Disini adalah tempat para anak-anak terlantar ditinggalkan orangtuanya,Tidak ada keluarga,Ataupun anak yang terlantar,Rumah ini berada di tepi bukit,Penduduk desa menyabut rumah ini dengan sebutan Rumah Berhantu Kabut Tak Berpemilik.
Sering sekali orang yang lewat di depan rumah ini mendengar suara-suara ganjil pada tengah malam,Kami penghuni rumah ini seringkali dikucilkan oleh anak-anak luar,Hanya ada seorang penjual mebel di sudut desa yang mau bersedekah kepada kami.
Hari ini lorong di samping kamarku masih sunyi,Biasanya Aku dan Raya berjalan menuju dapur dengan tangga,Kami cukup sering melihat mayat teman-teman kami tergeletak bersimbah darah dan bau cipratan darah amis di sekeliling lorong,Entah apa yang bisa membuatku dan raya tetap disini,Yang pasti kami sudah ditinggalkan disini sejak kecil.
"Faza",raya terbangun dan berjalan kearahku,Lengannya penuh bekas luka lebam,Setelah selamat dari lorong penuh darah itu.
Faza memapah raya ke dapur,Faza terbelalak kaget,Di depannya,Penghuni kamar lainnya sudah menjadi mayat,badan mereka sudah terkoyak-koyak seperti terkena kaca,Lebam diwajah mereka terlihat jelas,Faza terisak keras,Tangannya bergetar ketakutan,Dia sudah mengira hal ini akan terjadi,Kini yang tertinggal dirumah itu hanya beberapa anak,Mereka menguburkannya di halaman depan rumah.
"Raya apa kita bisa keluar dari tempat ini"Faza histeris,Sudah hidup saja dia lega,Namun setiap hari hanya pemandangan mengerikan terpampang di hadapannya.
"Jika waktunya Faz.."Raya terduduk lesu disampingnya.
"Kak,Tolong kasih aku roti dong...",Salah satu dari 5 anak yang selamat itu menarik lengan baju faza dengan keras.
"Hah...",Faza terkejut,dia tersadar,makanan sudah hampir habis,sedangkan mereka belum makan juga.
Faza menarik raya menjauhi anak-anak itu"Temani aku kerumah pak mebel ya",bisiknya.
Mereka keluar dari rumah itu,Bersamaan dengan hilangnya kabut yang menghilang.
"Lihat itu raya,Mereka bermain petak umpet",Faza tersenyum memperhatikan anak-anak seumuran mereka yang pulang sekolah itu bermain dengan riang.
"Jangan kesana faza,Mereka akan mengucilkan kita lagi,Ayo cepat",raya menarik faza menjauhi kerumunan.
"Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai ke rumah pak mebel,Rumahnya rapi,Namun terlihat banyak penyok disana-sini.
Seorang bapak tua terpincang-pincang datang menemui mereka,"Nak ini aku berikan untukmu",bapak itu memberikan bungkusan roti kepada mereka,Sekelibat Faza melihat ada banyak tetesan air seperti darah menetes dari atas balkon rumah itu,Seperti ada yang aneh.
"Bolehkah kami tinggal disini pak"Raya meminta kepada bapak itu sambil memohon.
Seperti sebelumnya bapak itu menggeleng,Mempersilahkan kami keluar dan membiarkan pintu tertutup dengan sendirinya.
"Aah,Kalau saja kita punya ayah ibu,Tentu kita akan tinggal di rumah orangtua kita"!,Raya mengeluh kesal.
"Hei lihat itu anak penunggu di rumah yang katanya berhantu itu",Seorang anak setua kami memandang dengan tatapan meremehkan.
"Habisi saja dia!",Mereka mendatangi kami,Melemparkan batu kerikil yang tajamnya lebih sakit dibanding batu biasa.
"Lari faz",Raya menggandeng faza dan berlari,kini bukan hanya lebam,Punggungnya pun sudah kebas,darah segar mengalir keluar dari badan raya yang terkoyak lebar.
Sesampai di rumah itu,mereka mengobati punggung raya yang sudah mengalir darahnya itu dengan kain.
"Maaf",Faza memeluk raya,darahnya serasa menghilang,Hari ini ia kembali tidak bisa melindungi raya,Padahal raya sangat tegar membelanya.
Seusai mereka membersihkan lorong dan makan,Faza termenung,Kali ini bapak tua itu sungguh aneh,Kenapa banyak sekali darah menetes di ruangannya,"Apa artinya ini"Faza bergidik ngeri mengingatnya.
Sekarang bulan terakhir,biasanya mereka selalu tidur bersama di ruang tamu,Karena setiap malamnya akan ada lagi anak yang menghilang,Ada yang terbunuh di depan mata mereka sendiri,Ada juga yang menghantui koridor lorong pada malam hari.
"Tidur nyenyak ya",Faza menyanyikan lagu tidur kepada anak-anak dengan riang,Untuk mengusir kegelisahan anak-anak yang sedang meringkuk ketakutan,pak tua yang mengajarkannya padanya.
Hilanglah malam gulita~
Tidak ada cerita istimewa~
Kebohongan sedang berlanjut~
Carilah di sebalik pintu~
Baik nafas dingin~
Tidak membahayakan~
Sebutlah kisah lama~
Khianat tidak percaya alasan~
Aku sebagai penerus dulu~
Semua sudah sampai~
Mata tersembunyi berjajar~
Rahasia terkuak~
Larilah pergi~
Dunia sudah terlihat~
"Zzz,Huhhh,Fuuuuuuhhh",mereka sudah tertidur nyenyak.
Aku mendengar gemersik dedaunan,Seperti ada sesuatu di depan pintu,faza menelan ludah,"Bagaimana jika hari ini akan ada hantu yang mengambil nyawa kami",gumamnya.
Pintu lorong terbuka lebar,Sesosok kabut berwarna merah darah menyapu lorong,ketika lampu ruang tamu terpadam,cahaya itu jelas terlihat nyata,Mata faza melotot,tangan dan kakinya sudah tak bisa digerakkan,Pelan-pelan sosok itu mendesis,mulutnya menganga lebar,darah terlihat berjatuhan dari taringnya yang panjang,Tubuhnya tinggi,Hitam dan menusuk malam.
Dia datang..
1 lorong
Lorong ke 2
Lorong ke 3
Ke empat
Sekarang mahluk aneh itu berada di depan pintu,Tangan hitamnya menjulur kesana kemari,Meretakkan kaca-kaca jendela,Menghancurkan pintu betonnya.
Faza masuk kedalam selimutnya,Pura-pura mati,Sesering mungkin ia membaca doa perlindungan.
Selimutnya tertarik,mahluk mengerikan itu dengan kedua tangannya mengayun 2 anak yang sedang tertidur itu ke atap,Kepalanya pecah,Bola mata keduanya menggelinding menjulur keluar,badan mereka patah.
Faza tetap meringkuk,Badannya berkeringat dingin,Badannya membeku,Angin kabut tipis datang masuk ke jendela,Sejenak mahluk yang tidak terlalu kasatmata itu terdiam,Dia berhenti mengunyah badan kedua anak tidak berdosa itu,Cahaya fajar datang,Mahluk itu menghilang termakan sinar pagi,Anak itu juga lenyap.
Paginya Faza kembali datang kerumah pak tua,Kini bapak tua itu mengizinkannya untuk masuk,Dia mengajak kami pergi dari desa itu.
"Raya kita pergi ya",anak-anak yang tinggal bertiga itu mengharap tulus.
"Saya ikut pak",ujar raya,bapak itu menganggukkan kepalanya,dia mengemas barang.
"Nak tolong ambilkan barang diatas ya",bapak itu menyuruhku ke balkon.
Aku mengambil tas disana,kulihat tetesan seperti darah itu masih ada bekasnya,aku turun ketakutan.
Diperjalanam menuju kota aku bertanya kepada bapak itu.
"Pak tolong jelaskan tentang rumah bapak dan bukit desa kita,Sa..saya sangat ingin mengetahui kebenarannya..!",Faza berteriak kencang.
Raya terkejut dengan sikap sahabatnya itu,"ada apa dengannya..?"
"Disana adalah tempat pembunuhan nak,Berbahaya,mungkin kita juga akan terbunuh",Ujar bapak itu menjelaskan.
Tiba-tiba mobil terhenti,Faza terlihat menyeringai lebar"Kematian,sudah ditakdirkan".
Seketika itu juga mobil itu jatuh ke jurang,Hancur,Dan pohon-pohon berdebam jatuh..
......Secret.....
_Sesaat sebelum kecelakaan,Faza mendengar ada sosok putih yang mengatakan sesaat lagi kematiannya telah tiba.