Kesel!
Mengapa sih kakak ku suka menganggu ku? Padahal, aku gak pernah tuh cari masalah dengan nya. Walaupun begitu, aku masih tetap sabar. Dan jika sudah mulai emosi, aku akan meminta bantuan ibu ku. Ahaha..
Aku dan kakak ku sebetul nya sangat akrab, bisa di kata kan kami seperti tikus dan kucing. Dia tikus, dan aku kucing nya. Heii, bukan nya kebalik?
Begitu lah, hehe.
Tapi kakak juga menjadi kan aku sebagai pembantu nya, maksud ku bukan pembantu gitu. Tapi hanya melaksanakan apa yang dia perintah. Menyebalkan!
Bisa kalian tebak, kakak ku ber umur sekitar 20 -an pasti nya. Dan aku baru saja ber umur 13 tahun. Ciri - Ciri nya, dia tinggi dan pasti nya dia kakak perempuan ku. Dia juga kakak kesayangan ku. Nama ku Nikkyta, Bisa di panggil Nikky. Rambut ku pendek, mereka mengira aku ini laki, padahal aku ini masih gadis, bukan pria ya! Its Okey.. Next.
Terkadang aku pernah ber tanya kepada orang tua kun soal "kakak ku". Tapi jawaban mereka membuat ku kurang yakin.
"Bu, kenapa sih kakak suka mengganggu ku?" Tanya ku dengan muka mengkerut.
Tentu saja, ibu ter senyum melihat tingkah laku ku. Dan kadang, jika kami ber tengkar, ibu malah ter tawa dan ter kadang juga meminta kami ber henti. Akhir nya ibu ku menjawab yang ku tanya kan.
"Kakak mu menganggu mu karena dia sangat sayang juga pada mu. Jika dia tidak sayang pada mu, dia pasti tidak akan menganggu mu dan peduli kepada mu saja mungkin tidak." Jawab ibu ku dengan suara lirih nya.
Mungkin pikiran ku kurang dewasa, sehingga aku tetap tidak yakin dengan jawaban ibu ku. Karena bagi ku, jika dia sayang pada ku seharus nya dia tidak membuat aku seperti pembantu nya atau pun boneka nya. Aku ini manusia loh, aku juga butuh hidup-
Aku mengangguk kan kepala ku yang se olah - olah nya aku mengerti dan percaya kepada nya, padahal aku tidak percaya kepada ibu ku kata kan tentang kakak ku. Entah apa yang membuat ku yakin, jika kakak ku tidak sayang pada ku. Mungkin aku harus butuh bukti yang cukup kuat,
iya bukti yang cukup kuat..
Pada malam hari, aku melihat kakak ku sedang berada di ruang televisi. Kakak ku suka sekali melihat acara televisi, apalagi soal berita tentang remaja. Begitu lah yang dia lakukan sehari - hari di kehidupan nya. Akhir nya aku ber tanya kembali ke kakak ku, pertanyaan yang sama ketika aku menanyakan kepada ibu ku.
"Kak, ada yang ingin ku tanya kan pada kakak. Apa kah kakak menyanyangi Kikky?" Tanya ku dengan suara lemah lembut.
Kikky adalah panggilan kakak ku terhadap ku saat aku masih kecil. Kakak ku malah tertawa ketika aku ber tanya kepada nya.
"Huh, kenapa tertawa sih? Jawab dong." Ketusku.
"Mau tahu apa mau tahu banget??" Ledek nya.
"Au ah. Kakak mah jahat."
Aku pergi dari hadapan kakak ku, dan pergi ke kamar. Dia tertawa puas ketika melihat aku ngambek di hadapan nya.
Ketika pagi hari nya aku pergi sekolah seperti biasa, menggunakan seragam sekolah dan memakai perlengkapan sekolah itu adalah hal kewajiban ketika pergi ke sekolah. Aku di antar oleh kedua orang tua ku ke sekolah. Seperti biasa, aku belajar di sana, tapi entah kenapa hari ini aku tidak kelihatan sehat sehingga aku tidak ingin ikut ber gabung dengan teman - teman ku seperti hari biasa nya. Aku hanya duduk di bangku dengan keadaan kurang sehat. Aku tetap belajar dan menunggu jam pulang.
Selesai pelajaran terakhir, aku pun pulang ke rumah dengan keadaan tidak semangat. Kakak ku yang melihat ku, segera menghampiri ku dan ber tanya tentang keadaan ku. Saat itu orang tua ku tidak ada di rumah, mereka masih di kantor. Aku tidak menjawab pertanyaan kakak ku, karena aku tidak sanggup menjawab nya dan mulai lemas. Kakak ku segera membawa ku ke puskesmas dan meminta dokter untuk memeriksa nya.
"Adik mu hanya baik - baik saja, dia lemas karena daya tahan tubuh nya menurun dan dia juga ter lalu banyak ber pikir. Saya minta, tolong dia jangan ter lalu banyak memikir kan yang dapat membebani pikiran nya dan juga dia harus banyak istirahat."
Kakak ku mengucap kan Terima kasih kepada dokter tersebut dan segera memasuki ruangan ku. Kakak ku terlalu khawatir kepada ku sehingga memeluk ku agar dia tidak kehilangan ku. Dia juga ter lihat menangis ketika memeluk ku..
"Aku baik - baik saja kok kak, jangan khawatir aku tidak akan meninggal kan mu. Dan aku akan tetap berada di dekat mu." Kata ku sambil memeluk kakak ku kembali.
"Aku sangat menyayangi mu dek."
Orang tua ku datang dengan keadaan khawatir, tapi ketika melihat kami memeluk orang tua ku ter lihat ter senyum. Mungkin karena aku dan kakak ku sudah tidak ber tengkar lagi. Benar - Benar kelihatan seperti cerita di film Tom And Jerry's saja.
.•♫• T A M A T •♫•.
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚***•̩̩͙✩•̩̩͙*˚
Semoga Kamu Menikmati Cerita Pendek Ini,
Jangan Lupa Klik Love Serta Follow Akun Kami Agar Kamu Tidak Ketinggalan Dengan Cerita-Cerita Terbaru Kami. Dan Komentar Juga Ya Jika Kamu Suka Atau Kurang Suka Dengan Cerita Ini, Terimakasih.
。・:*:・゚★,。・:*:・゚☆。・:*:・゚★,。・:*:・゚☆