sekarang, jadi aku tahu usaha mereka. Lalu itu menginspirasiku.
BTS, Bangtansonyeondan. Boygroup asal Korea Selatan yang beranggotakan tujuh orang. Saat group itu memulai debut, banyak yang mengira bahwa group itu tidak akan berhasil karena mereka berasal dari agensi kecil yang tidak memiliki label, bahkan mereka hampir bubar karena kekurangan dana untuk membuat karya lagi.
Namun perkiraan itu salah total, buktinya saja sekarang mereka sudah mendominasi dunia musik, bahkan fansnya pun dapat kita temui diseluruh penjuru dunia, jika kau bertanya kepada orang " Apa kau tahu BTS?" maka mereka akan menjawab "Ya"
Dari perusahaan kecil menjadi perusahaan besar yang memiliki label dan ciri khas tersendiri, Dari yang tak dikenal menjadi yang paling dikenal, dari rumah yang kecil dan sempit berpindah ke rumah yang jauh lebih besar dan luas, dari miskin menjadi kaya, itulah mereka. BTS.
Dan itulah yang membuatku terinspirasi, usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan aku akan mencoba memegang prinsip itu dalam hidupku.
Aku mulai aktif sebagai ARMY -sebutan untuk fans BTS- sejak tahun 2014.
Saat itu secara tidak sengaja aku mendengar lagu 'Boy In Luv' yang diputar oleh temanku, lalu karena penasaran aku mencarinya di mesin pencari dan menemukan nama BTS di sana, saat itu masih zamannya mereka memakai eyeliner tebal hahaha.
Karena rasa penasaran yang tinggi, akupun mulai mengumpulkan informasi tentang mereka dan mendapat semua informasi yang kubilang diatas. Sejak saat itulah aku menjadi fans dari tujuh orang asal negeri Ginseng tersebut.
Sampai sekarang, lagu yang paling ku suka adalah No More Dream.yang merupakan lagu debut mereka, Jump, Boy In Luv, N.O, Not Today, Fake Love, Mic Drop, Dan Life Goes On yang baru dirilis pada bulan lalu, tanggal 20 bulan 11 tahun 2020. Menurutku, lagu lagu itu adalah lagu yang paling menggambarkan situasi dan bisa menjadi penyemangatku.
Namun jalan sebagai ARMY sepertinya itu tidak mudah, apalagi untuk ARMY modal kuota sepertiku dan juga masalah tentang orang tuaku. Karena hal itu aku jadi tidak bisa dengan bebas melihat hal hal yang berhubungan dengan mereka dan juga telat mengetahui info tentang mereka.
Namun yang lebih menyebalkannya adalah, saat sedang ada konser yang diselenggarakan, seperti pada tanggal 14 Juni 2020 lalu, aku hanya menonton setengah dari konsernya karena lupa jadwal dan ada lomba yang harus kulakukan, namun begitu lomba itu berakhir sinyal malah menghilang dan membuat ku geram.
Lalu hari ini, tanggal 31 Desember 2020, aku tidak bisa melihat konser akhir tahun BigHit karena sinyal yang tidak mendukung, padahal kan sebelumnya baik baik saja. Inilah yang membuatku kesal, setiap ada konser pasti sinyal bermasalah, yah... meskipun itu resiko karena memakai link haram hahaha.
Intinya hidupku menjadi sedikit lebih berwarna sejak mengenal mereka, aku tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan mengenai tujuh pemuda itu, karena bagiku mereka adalah cat yang mewarnai hidupku dan aku akan selalu mendukung mereka meskipun dukungannya tidak sebesar dukungan fans yang lain. Mungkin jika ada orang yang mengatakan bahwa BTS adalah penyelamat hidup mereka, maka aku akan mencoba mempercayainya, karena mungkin saja aku juga merasa seperti itu, merasa bahwa tujuh pemuda itu adalah penyelamatku, namun aku tidak mau mengakuinya.