Kevin adalah anak dari sepasang psikopat terkenal. Ribuan nyawa manusia telah direnggut oleh kedua orang tua Kevin. Bahkan, masyarakat sekitar menjuluki keluarga Kevin dengan julukan 'Keluarga Iblis.'
Kendati demikian, Kevin tidak mau mengikuti jejak kedua orang tuanya. Dia lebih memilih untuk menjadi pemuda biasa. Meskipun, dia akan tetap dikucilkan dan dijauhi oleh teman-temannya.
🔪🔪🔪🔪🔪
Kevin baru pulang dari sekolah. Namun saat dia keluar kelas, tiba-tiba dia ditabrak oleh seorang gadis.
“Eh maaf ya. Aku gak sengaja soalnya aku lagi buru-buru," ujar gadis itu.
Kemudian, gadis itu kembali berlari dan meninggalkan Kevin. Kevin juga kembali berjalan pulang.
Sesampainya di rumah, Kevin dikejutkan dengan kedua orang tuanya yang tengah berpesta alkohol.
“Hei nak. Sini ikut!" ajak Lucy, ibu Kevin yang sedang dalam keadaan mabuk.
Kevin tidak peduli dan langsung masuk ke dalam kamar. Sementara itu, kedua orang tua Kevin melanjutkan pesta alkoholnya.
“Kenapa, takdirku harus seperti ini?" tanya Kevin dalam batin.
Lalu, Kevin bersandar di pintu dan kemudian perlahan merosot ke lantai.
Keesokan paginya, Kevin berangkat ke sekolah seperti biasa. Saat hendak masuk kelas, Kevin melihat gadis itu lagi. Gadis itu sedang bercanda bersama kedua temannya.
Kevin ingin menghampiri gadis itu, tapi dia memutuskan untuk mengurungkan niatnya. Singkat cerita, hari sudah mulai petang. Bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua murid berhamburan pulang ke rumah.
Saat di jalan pulang, tiba-tiba ada yang menepuk pundak Kevin dari belakang.
“Permisi. Apa kau adalah laki-laki yang kemarin?" tanya gadis itu.
“I... Iya," tutur Kevin.
“Oh kita belum sempat kenalan kemarin. Perkenalkan namaku Airi. Sesuai namaku, aku adalah keturunan Jepang." Airi memperkenalkan dirinya seraya menjulurkan tangan.
“Aku adalah Kevin." Kevin memperkenalkan dirinya juga seraya menjabat tangan Airi.
“Ok Kevin. Salam kenal ya," ujar Airi sambil tersenyum.
Kevin juga tersenyum tipis kepada Airi.
”Oh iya, ngomong-ngomong rumah kamu dimana?" tanya Airi.
“Oh aku tinggal di perumahan dekat dengan pusat perbelanjaan," jelas Kevin.
“Benarkah? Aku juga tinggal disana. Kalau begitu, ayo kita pulang bersama!" ajak Airi sambil menarik tangan Kevin dan berlari.
Sesampainya di rumah Kevin.
“Aku pulang dulu ya," ujar Airi seraya melambaikan tangannya kepada Kevin.
Kevin juga melambaikan tangannya. Kemudian, Airi berjalan pulang ke rumahnya. Sepeninggal Airi, Kevin langsung masuk ke dalam rumah.
Saat membuka pintu, Kevin terkejut. Ternyata, kedua orang tuanya telah menunggu Kevin.
“Siapa gadis itu? Apa dia temanmu?" tanya Robert, ayah Kevin.
“Iya. Dia adalah temanku," jelas Kevin.
“Heh. Apa kau sudah kehilangan akal? Dia mendekatimu karena ingin mencari tahu identitas keluarga kita," ujar Lucy.
Setelah mendengar ucapan Lucy, mendadak Kevin terdiam mematung. Namun, dia segera masuk ke dalam kamar dan membanting pintu.
Keesokan paginya, Kevin hendak masuk kelas. Tapi, terdengar suara seseorang menyapa dari kejauhan.
“Selamat pagi, Kevin!" sapa Airi.
“Pagi juga," Kevin membalas sapaan Airi lalu pergi begitu saja.
Airi bingung, kenapa sifat Kevin berubah. Tapi, karena ini sudah bel masuk sekolah, Airi memutuskan untuk masuk ke kelasnya.
Seperti biasanya, Kevin berjalan sedang berjalan pulang. Namun, tiba-tiba Airi menghadang.
“Ayo ikut denganku!" ajak Airi seraya menarik tangan Kevin lagi.
Tapi, kali ini Airi tidak menarik Kevin untuk pulang ke rumah. Melainkan, ke sebuah taman.
“Kenapa kau mengajakku kemari?" tanya Kevin.
“Ada yang ingin aku tanyakan padamu. Sebelumnya, duduklah di kursi taman itu dulu!" suruh Airi.
Kevin menuruti permintaan Airi, dia duduk di kursi taman.
“Kenapa kamu bersikap dingin kepadaku?" tanya Airi.
Kevin hanya terdiam, karena dia bingung harus menjawab apa.
“Sekali lagi aku bertanya. Kenapa kau bersikap dingin kepadaku?" tanya Airi.
“Karena aku adalah anak dari psikopat," ujar Kevin.
“Apa?" tanya Airi.
“Aku adalah anak dari pasangan psikopat. Jadi, manjauhlah dariku," ujar Kevin.
Airi duduk di sebelah Kevin.
“Aku tahu kamu adalah anak dari pasangan psikopat. Tapi, yang psikopat adalah orang tuamu dan bukan kamu," ucap Airi.
“Apa maksudmu?" tanya Kevin yang masih belum paham.
“Orang tuamu memang psikopat. Tapi, kamu tidak mengikuti jejak mereka. Kamu lebih memilih untuk menjadi pemuda biasa, meski kamu tahu bahwa kamu pasti akan dikucilkan. itu adalah alasanku percaya bahwa kamu adalah orang yang baik," ujar Airi sambil tersenyum ramah kepada Kevin.
“Walau aku mencoba untuk menjadi pemuda biasa sekalipun, semua orang pasti akan tetap mencapku sebagai seorang psikopat. Aku sangat membenci orang tuaku" ucap Kevin putus asa.
“Seburuk apapun, mereka tetap orang tuamu. Mereka telah merawatmu dari kecil hingga seperti saat ini. Kau masih beruntung punya orang tua, sementara aku harus tinggal sebatang kara. Jadi, jangan patah semangat ya," ujar Airi sambil tersenyum.
Kevin dan Airi pulang bersama. Sesampainya di rumah, Kevin langsung masuk ke dalam kamar. Karena hari sudah gelap, Kevin segera pergi tidur.
“Arggghhh!!!" Terdengar suara teriakan seorang gadis.
Kevin segera berlari mencari sumber suara itu. Ternyata, teriakan itu berasal dari rumah Airi.
“Airi!" Kevin yang panik bergegas masuk ke dalam rumah Airi.
Saat mendobrak pintu, Kevin terkejut.
”Ayah? Ibu?!" Kevin melihat kedua orang tuanya yang sedang menusuk tubuh Airi mengunakan pisau berkali-kali.
“Apa yang kalian lakukan padanya?" tanya Kevin yang masih belum bisa mencernya sepenuhnya.
“Gadis ini adalah seorang mata-mata. Dia mendekati keluarga kita untuk mendapat informasi dan lalu melaporkan kita kepada polisi," tutur Lucy.
“Apa yang kalian bicarakan? MELUKAI SESEORANG HANYA DENGAN ALASAN YANG TAK LOGIS SEPERTI ITU!" bentak Kevin.
“Ke-kevin?" Lucy dan Robert gemetar ketakutan.
Kevin mengambil pisau berlumuran darah yang tergeletak di lantai. Kemudian, Kevin berjalan perlahan ke arah kedua orang tuanya.
“Hari ini, aku akan mengeluarkan sisi psikopat yang telah kalian ajarkan kepadaku," ujar Kevin kemudian menghunuskan pisaunya ke arah perut Robert.
Lalu, Kevin juga menusuk perut Lucy. Dia mulai memotong jari-jari Robert dan merobek mulut Lucy sampai ke telinga. Kevin bertindak bagaikan sudah kehilangan akal sehatnya.
“Hentikan, Ke-vin!" perintah seseorang dengan terbata-bata.
Airi menyuruh Kevin untuk menghentikan tindakannya itu.
“Airi?" Kevin bergegas menghampiri Airi.
“Airi kamu gak papa 'kan?" tanya Kevin.
“Kevin terima kasih karena telah menemaniku," ucap Airi yang masih bisa tersenyum.
“Apa yang kamu bicarakan? Kamu akan baik-baik saja." Kevin menggenggam tangan Airi.
“Ke-vin." Airi menghembuskan nafas terakhirnya.
“Airi. Airi bangun!" Kevin menepuk pipi Airi perlahan, namun tidak ada reaksi.
“AIRI," Kevin menangis sejadi-jadinya sambil memeluk jasad Airi.
-Tamat-
Oh iya, kalian pasti tau la, Miku pakai cover anime apa.