City center bank-
"Megan, apakah kamu menemukan bukti di tempat ini?" tanya kepala kepolisian kepadamu.
"Tidak, pak." Megan menggelengkan kepalanya.
"Sudah terjadi empat perampokan di tempat yang yang berbeda, tapi tidak ada yang bisa menemukan bukti satupun." ujar kepala kepolisian itu sambil mengelus kepala botaknya.
"Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menemukan buktinya, dan saya akan segera melapor apabila saya menemukan buktinya, pak." ujarnya, berharap perkataannya bisa menenangkan kepala kepolisian itu, Mr. Smith
"Baiklah Megan, kau boleh melanjutkan pencarianmu."
"Terimakasih,pak."
Megan langsung berjalan meninggalkan Mr.Smith dan berjalan mengarah kamar mandi. Sampai disana dia langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya.
Dia mengeluarkan peluru-peluru bekas dari saku celananya, memasukannya ke dalam toilet kemudian menyiramnya. Peluru-peluru tersebut hilang mengikuti air yang dibuang. Megan tersenyum miring.
"Megan!" tiba-tiba seseorang mengetuk kamar mandi tersebut.
Megan sempat terkejut, namun dia mengontrol dirinya agar tetap tenang. "Ada apa?" tanya Megan dengan santai.
"Sedang apa kau disana?" tanya seorang laki-laki yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Aku sedang buang air. Ada apa? Apa kau ingin ikut buang air juga?"
Laki-laki itu cekikikan. "Apa kau sedang bercanda? Mr. Smith menyuruh kita untuk kembali ke markas." jelasnya.
"Mengapa cepat sekali, memangnya buktinya sudah ditemukan?" tanya Megan sambil mencuci tangannya.
"Iya, kita sudah menemukan bukti"
Megan langsung terkejut mendengar perkataan laki-laki tersebut.
"Bukti apa yang berhasil ditemukan?" tanya Megan yang masih berusaha menenangkan dirinya.
"Alex berhasil menemukan rekaman cctv. Keluarlah sekarang. Apa kau ingin menginap disitu?"
"Baiklah, aku akan keluar." ujar Megan dengan tenang.
Megan membuka pintu kamar mandi. Peter, laki-laki yang dari tadi mengajaknya mengobrol berdiri tepat di depannya.
"Sudah lega, tuan putri?"
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu." Megan berjalan melewatinya.
"Hey hey! Aku menunggumu, tapi kau malah meninggalkanku." komen Peter.
Sambil berjalan Megan membalikan badan lalu mengangkat kedua pundaknya. Mukanya juga membuat wajah konyol.
Peter tertawa kecil melihat tingkahnya. Menurutnya tingkah Megan tersebut sangatlah imut.
_____