Liburan sekolah telah tiba semua anak pasti merayakannya dengan pergi berlibur bersama keluarganya,tapi berbeda dengan wulan,panji,dimas,seto dan ayu,mereka merencanakan untuk pergi berlibur bersama karena di saat seperti ini keluarga mereka tidak ada yang punya waktu.
"Huh,sebel deh seharusnya di saat liburan begini keluarga kita mengajak kita berlibur malah sibuk kerja"ujar Dimas kesal.
"Gimana kalo kita berlibur bersama saja,?"Ajak Ayu
" Emang kita,mau berlibur kemana,Ayu?"tanya panji.
"Hmmm...bagaimana kalo ke villa ku aja yang ada di puncak,"Saran Wulan.
" Wah boleh juga tuh,denger-denger villa keluarganya Wulan sangat mewah,"kata Seto.
"Ok jadi kita setuju nih berlibur ke villa ku," Wulan memastikan.
"Ok...SETUJUuuu," jawab keempat temannya kompak.
"Ok besok kita berangkat pagi-pagi yach,jangan ada yang telat kumpul di rumahku," sambung Wulan.
Setelah sepakat untuk rencana liburan bersama besok semua pun bubar kembali ke rumanya masing-masing,Sampainya Wulan di rumah ia langsung meminta ijin pada orangtuanya.
"Mah,pah boleh aku bicara?" tanya Wulan pada orangtuanya yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.
"Bicaralah,sayang ada apa!" kata mamahnya.
"Liburan sekolah telah tiba,bisakah kita pergi ke Villa di puncak?" tanya Wulan.
"Aduh maaf sayang,papah dan mamah sangat sibuk,jadi...!" jawab ayah.
"Ga apa kalian sibuk, silakan teruskan pekerjaan kalian,Aku hanya minta ijin aku akan pergi berlibur bersama teman-temanku di Villa kita boleh kan!" kata Wulan memotong pembicaraan ayahnya.
Kedua orangtuanya saling melihat tidak langsung bicara,setelah cukup lama tidak dapat jawaban Wulan bertanya lagi.
"Ayah,mamah gimana boleh kah," tanya Wulan lagi.
"Kamu yakin sayang ingin berlibur kesana?" ibu memastikan.
"Yakin,kenapa tidak kami butuh hiburan mah,setelah lama sekolah," Wulan menjelaskan.
"Baiklah,mama dan ayah ijini kamu,tapi inget satu pesen mamah kamu atau temanmu jangan sekali-kali masuk ke kamar yang ada di atas,atau kamu bercermin pada kaca yang ada di setiap kamar,usaha kan kamu atau temanmu kalo ingin bercermin bawa cermin sendiri," kata ibunya mengigatkan.
"Kenapa mah,!" tanya Wulan penasaran.
"Tolong nak,ikuti saja permintaan mamah,ini demi kebaikan kamu dan teman-teman!" jawab ibu lagi.
Setelah sepakat dengan syarat mamahnya dan mendapat ijin Wulan pun pergi tidur setelah berkemas,besok pagi Wulan berangkat di antar pak sopir.
***
Besok paginya,tepat jam tujuh semua temannya sudah berkumpul di depan rumah Wulan.sebelum berangkat lagi orangtuanya Wulan mengingatkan wulan soal pembicaraannya semalam.Wulan hanya menganguk tanda setuju.Mobil pun melaju.
"Wulan sebenarnya apa sih yang di maksud oleh orangtuamu,kok aku penasaran?" Tanya Ayu.
"Nanti kalian juga bakal tau kok," jawab Wulan masih binggung.
Perjalanan dari rumah Wulan ke Villa cukup jauh,hampir seharian dan perjalanannya lancar-lancar saja,saat senja Wulan Dkk sampai di tujuan Dia pun segera masuk Vila dan menujukan kamarnya.
"Iihhh serem juga yach villanya?" kata Ayu merinding.
"Kamu takut Ayu?kalo takut kita kembali ga usah di terusin.!" ajak Wulan.Sebenarnya Wulan agak merinding sih apalagi dengan peringatan orangtuanya.
"Yah jangan dong khan kita udah terlanjur sampai masa mau pulang," kata Dimas kecewa.
"Iya nih AYu apa sih yang kamu takutin?" tanya panji.
"Khan aku hanya tanya,bukan ingin mundur apakah kalian tidak merasa vila ini sedikit sepi?" ujar Ayu.
"Iya juga sih,udah lama ga di tempati sih villanya!" jawab Wulan.
Setelah lama berdebat mereka pun masuk ke dalam.bulukuduk mereka semakin merinding.saat berada di dalam,banyak keramat di seluruh pojok ruangan karena lama tidak di bersihkan,orang yang biasa membersihkan villa itu sudah meninggal karena kecelakaan.
"Oh iya teman-teman kalian pilih kamar kalian,yang mana aja terserah tapi hanya ada satu kamar yang ga boleh di buka pintunya yaitu kama ujung di lantai atas!" kata Wulan mengingatkan.
"Kenapa emangnya?" tanya Ayu penasaran.
"Entahlah tapi itu yang di bilang ortuku,kita boleh berlibur tapi jangan buka kamar itu!" jawabnya,Wulan melupakan pesan ibunya yang satu lagi,
"Wulan kamu punya saudara perempuan yach?" tanya Seto yang sedari tadi diam.
"Tidak aku anak satu-satunya mamah,kenapa tanya begitu!" jawab Wulan.
"Kamu serius!tadi aku lihat di kamar atas ada bayangan seorang perempuan muda,sebaya kita!" kata Seto.
"Akh Seto kamu jangan nakut-nakutin deh,jangan rusak liburan ini!" kata Ayu takut.
"Ok aku diam,aku hanya bertanya kok!" ujar Seto.
Seto memang punya kelebihan bisa merasakan bahkan berkomunikasi dengan mahkluk alam lain.mereka nginep tidak sendiri ada pak sopir yang menemani.perintah dari ibunya.
Di vila ada lima kamar, tiga kamar di lantai atas termasuk yang di larang masuk itu.yang dua lagi di lantai bawah,dan dua kamar pembantu,pak sopir tidur di kamar pembantu di belakang.mereka anak-anak ambil kamar di lantai dua.
Karena lelah semua segera tertidur sebelumnya membersihkan muka dulu,karena Wulan lupa pesen ibu yang satunya Wulan menarik Kain penutup cermin di kamar.
"Wulan kenapa cermin ini di tutup?" tanya Ayu.
"Entahlah mungkin agar bersih!" jawab wulan.
Wulan pun bercermin,dan saat Wulan berdiri di cermin Ayu melihat ada bayangan wanita lain dalam cermin dia memakai gaun warna merah.
"Akhhh!" Ayu teriak.
"Ayu kamu kenapa,ngagetin aja deh!" kata Wulan.
"I...Itu ada bayangan di cermin!" kata Ayu gugup.
"iya ada lah ini kan bayangan aku!" kata Wulan kembali melihat cermin.
"Akh,Wulan pergi dari sana!" Ayu kembali teriak.
"Kamu kenapa sih yu,kok aneh Ini kan cermin tentu saja ada bayangan kalo kita sedang bercermin.!" kata Wulan
"Enga Wulan itu bukan bayangan kamu,gadis itu memakai gaun merah,sedangkan kamu pakai hijau,gimana bisa berbeda!" ucap Ayu ketakutan.
Anak cowo yang mendengar teriakan Ayu pun pada mendekat karena begitu dekat kamarnya.
"Ada apa?kenapa Ayu teriak!" tanya Dimas baru sampai
"Iya bikin kaget saja!" sambung Panji.
"Ini kata Ayu dia lihat bayangan dalam cermin,tentu saja dia lihat kan ada bayangan aku dalam carmin!" kata Wulan kembali bercermin.
"Hahaha...hahaha Ayu-ayu kamu ini ada- ada saja masa kaya gitu aja heboh!" ledek Panji dan Dimas.
Saat melihat Wulan bercermin lagi Ayu melihat wanita itu tersenyum ke arahnya Ayu hanya bisa menunduk takut.Seto yang juga melihat apa yang Ayu lihat cuma bisa menenangkannya.
Setelah semua tenang mereka kembali,saat Seto lewat depan kamar yang di larang Wulan,ada sosok gadis itu sedang berdiri di depan pintu.
"Apa yang kamu mau,Kenapa kamu perlihatkan wujudmu pada temanku?" tanya Seto.
"MATI,KEMATIANNYA YANG AKU MAU,!" jawab sosok itu.
"Apa salahnya sehingga kamu mengiginkan kematiannya,?" tanya Seto lagi.
"DIA TELAH MELANGGAR ATURAN DI MEMAKAI CERMINKU,ITU SEBABNYA DIA HARUS MATI!" katanya lagi.
"Yang bercermin bukan dia,tapi gadis satunya,kenapa dia yang jadi target!" tanya Seto lagi
"SIAPA SAJA YANG BISA MELIHATKU MEMAKAI GAUN MERAH DALAM CERMIN,MAKA SUDAH DI PASTIKAN IA AKAN MATI!" jawabnya lalu menghilang.
"Eh Seto lagi ngapain berhenti di situ ga mau tidur?" panggil Dimas,
"Iya tidur lah,mang ngapain mau begadang.!" Jawab Seto menghampiri.
***
Teng...Teng...teng...
Jam dinging berbunyi bertanda udah tengah malam,saat semua sedang asyik tidur di kamarnya masing-masing anak-anak di kejutkan dengan suara teriakan pak sopir.
"Neng,jangan berdiri di situ bahaya cepet neng pergi!" teriak pak sopir
Anak-anak yang mendengar terkejut dan menuju arah suara,
"Hmm...ada apa sih kok berisik!" kata Dimas masih setengah ngantuk
"Ayu...Ayu...dimana ayu!" suara Wulan teriak.
"Napa Wulan,dimana Ayu?" tanya Seto.
"Ga tau dia ga ada di kamar!" jawab Wulan.
Seto melihat perempuan itu pergi ke arah balkon Seto pun mengikutinya,di susul teman-teman yang binggung melihat Seto tiba-tiba lari.
Sampainya di luar semua terkejut melihat Ayu yang tengah berdiri di ujung balkon siap untuk loncat,semua teriak mencegah tapi tidak di dengar.hanya Seto yang tau apa yang terjadi.
"Kamu pergi lah jangan ganggu teman saya,dia tidak salah jadi kasihani dia.!" kata Seto.
"TIDAK DIA HARUS MATI,IKUT DENGANKU!" JAWABNYA.
"Seto kamu bicara sama siapa?" tanya Wulan penasaran.
"Wulan aku pernah bilang ke kamu,saat pertama masuk aku lihat ada perempuan di kamar ataskan,nah gadis itu sedang mengajak Ayu untuk pergi bersamanya!" kata Seto "Coba kamu inget-inget ada gak pesen mama mu yang kamu lupakan!"
Wulan berpikir"Ya ampun aku lupa,mamah melarangku untuk bercermin di cermin yang ada di kamar,terus masalahnya apa kan aku yang bercermin bukan Ayu?"kata Wulan.
"Masalahnya bukan siapa yang bercermin,tapi siapa orang yang bisa lihat bayangan cewe bergaun merah sampai tiga kali takdirnya adalah mati!" jawab Seto "Bukankah Ayu sudah memberi tahumu waktu itu?harusnya kamu pergi dari cermin itu bukan malah bercermin lagi,jadi ayu melihat bayangan gadis itu sampai tiga kali,kalo satu kali mungkin masih bisa selamat!" kata Seto menjelaskan.
"Ayu turun maafkan aku karena tidak mengerti kamu,aku mohon Ayu turun,!" panggil Wulan menyesal
"percuma teriak lebih baik kita tarik ayu dari balkon itu dan menyelamatkannya!" kata Panji.
"Percuma itu balkon yang ada di kamar yang dilarang masuk,pintunya terkunci aku tadi udah berusaha buat masuk!" kata Seto lagi.
Teng...
Jam berbunyi satu kali,bersamaan dengan itu Ayu terjatuh ke bawah kepalanya terbentur batu besar,semua temannya teriak menghampirinya.
"Ayuuuu....!" suara teriakan.
"Telat dia udah meninggal!" kata Seto
"HIHIHIHI...HIHI...!" suara tawa sosok gadis.
Semua menanggisi kepergian Ayu,semua orangtua datang ke vila untuk melihat keadaannya,orangtua Ayu menanggis histeris,keesokan harinya semua kembali ke rumah masing-masing.
"Wulan emang kamu tidak menghiraukan peringatan mamah?" tanya mamanya marah.
"Maaf mah Wulan lupa,sama pesan yang satu ini.!" jawab Wulan."Sebenarnya ada apa dengan cermin itu mah?"tanya wulan.
Mamahnya menceritakan kejadian lalu lima puluh tahun yang lalu saat ibunya masih muda,dia punya saudara kembar yang berbeda nasib,wajah saudaranya begitu buruk rupa membuat dia di kucilkan di sekolah,hinga suatu hari dia mendapatkan cermin pembawa petaka itu dan dengan cermin itu wajahnya bisa terlihat cantik seketika,
Dia terbuai dengan kecantikannya hingga saat yang tidak di inginkan terjadi dia meninggal karena jatuh dari balkon tapi jasadnya hilang,rohnya terkurung dalam cermin,cermin itu tidak bisa di hancurkan sudah berkali-kali di coba tapi kembali seperti semula,jadi mamah hanya menutupinya pakai kain dan tidak pernah mengunjunginya Vila itu lagi demi keselamatan kita semua.
Wulan menyesal karena lalai dengan pesan ibunya dia membuat nyawa temannya melayang,sungguh menyesalan yang mendalam buat Wulan.
**___TAMAT__**
Note: hanya karangan penulis.
Jangan lupa like 👍dan komenya.