Namaku Erika liburan kali ini kami sekeluarga berlibur ke kampung halaman dan kami menginap di salah satu rumah pamanku.
Saat malam tiba aku dan sepupu-sepupuku berkumpul di salah satu kamar kami ngobrol sampai tengah malam dan aku kebelet untuk ke kamar mandi jarak dari kamar dan kamar mandi harus melewat ruang tamu saat aku membuka pintu kamar aku melihat ada bayangan yang lewat tapi aku tidak mempedulikannya. Aku tetap menuju kamar mandi dan tiba-tiba di ruang makan yang aku lewati, aku melihat sesosok wanita berambut panjang yang berdiri di sudut ruangan. Aku tidak bisa berteriak leherku seperti di cekik, semakin lama hantu wanita mendekatiku aku bisa melihat wajahnya dengan nyata, hantu wanita itu menangis dan meminta tolong kepadaku hantu wanita itu memintaku untuk menuliskan sepucuk surat untuk ibunya. Akupun mencoba untuk membantu hantu wanita itu, akupun mengambil secarik kertas dan bolpoin dan memulai menulis surat untuk ibu hantu wanita itu.
BUAT IBU..
Ibu.. Saya Minta Ibu Jangan Bersedih Lagi Aku Ingin Ibu Bahagia Seperti Dulu, Aku Ingin Ibu mengikhlaskan Kepergianku Agar Aku Bisa Pergi Dengan Tenang, Aku Sayang Ibu.
Dari Tanti.
Begitulah isi surat dari hantu wanita itu untuk ibunya. Sebelum Erika menanyakan di mana alamat ibu hantu itu, tiba-tiba hantu itu menghilang dan Erika belum sempat mengetahui alamat ibu hantu itu.
"Kqamu kemana..? Kamu belum memberi tahukanku alamat ibu kamu. Erika mencari-cari hatu itu di sekeliling rumah.
Erikapun terduduk sambil membaca surat itu. "Aku harus memberikan ke siapa surat ini. Erika berbicara sendiri di ruang makan dengan penuh kebingungan.
END