Luna seorang gadis desa yang terkenal dengan parasnya yang cantik jelita dia di jukuli kembang desa,tidak heran banyak pria yang jatuh hati padanya berlomba ingin mendapatkan cintanya,
Tapi Luna gadis yang sombong karena kecantikannya membuat dia luoa diri bahwa di atas langit masih ada langit.dia sering mengejek gadis desa lainnya.saat Luna hendak berangkat sekolah Luba bertabrakan dengan seorang gadis yang buruk rupa.Luna pun mengejeknya.
Brukkk...
Luna terjatuh.begitu pun dengan gadis buruk rupa itu.
"Ma-maaf Non,saya tidak sengaja," kata gadis itu.
"Gimana sih,makanya kalo jalan tuh pake mata dong,udah jelek buta lagi!" ejek Luna marah.
"Maaf saya lagi buru-buru,sini biar saya bersihan,barang kali ada tubuh Non yang terluka," gadis itu menawarkan bantuan.
"Udah-udah sana jangan deket-deket tar gue ketularan muka loe yang jelek itu lagi," Luna makin tinggi hati.
"Sekali lagi saya,minta maaf Non," kata gadis tetep merendah.
Tanpa bicara lagi Luna meninggalkan gadis itu sendiri tanpa membantunya merapikan buku-buku yang berserakan,dengan sedih gadis itu terus menatap Luna,*kenapa dia begitu sombong hanya karena wajahnya lebih Cantik,lalu di bisa menghina orang yang jelek*batin gadis itu.
Ternyata gadis itu juga ingin berangkat sekolah,dan sekolahnya sama dengan sekolah Luna bahkan satu kelas,
"Pagi anak-anak,ini kenalkan kita kedatangan dua murid baru hayo masuk kenalkan diri kalian!" kata pa guru,
Semua murid tercengang bagaimana tidak dua murid baru ini,satu perempuan yang buruk rupa yang tadi di tabrak Luna yang satu pria tampan bak pangeran.
"Hallo kenalin nama gue ivan," kata si cowo.
"Halo saya Siti," kata gadis yang di tabrak Luna
"Gila berbedaannya jauh banget,satu pangeran,satu nenek sihir," kata seorang murid.
"Bhahahaha...," semua pun tertawa.
Siti hanya menunduk sedih tanpa menangapi,andai Siti bisa milih ia pun tidak ingin memiliki wajah yang buruk rupa,
"Sudah kalian dudu di bangku yang kosong sebelah sana," kata pa guru.
"Baikl paj," jawab siti dan ivan bareng.
Saat Siti hendak melengkah ia hampir terjatuh ternyata kakinya di sengkat oleh Luna,tapi untung ada ivan di belakangnya yang dengan sigap menangkapnya,jadi Siti selamat.
"Te...terimakasih Ivan," kata Siti
"Begini cara loh nyambut murid baru,kampungan banget," kata Ivan pada Luna.
Ivan barlalu sambil mengandeng tangan Siti dan mengajaknya duduk si sebelanya,Siti tidak percaya dia hanya bengging.begitu pun anak yang lain terkejut di buatnya.
"Gila,Lun baru kali ini ada cowo yang bersikap cuek sama loh,padahal semua cowo di sekolah tergila-gila sama lo," kata seorang cewe membuat api amarah Luna naik.
"Liat aja tuh sih jelek,gue bakalan bikin perhitungan ma dia,dan buat si Ivan gue bakalan buat dia bertekuk lutut di depan gue," ujar Luna marah.
****
Saat istirahat Luna menjalankan rencananya dia mengerjai Siti,
"Siti loh ke kantin gih beliin gue bakso ma es teh," pinta Luna
"Tapi saya lagi ngerjain tugas,!" tolak Siti lembut
"Eh loe berani nolak perintah Luna,!Loe pengen di musuhin cewe-cewe di sini!" ancam temannya Luna.
"Eh...ba-baik saya akan belikan," jawab Siti takut.
Siti pun pergi ke kantin,bukan hanya sekali tapi berkali-kali dia di kerjain hampir anak satu kelas yang ikut ngerjain dia,tapi Siti ga tau kalo dia lagi di perhatiin.
"Eh Siti,loe lagi ngapain sih dari tadi mundar-mandir mulu emangnya lue ga cape apa?" Tanya Ivan.
"Gimana lagi,mau bilang cape juga ga mungkin,palingan cuma bakalan di kerjain,mendingan nurut aja deh," jawab Siti.
"Siapa sih yang berani ngerjain loe?" tanya Ivan lagi.
Siti hanya diem tidak berani bicara,Ivan pun berlalu karena tidak dapet jawaban dia ingin mencari tahu sendiri.
***
kejadian Siti ini terus betlangsung sampai tiga hari Ivan sudah geram melihatnya akhirnya Ivan pun membuntuti Siti dari belakang.sampai kelas Ivan melihat semuanya.
"Eh kok lelet banget sih,ga bisa kerja yach," maki Luna pada Siti.
"Maaf Lun saya cape," Kata Siti sedih.
"Sini lue bilang cape,sini gue pijitan," Luna menjambak rambut sini dan siti mau terjatuh.
Saat temannya Luna hendak memukul siti,Ivan datang menghalangi,
"Gue udah tebak ini semua ulah lue pada," kata ivan.
"Eh Ivan kok bisa sih ada kamu!kamu ga ke kantin," kata Luna pura-pura
"udah lah ga usah akting,orang jahat tetep aja jahat,buat apa punya wajah cantik tapi hatinya busuk!" jawab Ivan.
"Apa sih bagusnya Siti sampe kamu belain dia terus,aku kan kebih baik dari pada dia lihat wajahnya buruk rupa!" kata Luna marah.
"Kalo gue suruh milih antara lue apa Siti gue lebih baik milih Siti,!" ujar Ivan membantj Siti bangun dan mengajaknya pergi.
Di bangku taman Ivan mengobati lukanya Siti,dan memberinya minum karena Siti terlihat lelah,
"Makasih,udah mau nolong aku," kata siti malu.
"Ga masalah,ngapain sih lue diem aja waktu di bully Luna,ga ngelawan" tanya Ivan.
"Mana berani saya,ngelawan Luna,dia bakalan lebih kejam nantinya!" jawab Siti tertunduk.
"Oh gitu jadi loe takut ma Luna?" tanya Ivan lagi.
Siti hanya diem sambil mengangguk pelan.
"Luna banyak yang belain di sini,banyak yang berpihak padanya,sedangkan saya hanya sendiri," jawab Siti.
"Ya udah,buat jagain loe,biar ga ad yang nindas lue lagi,lue mau ga jadi pacar gue!" tanya Ivan
Deg~
Hati siti terkejut mendengar pertanyaan Ivan,dia lagi mimpi kan,atau tidak.
"gimana kok diem!" tanya Ivan lagi.
"Kamu bercanda,masa iya cowo seganteng kamu mau punya cewe kaya aku yang buruk rupa ini," kata Siti ragu.
"Emang ga boleh,ada aturannya cowo ganteng ga boleh pacaran ma cewe jelek gitu," kata Ivan .
"Ya ga tau sih,tapi masa mungkin sih," Siti masih belum percaya.
"Jadi gimana boleh ga nih,gue jadi pacar lue!" tanya Ivan ke tiga kalinya.
Siti menganguk malu,karena memang siti udah naksir Ivan saat pertama masuk kelas,akhirnya setelah Siti dan Ivan pacaran Luna tidak lagi semena-mena ma Siti,Ivan terang-terangan bilang kalo siti sekarang jadi kekasihnya,
Kini Siti bisa sekolah dengan tenang tanpa di buly lagi ma Luna dkk,
**__Tamat__***