Ciumlah, ciuman dingin sebagai hadiah natal tahun ini. Tak perlu yang lainnya...
( Dekaplah Aku! Aku Adalah Bidadarimu! )
" Berlian pink terbesar di dunia “ Angel ”...!".
" Cocok sekali, sebagai daya tarik Hari Natal untuk Tahun ini ".
" Iya, kan? Huhuhu...".
***
Pagi yang cerah, suasana sibuk kota dapat terlihat dengan sangat jelas. Kesibukan pagi hari adalah hal yang biasa di kota-kota besar.
Di kesibukan itu terlihat seorang gadis remaja tengah berlari mengejar bus sekolah.
HOSH... HOSH...
" WAAA...! TUNGGU...!! AKU MAU NAIK...!". Teriak gadis itu dengan keras.
Dengan susah payah akhirnya dia berhasil naik bus sekolah, hampir saja terlambat untung masih sempat. Dengan nafas terengah-engah dia menyapa sahabat-sahabatnya.
" Pa...Pagi...". Ucap gadis itu sambil mengatur nafas.
" Selamat Pagi, Angel ".
Nama gadis itu adalah Angel, dia duduk Dibangku SMU.
" Pagi ini lagi-lagi berangkat terburu - buru. Untung masih sempat, ya ". Ucap salahsatu sahabatnya.
Hingga sebuah suara serak khas laki-laki terdengar di indra pendengaran nya.
" Keterlaluan anak ini. Kalau saja dia mau bangun 5 menit lebih cepat ". Siapa lagi jika bukan Toma Takuya, pria yang ditaksirnya secara diam-diam sejak lama.
Pria itu melirik sekilas kearah Angel dan menyinggung sebuah senyum mengejek.
" !!! ".
" Wah, Ditertawakan si kacamata ".
" Wah ".
Sahabatnya mulai menggoda dirinya hingga wajahnya terlihat seperti sebuah tomat. " Sudah dong!, Nanti kedengeran ".
Tiap malam diriku selalu memikirkan dirimu hingga tak dapat tidur.
Hanya bisa melihat dan bertemu denganmu di dalam bus setiap pagi.
Takuya... Cintaku padamu bertepuk sebelah tangan.
" Haaa..." Dia hanya bisa menghela nafas.
" Oi oi, Dia itu anak hebat, lho! Anak alim dari keluarga terhormat. Calin orang elit masa depan ".
" Sikap kalemnya juga nggak kalah asyik!".
" Nah, Angel! Kalau nggak cepet, si kacamata bisa disambar orang nanti!".
Sahabat Angel mulai lagi menggoda dirinya lagi, ini adalah hobi mereka sejak dulu dan tak dapat dirubah.
DEG...
" KOK, KALIAN BISA TAU SIH...!?". Wajahnya kini kembali memerah semerah buah tomat matang.
" kan bisa terlihat jelas di wajahmu ".
" Tapi susah mendapatkan anak alim macam dia. Selamat Berjuang, Deh!".
" SUDAH DONG...!! JANGAN GANGGU AKU!!!".
Saat itu aku belum menyadarinya. Memang tak seharusnya. Karena ini merupakan peristiwa besar yang telah kutunggu saat natal tahun ini.
" Aku pulang...".
Baru saja melangkahkan kaki maauk ke rumah, tiba - tiba tubuh Angel sudah diguncang - guncang dengan keras sampai -sampai kepala pusing.
" Angel...! Ada berita! Ada berita! Berita Besar ". Seru seorang wanita paruh baya.
" Haah!?"
" Ke..Kenapa bu? tenang dong! ". Ya, wanita itu tak lain tak bukan adalah ibu Angel.
" Begini begini “ Angel ” Berlian pink terbesar di dunia!! akan datang ke jepang, lho!" Tanpa bertele - tele Ibunya langsung memberitahukannya.
" Su...sungguhkah!?" Angel yang mendengar berita itu dari mulut ibunya sendiri merasa tak percaya.
" dipinjamkan khusus dari museum paris untuk perayaan pembukaan galeri permata baru di Yokohama. Ini kesempatan berharga!". Ibunya menjelaskan dengan Semangat.
" Nah! Hari sabtu ini ada pesta untuk para pelanggan dan orang - orang berkepentingan..." Ucap ibunya sambil menunjukkan sebuah kartu undangan.
" Pesta...!? waw...! ikut, ikut!! aku harus ikut ".
Siapa sih gadis yang tak suka dengan pesta jaman sekarang? terlebih pesta itu mengadakan pameran benda - benda cantik berkilauan.
Saat Angel mengatakan ingin ikut ke lesta itu, ibunya menatapnya dengan tatapan aneh dan itu membuat dirinya bingung.
" Kenapa?".
" Masa sih anak gadis ibu yang sudah cukup umur masih punya waktu luang di akhir minggu?. Padahal sebentar lagikan natal, kok belum ada pacar yang membelikanmu cincin ?".
Ucapan ibunya seperti sebuah pisau tajam yang ditusukan didadanya.
" Ya sudah, aku nggak ikut ".
" Maaf, maaf! baguslah kalau kamu mau ikut Angel. Jangan cemberut begitu dong! Ayo deh!". Ibunya merasa agak bersalah dan berusaha membujuk anaknya agar tak ngambek lagi.
Mungkin karena keluargaku menjalankan bisnis di bidang permata, jadi aku sangat menyukai benda cantik yang berkilauan itu.
Dan yang paling aku kagumi...
Berlian bidadari berwarna pink yang namanya sama dengan diriku.
“ Angel ”
" Dulu ibu pernah melihatnya sekali di paris, begitu indahnya bagaikan dalam mimpi. Cocok sekali dengan namanya ". Ucap Ibunya seraya mengingat.
" Tapi terus terang, Angel memang punya mata yang lebih jeli dalam bidang permata daripada ibu. Mungkin keturunan ayah, ya ".
" Hehehe...! ini berkat pengajaran ayah sewaktu masih hidup ". Angel sangat senang saat ibunya memuji dirinya.
Instingku tak pernah gagal, terang saja namaku kan “ Angel ”.
permata - permata di dalam kotak kaca, menyerupai dirimu yang dingin. Takuya...
Ruby, Saphire, Emerald, Peridot, Aquamarine, Amethyst, Garnet.
Berkilauan, kecuplah mantera yang dingin. Menolehlah sekilas kearahku!
Hari sabtu malam dimana pesta pembukaan galeri permata baru di Yokohama akan di adakan. Gedung tinggi menjulang keatas sampai tak dalat terlihat puncaknya. Lampu - lampu yang menerangi jalan menambah kesan mewah malam ini.
" WOW!!! Hebat sekali gedung ini! pestanya disini ?". Angel sungguh kagum.
" Namanya sih pernah dengar, ya. ' Toma Tranding '. Paling top di dalam negeri untuk perdagangan permata ". Jelas ibunya.
Angel dan ibunya masuk kedalam gedung dengan kartu undangannya. Sesampainya di dalam Angel benar - benar sangat kagum. Banyak permata - permata di pajang disana.
" WAW, Keren...! Penuh dengan permata yang indah indah ".
" Tapi yang paling diperhatikan pastilah “ Angel ” Ya, lihat kerumunan itu ". Ibunya menunjuk kearak kerumunan didepan mereka.
Hilang sudah niat Angel untuk melihat permata terbesar di dunia. Akhirnya dia memutuskan untuk melihat - lihat yang lain dulu, hingga tak sengaja Menabrak orang.
Duk...
" Aw.... ".
" Pardon mademoi selle...! ( maaf nona )". Ucap orang yang ditabraknya. Menggunakan bahasa prancis.
" Tidak apa apa?". Dan satu lagi menggunakan bahasa jepang bertanya pada Angel.
" Ah... Eh... ". Seketika Angel menjadi linglung. Hingga ibunya menghampiri dirinya.
" Wah, itu perancang permata, Tatsumi dan cyrill !!". Seru ibunya.
" Eh? ibu kenal mereka!?" Tanya bingung Angel.
" Mereka sangat terkenal!!".
Cyrill orang perancis, Tatsumi orang jepang. Kombinasi dua pemuda jenius dalam rancangan maupun potongan.
Mereka aktif di New York juga paris. Saat ini permata rancangan mereka paling baru dan cermelang.
Ibunya menjelaskan dua orang yang tidak sengaja dia tabrak tadi.
Keduanya tampan... tapi tatapannya tajam.
Apakah mereka juga mengincar “ Angel ”...?
Angel memandangi mereka dari jauh, dia merasa ada yang aneh dengan orang pria itu.
Akhirnya setelah sekian lama menunggu, Angel mendapatkan kesempatan untuk melihat permata yang menjadi pusat perhatian.
' Inilah berlian pink 99.9 karat terbesar di dunia!! kilaunya buat mata terpikat, perkiraan harga pasarannya 100 juta!? benar - benar luar biasa '.
" Hei, Angel, melihatnya jangan berlebihan, itu sangat memalukan ". Ibunya berbisik kepada anaknya untuk mengingatkan untuk tidak berlebihan saat melihatnya. Itukan sungguh memalukan.
" Tapi ini luar biasa, aku belum pernah melihat yang seperti ini ". Ujarnya menjawab pertanyaan ibunya.
Inilah Angel...! memiliki sinar 7 warna yang berkilauan. Inilah bungkahan yang berkilau.
" Mengalahkan namaku ". Gumam Angel.
" Ah, kamu jangan begitu dong. Ibu mau memberi salam pada pelanggan kita ".
" Iya....".
Angel terus menatap lekat permata indah itu hingga sebuah suara membuatnya menoleh.
" Kamu menyukai berlian itu?". Suara itu berasal dari seorang wanita dengan gaun malam berwarna hitam sangat cocok untuk Dirinya terlebih dengan rambut pirangnya yang menambah kesan elegan.
" Apa kamu tertarik dengan batu mulia itu?, tapi hanya sedikit murid SMP yang tertarik dengan itu ". Ucap wanita itu lagi.
" Aku murid SMU, Lho!! ". Angel tak senang dikatakan murid SMP ".
" Oh Maaf ".
' Siapa wanita cantik ini...!' Batin Angel memperhatikan penampilan nya.
" Ini koleksi yang luar biasa..., dan yang hadir di sini hanya kolektor benda berharga. Mungkin berkat usaha ' Toma Tranding Internasional ' Ya, sehingg ada pewaris setampan ini. Begitukan, Takuya?". Ucap Wanita itu kearah laki-laki yang takbsengaja menghampiri mereka.
Jelas saja baik itu Angel atau Takuya saat ini sangat terkejut. Bagaimana bisa si kacatama dan si biang terlambat ada disini dan saling berhadapan.
" Ta...Takuya...!?" Seru Angel tak yakin dengan pengelihatannya.
" Eh, kalian saling kenal?" Tanya Wanita itu.
" Eh... Anu... ". Angel kesulitan menjelaskannya. Hingga akhirnya Si kacamata memperkenalkan diri.
" Aku Takuya Toma ". Ucapnya dengan senyum menawannya.
Gila... si anak elit yang asli...!?
" Oh... Aku Angel... Angel Takazi...". Dia tak bisa tak terpesona dengan senyuman menawan si kacamata.
" A N G E L....?". Wanita itu mengeja nama Angel.
" Puffttt... Ma...Maafkan aku! Aduh, nggak bisa berhenti, Bagus juga ya. Namanya sama dengan permata...". Wanita itu berusaha menahan tawanya agar tak pecah.
' Si Takuya juga?' Angel melihat bahwa Si kacamata juga menahan tawanya.
' Kenapa ketawa aih? jahat! Jangan mempermaiw aku ' Wajahnya sudah berubah menjadi tomat matang.
" Tapi... ". Ucapan wanita itu mampu mengalihkan perhatian Takuya dan Angel.
" Hati - hati! “ Angel ” Memang indah, tapibdia adalah berlian terkutuk yang memberi kemalangan bagi pemiliknya. Berkilau dengan mengisap darah manusia, berlian pembunuh manusia ". Ucap Wanita itu.
Ucapan wanita itu membuat dua orang tersebut tertegun tak percaya dengan omongannya.
Berlian Pembunuh manusia...?
" Apa...? Apa maksudnya itu...? ". Tanya Angel bingung.
" Apa yang dikatakannya itu betul, sih. Walaupun memang tidak di sebarluaskan ". Takuya membenarkan ucap wanita itu.
" Eeh!? ". Jelas Angel terkejut.
" Meninggal karena sakit, dibunuh, bunuh diri... para pewaris “Angel” Umumnya tewas dengan cara tak wajar. Setelah pemilik terakhirnya tewas 2 tahun yang lalu, berlian itu diserahkan pada museum laris, dan tak terdengar lagi pembicaraan mengenai itu. Jika dihitung sudah 20 orang yang tewas ". Jelas Takuya.
" Du...dua puluh orang...?"
" Berlian unggul yang banyak menyimpan masa lalu mengerikan ". Ucap Takuya.
" Pewaris Toma Tranding tentu tau banyak, Takuya Toma...?". Dua orang pria menghampiri mereka bertiga.
" Tuan Tatsumi dan Tuan Cyrill...! Saya pernah dengar dari ayah ". Ucap Takuya terkejut dengan kehadiran kedua orang terkenal ini.
" Itu suatu kehormatan kami sangat puas dapat bertemu dengan “ Angel ” malam ini. Selain pada kesempatan khusus, di paris pun jarang sekali kita dapat menyaksikannya ".
Setelah Tatsumi menyebut Angel, Takuya dan wanita asing itu menahan tawa mereka sedangkan Angel sendiri hanya cemberut.
" Mungkin pada “ Angel ” Juga terdapat kekuatan yang menyesatkan hati manusia, ya. Semua orang menjadi budaknya ".
Tatsumi dan Cyrill yang mendengar penuturan dari wanita asing itu terkejut, dan akhirnya Tatsumi maju menghampiri wanita itu.
" Maaf... apakah kita sebelumnya pernah bertemu ?". Tanya Tatsumi.
Dengan cepat wanita asing itu menjawab. " Belum!".
" Tapi saya tau banyak aktivitas anda berdua, saya pun sangat menyukai permata ". Ucap sopan Wanita itu.
" Permata yang indah mirip dengan wanita yang cantik, begitu juga anda. Menimbulkan keinginan untuk memiliki.... dan menyimpannya dikotak permata ". Tatsumi mencium punggung tangan wanita itu.
Mereka yang melihat aksi Tatsumi yang terang - terangan menatap keduanya dengan tatapan aneh.
" Cerdik sekali ya, tapi maaf saya harus segera pergi ". ucap Wanita itu dengan sedikit menyindir.
Siapa sebenarnya perempuan ini...?
Tahu banyak tentang “ Angel ”, Pasti bukan orang biasa...!
Sebelum Wanita asing itu berbalik dan melangkah pergi Angel berseru. " Tung... Tunggu! siapa anda sebenarnya !?".
" Saya Saura Zaizen, Sudah ya Angel ".
Angel bengong sesaat.
" Sayang ditolak ". Ucap Tatsumi.
" Tatsumi! kita pamit juga, setelah ini kita punya rencana kan!?" Cyrill mengingatkan.
" Ya, permisi! ".
Setelah semua pergi hanya tinggal Angel dan Takuya, dia menatapnya dan berseru.
" Eh! saura itu siapa? siapa sih dia? " Tanyanya agak sedikit tinggi.
" Mana kutahu!, aku juga baru pertama kali ketemu dia. Tadi tiba - tiba dia menyapaku, mungkin saja dia tamu di keluarga aku". Ucapnya.
" Ngomong - ngomong, kamu yang biang terlambat, kenapa ada disini? aku sampai kaget tadi ". Ucap Takuya mengalihkan topik.
" A...aku ini anak pemilik toko permata dan kukasih tau, ya. Aku bukan biang terlambat. Naik bus memang terburu - buru, tapi selalu tepat waktu tiba di sekolah!!!". Ujar Angel tak terima.
" Oh... begitu ".
" Iyalah!!".
Ternyata dia masih mengingat betul tentang aku...! Ada sedikit rasa senang di hati Angel.
" Rupanya kamu begitu tertarik pada “ Angel ” ya, Sampai - sampai menempel terus di kotaknya ".
" Kok...tau?".
" Kamu sampai begitu menempel, jadi tampak mencolok ". Ucap Jujur Takuya
" . . . "
" Tapi sebelumnya aku nggak tau... Kalau Angel itu begitu menakutkan " Ucap Angel mengingat perkataan wanita bernama Saura Zaizen.
" Legenda tentang permata setengahnya lebih banyaj ditambah - tambahkan, tapi kemalangan yang menimpa orang yang punya hubungan dengan permata itu memang benar terjadi. Tapi bisa saja itu cuma kebetulan. Bagaimanapun indahnya permata tidaklah mungkin membunuh manusia. Iya kan?". Kata Takuya. Perkataannya membuat kesan tersendiri untuk Angel.
" Tapi... aku sangat paham perasaan orang - orang yang terperangkap olehnya, mereka merasa melihat bidadari yang sesungguhnya ".
DEG.... DEG.... DEG....
' Bodoh...! diakan tidak berbicara tentang diriku ' Batin Angel
" Ka...kamu juga suka “ Angel ”?". Tanya Angel.
" Iya... sudah lama aku ingin melihatnya ". Jawabnya dengan senyum menawan.
Tiba - tiba Seorang pegawai memanggil Takuya.
" Tuan Takuya, dipanggil direktur! untuk menyampaikan salam ".
" Ya, saya segera kesana! ".
Sebelum pergi Takuya memberitahu Angel.
" Oh ya, “ Angel ” dipertontonkan untuk umum selama 2 minggu mulai besok sampai natal, sampai nanti ".
Angel tersipu saat melihat senyum menawan Takuya, Sungguh dia memang tampan.
" Disini rupanya Angel! kemana saja sih? wajahmu kok merah?".
Berlian terkutuk atau apapun aku tak peduli, ini berkat Angel. Bagiku dia adalah batu keberuntungan yang terbaik. Tampaknya malam ini aku akan bermimpi indah.
Malam hari setelah acara pembukaan galeri permata.
KLANG!!!
" Sistem alarm sudah terputus!, Tapi cepat! lima menit lagi penjaga berikutnya datang ".
" Oke ".
" Disana!".
" Angel yang kita cintai "
Bulan mulai mengeser diri dan di gantikan oleh matahari pagi
" Berlian yang hebat!".
" Baru sekali ini kulihat yang warna pink seindah ini ".
" Angel dalam bahasa perancis artinya bidadari, ya".
Ternyata masih banyak orang yang mengerumuni batu mulia itu.
" Hari ini aku datang lagi, apakah ini artinya aku akan datang setiap hari selama Angel dijepang?". Gumam Angel.
Yooo!
" Takuya!?". Angel terkejut saat ada orang yang menepuk pundaknya.
" Kamu jadi seting datang rupanya, kamu sungguh - sungguh suka, ya?".
" Iya, sih...! banyak sekali yanh datang, ya ". Jawab cepat Angel.
sebenarnya dalam pikiran Angel dia datang kesini hanya untuk berharap bisa bertemu dengan Takuya.
" Kalau begini sih nggak bisa santai lihatnya ". Keluh Angel.
" Apa boleh buat! Angel jadi perhatian utama ".
Saat Angel menatap bungkahan batu mulia itu dengan lekat alangkah terkejutnya dirinya, dengan segera dia menerobos kerumunan itu dengan paksa untuk memastikan penglihatan salah.
" Ma...maaf permisi!"
" Eh!"
Gila....!!! inikan...
" Ada apabsih tiba - tiba?" tanya Takuya bingung setelah mereka menjauh dari kerumunan..
Sebelum Angel memberitahukan sesuatu pada Takuya, dia meminta untuk berbicara diluar saja dan yang mereka tuju adalah sebuah taman.
" IMITASI???, maksudmu ditukar dengan barang tiruan? mana mungkin ". Takuya yang mendengar pernyataan Angel tak bisa tidak terkejut.
" Bodoh sekali omonganmu itu! itu sama dengan yang kemarin malam!". Tentu saja dia tak terima.
" Tapi kilaunya berbeda! kamu nggak bisa lihat!? bukan benda yang sama dengan yang dipesta ". Ucap Angel keras kepala.
" Kalau diteliti pasti langsung ketahuan, terserah kamu percaya atau tidak, pokoknya periksa dulu, Ayolah!". Pinta Angel.
Ternyata pembicaraan mereka berdua didengar oleh seseorang.
Akhirnya mereka sepakat untuk memeriksa Permata itu dan ini sungguh malam petaka.
" Gawat... ini palsu, berat jenisnya beda ". Keluh Takuya.
" Betulkan!?, Benda tiruan ini dibuat dengan baik tapi kilaunya tak setara, Angel yang asli jauh lebih bercahaya ".
" Hebat sekali instingmu, kalau orang biasa pasti terkecoh!". Puji Takuya.
" Saat ini biarpun dipuji aku sama sekali tak gembira ". Bohong! jika tak gembira.
BRAK...!!!
" SIAL, PEKERJAAN SIAPA INI !?". ucap Takuya marah.
" Angel itu dipinjam dari museum paris, jika yang asli tak segera ditemukan, bisa kacau jadinya...!".
" Haaa... sudah malam, biarku antar ". Ucap Takuya tersenyum pahit kearah Angel.
Takuya mengantar Angel menuju rumahnya. Ditengah jalan Takuya bercerita pada Angel sebut saja seperti curhat.
" Batas waktunya hanya sampai tanggal 25... tanggal 26 yang asli sudah harus dikembalikan ke paris. Tapi... apa ada waktu dan tenaga...? ".
" Jadi bagaimana ". Tanya Angel.
Dan Dijawab. " Tak ada cara lain, minta bantuan polisi ".
" Eh?, Ugh, kok...". Tiba - tiba Takuya berhenti dan Angel menabrak punggung Takuya.
" Selamat Malam!" Seorang wanita mengapa mereka di taman.
" Sa...saura!? ". Betapa terkejutnya Angel melihat Saura.
" Kamu bisa tau duluan bahwa itu berlian imitasi, luar biasa! hebat sekali!, sebagai hadiahnya, akan kukatakan sesuatu". Ucap Saura memuji Angel.
" Apa Itu? " Angel Dan Takuya bertanya serempak.
" Sayang sekali, Angel sudah tak berada di jepang lagi, saat ini mungkin ada di New York ". Ucap Saura.
" NEW.... YORK!?".
" Periksa baik - baik daftar tamu pesta! dari situ bisa dapat petunjuk, sudah ya! aku buru -buru ". Ucap Saura menaiki mobilnya.
" Ah... TUNGGU DULU! SAURA !".
" Nah! penerbangan terakhir apa masih terkejar?". Gumam Saura dalam mobil.
Akhirnya mereka kembali ke gedung untuk mencari daftar tamu pesta yang berasal dari New York.
" Tak Ada!".Seru Takuya.
" Yang bernama Saura Zaizen tak ada didalam daftar manapun, kenapa bisa begini!?". Ucao Takuya bingung.
" Siapa dia sebenarnya?" Sama hal dengan Angel.
BRAK...!!!
" Takuya! daftar tamu ini kuambil lewat belakang ". Seorang pria paruh baya masuk dan menyerahkan sebuah berkas.
" Thank's! ini sangat membantu kapten Sugita!, Untuk kali inu saja, ya! karena ini keadaan darurat, kamu pahamkan?".
" Aku paham terimakasih"
" Takuya punya kenalan seorang kapten?" Tanya Angel.
" Sebenarnya kenalan ayahku ".
" Hahaha... banyak yang bisa terjadi dalam pekerjaan seperti ini ". Ucap kapten Sugita.
" Ini tak boleh dipublikasikan. Jadi penyelidikan nya toling dirahasiakan, Ya!, yang tau hanya kita dan ayah ". Ucap Takuya memberitahu.
" Serahkan padaku". Ucap kapten Sugita percaya diri.
Mereka melihat daftar tamu yang baru dibawa dan ada beberapa orang yang berhubungan dengan New York, namun hanya dua orang yang mencolok. Perancang Tatsumi dan Cyrill. Mereka buru - buru langsung pergi menuju new york.
Namun yang menjadi masalah adalah mereka berdua selalu berkeliling dunia, meski mereka punya studio di new york.
Hanya mereka berdua yang terlihat mencurigakan yang lain tidak. Sebenarnya mereka tak 100% mempercayai ucapan saura karena mereka baru kenal.
" Aku akan ke New York!." Seru Takuya membuat keputusan.
" Apa!?". Kedua orang yang mendengar terkejut.
" Tunggu dulu dong! serius mau pergi?". Tanya Angel.
" Tak ada waktu untuk berbincang - bincang, ini demi ayahku!". Tekad Takuya sudah bulat.
" Kalau sendirian berbahaya!".
" Aku tahu itu, tapi petunjuk sekecil apapun lebih baik dicoba dari pada diam saja!!!". Ucapnya tegas.
" Aku juga ikut ". Seru Angel.
" Apa...? " Takuya terlihat heran.
" Aku nggak mau tinggal diam! akukan sudah terlanjur terlibat! pokoknya aku hatus ikut!!!". Paksa Angel.
Ya, dan akhirnya mereka berdua berangkat bersama menuju new york, untung penerbangan terakhir masih terkejar.
Di dalam pesawat.
" Tidur saja dulu! jangan buang waktu!". Perintahnya.
" Ya...tapi aku nggak ngantuk ". Ujar Angel pelan.
Takuya menutup bukunya dan berkata.
" Jangan - jangan kau menyesal, ya? tanpa sadar bertindak aejauh ini, tapi sudah tak mungkin mundur lagi"
" Bu...bukannya begitu Karena kamu bilang terserah aku jadi ikut saja ".
Kenapa dia jadi begitu serius?
" Pada sponsor kita kukatakan bahwa aku dan asistenku akan menemukan berlian angel itu, kita pasti berusaha keras".
" Pastilah akan kutemukan itu batu keberuntungan ku ". Ucap Angel percaya diri.
Tiba - tiba dia merasa kantuk yang luar biasa datang dan membuat harus memejamkan mata, dia tertidur dibahu Takuya. Dan akhirnya mereka sama - sama tertidur.
Sampai di New York, pemandangan nya memang luar biasa menakjubkan.
" WOW!!! Benar-benar di new york!". Serunya bahagia.
" Kita bukan turis! setelah check - in kita langsung berangkat ". Takuya mengingatkan.
Hilang sudah rasa bahagia padanya. Mereka menjadi alamat yang sesuai untuk menemukan lokasi studio perancang terkenal.
" Di sini ".
" Besar sekali gedungnya "
" Bukan hanya di sini, tapi mereka juga punya studio di seluruh Dunia".
" Hebat, mereka masih muda tapi sudah sangat Terkenal ".
" Rasanya mereka sangat sulit disentuh, sangat berharga untuk diselidiki ".
Mereka membicarakan dua perancang terkenal hingga masuk ke dalam gedung.
" Berlian pembunuh manusia...? makin indah dan kejam makin cocok untuk koleksi kita ".
" Kilauan yang mengagumkan... bidadari berwarna mawar yang terunggul dalam sejarah... Angel..."
" Koleksi barang curian kitapun bertambah satu tingkat kilauan nya berkat angel ini... dia memang bidadari ".
" Saat ini galeri Toma mungkin tak sadar sedikit pun bahwa mereka sedang asyik memajang berlian palsu, Dasar Bodoh!".
Ting tong...
" Siapa!?".
" Anaknya tuan Toma!?". Ucap Tatsumi terkejut.
" Apa mereka sudah menyadarinya bahwa itu imitasi? padahal yang kupikir kita bisa mengulur waktu...".
" Bodoh...! mungkin sudah ada yang memeriksanya, padahal orang yang melihat hanya orang yang tak tau apa apa ".
" Sudahlah mereka hanya anak - anak, bisa apa?".
SILAKAN!
" Maaf ya, kami datang tiba - tiba!, ada sedikit yang ingin kami tanyakan...". Takuya memulai pembicaraan kepada mereka berdua.
" Ini merupakan suatu kejutan karena melihat Takuya jauh jauh datang ke new york, ada apa sebenarnya?." Tanya Tatsumi sopan.
" Angel dicuri orang dan belum ditemukan sebelum saat pengembalian nya ke paris "
" Dicuri!? gawat itu, Tapi kenapa kalian mengatakan pada kami ?". Tanya Tatsumi mulai waspada.
" Sebabnya... ". Ucapan Takuya dipotong oleh Angel.
" Eh, iya! studionya luas ya, boleh kami melihat lihat sebentar? keluarga ku juga punya toko permata ".
" Oh... silakan! tapi berantakan, lho ".
" Tatsumi!?". Tampak Cyrill panik.
" Diam, Cyrill!".
" Silakan! sebenarnya tidak ada yang menarik ". Ucap Tatsumi mempersilahkan.
" Mereka memang ada apa-apanya ". Bisik Takuya kepada Angel.
" Hmm ".
Mereka mulai melihat lihat studio duo perancang itu, awalnya memang tidak ada apa - apa namun nampaknya Angel menemukan sesuatu dibalik pintu yang tak tertutup rapat, saat dia ingin mendekat dan membuka pintu itu Cyrill sempat mencegahnya namun sayang itu terlambat, angel sudah membuka dan melihat apa isi dibalik pintu tersebut.
Alangkah terkejutnya Angel saat melihat sebuah permata pink terdapat di dalam.
" Angel!? Ruangan apa ini ".
KLEK....
belum sembuh terkejut, sebuah pistol sudah tetap berada di kepalanya.
" An...!!! " Tentu melihat itu Takuya langsung beranjak untuk menuju Angel.
DOR...!!!
" AAAHHH...!!!".
Beruntung Takuya bergerak cepat kalau tidak mungkin Angel sudah tertembak.
" Maaf ya, kalian sudah terlanjur melihat, maka tak mungkin kalian keluar dari sini ". Duo perancang itu sama - sama menodongkan pistol kearah kedua remaja itu.
" Jadi kalianlah yang telah menukar Angel itu!? Tatsumi! Cyrill!" Ucap Takuya tak percaya bahwa benar merekalah yang menukarnya.
" Kami heran, kalian tau itu imitasi ". Ucap Tatsumi takjub.
" Tak terpikirkan harus sampai menghilangkan nyawa ". Cyrill tersenyum mengerikan.
Takuya sempat menoleh kearah samping kanannya dan apa yang dimelihatnya...
Sebuah berlian kuning yang harusnya berada di Washington, kalung juga benda benda terkenal semua ada diruang itu.
" Permata permata ini..." ucap Angel ketakutan dalam pelukan Takuya.
" Betul... tak perlu disangsikan lagi semua asli ". Seru Tatsumi bangga
" Tentu saja para pemilik tak tau bahwa benda bendanya sudah kami tukar ". Jelas Cyrill.
" Kukasih tau ya, dektetif kecil, semua permata diruangan ini koleksi khusus yang kami curi dari seluruh dunia ".
" Kilauan permata - permata ini adalah keindahan ideal yang takbada tandingnya, tapi apalah artinya itu bagi orang - orang bodoh yangvtak paham arti keindahan yang sesungguhnya ". Cyrill berkata seakan mereka hanyalah orang-orang yang tak berguna.
" Jangan seenaknya! kalian pikir ini akan selesai hanya dengan membunuh kami!? kalian akan segera tertangkap!!!". Takuya berteriak pada kedua orang itu dan hendak berdiri.
DOR...!!!
" Jangan bergerak!!!"
" Tak perlu khawatir, kami tak sebodoh itu, prinsip kami selalu berhasil memperoleh apa yang kami inginkan, itu.... Pasti!".
' Apa yang harus kulakukan.... aku harus melakukan sesuatu... sedangkan Angel ada di depan mataku...! Benar! kalungku! '.
TAP... TAP... TAP...
" Angel sudah lama kami inginkan... Berlian itulah yang disebut berlian pembunuh manusia, ironisnya, cocok sekali dengan situasi sekarang ".
" Sayang sekali jika ruangan ini terkena darah... Bisa mengerti kan?".
Tepat setelah Tatsumi menodongkan pistolnya ke kepala Takuya, Angel melemparkan kalung liontinnya kearah Tatsumi dan dengan cepat dia menarik Takuya juga tak lupa mengambil Angel sebagai tujuan awal mereka. Mereka lari dengan cepat meninggalkan studio itu.
" Mereka lari! cepat kejar mereka!!".
DOR... DOR... DOR...
Mereka berhasil lolos dari cengkraman dua monster itu, mereka telah berada di jalan raya.
" Begitu sampai jalan raya... mereka tidak akan menembak lagi ". Ujar Takuya masih berlari.
Namun saat ini memperlambat laju mereka, sebuah tangan menggapai bahu kanan Angel.
" Angel!!". Teriak Takuya.
Dan saat mereka menoleh kebelakang siapa yang mereka lihat, Dia adalah Saura wanita misterius.
" Saura...!?".
" Kenapa kau ada disini...?" tanya takuya.
" Serahkan Angek padaku!! ada pada kaliankan!?". Pinta Saura.
" Apa..!? jadi kamu juga menginginkan ini". Suasana bertambah menegangkan.
" Kalau banyak bicara nanti malah terkejar! Cepat nanti kalian terbunuh!". Saura memaksa agar Angel mau menyerahkan batu permata itu.
Namun sayang... DOR..!!!!
" itu mereka...!!!"
DOR...!!! DOR...!!! DOR ...!!!.
Duo perancang itu menembaki Angel dan hal itu membuat tangan yang memegang Batu permata itu terlepas dan Angel permata terjatuh ketanah.
Saat Angel jatuh ke tanah Saura langsung mengambilnya.
" Permata ini... biar aku yang pegang!!!".
" Tu...tunggu...!!!!" Cyrill berteriak saat Saura membawa Angel itu dan pergi dengan mobil.
" Saura!, Saura tunggu!!"
" Bagaimana ini... Angel itu...!". Kini Angel dan Takuya panik tak tau harus apa.
Sedangkan Duo perancang itu kembali mengejar Saura.
" Sial perempuan itu...! siapa dia?" Umpat Tatsumi.
" Ange itu harus kita dapatkan kembali!!" Ucap Cyrill panik.
Malam hari Takuya dan Angel beristirahat sejenak sebelum mencari keberadaan Saura, di sebuah Hotel berbintang. Mereka memulihkan fisik juga mental mereka yang terguncang.
Takuya tengah menelpon Kapten Sugita, sedangkan Angel berdiri di sudut ruangan.
* Kapten Sugita? kami sedang berada di hotel. Jadi tolong segera selidiki ke mana orang bernama Saura Zaizen! Ya, kami ingun membuntutinya... tenang saja! sampai saat ini kami tetap selamat *. Ucap Takuya dalam telepon.
* Oi oi! jangan melakukan tindakan berlebihan Takuya! Dan berhati - hatilah terhadap Tatsumi dan Cyrill!*
* Baik, sudah ya*. Ucap Takuya menyudahi.
" Kenapa?". Tanya Takuya yang melihat Angel sedari tadi hanya menundukkan kepala si sudut ruangan.
Setelah ditanyai seperti itu, Angel langsung membungkuk dan berkata dengan keras.
" Maafkan aku!!!" Tindakannya tentu membuat Takuya heran.
" Padahal tinggal sedikit lagi berhasil!!!". Angel merasa bersalah.
Takuya menyinggung senyum tipis saat mendengar perkataan Angel.
" Kenapa minta maaf? Bukan salahmu kok". Niatnya ingin menenangkannya tapi apa, gadis itu malah meneteskan air mata.
" Lho?" Takuya tambah heran.
" Ke...kenapa sih? ada yang luka?". Ucap Takuya menghampiri gadis itu.
" Enggak..." jawab Angel sesenggukan. " Aku... cuma takut..."
Tadi karena begitu serunya jadi tidak takut.
DEG...
Tangan Takuya meraih dagu Angel dan mengangkatnya untuk bisa menatap matanya.
" Jangan menangis".
Takuya....
" Jangan menangis dong! aku tertolong berkat dirimu, Angel. Tadi aku pikir kita akan mati ". Sambil mengelap air matanya.
DEG.... DEG.... DEG....
' jantungku... jantungku... '.
Seketika Angel berjalan mundur dengan cepat hingga menabrak tembok.
" Licik kamu Takuya!". Ujar dirinya.
Jangan memandangku seperti itu, kalau tidak jantungku bisa copot. Jantung tak henti hentinya berdebar kencang.
Lho?
Saat Angel membuka matanya dirinya sudah berada di kamarnya, dia melihat kearah jam tangannya. Jam 2 malam dijamnya menunjukkan pukul 2 dini hari.
' Aku ada di tempat tidurku sendiri...'. Batinnya, saat dia melihat kamar sebelah lampu kamar masih menyala, itu berarti takuya belum tidur.
TOK... TOK... TOK...
Angel mengetuk pintu untuk melihat Takuya.
Saat membuka pintu kamarnya. Suara Takuya menyambut pendengaran nya.
" Kenapa kau bangun?".
" Ng... aku terbangun... maaf, kamu sedang tidur ya?". Jawabnya seadanya.
" Ah, Enggak kok, Kamu berat juga ya. susah lho angkatmu sampai ketempat tidur ". Tiba - tiba Takuya mengubah topik pembicaraan nya.
" Hah? gila kamu!". Wajah Angel saat ini sudah berubah merah.
" Nggak inget ya, kamu tertidur dikamar orang?, Kamu menangis dan wajahmu memerah, pokoknya heboh deh. Sulit dipercaya bahwa namamu sama dengan berlian bernilai milyaran ". Ucap Takuya sambil melepas kacamatanya tampak lebih tampan saat dia tak mengenakan kacamata.
" Ter...terserahlah! mending aku tidur ". Angel membuka pintu dengan kasar.
" Angel! " Namun Takuya tiba - tiba memanggilnya, tentu saja Angel langsung menoleh kearahnya.
" “ Angel ” itu pasti kita dapatkan kembali... aku yakin, jika denganmu pasti berhasil ".
" T a k u y a ".
" Selamat tidur!" Dengan segera dia mengucapkan selamat malam dan tertidur.
". . . "
" Selamat tidur... ".
Pertama kali kusaksikan wajahmu yang malu,. Tadinya aku agak bimbang tapi aku bersyukur bisa ikut dengan mu.
Ya, pasti berhasil, kita akan menemukan Angel itu sebelum natal. Lalu bolehkah kukatakan...? aku Sangat menyukai mu...!
" Angel! Angel! Angel! ". Sebuah suara memanggilnya.
" Ng...".
" AYO CEPAT BANGUN...!". Dan dengan segera dia membuka mata dan apa yang pertama kali dia lihat adalah sebuah wajah laki-laki tetap didepan wajahnya.
" KYAA...! Apa - apaan, sih? jangan masuk ke kamar orang dengan tiba - tiba dong!" Langsung menarik selimutnya.
" Haaa... aku cuma mau bilang, ini sudah siang. Cepat bersiap-siap! kita check out dari sini 30 menit lagi ". Ucap Takuya meninggalkan Angel dikamar.
" Eh? Ada kabat dari kapten Sugita ".
" Sudah diketahui kemana tujuan saura. Namanya ada di daftar penumpang pesawat ke pasir ".
" Jadi selanjutnya.... ke PARIS !! Tapi kenapa ke paris ?". Tanya Angel bingung.
" Orang itu memang penuh misteri. Menghindar dari pengejaran Tatsumi dan Cyrill ".
Entah apa yang sedang terjadi, Siapa sebenarnya Saura itu? sekarang kamu ada dimana...!? Cepatlah muncul kembalikan Angel.
Mereka berdua telah sampai di paria dan kini sedang berada di sebuah kafe sarapan.
" Hah! ". Angel tiba - tiba merasa ada yang sedang membuntutinya.
" Kenapa?" Tanya Takuya.
" Enggak, aku merasa asabyang memperhatikan kita...."
Akhirnya mereka memesan beberapa menu untuk sarapan mereka di paris.
BUK...!
Angel memukul meja.
" Makanya!! Tatsumi dan Cyrill mereka juga sedang mengincar Saura. Bagaimanapun kita harus lebih dulu menemukannya!". Ucap Angel bersemangat luar biasa.
" Studio mereka diparis... kita korek dulu dari sana ". Imbuhnya.
" Kamu ini gigih sekali, ya". Takuya Heran padahal galerinyalah yang kehilangan permata itu, tetapi kenapa orang lain yang begitu gigih mencari?.
" Aku merasa... Saura mungkin saja akan muncul lagi di depan kita ". Ucapnya pela.
" . . . "
" Eh, sebelum ke studio itu, aku ingin mampir dulu ke suatu tempat, Boleh?". Angel memohon.
" Sudah berkali - kali aku katakan kita bukan turis ". Takuya mulai jengkel dengan sikap Angel.
" Cuman sebentar kok! aku ingin ke museum permata paris ".
Akhirnya mau tak mau Takuya menyetujui permintaan Angel, toh ini juga satu jalan dengan ke arah studio itu.
" Tempat yang memimjamkan berlian Angel, aku inginnya ". Ujar Angel.
" Walaupun tempat ini kecil, tapi amat terkenal sebagai pusat koleksi berlian. Aku pun juga pertama kali ke sini ". Ucap Takuya jujur.
Angel sangat terpesona dengan berlian belian disini. Kilauannya sangat memikat dan juga amat indah tidak ada yang menandinginya.
" Pasti “ Angel ”kan? yang paling kamu suka". Ucap Takuya.
" Iya... Selalu kukagumi, Ayah ibuku bertemu didepan Angel itu di galeri ini. Makanya aku percaya “ Angel ” membawa takdir pertemuan dua insan... begitu lho ".
" Jadi itu takdir dari berlian ya...?". Takuya bergumam sendiri.
Dan belahan jiwaku adalah....
Angel memandang Takuya dengan wajah sedih yang tak mampu di ungkapkan hanya dengan kata - kata saja. Tapi dia langsung menyadarkan diri.
" Jadi sudah kamu temukan orang yang ditakdirkan bertemu dengan mu itu?".
DEG
" Eh... Eh... anu... orang itu...". Angel agak menundukkan kepala.
TUK...!
" Tampangmu jadi aneh begitu! ayo kita pergi! ". Takuya memukul kepala Angel.
" Aduh! jahat! kok mukul sih?".
Orang ini selalu saja bergurau, kapan dia akan serius. Tapi akan terus kukejar terus! Rasanya takdir itu ada pada dirimu.
Saat mereka keluar museum siapa yang ada didepan mereka, dan sedang menyapa mereka.
" Ah...! ".
" Akhirnya kalian sampai ke sini juga, ya. Hebat juga aksi kalian ".
" Saura...!". Keduanya cukup terkejut.
Segera saja Angel langsung naik. " Saura, kembalikan Angel itu!! untuk itu kami mengejar sampai sini. Siapa sih kamu sebenarnya?".
" Yang pasti aku bukan pencuri, Aku tak bermaksud melarikannya, tapi keadaan waktu itu tidak memungkinkan ". Ucap Saura santai.
Sudut bibir Angel berkedut.
" Sudahlah, tak usah khawatir Angel akan aku kembalikan, Kita bertemu lagi di sini malam ini pukul 10. Nanti akan kuceritakan semuanya ". Setelah mengucapkan itu Saura Langsung berbalik.
" Eh...?". Angel sekarang dalam keadaan lemot.
" Sampai Nanti!". Ucapnya sebelum benar - benar pergi.
" Sudah hilang..." Ucap Angel.
" Bagaimana? mungkin saja ini perangkap...". Takuya tampak bingung dan berpikir.
Akhirnya dua insan ini saling bertatapan. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk menuruti perkataan Saura.
SRAK...
Siapa yang tahu bahwa jika dari tadi ternyata ada orang yang membuntuti mereka, siapa lagi jika bukan Duo perancang terkenal itu.
" Hehehe... jadi petualangan yang menarik ya ".
" Kali ini tak akan lepas lagi, Angel itu...!".
Malam hari yang dingin di kota paris, terdapat dua insan sedang berada di area taman museum paris. Ini memang belum pukul 10 mereka sepakat berangkat lebih awal 30 menit.
" Setengah sepuluh lewat... keita terlalu cepat sampai ".Ucap Takuya melihat sekeliling.
" Takuya? Kok aku merasa ada yang aneh, Ya?... Eh...!".
Tiba - tiba sebuah sinar cahaya yang amat terang terarahkan kearah mereka. Cahayanya saat terang hingga mereka haru menutup mata sejenak.
" Halo anak - anak!". Hingga sebuah suara menyebalkan terdengar oleh Angel. Tentu saja dia mengingat suara ini.
" Sedang apa di sini? bukan waktunya untuk berjalan - jalan. Bahaya Lho !".
" Kalian...!". Ucap Takuya dengan setengah teriak saat melihat siapa dua orang tersebut.
" Ternyata memanh ada di pasir ". Angel juga setengah teriak.
" Kami mengambil kesempatan untuk mendapatkan Angel ". Ucap Cyrill sambil nodongkan pistol kearah mereka.
" Kalian selalj saja mengganggu ".
DOR...!! DOR...!! DOR...!!
Dengan cepat Takuya langsung meraih tubuh Angel untuk berada di dalam pelukannya dan membawanya langsung sembunyi dibalik pohon agar tak terkena peluru tembakan.
" Sial...! masa kita akan mati seperti ini". Umpat Takuya.
" Haha... percuma sembunyi di situ ". Ucap Tatsumi perlahan berjalan mendekati mereka.
" Angel, jangan terpisah dariku! kita lari sampai gedung itu". Ucap Takuya.
" Iya...".
" AYO !!!". Takuya membawa Angel berlari saat berada di tengah - tengah Angel terpisah dari Takuya karena sebuah tembakan.
DOR... DOR... DOR...
" AH..!!! ".
" ANGEL!! AWAS BERBAHAYA!!". Dengan cepat Takuya menyambar tubuh Angel agar tak terkena tembakan, namun sialnya kaki Takuya terkena.
" Ta...Takuya Takuya!!". Tentu saja Angel panik.
" Tidak apa apa, cuma tergores sedikit saja tidak parah. Cepat ! nanti tertangkap! aku menyusul dibelakang!". Suruh Takuya lada Angel.
" Apa katamu? aku tak mau!!". Jelas hal ini Angel menolak.
" AYO!! PERGI SANA...!!". Perintah tegas Takuya.
Namun apa yang dilakukan Angel benar - benar membuat Takuya bingung. Angel membantu memapah Takuya agar bisa berdiri.
" Kamu bilang jangan terpisahkan Takuya?".
Takuya yang mendengar tertegun. Namun tiba - tiba dari belakang Angel sebuah tangan mendekap mulut angel.
" AAHK...! ". Namun Angel bukanlah gadis remaja penakut dengan cepat dia menggigit tangan itu. Dan juga mencakar wajar Cyrill pria yang mendekapnya.
" Sial..! kamu melukai wajahku...".Namun bukannya dilepas Cyrill malah mencekiknya Untung saja Takuya dengan cepat menubruk tubuhnya dan bisa membuat Angel bebas.
Tapi saat mereka ingin kabur sebuah peluru melesat tetap ditengah jarak antara dua insan ini.
DOR...!!
" Kalian pikir bisa lari, ya?". Dia adalah Tatsumi.
" Nah, jadilah anak baik supaya tidak merepotkan kami...!".
Takuya dengan erat memeluk tubuh Angel. Berniat untuk melindungi nya. Saat duo perancang itu siap menarik tuas pistolnya. Suara lantang menghentikan mereka untuk menembak.
" Lepaskan mereka! yang kalian inginkan ada disini!".
" Saura!".
" Angel yang berhasil kurebut. Ini kan yang kalian mau?". Tanya Saura sambil menunjukkan sebuah permata indah.
" Hoo...! terlalu mudah dan memuakkan!". Namun saat Cyrill ingin mengambilnya dari tangan Saura, dia langsung ditendang dengan kencang.
" Sial..! ". Melihat itu Tatsumi tak tinggal diam dimengangkat pistolnya.
Belum sempat menembak sebuah lampu juga suara klakson polisi terdengar dibelakang mereka.
" TATSUMI! CYRILL! KALIAN DITANGKAP ATAS TUDUHAN PERCOBAAN PEMBUNUHAN DAN PENCURIAN!". Saura berkata lantang sambil menunjukkan pistol.
Tentu saja hal itu membuat dui perancang itu terkejut, ternyata dia adalah seorang polisi.
" Aku adalah dektetif investigasi khusus kepolisian internasional yang bermarkaskan di paris. Aku telah bersusah payag demi mencengkram kalian ". Saura menunjukkan sebuah lencananya.
" Apa...? "
" Saura itu dektetif...?" Dua anak remaja itu tak yakin.
" Itu kurahasiakan selama aku mengejar dua orang ini sendirian. Maaf ya, aku terlambat mendapatkan bantuan. Mobil patroli terus mengintai sih, tapi makan waktu juga...". Ucap Saura santai seakan tidak bersalah.
Dua remaja itu yang mendengar penuturan Saura langsung terduduk lemas.
" Salah selangkah saja kami bisa mati ". Ucap Takuya.
Angel menarik lengan baju Takuya dan berkata. " Tapi... untung lho... sungguh...".
" Lah? kenapa menangis lagi...". Takuya mengelap air mata Angel.
" Ehem... maaf kalian menjadi umpan, Takuya Angel ". Apa boleh buat dua remaja itu hanya pasrah toh itu juga sudah berlalu.
" Ini Angel nya kukembalikan! tenang saja aku ikut sampai jepang kok ". Saura menyerahkan Angel permata itu pada kami.
" Bawa Tatsumi dan Cyrill pergi ". Perintah Saura.
" Baik!!".
" Ugh!! sialan".
Ternyata duo perancang itu berusaha untuk lolos sari tangan para polisi dan langsung menuju ke mobilnya.
" Salah besar jika mengira kami begitu mudah ditangkap, ayo kita lari!". Ucap Tatsumi mengendari mobil melarikan diri.
"Tatsumi kita dikejar ". Seru Cyrill.
" Sial!!".
" Hah! ada juga dari belakang!"
" Diam Cyrill!!".
" REM... REMNYA!!". Mobil kedua perancang itu menabrak sisi pinggir jembatan dan mereka terjatuh kedalam laut.
DUAAK !!
Aku tak mempercayai adanya kutukan berlian, tapi setelah mengalami kecelakaan kedua pencuri itu tak ditemukan, lenyab begitu saja.
Dan Angel yang dikembalikan ketangan kami sama dengan Angel yang dulu pertama kali aku lihat. Berkilauan hingga membuat ku menahan nafas.
Kemudian, Yokohama 25 Desember...
" Kita sangat bersyukur! sebelum yang asli ini dikembalikan kami tak bisa tenang ".
Dengan begini besok saat pengembalian tak akan ada hal yang ditakutkan.
" Kalian telah bersusah payah Takuya Angel ".
" Luka Takuya pun tak ada yang berarti ".
" Kamu ini membuat ibumu cemas saja ".
" Maaf bu ".
Setelah mereka kembali banyak yang mengucapakan terimakasih juga selamat dan bahkan beberapa omelan dari seorang ibu.
" Tapi aku masih memikirkan lenyapnya Tatsumi dan Cyrill, setelah diselidiki tak ada yang mencurigakan didalam kota ". Ucao Kapten Sugita.
" Aku tak menganggap mereka mati, tapi...".
" Ah.. tapi aku tak mau bertemu dengan mereka ". orang -orang mulai membicarakan soal Tatsumi dan Cyrill.
" Mampu menciptakan imitasi sehalus ini saja sudah hebat, sayang mereka...". Ucap Saura memuji hasil karya imitasi mereka.
" Saura... Tapi yang asli memang tak tertandingi, sekali lihat saja aku bisa tau ".
" Iya benar juga ".
setelah berbincang - bincang dengan orang - orang ada seorang pelayan menghampiri Takuya dan Angel.
" Takuya, Angel, ada yang menelpon kalian!". Ucap pelayan itu.
" Eh? dari siapa?" Tentu saja keduanya bingung tiba tiba mendapatkan telpon disaat seperti ini.
Tanpa pikir panjang Takuya mengangkat telpon itu.
* Ya? *
* Halo! Mery Christmas, Angel Takuya ". Alangkah terkejutnya Takuya dan Angel saat mendengar suara ditelpon itu.
" Tatsumi..!?" Pekik mereka bersamaan.
" Kamu masih hidup...?" Takuya tak percaya.
" Tentu saja! Cyrill juga selamat, Nyaris sebelum terbentur kami meloncat ke sungai, maaf saja kalau kami harus jadi korban kutukan berlian... Oh ya sampaikan salam kami kepada Saura, ya! Suatu hari pasti kita bertemu lagi!." Dan langsung menutup telponnya.
" Tu... tunggu...! hei!".
" Gila! tak tahu lah aku ".
Mereka mengatakan kejadian ini pada Saura dan membiarkannya menyelidiki kasus inj. Dan akhirnya natal yang telah kutunggu tiba...
" WAW!!! Pohon yang indah!!" Seru Angel berjalan ditaman bersama Takuya.
" Bagaikan berlian yang berkilauan ". Seru bahagia Angel.
" Besok permata itu akan dikembalikan ke paris, kamu rela berpisah dengannya?". Tanya Takuya mengingatkan.
" Tak apa, suatu saat pasti ketemu lagi, kok. Bagiku dia adalah batu keberuntungan yang terbaik ". Ucap Angel.
" Sini...". Tiba tiba Takuya mengulurkan tangannya kepada Angel.
Impianku menjadi kenyataan, impian itu berdua bersama mu. Takuya...
Seperti janjinya dulu Angel menyatakan perasaannya.
" Sudah lama aku menyukai mu ".
Sungguh diluar dugaan jawaban yang di berikan oleh Takuya.
" Kalau ini adalah... takdir berlian kita... bagaimana?".
" Itu menjadi... hadiah natal terbaik sepanjang masa ." Ucap Angel tersenyum manis dalam pelukan Takuya dan mereka berdua... bercium di hadapan pohon natal.
Yang kuinginkan hanya satu! Kecupanmu! Kecuplah aku! Dan aku akan menjadi bidadari untukmu
TAMAT