Gemericik air yang berjatuhan diluar rumahnya membuat Sunde tak bisa menahan kantuknya, disela-sela mata yang terpejam dia selalu bergumam, "Apa yang akan terjadi padaku ditahun baru ini? apa aku bisa berubah pada tahun 2021 ini?"
Duarrr
Tiba-tiba pintu kamar Sunde dibuka dengan kencang hingga membuatnya terlonjak kaget, sebuah buku yang berukuran sedang berada didepan pintu kamarnya dengan sekelebat cahaya yang menyinari sekitarnya.
Tanpa sadar Sunde membuka mulutnya lebar, terkesima dengan pemandangan itu. Lalu cahaya mulai meredup, "Buku siapa ini?" Ujarnya sambil mendekati buku bergambar jam itu.
"Ada apa dengan buku ini, kenapa jam nya terlihat bergerak?" tiba-tiba buku itu terbuka sendiri hingga membuat Sunde melemparkannya karena terkejut.
4 lembar terakhir dari buku itu tiba-tiba terbuka dan menampilkan sebuah tulisan HITUNG MUNDUR DALAM 72 JAM KEDEPAN AKAN DIMULAI!
Silahkan nikmati perjalanan waktumu, selamat bersenang-senang target!
"Apa-apaan semua ini!" teriak Sunde yang mulai ketakutan. "Target apa!?" Jeritnya yang merasakan kesan berbeda didalam kamarnya. Jantungnya langsung berpacu dengan cepat, keringat mulai membasahi pelipisnya karena merasa panik.
Nikmati waktumu untuk 72 jam terakhir, aku akan melakukan perubahan besar-besaran pada dirimu. Selamat tinggal!
Ctarrr
Gemuruh petir langsung berbunyi dengan kencang seiring menghilangnya buku itu, Sunde masih sangat terkejut. Belum mengerti dengan kejadian aneh tiba-tiba itu.
"Alarm dimulai"
"3"
"2"
"1"
"Go! 3 hari terakhirmu akan dimulai!"
Reflek tubuh Sunde langsung mundur seketika mendengar sebuah suara yang keluar dari jam di kamarnya itu.
"W-waktu terakhir?" Seketika tubuh Sunde mematung, nafasnya tercekat dengan jantung yang semakin berdebar kencang. Lalu ia segera berlari keluar dari kamarnya, sepertinya ia sudah kelelahan akibat terus begadang untuk bermain game.
Dia segera memejamkan matanya disofa ruang tamu, namun bayangan kejadian tadi membuat mentalnya semakin terganggu.
"Semua ini hanya halusinasi oke, kamu terlalu kelelahan. Lagian sebentar lagi tahun---" Nafasnya kembali tercekat, "T-tahun baru?" Ucapnya yang mulai merasa depresi
Kepalanya berdenyut nyeri dengan sekelebat ingatan yang memaksa otaknya untuk berpikir jernih, diambilnya kalender yang tergeletak diatas nakas. "3 hari lagi tahun baru? Ahh sepertinya aku memang kelelahan, pendengaran ku juga sedikit rusak sepertinya aku memang harus istirahat"
Meskipun ekspresinya masih terlihat waspada, matanya terus ia paksa untuk terpejam. Karena merasa semakin panik akibat tak bisa tertidur, Sunde langsung meminum banyak obat tidur yang selalu tersedia diruang tamunya.
Ting Ting Ting
Waktu berputar dengan cepat, 72 jam sudah terlewati. Sunde langsung membuka matanya kala merasa ada sesuatu yang memaksa dirinya untuk terbangun.
"Waktumu habis wahai anak muda! Kamu membuang banyak kesempatan yang kuberikan untuk memperbaiki diri. Sekarang terima akibatnya"
Srassh
Duar
Seiringnya dengan letusan kembang api yang mulai terdengar dari luar rumah Sunde, sebuah katana panjang tiba-tiba menyayat lengannya.
"Akhh" Teriak Sunde kesakitan
Srahhhs
Katana itu kembali menggores kaki Sunde, lelaki itu kembali berteriak. "Hentikann!" Mohonnnya
Ctarr
Sebuah cambukan keras tiba-tiba mengenai seluruh tubuh Sunde, lelaki itu semakin berteriak kencang. "Akhhh h-hentikan! Sebenarnya siapa dirimu!" Ucap Sunde yang terbata-bata karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat cambukan itu.
"Aku adalah seseorang yang menunggu waktu kematianmu!"
Belum sempat Sunde berucap, kepalanya lebih dulu tergelinding kelantai ruang tamu akibat tebasan pedang panjang dari sosok penghuni waktu kematian itu.
Darah langsung bercucuran di dalam ruangan itu, bola mata Sunde terlihat melotot disamping keberadaan tubuhnya yang sudah sangat mengenaskan.
"Aku akan kembali untuk memberikan 72 jam bagi manusia agar memperbaiki diri sebelum pergantian tahun!"