Panggil saja dia Dina, gadis yang mempunyai kemampuan jodoh-jodohin orang tapi dia sendiri jomblo bahkan banyak yang rebutan antrian hanya untuk dijodohin oleh Dina!
Gadis itu terkenal dengan sebutan Mak Comblang....
"Mak jodohin Aurel dong dengan Dion"
"Enak aja nyerobot antrian! gue duluan ya disini! jadi Mak gue dulu!"
"Gue disini dari zaman purba,mau apa kalian?"
"Pokoknya gue duluan!"
Tuhkan udah dibicarain...
Sedangkan orang yang diperbutkan dari tadi malaah mensuporter para temen-temennya untuk adu jambak-jambakan, memang not have akhlak.
"Gibran!" Dina meninggalkan begitu saja para temen-temennya yang tengah adu jambak-jambakan dan malah menghampiri Gibran sang ketua osis pujaan hatinya, ini lah salah satu alasan mengapa Dina sampai sekarang jomblo.
"Eh Dina" lihat lah betapa kalemnya makhluk ciptaan tuhan disampingnya ini, hanya dengar suara Gibran saja sudah membuat Dina meleleh.
"Mau dibantu nggak?"
"Eh emang lagi free?"
"Iya dong, udah siniin bukunya" Dina tambah basa basi mengambil sebagian buku dari tangan Gibran lantas melangkahkan kakinya diikuti Gibran disampingnya.
"Itu mereka kenapa?"
"Biasa fans gue" kekeh Dina, membuat Gibran tersenyum.
"Pulang sekolah free nggak?"
"Free wifi gue mah!"
"Tunggu gue diparkiran ya?"
"Ay ay captain!" seru Dina sembari hormat kala sebagian bukunya diambil Gibran karena memang sudah sampai.
Gibran tersenyum, membuat jantung Dina disko.
"Woy Dina! gue panggilin dari tadi juga! ngapa juga lo didepan pintu ruang guru gini? kesambet lo?"
"Cekek gue Can cekek" gadis yang tadi dipanggil Can lantas bergidik ngeri melihat sahabatnya tak waras eh emang pada dasarnya Dina tak pernah waras.
Candy meninggalkan begitu saja sahabatnya yang kini tengah tersenyum amat lebar.
*Pulang Sekolah*
"Potong pala Candy masukkan ke kuali~ Dina minta dansa, dansa sama Gibran~ lalalala~" Candy lagi-lagi bergidik ngeri saat mendengar suara cempreng sahabatnya itu, untung saja semua orang sudah pulang kalau tidak malu sudah Candy.
"Sorry ya girl Dina nya gak bisa nyomblangin kalian karena Dina udah punya janji sama pacar" ucap Dina sembari menaruh teleponnya ditelinganya.
"Din plis deh kalau gila kerumah sakit jiwa aja! itu handphone lo mati gob*ok! lo telepon sama siapa cobak?"
"Hehehe sengaja, jadi gue mau ketemuan sama Gibran Can! ah senengnya~"
"Ciyus!"
"Miapa?"
"Mi goyeng"
"Udahlah gaje lo Can"
"Kek gak pernah bobrok aja lo Din! kalau udah jadian jangan lupa traktirannya dong! pokoknya gue harus yang pertama lo kabarin!"
"Iya iya tenang aja!"
"Akhirnya mak comblangnya Sma Garuda gak jomblo lagi hiks terharu gue!"
"Sa ae lo bumbu indomi, yaudah gue pergi dulu ya! bye~" pamit Dina sambil belari dan dibalas teriakan semangat oleh Candy.
"Hai pak satpam! tambah item aja deh!" sapa Dina, memang gadis satu ini tak punya rasa malu sedikit pun sedari tadi dia menyapa orang-orang yang berpapas dengannya.
"Waduh aku disapa sama neng cantik" Dina lantas tertawa.
Setelah sampai diparkiran, dirinya menduduki motor ninja milik Gibran sembari mengaca dispion motor itu.
"Tar putar diwajah! bilas! mukanya ilang!"
"Dina? udah lama ya?" panggil Gibran, menghentikkan suara cempreng khas mak comblang itu.
"Nggak kok baru aja, jadi kenapa nyari gue?"
"Jadi gue mau minta bantuan lo" Dina serius mendengarkannya "Buat nyomblangin gue"
What!!!!!! batin Dina berteriak, no no no dia tak boleh negatif thingking.
"Oh, lo disuruh siapa?"
"Bukan... Gue yang minta"
"Ha? apasih? gak lucu tau Gib! jadi siapa? si ale-ale rasa anggur atau mentimun?"
"Namanya Alex sama Tino Din, gue serius itu gue yang minta"
Perasaan apa ini?
Dina tersenyum paksa "sama siapa?"
"Sama temen lo, Candy"
Duarrrr!
-----------
"Pagi cantik! gimana kemarin! jahat lo ih! gak ngabarin gue!" sambut Candy memeluk samping sahabatnya "Eh! eh lo abis nangis? siapa yang bikin lo nangis ha? tunjukkin orangnya biar gue suruh botakin rambutnya pak Umar!"
"Can...."
"Hey, Are you ok?"
"No, Cand nanti pulang sekolah jangan pulang dulu bisa? gue mau nggomong ditaman belakang sekolah"
"Din! Dina! lo ngapa sih? jangan sedih dong Din, gue gak bisa liat lo sedih... Sini-sini mak comblangnya Sma garuda Candy peluk" Candy merentangkan tangannya lebar,berharap sahabatnya itu mau. Namun Dina hanya mengeleng lemah lantas pergi dari sana.
Dina tau perasaan Candy sekarang, namun moodnya hari ini sangat berantakan membuat sahabat satu-satunya itu tak sengaja ia hindari.
Aish dasar Dina bodoh! batin Dina
*Sepulang sekolah ditaman belakang Sma Garuda*
"Dina mana sih? katanya ke toilet tapi kok lama? boker ya?"monolog Candy "Apa dia lupa lagi kalaau ninggalin gue?" lanjut Candy sembari terkekeh, dasar sifat pelupa sahabatnya itu tak pernah hilang.
Baru saja ingin melangkah pergi namun langkah kakinya tertahan kala suara sosok laki-laki mengintrupsinya.
"Loh Candy? Dina mana?"
"Gue kira sama lo?" bingung Candy, ia dibuat tambah bingung kala Gibran mengenggam bunga mawar. Bukannya Gibran sudah berpacaran dengan sahabatnya?
Krek.
Sekelebat bayangan seseorang yang tengah belari terlihat oleh Candy, Candy tau itu! itu tadi adalah sahabatnya lantas mengapa Dina pergi? bukannya ini waktu yang tepat untuk romantis-romantisan? dan juga mengapa Gibran pegang bunga mawar?
Oh Candy paham sekarang, trik ini adalah salah satu yang digunakan Dina untuk menjodohkan seseorang yaitu membuat pasangan itu bertemu dahulu.
"Kejar sahabat gue, tadi baru aja pergi"
"Maksud lo apa Cand?"
"Dan lagi! setelah lo temuin dia, gue minta sama lo jauhin sahabat gue! biar dia terbiasa hidup tanpa lo"
"Ha?" beo Gibran tak mengerti apa yang dibicarakan Candy?
"Dina suka sama lo!" rona merah muncul,menghiasi pipi Gibran hingga ke telinganya membuat Gibran langsung memalingkan wajahnya kesembarang tempat.
"Lo ngapa?"
"Sebenernya gue juga suka sama Dina" gugup Gibran membuat Candy melototkan matanya.
"Tapi kenapa lo nembak gue?"
"Gue gak tau cara deketin cewek seperti Dina jadi gue mau deketin lo berharap gue bisa kenal deket sama Dina"
Candy tersenyum "Jadi tunggu apa lagi? kejar gih! nyatain perasaan lo kalau lo memang laki-laki jantan!"
"Makasih!" teriak Gibran sambil belari mengejar Dina yang tak jauh darinya, sementara Dina gadis itu mempercepat larinya menahan agar air matanya tak jatuh.
"Hai anak gue yang ke-400" sapa Dina, lihatlah gadis humoris ini! bahkan disituasi saat ini dia masih sempat tersenyum dan menyapa seseorang.
"Ih mak! Agnes anak ke 30 tauk!"
"Oh, maaf mamak lo ini anenia"
"Amnesia Mak! ampun dah nih emak-emak bauk tanah"
"hahaha" tawa hambar Dina lalu kembali melanjutkan langkah kakinya yang sempat tertunda.
semoga kalian berdua langeng terus batin Dina masih dengan jalannya yang kini telah dipercepat, namun tiba-tiba pergelangan tangannya dicekal oleh seseorang, membawanya kedalam dekapan seseorang tersebut.
"Maaf"
"Gi Gibran?" Dina langsung meronta ingin dilepaskan namun Gibran malah mempererat pelukannya.
"Sst, dengerin! aku Gibran dengan ini menyatakan cinta ku kepada Dina si mak comblang yang jago urusan hati namun hatinya sendiri tak diurus"
Deg.
Rontaan tadi tiba-tiba terhenti dan malah dibalas pelukan hangat dari Dina
"Huwaaaaa hiks beneran hiks gak hiks lagi hiks ngeprankkan huwaaa?" tangis Dina kencang,membuat Gibran mengelus pundak Dina berusaha untuk menenangkan gadisnya.
"No, mine"
"Huwaaaaa"
Candy yang melihat adegan itu dari kejauhan pun lantas tersenyum lalu berbalik pergi sembari bersiul.
"Berasa jadi mak comblang gue" gadis itu merogoh sakunya untuk mencari handphonenya, setelah dapat gadis itu mencari nomor sahabatnya lalu mengetikkan sesuatu disana.
DinDinaaa
Gak mau tau pokoknya besok gue duluan yang lo comblangin!
(send)