Aku harus menang. Kata salah satu peserta yang mengikuti lomba menulis Novel.
Suatu hari diadakan lomba menulis novel di ajang pemilihan Novel terbaik. Penulis yang paling banyak mendapatkan Vote, Komentar dan like adalah peserta yang layak menang.
Begitu banyak peserta yang mengikuti ajang itu sehingga membuat persaingan begitu sengit. Waktu yang di berikan pihak penyelenggaraan hanya 1 minggu.
Juara satu harus mengumpulkan 500 vote, 1000 komentar dan 2000 like. Episode yang ditentukan sebanyak 20 bab dan 1500 kata /bab. Angka yang cukup tinggi untuk di raih. Juara satu mendapatkan uang 20 juta, juara dua mendapatkan uang 10 juta, juara tiga mendapatkan uang 5 juta. Sungguh hadiah yang sangat menggiurkan untuk di menangkan.
Pemenang harus mematuhi peraturan tidak boleh curang dan tidak boleh mengunakan akun palsu. Jika melanggar makan akan di diskualifikasi dari ajang tersebut.
Masing-masing peserta berusaha sebaik mungkin untuk menjadi pemenang, setiap hari mereka harus memutar otak untuk membuat cerita yang menarik dan tentunya berharap di sukai pembaca.
Bagaimana ini Vote, like dan komentar di novel masih belum memenuhi syarat. ucap salah satu peserta yang sedang mengikuti ajang itu. Gimana ni targetku masih jauh. ucap laki-laki itu pada Sahabatnya.
Kamu mau dengar saran ku gk, ucap temanya itu. Apa itu, tanya laki-laki itu dengan antusias. Kamu mau bayar berapa kalo aku bisa bantu, tanya temanya itu.
Dasar, teman payah. Aku lagi ikut ajang untuk dapatkan uang, kamu malah mau morotin aku. Haha.. aku bercanda bos.
Ayo kita Jalan aja dulu untuk hilangkan rasa suntuk siapa tau dengan itu otakmu jadi bagus dan bisa menghasilkan karya yang disukai banyak orang. ucap temannya itu.
Gak ah... aku gk mau ikut kamu. kamu pasti mau menjebak aku. Ya sudah, aku tinggalkan lokasi yang akan kami tuju untuk kemping. Siapa tau nanti kamu berusaha pikiran.
Malam pun berlalu, sepanjang malam dia terus memikirkan tawaran temanya. Akhirnya dia memutuskan untuk ikut kemping. Malam itu dia mencoba menghubungi temannya tetapi tidak di angkat juga. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusul dengan modal nekat hanya berbekal peta yang di tinggalkan sandi teman akrabnya itu.
Pagi-pagi buta Neten berangkat menelusuri pet yang di berikan sahabatnya itu. Jalan itu adalah jalan yang baru pertama kali di lalunya, tampak seperti jalan yang sudah tidak di lalui orang sekitar.
Neten terus melaju sampai akhirnya menemui jalan buntu. Di depan tepat di jalan buntu itu terdapat gerbang kecil yang tidak bisa di lalui oleh kendaraan. Gerbang itu bertulisan Hutan Berkabut.
Neten mengerutkan dahinya. Hutan berkabut, mungkin ini tempat yang di maksud Sandi tempat kemping yang di bicarakan nya kemarin.
Neten keluar dari dalam mobil dan membuka gerbang itu, setelah gerbang terbuka Neten mengambil peralatan kemping yang sudah di siapkan nya.
Neten memasuki hutan berkabut itu dengan perasaan sedikit merinding di bulu kuduk nya. Kenapa aku jadi setakut ini ya, pikir neten di dalam hati.
Neten melihat rumah kecil seperti post penjagaan di depannya. Neten menghampiri tempat itu, ternyata ada orang, pikir neten. Neten menghampiri orang itu dan bertanya.
Pak, di sini tempat kemping ya. Orang itu hanya tersenyum dan memberinya sebuah buku. Ya.. buku kecil dan unik. Buku itu bertulisan "Sebelum 2021" yang di ukir dengan tinta emas. Neten memandangi buku itu. Neten terkagum-kagum dengan ukuran tinta Emas yang ada di buku itu. Ketika ia kembali mengarahkan kepala nya kepada laki-laki tua itu, neten sudah tidak menemukannya lagi.
Dimana laki-laki itu ya, aku belum sempat bertanya, pikirnya. Karena masih belum menemukan temannya akhirnya neten memutuskan mencari tempat di sekitar Pos penjagaan itu untuk memasang tenda. Setelah memasang tenda neten merebahkan tubuhnya.
Teringat akan buku kecil yang di berikan laki-laki itu neten kembali membuka buku kecil itu. Isi buku kecil yang bertulisan 2021 itu ternyata sebuah catatan kecil seorang penulis. Disitu banyak sekali di bahas tentang cara menulis novel yang baik dan menarik. Karena tertarik Neten membaca buku itu sampai selesai.
Melihat hari makin gelap, Neten memutuskan untuk tidok tenda yang sudah di bangunnya. Dalam tidur yang begitu pulas neten bermimpi bertemu seseorang perempuan cantik yang sedang menulis sebuah novel berjudul Lajang. Perempuan itu menceritakan pengalaman hidupnya yang di habiskan deng menulis novel sehingga membuatnya melajang seumur hidupnya.
Perempuan itu menghampiri nya dan mengatakan "temukan novelku yang sangat berharga".
Seketika itu juga Neten terbangun, Neten merasa mimpi itu seperti benar-benar terjadi. Tanpa di sadari ternyata hari sudah pagi. Ah.. ternyata Ki hanya mimpi pikir Neten.
Neten mengemsi seluruh barang-barang bawaannya dan bersiap untuk pulang. Ketika dia menelusuri jalan yang sebelumnya di laluinya anehnya Neten tidak menemukan gerbang itu.
Neten berputar-putar mengelilingi tempat itu, tetapi tidak menemukannya. Karena merasa putus asa Neten memutuskan untuk duduk sejenak dan dia kembali membuka buku kecil bertulisan tinta emas itu.
Setelah selesai membaca, neten membalik buku itu dan melihat ada tulisan kecil di balik sampul belakang buku itu. Jika kamu membaca buku ini berarti kamu masuk ke hutan sihir cara satu-satunya bisa keluar dari hutan sihir ini hanya dengan menemukan buku novel karanganku, di situ juga terdapat peta menuju tempat novel itu di simpan.
Ini bukan mimpi kan, neten menampar pipinya. Aduh sakit.. aku tidak mimpi. pekiknya yang sadar bahwa ini dunia nyata bukan mimpi.
Neten mencari novel itu sesuai dengan yang tertera pada peta itu. Sesampainya di sebuah pohon kecil yang berdaun emas, neten menatap kagum pohon itu.
Neten menyentuh daun pohon berdaun emas itu. Seketika itu juga pohon itu hidup dan berbicara dengannya. Halo neten bunyi suara perempuan yang terdengar. Neten sontak kaget dan terjatuh. Bagaimana bisa pohon bisa bicara pikir neten.
Kamu jangan takut aku tidak akan melukaimu, ucap pohon itu. Neten yang ketakutan masih tak mampu mengerahkan tubuhnya yang terasa kaku karena rasa syoknya melihat pohon berbicara.
Seketika Pohon itu berubah menjadi seorang wanita cantik. Wanita paling cantik yang belum pernah di temui neten sebelumnya. Neten mengusap-usap matanya, berkali-kali neten memejamkan matanya untuk memastikan apakah yang dilihatnya benar-benar ada.
Siap kamu, tanya neten. Aku salah Noveltoon, aku sangat mencintai novel sehingga hidupku tertarik di dunia novel yang aku tulis sendiri. Ya, hutan berkabut adalah novel hidup yang ditulisnya dengan tinta mas ajaib sehingga apa saja yang di tulis dengan tinta emas itu bisa hidup seperti dunia nyata.
Kamu adalah laki-laki yang baik, aku melihat kejujuranmu dalam menulis, kamu berusaha menulis dengan kegigihan yang kamu miliki, oleh sebab itulah kamu bisa masuk di dunia novel hutan berkabut ini. ucap wanita itu.
Aku ingin kamu menerbitkan novelku yang belum sempat terbit sebelum aku masuk di dunia novel. ucap Noveltoon padanya. Aku yakin novel ini bisa membawamu pada kemenangan dalam perlombaan yang sedang kamu ikuti.
Neten tak menyangka dia mendapatkan kesempatan untuk bertemu seorang penulis terkenal seperti Noveltoon, Noveltoon adalah seorang penulis yang sempat dikabarkan hilang beberapa bulan lalu.
Baiklah, suatu kehormatan bagi saya bisa membantu Anda. ucap neten. Berilah namamu di tulisan itu. Tidak perlu tuliskan namaku karena kalau kamu menulis namaku di novel itu aku tau kamu di eliminasi karena di anggap plagiat, ucap Noveltoon. Kamu harus menerbitkan novelku sebelum 2021, jika lewat dari 2020 novel yang ada di tanganmu akan menghilang selamnya dan kamu akan kembali terjebak di hutan berkabut ini selamanya.
Setelah neten mengambil buku novel itu. Neten tiba-tiba berada di depan mobilnya yang Sedang terpakir dan gerbang hutan berkabut tepat berada di depan mobilnya menghilang.
Neten cepat-cepat bergegas pulang, ternyata waktuku hampir habis. tinggal dua hari lagi pengumuman kemenangan.
Sesampainya di rumah, neten mengambil laptopnya dan menuliskan ulang novel milik Noveltoon dan me revisi seluruh novel yang sudah di ikut sertakan pada ajang tersebut dengan novel milik Noveltoon.
Setelah seharian mengetik ulang, Neten tertidur. Malamnya neten mengecek jumlah pembaca, like, komen dan vote. Alangkah kagetnya Neten melihat 1000 komen, 4000 like dan 20000 vote. Dalam sehari neten memenangkan ajang itu. Neten berhasil menerbitkan novel milik Noveltoon sebelum 2021.
Neten berhasil mendapatkan juara satu dan novelnya di cetak besar-besaran sehingga membuat penghasilan tambahan untuk nya.
" SELESAI "
#2021 #Noveltoon