Bukankah cinta sebening embun tapi kenapa cinta ini seperti sebuah noda?.
*****
Seorang gadis berhasil menyelamatkan seorang pria kaya . Laila dan Nathan meraka bertemu ketika Laila mencoba menyelamatkan Nathan yang tenggelam di danau . Peristiwa itu membuat Nathan menaruh hati kepada Laila ia selalu mencoba mendekati Laila. Suatu ketika ia melihat Laila menangis di sebuah gedung tua . Nathan menghampirinya dan bermaksut menghiburnya . Tak terdua , Nathan melihat lebam di tubuh Laila karna marah ia mengutus seseorang untuk menyelidikinya . Saat tahu bahwa Laila sering dipukul oleh ayah tirinya , tak terima Nathan pun menghajarnya bertubi tubi.
"Ini untuk luka Laila." Katanya berlalu pergi.
Dua bulan sudah berlalu kini hubungan Nathan dan Laila semakin dekat . Hanya Laila lah yang dapat meluluhkan hati Nathan dan meruntuhkan sikap kejam dan arogan seorang Nathan. Hari ini Nathan bermaksut mengajak Laila menikmati malam di pantai dan memandangi indahnya bulan . Awalnya Laila menolak untuk dijemput namun tanpa sepengetahuan Laila Nathan pergi ke rumahnya.
"Memang perduli apa dengan penolakan Laila . Asalkan aku sudah disini tidak mungkin dia akan mengusirku bukan" ucapnya dalam hati.
Ketika ia melangkah menuju rumah Laila samar samar ia mendengar teriakan dan rintihan dari rumah Laila. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Laila tergeletak dilantai dengan luka dimana mana dari jendela rumahnya . Ia melihat ayah tiri laila membenturkanya ke meja.
" sial berani sekali kau menyentuh wanitaku "teriaknya dan langsung menghajar ayah tiri Laila hingga tewas . Sesaat kemudian ia menyuruh orang untuk membereskannya dan melemparnya kelaut.
"La bangun la kau harus selamat"
Nathan membawanya ke rumah sakit. Keesokan harinya Laila sadar .
" Nat apa yang terjadi, kenapa aku bisa ada disini" tanya laila
"Kemarin kau terbentur meja "
"Ah...iya aku lupa , aku ingin pulang"
"Tidak bisa kau harus tetap disini" jawab Nathan dengan posesifnya.
Laila pun terus merengek dan hampir menangis. Mau tidak mau Nathan menuruti keinginan Laila.
Sudah beberapa hari ini Laila kembali tinggal di rumahnya namun masih dalam pantauan perawat yang di kirim oleh Nathan. Dihari ulang tahun Laila Nathan mengungkapkan cintanya dan sekaligus melamarnya. Laila dengan gembira menerima lamaran nathan. Hari hari berlalu dengan kebahagiaan tanpa Laila tau bahwa ayahnya meninggal di tangan suaminya sendiri. Laila memang sangat mencintai ayahnya itu walau dia sering kasar padanya namun dialah orang yang ada ketika ibu dan keluarganya membuangnya .
Pagi itu Laila berjalan jalan di taman kota tiba tiba ada seseorang yang memangilnya dari belakang.
"La apa kabar"
"Kak Aldo" kata Laila terkejut
"Iya sudah lama kita tidak berjumpa"
"Kakak apa kabarnya kak"
"Aku baik"
Mereka bercerita tentang masa lalu mereka.Aldo adalah senior Laila dulu ia sudah lama menyukai Laila namun tak pernah ia utarakan . Kini mereka sering bertemu ditaman . Suatu ketika Aldo mengutarakan cintanya tapi Laila berkata ia sudah memiliki suami . Di sisi lain sepasang mata mengawasi mereka berdua siapa lagi jika bukan Nathan . Merasa bahwa Aldo adalah sebuah ancaman malam itu Nathan menemui Aldo .
"Saya peringatkan pada anda jauhi Laila istri saya"
"Memang kenapa saya tulus mencintainya dan saya bukan pria kejam seperti anda" kata aldo setengah mencerca Nathan.
"Sialan kamu do saya akan membunuhmu"
Mereka akhirnya saling menghajar satu sama lain . Sedangkan ditempat lain Laila mengetahui bahwa ayahnya dibunuh oleh Nathan ia sangat hancur dan akhirnya memutuskan mencari keberadaan Nathan setelah berhasil mengetahui keberadaan Nathan dari sekretaris Ardi yang sempat ia ancam , buru buru Laila pergi ketempat dimana Nathan dan Aldo berada. Ia melihat mereka saling memukul dan menghajar . Sesaat kemudian Nathan mengambil pistol dan hampir menarik pelatuknya .
"Hentikan Nathan ." Namun Nathan tak bergeming sedikitpun.
"Nathan hentikan aku tak mau anakku memiliki ayah seorang pembunuh berdarah dingin. " bagai di sambar petir Nathan langsung menjatuhkan pistolnya dan berlari ke arah Laila .
"Apa yang kau katakan apa kau benar benar hamil?" Tanya Nathan
"Benar aku hamil . Ku kira kau akan selalu mendengarkan ku mencintaiku dengan nyawamu tapi kenapa kau tega membunuh ayah ku Nath ?"
"Dari mana kau tahu itu La"
"Itu tak penting dari mana aku mengetahuinya"
"Dia memang pantas mati La dia pantas dan tentang membunuhnya itu sebuah ketidak sengajaan tak ku kira dia begitu lemah "
"Kau tega Nath kau tega."
Tak lama kemudian polisi datang untuk menangkap Nathan . Laila hanya bisa pasrah ia sejujurnya telah memaafkan Nathan tapi kejahatan tetap kejahatan.
"Nath sebaiknya kau jalani hukumanmu dengan tenang ingatlah aku akan selalu menunggumu di sini ."
"La maafkan aku la ,aku salah aku adalah orang yang buruk aku tak pantas untuk mu" kata Nathan yang sudah dibekuk oleh polisi.
"Cara mencintai mu lah yang salah kau terlalu menggunakan obsesi dalam cinta ini"
"Aku akan setia menunggumu ,aku mencintaimu" Ucap Laila sembari memeluk dan mecium Nathan sebelum ia berlalu pergi meninggalkan Nathan.