Ding...Dong...Ding
Jam dinding berbunyi dua belas kali menunjukan bahwa sudah pukul dua belas malam.suaranya yang aneh membuat siapa saja yang denger pasti merinding.
Sama halnya dengan Lusi saat itu dia belum tertidur masih harus duduk menyelesai kan skripsi naskahnya,pekerjaan Lusi ialah seorang penulis Novel yang harus memaksanya menyiapkan alur cerita,meski lelah penat dan juga jenuh tapi Lusi harus sportif dengan pekerjaannya.
Di sebelah kamar Lusi terdapat pohon gede besar yang di tanam,berkali-kali Lusi meminta untuk di tebang pohon itu,tapi ayah Tidak mengijinkannya,malah mengabaikannya,padahal tiap kali Jam berbunyi Lusi selalu merasa ada dua pasang mata yang sedang melihat ke arahnya.
"Huh,ayah selalu saja mengabaikan permintaanku kenapa sih,harus ada pohon besar di dekat kamarku,kenapa tidak di kamar,ayah biar dia tau rasanya ketakuan," gerutu Lusi.
Srakk...srakkk...
Terdengar suara langkah kaki berat dari bawah,semula Lusi tak perdulikan ia pokus saja dengan tulisannya,tapi suara itu makin lama makin terdengar jelas.
Srakkk...sraakkk...sraakkk...
"Siapa disana?" teriak Lusi membuka tirai kamarnya.
Lusi mencari asal suara itu tapi tidak ada siapapun.Lusi menlanjutkan pekerjaannya kembali.tapi lagi-lagi terdengar suara itu di ikuti suara ketukan pintu.
Srakkk...sraakkk...srakkk
Tok!tok!tok.
DEG~
Seketika berdiri lah bulu kuduk Lusi merinding
* siapa lagi malam-malam begini mengetuk pintu*
Lusi segera pergi kekamar sebelah membangunkan adiknya yang baru berusia lima tahun untuk di temani.
"Dik...dik bangun!tolong temani kakak ke bawah!" pinta Lusi.
"Hoammm...ada apa sih kak,kok malam-malam bangunin aku" kata sifa adiknya.
"Anterin kakak yuk, lihat siapa yang dateng malem-malem,itu ketuk pintu terus," jawab Lusi.
Ayah ibunya Lusi sedang pulang kampung ada urusan keluarga jadi di rumah hanya ada Lusi dan juga adiknya,dengan masih ngantuk adiknya pun bangun dari tempat tidurnya.
"Hayo... kak," katanya malas.
Sampainya di lantai bawah suara ketukan masih terdengar malah tambah keras.
Tokk!tookk!tokk!
Lusi makin merinding.perlahan Lusi mendekat dan mencoba untuk membuka pintunya pelan-pelan Lusi memutar kunci dan membuka pintu...dan....
"Lama banget sih buka pintunya..," Suara ibu dari balik pintu.
"Akkhhhh...ibu,bikin aku kaget aja sih," kata Lusi lega.ternyata ayah ibunya yang dateng.
"Kenapa kamu terkejut kamu pikir ayah dan ibu setan gitu," tanya ibunya.
"Hehe... lagian ibu malam-malam begitu ketuk pintu siapa yang gak takut coba," jawab Lusi.
"Hahaha...kakak penakut,katanya penulis Novel Horor tapi kaya gitu aja takut," ledek Syifa.
"Penulis juga kan manusia emang ga boleh takut yach," kata Lusi malu.
"Sudah-sudah ini udah malam ayah dan ibu lelah mau istirahat!" kata ayah.
Lusi pun kembali ke kamar,melanjutkan tugasnya karena tinggal sedikit tanggung kalo di tinggal tidur,saat Lusi sedang asik menulis,Syifa masuk ke kamar Lusi niatnya ingin memberikan susu buatan ibunya,tapi Syifa tidak jadi masuk kamar dia hanya berbicara di balik pintu.
"Kak,itu siapa di balik jendela kakak," Suara Syifa mengagetkan Lusi.
"Apa...ada apa dek,!" Lusi bangkit dari duduknya.
"Itu di jendela ada yang lagi liatin kakak." kata Syifa lagi.
"Kamu jangan bercanda dek,ini udah malam loh," Lusi mendekati adiknya.
"Aku ga bercanda itu,ada orang lagi ngeliatin kakak matanya merah kak," Syifa menunjuk ke arah jendela.
Memang Syifa kadang bisa melihat hal-hal yang tidak bisa di lihat orang dewasa,katanya anak kecil masih bisa lihat hal-hal gaib.
Lusi memberanikan untuk mendekati jendela dan mengeceknya,saat Lusi meletakan tangannya di kaca dia bertanya pada adiknya saat ini apa yang sedang ia pegang,
"Dek kamu liat kakak ini nyentuh apa?" tanya Lusi takut.
"Kakak lagi pegang mukanya!" jawab Syifa
Lusi sedikit memanjatkan tanganya ke atas dan bertanya lagi dia pegang apa.
"Kalo sekarang?" tanyanya lagi.
"I..itu matanya kak,kak dia marah ga suka di pegang!" jawab adiknya pergi ke luar.
"Akh...adek tunggu kakak,!" panggil Lusi berlari mengerjarnya.
Karena takut Lusi meninggalkan Tulisannya dan tidur di kamar adiknya,keesokan paginya Lusi dan Syifa menceritakan soal sosok yang di lihat Syifa,Ayah dan ibu pun percaya karena yang bercerita itu Syifa.
Akhirnya pohon besar itu di tebang dan di bakar,jadi Lusi bisa tidur nyenyak malam ini tanpa ada yang mengintip lagi...
**__TAMAT__**
NoTe: Ini hanyalah cerita karangan penulis.
Terimakasih jangan lupa like👍 dan komennya