Malam ini Vania tidak bisa tidur, karena udah tidur siang juga.Dia diem dikamar nonton yt, main gamelah sampai akhirnya tidak terasa sudah hampir jam setengah 12 malam.Disitu dia bingung harus ngapain lagi karena kuota nya udah habis juga.Terus dia paksain tidur karena gabut gak ada kegiatan.
Sebelum tidur diputarlah lagu kesukaannya.Ketika hampir terlelap tiba-tiba dari arah luar kamar ada samar - samar suara yang memanggilnya dari arah kamar ibunya.Karena penasaran akhirnya dia memberanikan diri untuk menghampiri sumber suara itu.Dilihatnya satu persatu kamar ternyata penghuni rumah sudah tertidur semua.
Ketika hendak kembali kekamarnya tiba - tiba dipintu depan ada yang ngetuk pintu dan jendela keras.Jadi posisi kamar ibu Vania bersebelahan dengan pintu depan rumahnya.Vania kaget tapi dengan rasa penasaran yang tinggi dia memberanikan diri untuk mendekati sumber suara itu.Dibukanya gorden jendela perlahan tapi tidak ada orang disana, lalu dengan rasa ragu dia memberanikan diri untuk membuka pintu hingga udara dingin malam masuk kerumah tapi tetap saja tidak ada orang disana.Dengan rasa takut Vania segera membanting pintu dan menguncinya.Berlarilah dia kedalam kamar.
Segera ia memutar lagu dengan genre Metal sekenceng - kencengnya berharap tidak mendengar suara yang aneh - aneh lagi.Tapi belum saja lagu diputar tiba - tiba ada langkah kaki mondar - mandir dari belakang kamarnya.Dibelakang kamar Vania ada gang kecil sepi yang jarang dilewati oleh orang tengah malam dan dikamarnya juga ada kaca ventilasi kecil dengan ukuran 1 m × 35 m kurang lebih dengan lubang memanjang kira - kira 10 cm, yang kebetulan lupa gordennya tidak ia tutup.
Langkah kaki yang ia dengar cukup lama hingga akhirnya berhenti tepat di bawah ventilasi kamarnya tersebut.Tidak lama kemudian terdengar suara orang yang berusaha memanjat dan memaksa masuk keventilasi kamarnya.Dengan perasaan takut Vania segera menghadap kearah ventilasi lalu ia menarik selimutnya dan bersembunyi dibawahnya.Dinaikannya volume lagu yang sedang ia putar sekenceng - kencengnya.Tapi semua itu tidak menjadi solusi, bahkan suara yang memanggil namanya sekarang terdengar jelas "Van".Keringat dingin keluar dari tubuhnya rasa takut kian menyelimutinya.
Suara itu tidak berhenti hingga akhirnya Vania memberanikan diri untuk membuka selimutnya dan menatap tajam arah ventilasi kamarnya itu.Dia takut ada maling yang berusaha menerobos kamarnya.'Iya kalo maling gw langsung teriak tapi kalo bukan ?' itu lah yang ada dibenaknya.Belum juga diliat tiba - tiba orang dari luar teriak
"VAN INI AYAH CEPET BUKAIN PINTUNYA, AYAH PULANG KEMALEMAN LUPA BAWA KUNCI.DILUAR DINGIN BANGET"
Seketika Vania lega dan emosi juga.
_End_