“Bagaimana kamu bisa yakin kalau yang kamu lihat itu beneran mayat nya mira,hah?”.
Perempuan setengah baya itu berdiri dari tempat duduk dan mendekati anak nya maira.Suasana di ruangan itu tegang,masih terlihat sekali dari raut wajah nya maira,perempuan setengah baya itu adalah ibu asih mama tiri nya mira sedangkan maira adalah kakak tiri nya mira.
Suara mobil terdengar jelas dari luar rumah mereka,mama tiri nya mira makin panic dengan suasana di ruangan itu.
“assalamuaa’alaikum,,,ma,,,” Maira langsung bersikap manis di depan papa tiri nya itu,di ambil nya tas yang di pegang oleh papa tiri nya dan di letak kan di atas meja tamu.papa tiri maira nama nya yanto dia adalah papa kandung nya mira,mira adalah anak satu-satu nya bapak yanto pemilik kebun teh dan kebun karet.
“loh,,,,ma,Mari kemana ma,kok seperti nya dia enggak kelihatan dari tadi”
Tiba-tiba saja suasana di ruang itu muai tegang,ibu asih mulai takut.Maira pun langsung menjawab pertanyaan papa tiri nya tadi.
“Mira belum pulang dari kebun teh pa”
Ibu asih mulai membuka topik pembicaraan mengenai dengan anak tiri nya mira.Dia mulai menyusun rencana untuk memfitnah dadang sopir pribadi nya keluarga itu.
“Pa,,,mama mulai curiga deh sama sopir kita itu!”
“kenapa mama berfikiran seperti itu tentang dadang?”pak yanto menatap istri nya dalam-dalam.
Maira pun enggak mau kalah dengan mama nya dia juga ikut mengfitnah dadang sopir nya itu.
“iya pa,,,mai pun curiga juga sama dadang sejak kejadian kemarin pa,saat aku sama mira berangkat ke sekolah di jalan kami hamper ketabrak pa”.
Seperti nya rencana ibu asih dan maira untuk menyingkirkan dadang dari rumah itu berhasil,pak yanto mulai terpengaruh dan sejenak berfikir tentang apa yang di beri tahu sama istri dan anak tiri nya itu.
“sudah lah ya,,papa capek,papa mau masuk kedalam kamar dulu,kalau mira sudah pulang kasih tahu papa”
Pak yanto pun beranjak dari tempat duduk nya dan menuju ke kamar nya di atas.
Keesokan hari nya suasana rumah masih sepi,semenjak pembantu nya bibi inah di usir sama pak yanto karena di fitnah sama maira dia menuduh bi inah yang mencuri perhiasan dia.Maira belum bangun pagi karena hari ini adalah hari minggu libur sekolah,mama nya pun membangun kan dia dan menanyakan semua kejadian kemarin yang terjadi sama mira.
“sayang,,,bangun,,,mama mau bicara sama mai”
“apa sih ma,,,mai masih ngantuk ni ma,,,”
Maira pun melanjutkan tidur nya tanpa menghirau kan mama nya.Mama nya pun enggak mau nyerah buat bangunin anak kesayangan nya itu.
“Mai,,,mau nanya tentang mira ni”.
Maira pun bangun enggak sanggup tidur lagi karena mama nya mengganggu dia terus,maira pun pergi ke kamar mandi untuk membasah kan seluruh tubuh nya biar kelihatan segar.Selesai maira mandi dia langsung mengenakan pakaian santai nya dan bersandaran di bahu mama nya dengan penuh manja.
“Mama pengen tahu mai gimana kejadian nya di kebun teh kemarin”
“gini ma,,,kemarin kan mira pergi sama maid an juga dadang,terus pas sampai di kebun,dadang mai suruh tunggu di mobil mai sama mira yang pergi ke kebun”
“terus ma,,,”
Mama nya maira enggak sabar dengan kelanjutan cerita anak nya tentang kejadian yang menimpa mira.
“sampai di puncak kebun teh mai hendak mau mendorong mira tapi,,,mai kepeleset ma,mai yang mau jatuh dalam jurang di puncak kebun the,tapi,,,,,,,,mira menolong mai,pas maisudah sampai ke atas mai dorong mira dari belakang hingga mira jatuh dalam jurang ma,,,,hahahaaha”
Ibu dan anak itu tertawa seakan bahagia dengan apa yang di alami sama mira,dari luar kamar papa tiri nya maira memanggil mereka.
“ma,,,kemeja papa dimana,kok belum mama letak di atas kasur”
“iya pa,,,,sebentar”
Mama mai pun keluar dari dalam kamar nya mai.
“huuuusss”.Mama mai mengisyarat kan tanda diam sama mai jangan sampai papa tiri nya tahu apa yang sedang di bicara kan oleh mereka berdua.
Ibu asih pun segera menemui suami nya di luar kamar maira,dan segera memberi baju kemeja untuk suami nya. Ibu asih kelihatan seolah tidak pedui terhadap mira,papa mira pun mulai sedikit curiga sama istri nya itu.
“ma,,,,,,”
“iya pa,,,”
“kok papa perhatiin mama dari tadi seperti orang baru dapat hadiah besar wajah nya ceria sekali ma,,,,”
“emmm,,,,papa ini gimana sih,mama senang salah,mama diam juga salah,kenapa sih?”
Pak yanto pun mendekati isrtinya di dapur dan sedikit membujuk istri nya supaya tidak marah.
“bukan begitu ma,,,,papa minta maaf kalau papa salah,mama itu sudah baik sekali sama papa dan mira,mama sudah merawat mira sejak dia umur 10 tahun,mama sanggup menggantikan mama baru buat dia ma,papa sayang mama”.
Pak yanto pun menyium kening istri nya itu dengan penuh kasih sayang.
“ooo,,iya ma,mira sudah puang belum ma?”
“seperti nya belum pa,nanti mama cari di tempat teman nya ya sama maira pa”
“iya ma,makasih ya ma,papa berangkat dulu ma, Assalamuaa’alaikum ma”
“waa’aaikum salam pa”
Sambil bersalaman dengan istri nya,pak yanto pun melangkah kan kaki nya keluar dari dapur menuju garansi mobil nya yang sudah di tunggu sama dadang dari tadi.
Cuaca hari ini mendung sekai, langit gelap berawan hitam,seakan-akan Tuhan sedang memberi tanda kepada ibu dan anak itu atas perbuatan mereka berdua.Ibu asih pun mulai mengunci semua pintu yang ada di ruangan itu, begitu juga dengan jendela nya,karena hujan mulai turun begitu deras,ibu asih meihat kearah jalan begitu gelap,tidak ada sebuah kendaraan yang menerobos hujan deras itu.
Maira lagi mengotak atik laptop nya di kamar tiba-tiba saja bangun dan mengunci jendela kamar nya, hujan di luar deras sekali seperti hujan batu,maira rasa nya ingin pipis karena tidak sanggup dengan hawa dingin, melangkah kaki nya kearah kamar mandi dan segera melepas kan keinginan nya itu, tidak lama kemudian dia ingin bercermin tetapi dia melihat sebuah tulisan dengan tinta merah di cermin itu,hingga dia berteriak dengan keras.
“TAK AKAN LAMA KEJAHATAN KALIAN AKAN TERUNGKAP ha ha ha ! ! ! “
“HAaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,Mama tolong” Maira pun segera pergi dari kamar mandi dan keuar dari kamar nya,di luar gelap sekai tidak ada satu pun lampu yang hidup,sehingga mai harus berjalan pelan-pelan agar tidak menabrak benda yang ada di depan nya.
Tiba-tiba saja kaki nya terpeleset dan badan nya jatuh tergulai diatas lantai.
“Aduuuhhh,,,,siapa sih yang buang kulit pisang sembarangan”. Maira hendak bangun, dan berdiri kembali tetapi mata dia tertuju kepada sebuah bayangan yang ada di depan mata nya,dia seakan melihat sosok bayangan perempuan yang lagi berdiri di depan jendela nya berhadap kea rah jalan.
“”siapa kamu ! sedang apa kamu disana” Perempuan itu pun membalik kan badan nya kearah maira dan membuat dia terkejut sehingga dia pingsan.
“Haaaaaaaaaaaaaa”
Mendengar teriakkan anak nya ibu asih langsung menuju ke ruang tamu dimana bunyi suara itu muncul. Sampai disana dia melihat ruangan itu gelap sekali, dan padahal tadi dia ada hidupin lampu nya.
“Siapa yang matiin lampu, padahal sudah aku nyala tadi”. Ibu asih pun menyala kan kembali lampu di ruangan itu,dan melihat anak nya jatuh di lantai dengan di seluruh tubuh bya di penuhi dengan darah.
“Oh,,Tuhan,,,kenapa ini dengan anak ku” Diangkat nya badan maira keatas pangkuan nya.
“Mai,,,,bangun mai,,,jangan tinggalin mama mai,,,,”
Maira mulai sadar dari pingsan nya segera di peluk tubuh mama nya.
“ma,,,mai takut ma”
Ibu asih mencoba menenang kan anak nya itu, dan berusaha menanyakan apa yang sedang terjadi kepada nya.
“kamu kenapa sayang,apa yang terjadi sayang,cerita sama mama”
Maira mulai mencerita kan kejadian tadi sama mama nya,tetapi mama nya enggak pecaya dan malah bilang kalau maira ngigo.
Semenjak kejadian sore itu maira mulai takut dan tidak barani tidur sendiri lagi,ibu asih mencoba menenang kan anak nya supaya tidak trauma dan ketakutan berlebihan.Malam sudah larut,ibu asih segera keluar dari kamar anak nya,menuju kamar suami nya.
“Ma,,,papa sudah memuat kan iklan di Koran dan di televise untuk pencarian mira ma,,”
“iya pa,,,”
Ibu asih kelihatan bingung dan resah seperti orang yang lagi menghadapi masalah besar.
“Ma,,,mama kenapa?”
“pa,,,apa jangan-jangan mira diculik ya”
“Ah,,,mama yang enggak-enggak saja mama ini,mana mungkin lah ma,mira kemarin kan bawa motor nya sendiri waktu ke kebun jadi enggak mungkin dia nunggu angkot di dekat kebun kita yang sepi itu”
Ibu asih mulai memikir kan ide nya,tapi sudah duluan di saran kan sama suami nya yang enggak mungkin akan dia nolak.
“Ma,,,bagaimana kalau kita besok ke kebun ma?”
“emmm,,,boleh pa,mama setuju,jadi sekarang papa istirahat saja dulu ya”
Pak yanto menurut saja apa yang dikatakan sama istri nya itu.
satu jam kemudian suasana di rumah itu sudah sepi,di luar masih ada hujan rintik-rintik,udara malam terasa dingin sekali,ibu asih merasa tidak cukup satu selimut nya,dia mengambil selimut yang ada di dalam lemri nya,tetapi tiba-tiba saja pintu kamar nya terbuka sendiri,ibu asih kaget dan merasa heran kok bias perasaan dia sudah mengunci pintu kamar nya.
“Ma,,,,,,,jangan tinggalin mira ma,,,mira kedinginan ma,,,hik hik hik”
Ibu asih keluar dari kamar nya,dan mencari siapa yang menangis malam-malam gini,sedangkan maira sudah tidur dari tadi.Ibu asih melihat sosok bayangan perempuan yang berdiri di tangga diseluruh tubuh nya di penuhi dengan darah,secepat kilat perempuan itu memandang kearah ibu asih.
“Tidak,,,,,itu tidak mungkin,kamu sudah mati,,,,,”.Ibu asih berlari kearah kamar nya,dan segera mengunci pintu kamar nya.Dia sudah ketakutan sekali dan tanpa melihat kearah kiri dan kanan segera naik ke atas tempat tidur nya.
Pagi itu cuaca nya sedikit mendung,angin kencang sekali,pagi-pagi sekali dadang keluar dari halaman rumah itu dengan mobil milik majikan nya.Ibu asih heran,dan dalam hati nya bertanya-tanya mau pergi kemana si dadang pagi-pagi gini.
Sudah seminggu maira dan mama nya di terror dengan arwah nya mira,sedangkan papa nya mira masih enggak percaya kalau anak nya kecelakaan dan jatuh dalam jurang sehingga motor dan tubuh nya terbakar.
Maira sudah berangkat kesekolah dengan di antar oleh dadang sopir yang biasa di pakek buat pergi kemana-mana.Sampai di sekolah maira di tegur oleh wali kelas nya ibu Ani.
“Maira,,,,”
“iya buk,,,,”
Mairan mendekati ibu ani yang berdiri dekat dengan perkiran mobil.Dia sedikit berbeda dan kelihatan nya sedikit takut.
“ibu mau nanya,mira kemana ya kok sudah seminggu enggak ada kabar kesekolah”
“emmm,,,anu buk,,,anu,,”
“iya kenapa?,mai,,,cerita sama ibu”
“Mira kecelakaan,dia jatuh dalam jurang motor nya terbakar tubuh dia juga ikut terbakar buk”
“Oh,,,tuhan,,,apa yang terjadi sama anak malang itu,sudah kasihan nasibnya Tuhan”
Maira berpamitan sama ibu ani,segera dia pergi dari dan menuju kearah kelas nya yang dekat dengan kantin.Ibu ani curiga dengan sikap maira yang salah tingkah seperti itu, dia berfikir seperti ada yang di sembunyiin sama dia.
Setelah maira turun dari mobil dia segera masuk ke dalam kamar nya dan di gantikan baju seragam dengan baju santai nya.
KAMU YANG NGAKU SENDIRI PERBUATAN KAMU ATAU AKU YANG BUAT KAMU MENGAKU SEMUA PERBUATAN KAMU ITU ! ! !
“Siapa sih kamu sebenarnya apa sih yang kamu mau dari aku, tolong jangan ganggu aku lagi”
Maira langsung menghapus semua tulisan yang tertulis di cermin nya,dia segera menemui mama nya di dapur.
Satu per satu anak tangga mulai dia langkah kan kaki nya di tangga,dia melihat selembar kertas yang ada di tangga,segera di ambil nya dan di baca apa tulisan nya.
“KEJAHATAN MU TAK KAN ABADI”
Maira langsung memperlihat tulisan itu kepada mama nya.
“Ma,,,,,,kita di terror lagi sama arwah nya mira ma,,,benar kana pa kata mai,dia mau balas dendam sama kita ma”
“bawa sini mama mau buang ke sampah,mama enggak percaya yang begituan”
Ibu asih mengambil kertas yang ada di tangan maira dan di buang ke sampah,ibu asih melihat ada bungkusan terletak di atas tempat sampah,segera dia membuka dan melihat isi,ternyata pakaian yang di pakai sama mira waktu dia pergi ke kebun seminggu yang lalu.
“Apaan itu ma,,,”
“pakaian mira,siapa yang letak di sini hah??”
“mai enggak tau ma,jangan-jangan arwah nya mira lagi ma”
Ibu asih mulai memikirkan rencana nya yang mengenai dengan pakaian itu.
Ibu asih pun membawakan pakaian itu ke kamar nya.dan di letakkan nya di bawah ranjang.
Malam nya,maira lagi menonton di ruang tamu,tiba-tiba saja lampu mati,maira menyala kan lilin yang ada di dekat nya,dia melihat seperti ada yang menarik kaki nya,dia melihat kea rah bawa,perempuan itu memegang pisau dan ngesot di bawah kaki nya maira,tanpa berfikir panjang maira langsung lari,tetapi enggak bisa karena kaki nya di pegang sama perempuan itu.
Maira ingin teriak tapi suara nya enggak keluar karena dia sudah ketakutan,perempuan itu mengores kaki maira dengan pisau,suara mairaberteriak sehingga semua orang yang ada di kamar itu terbangun.Maira berlari kearah kamar mama nya,karena terburu-buru dia pun bertabrakkan sama mama nya yang baru keluar dari kamar.
“kenapa kamu mai,,,”
Papa tiri maira penasaran sama tingkah laku maira beberapa hari ini.
“Pa,,,,,ada hantu di rumah ini pa”
“mana ada hantu,papa enggak pecaya”
“ini bukti nya pa,kaki aku di gores dia pa”
Pak yanto pun heran dari mana datang nya hantu,sedangkan dia sudah belasan tahun tinggal di rumah itu tapi enggak pernah melihat ke anehan yang terjadi,pak yanto tanpa menghirau kan ibu asih dan maira langsung masuk dalam kamar untuk melanjutkan tidur nya.
Pagi-pagi sekali ibu asih bangun,dan di bangunin suami nya cepat-cepat.
“Mas,,,,bangun mas,,,”
“ada apa sih ma,,papa masih ngantuk ma”
“bangun saja ada yang mau mama nunjukin sama papa “
Pak yanto pun segera bangun dan mandi,beberapa menit kemudian pak yanto menghampiri suami nya di dapur.
“ada apa sih ma,tadi bangunin papa”
Ditarik nya tangan pak yanto kehadapan kamar nya dadang.
“coba papa periksa kamar ini pa,mama curiga selama ini sama dadang pa”
Pak yanto enggak menolak ajakkan istri nya segera di periksa kamar dadang,dan pak yanto menemukan bungkusan dalam plastik hitam.Pak yanto segera membuka nya dan melihat isi di dalam nya,Pak yanto kaget tubuh nya tersentak dan jatuh di atas kasur milik dadang sopir nya itu.
“Dadang,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,”
“iya tuan,,,,”
“apa ini?,dari mana kamu dapat ini,tolong jelaskan pada saya dang”
Dadang terkejut saat pak yanto melempar bungkusan berisi pakaian mira ke wajah nya,dia sendiri bingungdari mana baju itu.
“saya enggak tau apa-apa tuan”
“alah,,,,dang saya kemarin sama anak saya melihat kamu bawa pulang bungkusan itu”
“nyonya kok nuduh saya yang melakukan kejahatan itu nya”
Maira yang baru saja datang,kaget melihat dadang memegang bungkusan itu,dia berfikir kalau papa nya sudah tahu kelakuan mereka,langsung maira meminta maaf kepada papanya.
“Pa,,,,,maafin mai pa,mai tahu mai salah tapi,,,mai benar-benar khilaf pa”
Semua orang di dalam kamar itu bingung,sementara posisi yang salah saat itu adalah dadang,tapi tiba-tiba saja maira mengakui kesalahan nya.
“Mai,,,,apa yang kamu lakukan mai”
Ibu asih jadi salah tingkah karena ibu asih lupa ngasih tahu sama anak nya apa rencana dia.Dia bingung jadi serba saah.
“Ma,,,,tolong jelaskan sama papa apa yang terjadi di rumah ini sebernarnya ma”
Semua di ruangan itu terdiam,dadang langsung membuka mulut nya,dan menceritakan semua kejadian dan keanehan yang terjadi dirumah itu.
Setelah di cerita semua sama dadang pak yanto terkejut,dan mengangkat tangan nya hendak menampar maira,tetapi langsung tamparan itu melayang kea rah istri nya asih,karena itu pasti rencana ibu asih.
“Kenapa mama melakukan ini semua apa salah mira ma,hah?”
“Padahal mira enggak keberatan menerima kalian tinggal disini,tetapi kenapa kalian jahat sama mira”
Ibu asih bersujud di kaki suami nya dan meminta maaf kepada pak yanto,tetapi itu semua sudah terlambat.
“keluar kamu dari rumah ini,saya enggak mau lihat kamu lagi di sini,kejahatan kalian enggak bisa di maafin”
Dalam suasana ribut itu mira muncul dan menampakkan wajah nya di depan mereka semua.
“Pa,,,,,,”
Mira mendekati papa nya,dan di peluk papa tercinta nya itu.
Ibu asih dan maira bingung dan lilglung mereka tersentak saat melihat mira masih hidup.
“Bagaimana mira bisa lari dari kebakaran itu nak?”
“mas dadang yang menolong mira pa,sebelum kebakaran di jurang terjadi mira sudah di bantu naik ke atas sama mas dadang pa”
Dadang mencerita kan semua keanehan yang terjadi selama ini di rumah itu,ternyata semua itu rekayasa dadang untuk mengungkapkan pembunuhan mira,ternyata benar dugaan dadang maira dan ibu nya yang melakukan itu.
Ibu asih dan maira,di maafkan sama pak yanto dan mira,tetapai mereka tidak di bolehin tinggal di rumah mereka lagi,hari itu juga ibu asih dan maira pergi dari rumah itu untuk selama nya.
sekian....