Pada Natal ini sangat berbeda dari natal tahun lalu, tahun lalu aku mendapatkan banyak sekali hadiah dari teman-temanku dan mengunjungi rumah mereka tanpa keraguan sedikitpun. Hal ini berbeda dengan sekarang, karena situasi yang masih tidak normal karena suatu penyakit yang masih ada sampai sekarang,aku tidak pernah membayangkan ini terjadi. Suatu hari,aku mengunjungi rumah nenek di desa disana aku sangat senang dan bahagia,karena mendapatkan banyak hadiah diluar dugaanku, aku berpikir akan tempat nenek akan sepi dan tidak ada orang yang mengunjunginya.
Disaat pembagian hadiah,aku mendapatkan beberapa kotak kecil dan dua Kotak besar,ingin rasanya aku membuka semua kotak-kotak ini, tetapi tiba-tiba nenek memanggil ku untuk makan malam, aku pun turun dan makan bersama-sama, kami semua berbincang-bincang tentang pesta tahun baru dan berbicara tentang hal yang sangat misterius. Nenek bercerita tentang Hadiah Dimalam natal pertamanya.
Pada hari itu,di malam yang sangat dingin nenek mendatangi sebuag toko untuk mencari hadiah untuk adik dan kakak-kakaknya, setelah memilih hadidah yang sangat cocok dan bagus,nenk pergi untuk membayarnya,disaat pembayaran selesai. Didepan toko tempat nenek berbelanja,ada seorang yang mengalami kecelakaan yang sangat serius, hendak menelepon ambulan tiba-tiba saja orang yang tergeletak disebrang tiba-tiba saja menghilang entah kemana,anehnya tidak ada satupun bekas bercak darah maupun bangkai dari kendaraan yang orang tadi pakai,nenek merasa merinding dan kembali kerumah sambil berkeringat dengan nafas yang terputus-putus. Keesokan harinya, disekolah ia mendengar berita bahwa pada malam natal tahun lalu,ada seseorang yang mengalami kecelakaan yang sangat mengenaskan, kecelakaan itu terjadi ditoko tempat nenek berbelanja,toko yang ia singgahi ternyata sudah bangkrut dan sudah direnovasi menjadi sebuah tempat pemakaman,ia menghampiri teman-temannya yang bercerita tersebut dan mengajukan pertanyaan
" siapa yang mengalami nya?" ujarnya
" Dia adalah teman kelas kita, sebelum kau pindah kesini, awalnya ia akan membeli hadiah untuk neneknya yang sudah membesarkannya, namun tiba-tiba neneknya jatuh sakit dan meninggalkan nya sendirian,hal tersebutlah yang membuat ia kehilangan arah,dan membuat mengalami kecelakaan"
Mendengar cerita yang diucapkan teman-temannya,ia tidak percaya dan menghampiri tempat yang ia kunjung kemarin malam,benar saja ia melihat sendiri yang diceritakan teman-temannya kepadanya, semuanya telah berubah menjadi tempat pemakaman. Hal ini membuatnya sedih dan ketakutan.
Tiba-tiba nenek menghentikan ceritanya, kepada ku,dan mengatakan,,
" Sudah duluya,nenek capek mau istirahatlah dulu"
" Yahh nenek"( sambilku memohon)
" Besok nenek akan ceritakan lagi"
Beliau langsung meninggalkan kami.
Keesokan harinya,aku melihat kotak yang kemarin diberikan kepadaku tiba-tiba saja menghilang entah kemana,aku sudah mencari-cari namun tak kunjung ku jumpai. Akupun menanyakakn ini kepada nenek,namun nenek tak pernah melihatnya aku pun merasa sedih, karena belum pernah membuka kotak tersebut. Tiba-tiba saja,ada seseorang yang menghampiri ku dan mengagetkan aku,
" Darrrr,,,"( Sambil tertawa)
" Aaaaaaaa,setan" Ujarku
" Setan? Mata kau, ini aku Radit temanmu,masak kau lupa" sambil duduk
" Owhh Radit,ku kira kau Setan, mengapa kau kemari?"
" Tak bolehkah ku kesini? menghampiri teman yang aku cintai?"
" Cinta mata kau" sambil ku tertawa
Tiba-tiba nenek menghampiri kami,dan meminta kami untuk pergi berbelanja untuk keperluan nanti malam,karena akan ada banyak orang yang akan datang untuk makan malam. Kami pun meng-iyakan permintaan nenek,dan bergegas untuk keluar rumah. Didalam perjalanan,aku melihat sebuah toko yang sangat cantik dan begitu menawan, disaat aku ingin pergi kesana tiba-tiba radit memegang tanganku da berkata,,
" jangan kesana itu hanyalah tipuan" ucapnya
" apa? apa yang sebenarnya terjadi pada ku" sambil ku menagis
" tenanglah,ini hanya halusinasimu tenang" ( sambil memeluk ku dengan lembut)
Didalam perjalanan pulang, radit menceritakan semua yang telah terjadi pada toko itu,semua yang ia ceritakan persis dengan apa yang aku dengarkan dari nenek, tidak ada bagian yang aku lupakan semuanya hampir sama dan membuat ku merasakan keanehan. Lalu, radit mengatakan bahwa
" Citra kau adalah seorang yang bisa melihat itu semuanya,hal ini sama dengan nenekmu" ujarnya
hal ini membuat ku terheran-heran
" apa yang sedang kau bicarakan? bisa melihat apa diriku ini? janganlah bercanda ini Natal" ujarku
" Kamu bisa melihat apa yang aku tidak bisa lihat dan yang tidak bisa orang lain lihat,ya itu adalah dunia lain yang tidak bisa aku dan orang lain lihat,itu hanya bisa dilihat oleh kau saja dan nenekmu".
Dalam benakku,Mengapa hal ini memilih ku? Mengapa tak orang lain? apakah aku bisa mengarahkan hal ini ke hal yang positif? Ini yang dimaksud hadiah dimalam natal pertamaku? apakah nenek sama denganku? ia juga mendapatkan ini dari hadiah natal pertamanya? Ini membuatku bingung, aku pun menagis kencang-kencangnya, disaat aku tenang kami pun kembali kerumah. Sesampainya dirumah,aku melihat banyak orang yang sudah menantikan kami berdua, nenek pun menghampiri ku,,
" Apakah kau baik-baik saja? Mengapa kalian begitu lama?"
" Anuuu" ujar radit
Tanpa memberikan alasan akupun langsung masuk kedalam rumah dan mengunci kamarku, disaat ku sendirian tanpa sengaja aku melihat kotak yang dari pagi Aku cari,lalu aku membukanya. Betapa terkejutnya aku melihat kepala dan jantung didalam Kotak tersebut,aku pun berteriak, nenek dan radit menghampiri ku,
" Cucuku,,, Dimana kau?" ujar nenek
Aku yang sedang ketakutan,berada dipojok kamar,dan menangis dipelukan nenek,
" Tenanglah kau pasti bisa menghadapi semua ini,Tenang semangatlah"
Setelah kejadian dihari itu,aku pun sudah melalui nya dengan sepenuh hati dan tenang tanpa merasakan ketakutan, mungkin ia memilih ku Karena hal dan alasan yang tertentu,hal ini membuat ku semakin mengarahkan Hadiah ini kearah yang lebih positif.
Ada sebuah kejadian yang membuatku lebih menghargai kehidupan ini,itu disaat aku menemukan seseorang yang ingin bunuh diri karena ia sudah tak dianggap dikeluarga sendiri,ia sering berhalusinasi bertemu sesosok yang mengerikan,
" Heii,jangan lakukan itu,turunlah"
(Sambil menagis) " Bagaimana aku harus melalui ini seorang diri? apa gunana aku hidup? jika orang tuaku sendiri tidak mengharapkan kehadiran ku" ujarnya
" Jangan berkata seperti itu,kau masih memilikiku sebagai temanmu" jawabku
Hal tersebut membuat nya turun dan memelukku sambil menagis. Setelah kejadian itu, membuat nya semakin dekat denganku kami memutuskan untuk tinggal bersama-sama dengan nenekku.
Hari-hari pun berlalu, semakin hari hidup ku semakin berarti disaat aku bertemu dengan dia yang memberikan ku semangat untuk terus hidup. Suatu hari aku memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatiku, disaat aku ingin menemuinya,aku menemukan nisan yang bertuliskan Namanya.
Tamat.