Hanya tinggal menghintung waktu menuju tahun 2021,saat itu tepat tanggal 31 bulan desember tinggallah sebuah keluarga sederhana.malam sebelum 2021.
"Ibu aku lapar!" isak gadis kecil di sebuah kamar.
"Iya sebentar ibu akan belikan kamu makan yach!" jawab ibunya.
"Hoammm...!ibu mau pergi?" tanya gadis yang lebih besar.
"Iya ibu pergi sebentar membelikan adikmu makan,bisakah kamu jaga adikmu untuk ibu?" tanya ibu pada anak yang lebih tua.
"Baiklah,tapi ibu jangan lama-lama yach,kami takut!" kata kakanya.
"Iya sayang,ibu janji tidak akan lama!" kata ibunya bersiap untuk pergi.
Rere dan Rara nama kedua putri yang di tinggal di rumah,saat ibunya pergi dia mengunci pintunya dari luar karena rumah mereka yang berada di dekat hutan membuat ibu ragu meninggalkan anaknya sendiri,karena banyak binatang buas yang berkeliaran,sedangkan untuk mengajaknya pun tidak mungkin.
Kekurangan fisik yang di miliki Rara membuat Rara harus terus berada di rumah,karena Rara tidak bisa berjalan sedangkan jarak dari desa ke kota begitu jauh mustahil untuk mengendongnya pagi ibu.
Jadi mau tidak mau ibu pun meninggalkan anaknya,kesalahan fatal yang di lakukan ibu membuat sebuah tragedi yang mengisahkan penyesalan andai waktu dapat berputar mungkin hal bodoh ini tidak mungkin di lakukan ibu mengunci pintu dari luar.
"Bu kenapa pintunya di kunci dari luar?" tanya Rere dari sela-sela lubang jendela.
"Iya sayang terlalu berbahaya kalo kamu menguncinya dari dalam,takut ada hewan buas masuk!" kata ibu.
"Bukankah lebih bahaya jika di kunci dari luar!kalo ada apa-apa dari dalam kami tidak bisa menyelamatkan diri!" kata Rere mengingatkan.
"Percaya sama ibu tidak akan terjadi apa-apa didalam,kalian akan aman sebelum ibu kembali!" jawab ibu yakin.
"Ibu hati-hati di jalan,cepat kembali aku sudah lapar?" kata Rara tersenyum manis.
DEG~
*Perasaan tidak enak apa ini?kenapa begitu sakit dan menyedihkan saat aku melihat senyum putriku Rara*batin ibunya.
"Iya sayang,ibu akan cepat kembali untukmu! Rere jaga adikmu jaga dia!" kata ibu berlalu sambil melambai tangan.
"Baik bu," jawab Rere.
Sepanjang jalan ada perasaan tidak enak yang terus menyiksa batin ibu entah perasaan apa ibu tidak peka akan perasaannya,ibu terus berjalan tanpa menenggok ke belakang.karena ingin mendapatkan makanan untuk Rara,kekurangan yang mereka alami harus membuat ibu melangkah jauh untuk mendapatkan nasi,karena ibu tidak pernah memasak sendiri,karena tidak punya cukup alat,untuk menerangi mereka tidur pun hanya mengunakan lilin.
Saat ibu sudah jauh,ibu lupa untuk memindahkan lilin yang ibu pasang deket dengan gordeng,saat kedua anak itu sedang terlelap tidur tanpa sadar kaki Rara menyenggol lilin dan terjatuh,
Api yang mengenai kain terus menyambar menjalar dengan cepat saat mereka sadar rumah sudah setengah terbakar.
"Kakak...panas kak api ada api kak tolong!" teriak Rara tidak bisa lari.
"Rara...kamu tidak apa-apa?sini menyingkir dari situ apinya mulai besar,sebentar kakak akan coba mencoba membuka pintunya!" kata Rere mendekat ke arah pintu berusaha untuk membukanya tapi gagal pintu di kunci dari depan.
"Ibuuuu...tolonggg ...ibuuuuu...panasssss!" teriak Rara.
Melihat api yang makin mendekat ke arah Rara Rere pun meninggalkan pintunya dan kembali,dia peluk Rara yang mulai ketakutan hawa panas terus menyelimuti kedua anak malang ini.api semakin besar.
"Rara,..Rara jangan takut ada kakak disini bersama Rara!" hibur Rere padahal dia sendiri pun merasa takut.
"Panas...kak Rara udah gak kuat panas!" kata Rara lirih.
"Ra,Rara bangun Ra,bagun kita harus bertahan demi ibu!" kata Rere putus asa adiknya sudah tidak sadarkan diri,api terus menjalar ke tubuh Rara dan Rere hingga keduanya mulai terbakar.
Tidak ada yang mendengar suara tanggis mereka, teriak kan meminta tolong.memanggil-manggil ibunya saat itu hanya ada api yang sedang melahap semakin lama semakin besar hingga tak terdengar lagi suara jeritan kedua anak itu.
Sekitar jam 23:30 tiga puluh menit lagi menuju tahun 2021,ibu yang pergi mencari nasi telah kembali dan betapa terkejut dan panik saat dia lihat rumahnya telah rata dengan tanah hanya ada kobaran api yang belum padam.
"Hah,tidakkkk ... anak-anakkuuu,apa yang terjadi mereka masih di dalam..tolongggg,,,tolongggg!" teriak ibu,sekuat apapun ibu teriak tidak ada yang dengar karena jauh dari desa.ibu pun berlari kesana kemari mencari bantuan.
Setelah mendapat bantuan warga berbondong-bondong memadamkan apinya saling bantu.cukup lama apinya padam.sekitar dua puluh lima menit baru bisa di padamkan.
Duarrr...🎇🎆duarrrr...🎆🎆duar...🎇🎆.
Suara petasan menyambut tahun baru ramai bersahutan di angkasa bersamaan dengan itu api pun berhasil di padamkan warga segera mencari jasad kedua anak ibu itu,setelah ibu bercerita kalo anaknya ada di dalam.saat mereka masuk langsung di temukan dua jasad anak yang sedang berpelukan hangus terbakar.ibu yang melihat menanggis histeris.
"Tidaaaakkkkkk...putriku maaf kan ibu seandainya ibu mendengar uncapanmu saat itu,tidak mengunci pintu dari luar,mungkin saat ini kita sedang merayakan tahun baru bersama,huhuhu...putriku...huhuhuhu!" isak tanggis ibu.bersahutan dengan suara petasan di langgit.
Penyesalan memang selalu datang terlambat, Kesalahan kecil yang ibu,membuat dia harus merasakan kehilangan yang sangat besar senyum Rara yang ibu lihat itu adalah senyum terakhirnya dan kebersamaan ibu dengan anaknya juga untuk yang terakhirnya SEBELUM 2021.
**__TAMAT__**
jangan lupa like dan komennya yach.