Hai Namaku Aleesya, Aku adalah seorang karyawan di sebuah Yayasan. Kalian bisa panggil aku Alee seperti orang orang memanggilku. Aku ingin menceritakan kisah hidupku sebelum aku bisa bernapas lega seperti sekarang ini.
Brakkkk...
"mamaaahhhhh bangunnnn mahhhhh" teriak Kaka ku Dev
"kak mama kenapa?" tanyaku bingung melihat kakakku menangis histeris
"yang sabar sayang ibu kalian sudah tenang di alam nya, sekarang kita sama sama doakan beliau" ucap nenekku
saat mendengar apa yang di katakan nenekku tiba tiba kepalaku pusing Dan air mata pun tak dapat ku tahan , mereka mengalir tanpa izin dan aku masih dalam keadaan menatap ibuku yang selang beberapa menit setelah nya aku tak mengingat apapun.
__Keesokan Harinya__
aku membuka mataku dan melihat sekeliling , aku mendapati ketiga Kakaku masih menangis dan beberapa orang yang sedang melantunkan ayat suci Al-quran , dan tanpa sadar akupun ikut menangis, aku ingat semalam aku pingsan karena belum bisa menerima kenyataan, ibuku orang yang paling aku sayangi orang yang memberikan aku segalanya telah tiada bahkan sebelum kami anak anak nya memberikan kebahagiaan untuk beliau,
"Hikss..Hikss..Hikss.. Dee yang sabar ya mama pasti tenang disana" ucap kakakku Ali
"Kak Al mama ninggalin Alee? hikss..hikss.. Alee nanti sama siapaa?hikss hikss" tanyaku
"Dee, Alee sayang masih ada kak Ali kak Dev dan kak El dan de Alena juga ayah kita pasti selalu bersama " ucap kak Ali mengingatkanku
"Alee sayang mamah kak, hikss..hikss.. Alee gak mau di tinggalin mamah, cuma mamah sama Alena yang suka temenin Alee kalian gapernah, hikkss.. hikss.. kalian selalu sibukk, Hikss Alee mau mamah kak. hiks hiks hiks" tangis ku seraya di peluk oleh kak Ali
Sungguh hari ini hari yang berat, karena aku kehilangan satu satu nya orang yang benar benar menyayangiku, yang selalu ada untukku, aku tak tau kedepannya akan bagaimana lagi , aku hanya butuh ibuku.
upacara pemakaman dan upacara pengajian pun berjalan lancar, setelah 10 hari ibuku meninggal
"Kak Al kak Dev dimana?" tanyaku pada kak Al yang sibuk membereskan pakaiannya
"Kak Dev pulang ke Bandung sayang, Kamu juga bakalan ikut kak Al buat nemuin kak Dev disana" ucap kak Ali
"Apa? Alee gamau kak Alee mau disini , Alee mau di Jakarta bareng Alena sama ayahh" ucapku pada kak Ali
"Ayah? Ayah siapa yang kamu maksud Alee? ayahnya Alena? " ucap nenekku yang entah sejak kapan sudah ada di kamar tempat aku berdiri sekarang
"Hah? maksud nenek apa? tentu saja ayah Alena ayah Alee juga kan?" tanyaku bingung
"kemarilah nak "panggil nenek ku "Ayahmu tidak lah sama dengan ayahnya Alena, ayahmu sekarang tinggal di Bandung , dia bernama Sam dulu ibumu meninggalkan ayahmu di Bandung demi menikah kembali dengan Bob ayahnya Alena , Ayahmu orang yang baik sayang, maka sekarang kamu harus ikut kak Ali untuk bertemu dengan ayah kandung mu" lanjut nenek menjelaskan
Jleebb
sakitt, yaa itu yang aku rasakan , saat ini aku baru berumur 10 tahun aku baru saja kehilangan ibuku dan aku harus mengetahui kebenaran bahwa aku bukanlah anak dari ayah yang selalu menyayangiku selayak anak nya sendiri , dan kenyataan yang tidak bisa aku terima ibuku meninggalkan ayahku demi orang lain, dan orang lain itu sangatlah aku sayangi, sungguh kejutan apalagi yang akan aku dapatkan sekarang?
"benarkah nek? lalu kenapa ayah Bob menyayangiku jika aku bukan anaknya? kenapa mama ga pernah kasih tau aku yang sebenarnya? kenapa kalian semua baru kasih tau aku sekarang? kenapa?" tanyaku bertubi tubi kepada nenekku karena aku benar benar tidak yakin
nenekku pun menjelaskan semuanya cerita dari awal kehidupan ibuku, nenek menceritakan semua hal dari awal menikah ibuku dengan paman Gus dan mempunyai 3 anak yaitu kak El kak Ali dan kak Dev , lalu ibuku menikah kembali dengan ayahku yang bernama Sam dan memiliki aku sebagai putrinya karena ada sedikit masalah dengan ayahku ibuku melarikan diri dari rumah dan menikah kembali dengan ayah Bob dan memiliki seorang putri bernama Alena , yahh dia adikku yang sekarang masih berumur 2 tahun , dan sampai saat ini ibuku meninggal dan nenekku menceritakan segalanya.
"dimana ayahku sekarang? kenapa dia tidak datang kesini?" tanyaku pada nenek dan kak ali
"ayah kamu ada di Bandung sayang kamu bisa menemuinya saat kamu tiba di sana , namun kamu di Bandung nanti tinggal bareng paman Ken , kamu akan menjadi anak angkat paman Ken dan bibi Zen , mereka masih bersaudara dengan kita, kamu harus tinggal bersamanya" ucap nenekku
"Apaa? kenapa? bukankah aku memiliki ayahku sendiri kenapa aku harus di adopsi oleh orang lain? aku tidak mau, lebih baik aku pergi bersama ayah Bob ." tegasku pada nenekku
"sayang ayahmu memiliki krisis ekonomi dia tidak akan sanggup membiayai kamu sekolah , sedangkan kamu masih harus melanjutkan study, sedangkan Bob , lihatlah dia tidak memiliki pekerjaan apapun , apa kamu yakin akan tinggal bersama nya?" tanya nenek ku
akupun berpikir sejenak , aku sangat ingin pergi dengan ayah Bob tapi benar kata nenek ayah Bob tidak memiliki pekerjaan bahkan untuk membeli susu Alena pun ayah Bob harus mencari susah payah aku tidak mungkin membebaninya lagi , lalu ayahku? bagaimana dia? aku tidak pernah bertemu dengannya dan sekarang aku akan di berikan kepada orang lain? sungguh? sudahlah mungkin ini takdirku untuk hidup sendiri
"baiklah terserah kalian saja " ucapku lirih bersama dengan airmata yang ntah sejak kapan sudah membasahi kedua pipiku
__Bandung__
"Alee sinii" teriakk kak Dev
"Kaka kenapa Alena tidak di ajak kemari?" tanya ku pada kak Dev
"Alena ada ayahnya sayang biarkan mereka berdua bahagia" ucap kakak Perempuanku Dev
" apakah mereka akan bahagia? " tanyaku lagi
"tentu saja mereka kan keluarga" kak Dev mengingatkan
aku hanya tertunduk lesu mendengarkan jawaban nya karena aku tahu mereka tidak bahagia mereka ingin aku pergi bersama mereka juga , Alena adikku dia harus bersama ayahnya berdua apa yang akan mereka lakukan tanpa aku dan ibuku? sungguh apakah aku benar benar mengambil keputusan yang benar dengan pergi kesini? sepertinya aku telah salah jalan, Tuhan bantu aku.
beberapa hari kemudian semua orang kembali ke tempatnya masing masing meninggalkanku sendirian di rumah yang sangat asing menurutku, ya, rumah paman Ken dan bibi Zen mereka adalah orangtua angkatku mereka sudah memiliki 3 orang putra bernama Jo , Zi , dan Tan mereka benar benar tampan menurutku, dan juga baik hati mereka menerimaku dengan baik. kami tinggal di rumah ini tanpa bibi Zen karena bibi Zen bekerja di luar negeri, dan aku disini di angkat menjadi anak beliau untuk membantu urusan rumah tangganya juga.
Beberapa Minggu kemudian ,
"Alee , Alee bangunn ayo berangkat sekolah bareng Tan" teriak Tan tepat di telingaku
" Tan bisakah kamu tidak berteriak ," ucapku kesal
"oh ayo lah Alee kita bisa telat kak Zi saja sudah sarapan , apa kamu mau kehabisan?" ucapnya
" terserahlah, aku akan bersiap" ucapku
setelah bersiap aku kak Zi dan Tan pun berangkat sekolah aku dan Tan berangkat sekolah bersama sebab kami satu sekolah hanya beda kelas saja aku kelas 5 SD dia kelas 3 SD . dan kak Zi dia kelas 2 SMP sedangkan kak Jo dia sudah bekerja ,
beberapa bulan kehidupanku tenang dan aku bahkan melupakan kesedihanku , namun
"Alee sedang apa" tanya paman Ken
"Alee sedang cuci piring paman" ucapku
"berhentilah memanggil paman Alee panggil saya ayah " ungkapnya
"hmm baiklah paman *Ups ayah maksudnya" ucapku
" nah begitu, kedepannya kamu panggil saya ayah ya" ucapnya seraya memegang bahuku
akupun mengacuhkannya.
malam hari
"Alee bantu ayah melakukan sesuatu" bisik paman Ken di pintu kamarku
akupun membuka pintunya
"kenapa paman kenapa bisik bisik?" tanyaku heran
diapun masuk ke kamarku tanpa meminta izin dulu , aku hanya membiarkannya toh ini juga rumah dia pikirku , ia menutup pintu kamarku dan menguncinya
"kenapa dikunci paman?" tanyaku heran
" Sutt jangan berisik, " kata paman Zen yang langsung menutup mulut ku kasar, dan dia pun langsung mencium pipiku dan meraba raba bagian tubuhku yang kecil,
aku benar benar kaget dengan apa yang dilakukan pria tua ini , dia melecehkan ku? Tuhan apalagi ini? batinku, aku tak bisa melakukan apapun mulutku di tutup kain olehnya dan tangan dan kakiku tidak bisa bergerak karena cengkraman nya, dia melecehkan ku dan memperkosa bahkan mengancam anak dibawah umur yang sekarang notabene nya anak angkat dia sendiri, aku menangis aku berontak namun apa yang bisa dilakukan oleh anak kelas 5 SD ?
setelah malam itu , aku benar benar takut berdekatan dengan siapapun, aku selalu menangis setiap waktu,
"mamah, Alee pengen ikut mamah hikss,, hikss,, Alee gamau disinii, Alee gamau mah" isakku di kamarku sendiri
"Alee kenapa sayang? " tanya kak Jo yang entah kapan sudah ada di kamarku
" kak Jo? tidak Alee tidak papa kak Alee cuma kangen sama mamah" ungkapku serasa mengusap air mataku
"baiklah, Alee mau eskrim gak? kak Jo beliin ya" tawar kak Jo
"enggak kak Alee gamau" tolakku
"ah baiklah , Kaka keluar dulu ya, jangan nangis lagi , kalo ada apa apa bilang ke Kaka ya" ungkapnya
akupun mengangguk dan melihat kepergiannya aku menutup pintu kamarku dan menguncinya aku menangis kembali mengingat malam itu , malam dimana aku kehilangan kesucianku ,dan bahkan aku tidak bisa melakukan apapun sekarang.
paman Ken selalu melakukan hal memalukan itu padaku setiap ada kesempatan setiap kali tidak ada orang di rumah , aku benar benar jijik dengan diriku sendiri aku sudah beberapa kali melakukan hal yang tidak masuk akan seperti ingin mengakhiri diriku sendiri namu Tan dia selalu ada bersamaku dia teman bagiku , dia baik padaku, aku hanya bisa melewati semuanya dengan diam, bodoh ya aku memang bodoh .
beberapa tahun kemudian
sekarang adalah semester pertama aku di SMA , aku masih tinggal di rumah pria busuk itu, aku ingin melarikan diri saat ini karena aku rasa sekarang waktu yang tepat aku sudah menjadi remaja aku bisa melakukan apapun , pikirku
"Alee kenapa bengong?" tanya Wila teman sekelasku
"ah aku gapapa ko Wil" jawabku
"Alee jangan bohong, aku temen kamu , ayo jujur , kamu ceritain sama aku ada masalah apa, aku temenan sama kamu dari awal kita masuk sekolah SMA dan kamu keliatan banget banyak masalah, ayo Alee ceritain mungkin aku bisa bantu atau seenggak nya kamu bisa melepas sedikit masalah kamu dengan bercerita" ucapnya menjelaskan
aku pikir Wila benar , tidak ada salah nya aku menceritakan masalahku pada Wila, akupun menceritakan semuanya padanya sambil sesekali menghapus airmata ku sendiri,
"Alee seriuss? kenapa kamu bertahan? Alee come sayang pergi dari rumah itu! kamu masih punya Kaka kan? kenapa kamu ga coba cerita ke mereka mungkin mereka bisa bantu kamu buat keluaar dari rumah itu" kata Wila serius
"aku takut Wil paman Ken selalu mengancam ku aku takut, aku ingin menceritakan semuanya pada Kaka ku tapi gimana mereka yang nyuruh aku tinggal di sana bahkan kamu tau kan paman Ken itu di luaran di cap orang baik dia seorang ustad kamu tau itu pasti mereka gak akan percaya dengan kata kata aku Wil" ucapku terisak
"kamu benar si Ken itu emang ustad tapi dia ga bener bener ustad, dia gatau agama, gak mungkin orang yang tau agama melakukan hal kaya gitu Lee, Lee ayolah kamu ceritakan semuanya ke Kaka kamu , kamu coba dulu kalo Kaka kamu ga bertindak aku mendukung kamu buat kabur dari rumah itu, kamu bisa tinggal bareng aku Lee" ucap Wila meyakinkanku
"baikalh Will aku akan mencobanya" kataku yakin
sepulang sekolah akupun langsung menghubungi kak Dev , dan menceritakan semuanya, kak Dev pun kaget dengan ceritaku , dia pun langsung menyuruh ayahnya untuk menjemputku dari rumah tersebut.
saat menjemputku dari rumah itu paman Gus membuat alasan menjemputku karena ada tugas sekolah anaknya yang butuh bantuanku sehingga aku bisa keluar dari rumah itu.
saat tiba di rumah paman Gus , aku pun di kagetkan dengan adik bibi Zen dan Kaka bibi Zen yang sudah ada disana juga kak Ali dan kak El yang sudah ada disana juga yang entah kapan mereka pulang ke Bandung.
aku pun di tanyai oleh semua orang disana , aku menceritakan segalanya , namun semua orang tidak percaya padaku, dan aku pun meyakinkan mereka dengan aku akan melakukan test yang bisa mengungkap aku masih virgin atau tidak, mereka pun setuju dengan ideku dan keesokan harinya aku tidak masuk sekolah untuk melakukan test tersebut yang di antar oleh kak Ali dan adik bibi Zen , dan hasil nya + aku tidak virgin lagi, ada sakit hati yang aku rasain saat itu dan ada juga bahagia karena aku bisa meyakinkan semua orang.
lalu kami pun bergegas ke rumah paman Ken bersama dengan orang orang yang sudah stay di rumah paman Gus dan setibanya di rumah paman Ken kamu melihat paman Ken hendak pergi bersama teman nya , untungnya kami datang tepat waktu sebelum mereka pergi, dan adik bibi Zen pun dengan marah dia meluapkan emosinya pada paman Ken dan menariknya kedalam rumah dan menjelaskan semuanya di hadapan kak Jo dan istri kak Jo ,
kak Jo yang tidak tau apapun dia juga kaget dengan kenyataan bahwa beberapa tahun aku tinggal bersamanya dia tidak mengetahui hal tersebut,
dengan banyak nya perselisihan hari itu akupun memeutuskan untuk tinggal di kediaman paman Gus.
aku tinggal di kediaman paman Gus hinggal aku lulus SMA dan aku merasakan bagaimana aku hidup tenang saat itu, hingga aku mulai bekerja aku memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan mencari kerja di Jakarta dan beruntung nya adik bibi Zen yang tinggal di Jakarta memiliki yayasan dan menawariku pekerjaan di tempatnya, akupun menerimanya
hingga saat ini aku tinggal di Jakarta , aku bekerja juga sambil membiayai sekolah adik ku Alena karena ayah Bob telah meninggal dunia ketika Alena tepat kelas 5 SD , yang akhirnya Alena tinggal di kediaman paman Gus .
aku Aleesyaa aku memiliki banyak keluhan hidup namun aku yakin diluar sana masih banyak yang lebih menderita di banding aku, aku di diagnosa Gerd dan PTSD , namun aku tidak pernah mengatakan pada siapapun , aku juga paling takut dengan pernikahan , kenapa? kalian pasti tahu alasannya, karena tidak mungkin ada pria yang mau menikahi wanita bekas pria lain, dan aku berharap aku bisa meninggalkan dunia ini saat aku sudah berhasil menyekolahkan Alena setidaknya hingga ia SMA ,
aku yakin Tuhan maha adil , aku Yakin ada jalan keluar di setiap permasalahan, dan tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
jodoh dan ajal sudah ada yang mengatur aku hanya perlu tawakal dan menyerahkan segalanya pada yang maha kuasa.
ini ceritaku .
semoga kalian bahagia dan tidak pernah mengalami hal yang sama denganku 🙏