Malapetaka yang sering terjadi di Dorm Anggrek membuat semua gadis-gadis pindah dengan wajah ketakutan. Mereka tidak mau menceritakan apa yang sudah terjadi di Dorm itu.
Katakan saja Dimas Anggara, pria lajang masih muda, sedang menyusun skripsi di sebuah universitas. Dia datang mencari Dorm yang kosong untuk ditempati. Dorm Anggrek yang dipilihnya. Sebenarnya dia tidak akan diterima di sana karena Dorm itu hanya berisi semua kaum hawa. Laki-laki dilarang masuk. Namun, pemilik Dorm putus asa karena sudah setengah orang kabur tanpa membayar sewanya. Dia kesal luar biasa. Mau bikin perhitungan dengan mahasiswi itu, semuanya sudah pindah ke kota A.
Dimas atau sering dipanggil Angga ini satu-satunya penghuni Dorm yang masuk dan tinggal beberapa hari.
"Sekarang bayar sewa," ujar pemilik Dorm. Ibu Miswa. Dia meminta uang sewa sedangkan Angga baru tinggal beberapa hari. Angga sedikit kecewa.
"Belum tanggal H, Bu. kok sudah minta uang sewa?"
"Saya tidak memiliki anak kosan lagi. Jadi tolong kamu bayar setengah dulu, ya."
"Wah, kok jadi begini sih, Bu. Bukannya peraturan di sini bayar sewa nanti akhir bulan, ya?"
Ibu pemilik Dorm ngotot sekali, dia butuh uang katanya. Akhirnya Angga membayarkan sewa kamarnya setengah dari harga yang ditetapkan.
"Saya bayar setengah saja, ya, Bu. Saya juga butuh makan!"
Satu Minggu tidak terjadi apa-apa. Bu Miswa menjadi heran. Kenapa mahasiswa itu tidak diganggu oleh tuan Hantu yang menempati Dorm miliknya.
"Hei kau, Angga. Ke sini sebentar!" panggil ibu kos.
Angga yang berdiri sambil melamun di balkon kamarnya, tidak menoleh sedikitpun. Bu Miswa menjadi kesal lalu menghampiri dia.
"Woi! Saya panggil kamu tidak menyahut?"
Kepala Angga berputar seratus delapan puluh derajat dan mimiknya berubah seram. Sontak saja Bu Miswa lari kocar-kacir.
"Ada hantuuuuu!"
Hari berikutnya...
Bu Miswa datang tengah malam dan mengintip di jendela kamar Angga. Penasaran dia, kemudian jendela itu dicungkil.
Kleek!!
Angga tidak ada di dalam. Bu Miswa panik.
"Jangan-jangan dia sudah kabur karena ketakutan dengan Dorm saya ini. Waduh uang bulanannya baru dia bayarkan setengah! Ini gimana sih!"
Bu Miswa berinisiatif sendiri, tetapi seseorang menepuk pundaknya.
Bu Miswa menoleh, dengan panik dan ketakutan, Bu Miswa kencing di celana! Dia menunjuk muka orang tersebut.
"Ha-hantuuu!" Bu Miswa lari pontang-panting.
Angga merasa heran. Kenapa dengan ibu Miswa?
"Apakah karena aku tidak memiliki kepala sampai dia lari ketakutan seperti itu? Ck! Dasar!"
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan follow me thank you.