Nama Ku ULfa, Usia ku 17 tahun. Saat ini Aku baru saja Lulus dari Salah satu SMA Swasta yang ada dikota ini. Orang tua ku hanyalah seorang petani sedangkan ibu ku hanyalah ibu rumah tangga Dan aku mempunyai tiga orang adik. Dua laki-laki dan satu perempuan.
Setelah Lulus SMA, Aku berencana untuk melanjutkan kuliah ke Universitas yang cukup besar dikota ini. Karna kebetulan saat itu adik ku yang kedua akan Mendaftar SMK dan adik ku yang ketiga akan Mendaftar SMP. Jadi ayah ku belum punya biaya untuk pendaftaran kuliah ku. akhirnya ayah ku memutuskan agar aku kuliah di tahun depan. Aku pun menyetujuinya Tapi Takdir berkata lain.
Ada keluarga Jauh dari nenek ku, mengajak ku bekerja dirumah makannya. Aku pun merasa senang karna aku akan bekerja sementara menunggu untuk kuliah ditahun depan, sambil menabung. Tapi ternyata tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Semuanya Nihil, Zonk. Justru aku terjebak dalam Cinta yang Kotor.
Karna aku begitu polos, jadi dengan sangat mudahnya orang-orang terutama kaum pria yang ingin memanfaatkan kepolosan ku. Akhirnya hingga pada suatu hari Dia merengggut kesucian ku. Aku merasa bahwa hidup ini sudah tidak ada gunanya lagi. Aku benar frustasi saat itu Aku benar-benar hancur. Aku pun tidak bisa berbagi masalah ku kepada kedua orang tua ku, karna aku tidak mau menambah beban mereka. Aku pun memendam masalah ku sendiri.
Pria itu terus saja menghantui ku, Dia terus saja memaksa ku untuk memenuhi hasratnya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, karna aku tidak ingin semua orang tau bahwa aku sudah tidak suci lagi. Hingga pada suatu hari Aku bertemu dengan mantannya. Mantannya pun mencoba menghina ku, Bahkan mengeluarkan kata-kata yang begitu menyayat hati. Aku benar-benar tidak tahan lagi dengan semua itu.
Lalu aku memutuskan hubungan dengan pria itu. Tapi justru sebaliknya, Jika Aku tidak mau menikah dengannya dia akan membuka Aib ini didepan orang tua ku. Aku tidak ingin membuat kedua orang tua ku kecewa dengan mengetahui semuanya. Aku benar-benar terjebak dan tidak tau harus berbuat apa. Aku benar-benar frustasi Dan ingin rasanya melenyapkan diriku dari dunia ini. Tapi itu tidak mungkin.
Dari pada aku harus terus melakukan dosa untuk melayani pria itu. Aku berfikir akan lebih baik jika aku menikah saja dengan pria itu. Meskipun sebenarnya Aku tidak banyak tahu tentang pria itu. Tapi mau bagimana lagi, Dia yang sudah merenggut kesucian ku.
Hingga Akhirnya, Tapat Di hari ulang tahun ku yang ke 18. Aku menikah dengan pria itu. Aku mencoba menerima semuanya. Meskipun aku tahu aku sudah mengecewakan Keluarga ku. Karna aku tidak bisa memenuhi apa yang menjadi keinginan orang tua ku. Padahal, orang tua ku ingin sekali agar aku menjadi wanita sukses yang bisa mengangkat derajat orang tua. Tapi aku justru membalikkan keadaan. Aku sudah terjebak dalam lingkaran yang begitu rumit sehingga aku susah mencari jalan keluarnya.
Setelah menikah, Aku dan suami ku pergi merantau untuk mencari pekerjaan Diluar kota. Satu tahun pun berlalu, Aku dan suami ku belum juga dikaruniai anak. Beberapa minggu kemudian Aku mual-mual dan merasakan pusing kepala setiap hari. Lalu suami ku membawa ku kedokter, ternyata aku sedang mengandung anak pertama ku.
Aku sangat bahagia dan suamiku pun begitu bahagia. mendekati waktu kelahiran anak ku, aku dan suami ku pilang kedesa kami. lebih tepatnya kerumah orang tua ku. Setelah anak pertama ku lahir Suami ku memberinya nama Aylen. Aku rasa itu nama yang bagus.
Setelah beberapa tahun berlalu, aylen pun tumbuh menjadi anak yang cerdas. Dia selalu ingin tau segalanya. Tapi sangat disyangkan kebahagian itu pun selalu beriringan dengan pahitnya kehidupan. Aku fikir Rumah tangga ku seharmonis yang aku bayangkan. Ternyata Aku salah. Rumah tangga ku begitu rumit sehingga Aku benar-benar Merasa bahwa takdir ku ini sangatlah buruk.
Tapi aku tetap bersyukur bahwa allah memberi ku putri yang begitu cantik dan sangat menggemaskan.
Tepat diusia Aylen 2 tahun 3 bulan Aku diberikan anugrah oleh Allah. Bahwa aku sedang mengandung anak kedua ku. Suamiku yang selalu saja pergi dan jarang pulang kerumah, membuat ku terbiasa akan hal itu.
Saat kandungan ku berusia 4 minggu, Suaminku pergi menghilang entah kemana. Tidak mengabari ku sama sekali tidak ada kabar apapun tentang dia. setelah aku mencari tau apa masalahnya kenapa dia bisa pergi ternyata dia sedang bermasalah dengan orang tuanya sendiri. Suami ku menjual motor hasil jerih payah ayahnya di ladang.
Tentu saja Ayahnya begitu kesal padanya dan aku yang tidak tau apapun tentang masalah ini, justru mendapat sumpah serapah dari ayahnya. Bahkan jika memang suami ku yang menjual motor itu, suami ku sama sekali tidak memberi ku uangnya Dan aku juga tidak tahu uangnya digunakan untuk apa oleh suami ku.
Tepat usia kandungan ku 3 bulan Suami ku pulang. Dan meminta maaf pada kedua orang tuanya dan meminta maaf pada ku. Bodohnya aku langsung memagkannya begitu saja. Heemm entahlah aku sendiri juga tidak tahu.
Lalu Kami pun pindah kontrakan Jauh dari sanak Saudara. Kami merasa tenang seperti tidak ada masalah. Tapi ternyata suami ku justru lebih menggila lagi, Sikapnya yang kejam, pemarah, Egois, ingin menang sendiri, Bahkan setiap kali dia marah dia selalu mengusir ku, Aku seperti sudah tidak berharga lagi baginya. Jika saat ini aku belum memiliki anak mungkin aku sudah meninggalkannya saat ini juga.
kata-kata yang begitu tajam dan begitu menyakitkan, Sungguh teriris rasanya hati ini. Tapi aku tetap bertahan demi anak-anak ku. Aku bisa melakukan Apa pun demi anak-anak ku. jika wanita lain mungkin tidak akan tahan hidup bersama pria kejam itu. Aku rasa semua wanita juga tidak ingin memiliki suami pengangguran. Saat ini Aku bahkan tidak tau apa pekerjaan suami ku diluar sana.
Waktu berlalu begitu cepat. Tepat diusia kandungan ku yang ke 9 bulan. Aku sudah berada dirumah orang tua ku. Karna suami ku pengangguran jadi aku sama sekali belum menyiapakan apapin untuk persalinan anak kedua ku. Suami ku setiap hari hanya makan, tidur, makan, tidur, dan tidak melakukan aktifitas apa pun.
Lalu aku mencoba menasihati Suami ku, tapi ternyata dia justru mengamuk kepada ku. Dia mengeluarkan kata-kata kasarnya bahkan dia mengeluarkan kata-kata kotor. Aku hanya bisa menangis, Suami ku pun pergi meninggalkan ku tanpa berpamitan kepada ku bahkan kepada orang tua ku. kami seperti tidak dianggap olehnya.
Beberapa minggu kemudian dia menghubungi ku, Tapi aku sengaja tidak mengangkat telponnya. terkadang aku merijek panggilan telpon darinya, Setiap dia Mengirim pesan aku pun tak pernah membalasnya bahkan setelah aku membacanya aku langsung menghapus pesannya. Dia terus menghubungi ku setiap hari tapi aku sama sekali tidak memperdulikannya.
Akhirnya orang tua ku datang menemui mertua ku. Orang tua ku ingin menyampaikan apa yang sedang terjadi diantara aku dan suami ku. Tapi mertua ku hanya mengatakan Iya iya saja. Tidak ada tindakan apapun yang dilakukan kepada putranya itu. Bahkan disaat aku melahirkan anak kedua ku, jangankan memberi ku sepeser uang untuk datang melihat cucunya saja tidak ada.
Tiba Saatnya kelahiran anak kedua ku, Aku melahirkan hanya didampingi ibu dan ayah ku saja. Anak Kedua ku ternyata seorang bayi laki-laki, Lalu ku beri nama Aleon,. Aku sangat bahagia karna memiliki anak laki-laki & perempuan.
Bidan yang menangani persalinan ku adalah ketua dari seluruh bidan sekabupaten, jadi istilahnya Bidan Senior. Karna jarak kliniknya tidak jauh dari rumah ku. Aku memilih untuk melakukan persalinan disana sama seperti anak pertama dulu. Bidan itu benar-benar baik.
Siang harinya aku sudah diperbolehkan pulang Karna Aku dan bayi ku sangat sehat Dan Bidan itu pun setiap 3 hari sekali datang kerumah untuk memeriksa ku. Aku juga sama sekali tidak mengabari suaminku kalau aku sudah melahirkan anak kedua ku. Aku tidak peduli lagi padanya. aku sudah tidak tahan lahi dengannya. Aku memutuskan untuk menghubunginya karna aku ingin berpisah darinya. Tapi ternyata dia lebih pintar dari yang ku duga, Dia tahu kelemahan ku adalah anak-anak ku. Dia selalu mengancam ku dengan menggunakan anak-anak ku. apa yang bisa aku lakukan, aku tidak ingin membuat anak ku dalam masalah karna keegoisan orang tuanya. Aku pun mengaku kalah.
Hari ini adalah syukuran untuk Aleon. karna orang tua ku baru punya uang setelah 1 bulan anak ku lahir. jadi kami melakukan syukurannya setelah 1 bulan kelahiran Aleon. Kami juga sebenarnya sangat malu kepada bidan yang membantu ku bersalin kemarin. karna sampai saat ini kami belum membayar biaya persalinannya.
Sebenarnya Orang tua mau-mau saja membayarnya. Tapi orang tua ku sengaja tidak membayarnya karna orang tua ku ingin suami ku bertanggung jawab atas anak dan istrinya.
Tepat diusia Aleon 2 setengah bulan, Suami ku pulang kerumah orang tua ku. Dia datang bersama dengan kakaknya, untuk rujuk kembali dengan ku. Kami sudah hampir 3 bulan pisah ranjang. Karna itulah dia pulang dan Meminta maaf pada ku, Dia mengatakan kalau dia ingin rujuk kembali dengan ku. Dia memegang tangan ku tapi aku menepisnya, saat itu aku benar-benar membencinya. Aku benar-benar marah dan sakit hati padanya mengapa dia meninggalkan ku disaat aku membutuhkannya. Dia meninggalkan ku disaat aku kesulitan, Aku benar-benar kecewa padanya.
Tapi Saat aku melihat Kedua anak ku, kebencian ku, amarah ku, kekecewaan ku, Semua itu hilang dalam sekejab saja.
Dengan mengucapkan bismillah aku menerimanya kembali tapi dengan syarat dia harus mencuci kaki kedua orang tua ku. Tanpa bertele-tele dia langsung melakukan apa yang aku minta. Dia membasuh kedua kaki ayah dan ibu ku.
Dalam hati aku bekata, "Ya allah jika memang ini adalah jalan takdir ku maka aku akan menerimanya. Aku yakin dibalik penderitaaan, dibalik kesulitan, dibalik kepahitan, kau menciptakan kebahagiaan yang begitu besar".
Sekarang Aku bisa mengambil hikmah dari penderitaan ku selama ini. Saat ini Suami ku sudah berubah. jika dulu dia tidak pernah shalat sekarang 5 waktu selalu ingat. Jika dulu dia tidak tahu mengaji sekarang dia sangat pandai mengaji. Jika dulu dia pemabuk, pemarah, kejam & Jarang dirumah, Sekarang dia lebih banyak Dirumah dan jika ada waktu Weekend dia selalu sempatkan waktu untuk membawa kami berjalan-jalan.
Sekarang dia sudah menjadi pria baik yang menyayangi istri dan anak-anaknya dengan penuh Kelembutan, cinta Dan Kasih sayang. Aku sangaaaat bahagia. "Trimakasih ya allah untuk semuanya"...