Cerita bermula dari Kota Bone, Sulawesi Selatan Ada sebuah Perusahaan yang bernama FroxyFog. Perusahaan itu dimiliki oleh seorang yang sangat kaya raya bernama Steven. Di perusahaan FroxyFog, Steven dan para ilmuwan membuat obat untuk orang yang Sakit jantung. Setelah 1 tahun, para ilmuwan telah berhasil membuat Obat penawar sakit jantung untuk manusia.
Steven : “ Apakah sampelnya sudah benar?”
Ilmuwan : “ Sudah, pak.”
Steven : “ Baiklah, mari kita melakukan uji coba!”
Lalu Steven dan para ilmuwan melakukan uji coba terhadap anak remaja berumur 15 tahun yang terkena serangan jantung selama 5 tahun. Lalu Steven dan para ilmuwan langsung menyuntikkan suntik itu dan setelah 2 menit, terjadi reaksi pada tubuhnya. Dia kejang kejang, mata memerah dan mengeluarkan darah. Dan dia pun sekarat. Dia pun dibawa kerumah sakit untuk diperiksa tetapi saat dia di rumah sakit tiba tiba dia mengigit suster dan suster itu mati dan bangun lalu memakan orang dengan sangat brutal. Lalu makhluk itu keluar dari rumah sakit dan menyerang orang orang disekitarnya.Makhluk menyebar dengan sangat cepat dan luas sampai sampai NKRI dan negara tetangga terkena wabah ini. Steven pun merasa bersalah akibat telah membunuh semua orang karena hasil uji coba dan dia bersama para ilmuan yang tersisa pun mencoba membuat obat induknya. Pada saat selesai membuat, dia menaruh obat induknya. Pada saat ingin keluar, dia dan para ilmuwan tergigit makhluk tersebut dan meninggal. Makhluk itu dinamai zombie.
Pada suatu hari didesa pallawa, Kota Bone hiduplah seorang suami istri dan seorang anak. Si suami bekerja sebagai karyawan kantoran dan istrinya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Si suami baru saja pulang dari kantornya dan disambut senang oleh istri dan anaknya Si suami bernama Yandra dan istrinya bernama Sarah, serta anaknya bernama galish. mereka sedang makan malam bersama lalu menonton TV. Lalu mereka tidur. Sebelum tidur, si suami berbincang bincang dengan istrinya setelah itu tidur. Saat tidur tiba tiba ada Galish memanggil orang tuanya.
Galish : “ Ayah, ada seseorang didapur sedang membuka lemari es.”
Yandra : “ Siapa, nak?”
Galish : “ Aku tidak tahu, ayah.”
Sarah : “ Coba di cek, sayang.”
Yandra : “ Hmm…, baiklah aku cek dulu.”
Yudha pun mengecek didapur dengan membawa sekop dan senjata api untuk berjaga jaga jika itu adalah perampok. Yudha terkejud karena ada 1 zombie yang sedang memakan daging ayam di kulkasnya. Zombie itu pun melihat Yudha dan langsung menyerang Yudha. Tetapi, Yudha dengan sigap langsung memukul dengan sekop dengan keras sampai zombie itu tergelempang di tanah tetapi tidak mati. Lalu dan Yudha pun menembak kepalanya dan zombie itu langsung mati. Tiba tiba Yandra mendapat telepon dari seorang TNI bahwa ada makhluk yang bernama Zombie sedang memakan manusia secara brutal dan TNI itu mengatakan bahwa ada markas militer di markas militer. Yandra yang tidak tahu apa itu zombie langsung mencari tahu lewat Handphone. Saat Yandra tahu zombie itu apa, dia pun terkejud. Dia pun menyuruh Sarah dan Galish untuk cepat cepat pergi ke markas militer yang berada di Makassar. Lalu istrinya bertanya,
Sarah : “ Siapa yang menelpon, sayang?”
Yandra : “ Yang menelpon TNI katanya ada wabah mengerikan bernama wabah zombie orang yang terkena wabah ini akan membuat manusia berubah menjadi brutal mereka memakan satu sama lain. Kita harus pergi ketempat markas militer untuk melindungi diri kita.”
Sarah : “ Baiklah, anakku ikut bunda dan ayah ke markas militer yuk?”
Galish : “ Kenapa, bunda?”
Sarah : “ Rumah kita sudah tidak aman, nak.”
Lalu mereka menyiapkan senjata, amunisi, makanan, obat-obatan, dll. Lalu mereka memakai kan besi disetiap bagian mobil dan tak lupa memberikan senjata pada mobil, lalu berangkatlah mereka semua. Di mobil mereka mencari pom bensin terdekat untuk berjaga jaga kalau bensin mobil habis. Saat mencari pom bensin tiba tiba galish kejang kejang, matanya merah dan berdarah, sama seperti gejala yang dialami anak remaja tadi. Lalu Yandra dan Sarah panik Yudha lalu Yudha menghentikan mobilnya dan menancapkan sabuk Galish supaya tidak menyerang kalau sudah berubah menjadi Zombie. Lalu tiba tiba istrinya mendapat gejala yang sama seperti anaknya dan Yandra pun juga menancapkan sabuk Sarah. Lalu istri dan anaknya berubah menjadi zombie. Dengan berat hati, Yandra menembak kepala Sarah dan galish dan akhirnya Yandra pun menangis. Seusai menembak anak dan istrinya, dia ingin bunuh diri. Tetapi ada seseorang memanggilnya dan menyuruh berhenti untuk bunuh diri dan mengajak berbicara.
Trocky : “ Hey, kau?, apakah kau masih hidup?”
Yudha : “ Siapa kamu?”
Trocky : “ Oh syukurlah. Hai, aku Trocky. Senang bertemu denganmu. Apa yang kamu lakukan?
Yudha : “ Aku mau bunuh diri. Aku sudah tidak punya harapan untuk hidup lagi.”
Trocky : “ Jangan!!!. Masih banyak orang yang belum terinfeksi ingin hidup.”
Yudha : “ Tapi, aku telah membunuh istri dan anakku.”
Trock : “ Kenapa kamu membunuhnya?”
Yudha : “ Mereka telah terinfeksi.”
Trocky : “ Sabar ya memang cobaan itu berat. Kamu jangan putus asa!”
Yudha : “ Ya sudah. Aku tidak jadi bunuh diri saja.”
Trocky : “ Nah, begitu dong.”
Lalu Yudha pun berkenalan. Ia bernama Trocky. ia bercerita kalau pada saat wabah ini terjadi saat ia sedang kemah dengan kakak nya di hutan lalu mereka membuat api unggun membangun tenda. Lalu mencari buah buahan. pada keesokannya ia melihat kakanya tidak ada dalam tenda dan ia pun terkejut karena melihat darah dan mengikuti kemana darah itu mengarah. Ternyata darah itu adalah darah kakanya yang berubah menjdi Zombie. Ia pun menangis dan dia langsung menembak kepalanya tapi untungnya tidak ada Zombie disekitarnya. Trock menceritakan kisahnya dengan sangat sedih karena telah ditinggal kakanya yang sangat dia cintai. Lalu Yandra dan Trocky melanjutkan perjalanan mencari tempat aman. Saat mencari tempat aman ada seorang anak yang memanggil mereka menghampirinya.
Yudha : “ Nak, kamu kenapa ada disini?”
Anak : “ Aku telah terinfeksi, kak “ (sambil memperlihatkan gigitannya).
Lalu seketika anak itu kejang kejang mata memerah dan mengeluarkan darah dan mati lalu bangkit kembali dan ingin menggigit Yudha dan Trocky. Pada saat ingin menggigit Yudha, Yudha menembak kepalanya. Akibat suara tembakan, para zombie mengejar mereka. Yudha dan Trock langsung berlari sangat kencang. Lalu Yudha dan Trocky menemukan gudang besar dan disana ada 2 orang yang bernama Erick dan Lery. Dengan tergesa gesa, mereka bertanya,
Yudha : “ Apakah kami boleh masuk kedalam? “
Erick : “ Apakah kamu telah terinfeksi? “
Yudha : “ Kami berdua aman, tidak terinfeksi.”
Erick : “ Baiklah, kalian boleh masuk. Lery, buka pintunya!”
Lalu mereka diizinkan masuk. Lalu mereka berbincang bincang dengan sangat lama dan hari sudah malam, mereka pun makan malam dan berbincang dan setelah makan mereka mandi dan setelah mandi mereka merencanakan sesuatu untuk keluar dari sini dan pergi ke markas militer. Yudha dan Trocky berencana untuk mengambil makanan dan obat obatan. Sedangkan Erick dan Lery mencari persenjataan. Disaat Yudha dan Trocky mencari makanan dan obat obatan, Yudha dan Trocky menemukan sebuah rumah yang sangat rapi. Mereka yakin bahwa masih ada seseorang di rumah ini. Tiba tiba ada suara dari dalam bawah tanah. Mereka pun mencari dimana jalan pintu untuk kebawah dan akhirnya terdapat jalan ke bawah tanah di sebuah rak buku. Lalu Yudha dan Trocky langsung menodongkan pistol ke kepala seseorang. Ternyata itu adalah seorang ilmuwan yang sedang membuat vaksin zombie. Ilmuwan itu bernama Tommy. Yudha dan Trocky senang karena masih ada seseorang dan itupun ilmuwan. Lalu Yudha dan Trocky berbincang bincang dengan ilmuwan itu.
Yudha : “ Bagaimana kamu masih hidup?”
Tommy : “ Aku diselamatkan oleh temanku dan temanku melempar secarik kertas.”
Yudha : “ Boleh aku melihat kertasnya?”
Tommy : “ Boleh, nih.” ( sambil memberikan kertasnya.)
Yudha : “ Tulisan apa nih?”
Tommy : “ Itu adalah nomor ruangan, bernama FFLab. Di dalam ruangan itu ada vaksin Zombie yang belum sempurna. Aku sudah pernah kesana tetapi banyak sekali Zombie berkeliaran dan aku hanya sendirian.
Trocky : “ Tenang, dok. Aku dan Yudha akan berusaha mengambil vaksin zombie itu walaupun nyawa kita menjadi tahuran nya.”
Yudha : “ Kapan kita akan pergi kesana?”
Trocky : “ Besok, hari ini kita harus mepersiapkan diri dlu. Dokter, apakah disini ada senjata?”
Tommy : “ Ada, di dalam gudang ada senjata banyak.”
Trocky : “ Baguslah.”
Lalu, mereka merencanakan pergi ke Perusahaan FroxyFog. Tapi sebelum tidur mereka pun tlah mempersiapkan persenjataan dan obat obatan untuk berjaga jaga jika salah satu ada yang terinfeksi dan mereka pun tidur untuk mengumpulkan tenaga. pada keesokan harinya, berangkatlah mereka disana. Di perusahaan FroxyFrog, banyak sekali mayat mayat yang dimakan zombie yang sudah membusuk dan banyak juga yang menjadi tulang. Lalu Yudha, Trocky, dan Tommy memasuki pintu masuk. Tommy mengatakan bahwa vaksin zombie ada di ruang lantai 3. Mereka pun menuju ke ruang lantai 3. Dengan sangat hati hati, akhirnya mereka sampai di ruang lantai 3. Setelah mengambil vaksin, mereka pun kembali ke ruang rahasia si ilmuwan. Di lorong FroxyFog, Yudha tak sengaja menyenggol kayu yang rubuh. Setelah itu para zombie mengejar mereka. Setelah melawan zombie, Trocky tiba tiba jatuh berbaring. Trocky pun menunjukkan luka gigitannya. Yudha pun sangat bersedih, lalu Trocky pun berubah menjadi zombie. Namun, Yudha tak membunuhnya melainkan hanya mengikatnya karena dia tak tega. Lalu dia pun meninggalkan Trocky yang sedang diikat. Setelah sampai dimarkas, ilmuwan itu mengatakan bahwa dia tidak bisa membuat vaksin zombie tetapi dia hanya bisa membuat vaksin induk zombie karena vaksin yang dibuat oleh Steven dan krunya hanya vaksin pelengkap karena Steven berharap agar salah satu ilmuwan yang masih selamat mencoba untuk membuat vaksin dan mengambil vaksin ini untuk sebagai bahan pelengkap. Setelah 10 jam pembuatan vaksin, vaksin itu telah siap digunakan. Setelah itu, ilmuwan itu ingin menyuntikkan ke dalam tubuh Yudha. Ilmuwan itu ingin Yudha menjadi induk zombie. Ilmuwan itu mempercayai Yudha karena Yudha orang yang tepat. Ilmuwan itu langsung menyuntikkan ke tangan Yudha. Obat itu bereaksi, Yudha merasakan sakit yang sangat luar biasa tetapi obat telah bekerja dengan baik. Sekarang Yudha telah menjadi pengendali zombie. Yudha pun langsung kembali ke markas Erick dan Lery serta membawa ilmuwan itu. Setelah sampai, mereka bertemu Erick dan Lery yang sedang tertidur. Yudha pun membangunkan mereka.
Yudha : “ Hei, bangun!”
Erick : “ Hai, Yudha. Kamu tidak terinfeksi kan? Dan siapa yang kamu bawa kesini?”
Yudha : “ Aku masih aman. Ini adalah ilmuwan Tommy. Tommy ini Erick dan Lery.”
Tommy : “ Hai, salam kenal.”
Lery : “ Hai, Tommy. Oh ya, si Trocky kemana?”
Yudha : “ Trocky telah tewas karena digigit zombie saat berperang.
Lery : “ Inalillahi, turut berduka cita, ya.”
Yudha : “ Iya. Oh ya, aku sekarang mendapat kekuatan super!.
Lery : “ Maksudnya?”
Tommy : “ Dia sudah mendapat induk zombie. Yang artinya dia bisa mengendalikan zombie.”
Erick : “ Wah, keren.
Setelah itu, Yudha pun menjadi penguasa zombie dan dia dijadikan raja oleh rakyat zombie dan para manusia. Yudha mengatakan kepada anak buahnya yaitu zombie kalau jangan pernah memakan manusia kecuali kalau mereka yang telah meninggal. Si zombie pun setuju. Dan dia juga menyuruh tentara pergi ke seluruh Indonesia untuk menolong orang yang masih hidup dan menyuruh semua zombie di seluruh Indonesia diam sampai orang orang selamat dan akhirnya orang terkumpul sekitar 3000 jiwa dan masih sehat. Lalu para manusia disuruh melatih zombie untuk berbicara menulis. Para manusia pun senang dengan kedatangan Yudha si induk zombie sampai sampai Yudha dianggap tuhan. Tapi dia bilang dia bukan tuhan, tapi yang menciptakan kita adalah tuhan. Yudha memerintah dengan sangat baik. Pada suatu hari, Yudha sedang berjalan jalan dikota sambil ditemani 2 tentara di belakangnya untuk menemani Yudha keliling desa. Saat di jalan, Yudha bertemu seorang gadis cantik bunga desa. Mereka pun berkenalan dengan dijaga tentara. Wanita itu bernama Saskia.
Yudha : “ Hai, boleh kenalan kita?”
Saskia : “ Eh, ada pak Yudha. Halo, pak. Boleh pak. Nama saya Saskia
Yudha : “ Oh, Saskia. Kamu jangan saya pak! Kamu panggil aja saya Mas Yudha! Ok?”
Saskia : “ Baik, mas Yudha. Ya sudah, saya pamit pulang ya pak.”
Yudha : “ Bagaimana kalau saya antar? Sekalian kita ngobrol kan?
Saskia : “ Baiklah, kalau mas Yudha ngga repot.”
Saat diperjalanan.
Yudha : “ Rumah kamu dimana?”
Saskia : “ Itu mas, didepan sana.”
Yudha : “ Oh, itu. Saya bisa ngga main kerumah kamu setiap hari?”
Saskia : “ Boleh, mas.”
Yudha : “ Kamu tinggal sama siapa disini?”
Saskia : “ Saya tinggal sama adik saya. Adik saya masih berumur 6 tahun. Orang tua kami sudah meninggal karena terinfeksi virus.”
Yudha : “ Sabar, yah. Memang itu sudah takdir tuhan. Kamu bisa hanya terus berdoa untuk kedua orang tuamu. Semoga orang tuamu diberi kemudahan tempat disana. Amin.
Saskia : “ Amin. Makasih ya, mas.”
Yudha dan Saskia telah sampai
Saskia : “ Makasih ya, mas. Udah di antarkan.”
Yudha : “ Iya, sama sama.”
Saskia : “ Ngga mampir dulu, mas. Katanya mau mampir?
Yudha : “ Bukannya nolak, tapi saya lagi sibuk sekarang. Lain kali aja ya?”
Saskia : “ Baiklah, mas. Saya masuk duluan ya.”
Yudha : “ Ok.”
Lalu tentara dibelakang
Tentara 1 : “ Wah si raja, enak sekali ya.
Tentara 2 : “ Iya, nih. Cantik lagi.”
Tentara 1 : “ Beruntung memang raja ini.”
Tentara 2 : “ Iya”
Yudha : “ Kalian jangan nyindir saya yah! Saya pecat kamu nanti baru tahu rasa kamu!”
Tentara 1 : “ Maaf, pak!”
Tentara 2 : “ Maaf, pak!”
Setelah itu, Yudha selalu datang setiap hari kerumah Saskia untuk menjenguknya. Akhirnya Saskia menaruh hati kepada Yudha. Pada suatu hari, Yudha menjenguk Saskia sambil membawa sesuatu.
Yudha : “ Halo, Saskia.
Saskia : “ Eh mas Yudha.”
Yudha : “ Aku mau ngomong sama kamu.”
Saskia : “ Mau ngomong apa, mas?”
Yudha : “ Kamu mau jadi tunanganku?”
Saskia : “ Mau, mas.” ( Sambil malu malu).
Yudha : “ Benarkah?”
Saskia : “ Iya, mas.”
Yudha : “ Terimakasih.”
Yudha pun memeluk erat Saskia. Lalu mereka pun merencanakan tanggal perkinahan, menyiapkan pesta mewah, mengundang seluruh kota Bone untuk menghadiri acara pernikahan. Pernikahan itu dilaksakan pada 12 Desember 2030 di halaman rumah Yudha. Para manusia dan para zombie pun berkumpul pada 06.00 WITA. Mereka pun merayakan dengan sangat meriah. Setelah semua selesai mereka mereka pun pulangkerumah masing masing. 8 bulan kemudian, Saskia tlah mengandung seorang anak. Saat sudah 9 bulan, Yudha pun membawa Saskia istrinya untuk pergi ke rumah sakit. Akhirnya bayinya keluar dengan selamat dan bayi itu laki laki. Tetapi yang lebih mengejutkan dia mendapat kekuatan untuk mengendalikan zombie tetapi belum bisa terkontrol sepenuhnya dan menunggu samapi dia bermur 10 tahun. Bayi Yudha itu diberi nama Pamungkas. Setelah pulang dari rumah sakit Yudha dan istrinya disambut hangat dan baik oleh para manusia dan para zombie Berbulan bulan pun datang, Pamungkas sekarangt berumur 2 tahun dan dia sudah fasih berjalan. Dan orang tuanya pun semakin bahagia karena anaknya bisa berjalan. Pada suatu hari, ada kabar mengejutkan dari para astronot di luar angkasa. Mereka melihat 4 pesawat alien membawa senjata. Yudha pun langsung memerintahkan para zombie dan para manusia untuk segera menahan. Akhirnya satu per satu alien keluar dari pesawat alien. Alien itu lalu berbicara kepada manusia.
Yudha : “ Mengapa kamu disini?!”
Alien : “ Oh, tidak apa apa. Aku cuman ingin makhluk disini pergi dari bumi!”
Yudha : “ Kami tidak mau! Ini adalah tempat tinggal kami!
Alien : “ Oh, tidak mengapa. Aku akan memberi mu waktu 4 bulan untuk keluar dari bumi!”
Yudha : “ Tidak mau!”
Lalu alien itu naik ke pesawat dan langsung pergi ke bumi. Lalu Yudha merencanakan sesuatu. Dia menyuruh untuk membangun tempat roket, tempat perlindungan, tempat peluncuran bom. Akhirnya pembangunan selesai dalam waktu kurang dari 4 bulan. Lalu Yudha merencanakan strategi untuk melawan. Yudha pun naik ke panggung dan disaksikan oleh semua orang dan zombie.
Yudha : “ Kita akan merencakan penyerangan terhadap alien. Pertama tama saat alien keluar dari pesawat, aku akan membuat para alien marah. Kedua pada saat mereka ingin kembali ke pesawat, kalian harus bom pesawat alien itu. para tentara yang akan dipilih sebagai pilot untuk menghancurkan pesawat alien itu dan para rakyatku sekalian, bawalah anak anak mu ke tempat aman saat berperang dimulai dan para laki laki dan para zombie harus ikut berperang melawan alien. Apakah semua setuju?”
Rakyat : “ Kami, setuju!!”
Lalu 4 bulan berlalu, alien telah kembali ke bumi dengan 2 pesawat alien
Alien : “ Mengapa engkau tidak pergi dari bumi? Padahal kami sudah menyuruh kau dan rakyatmu untuk pergi dari bumi?!”
Yudha : “ Kami tidak mau!”
Alien : “ Baiklah, aku akan memusnahkan kalian dengan pesawatku.”
Tiba tiba, alien mendengarkan suara pesawat tempur. Lalu pesawat tempur datang dan langsung menjatuhkan bom besar dan langsung membuat pesawat itu hancur berkeping keping. 2 Alien terluka dan 2 alien mati dan menyisakan 1 alien yang selamat. Lalu alien itu mengeluarkan senapan laser dan diarahkan ke pesawat dan 1 pesawat hancur. Alien tertawa puas. Lalu, alien tu mengarahkan senapannya ke orang orang. Saat ditembak, pesawat 2 melindungi orang orang dan pesawat. Tapi sebelum itu, pesawat 2 telah mengeluarkan bom di atas kepala alien dan kepala alien itu meledak dan mati seketika. Orang orang senang karena rencana Yudha telah berhasil mengalahkan dan mereka pun berterima kasih kepada arwah pilot pesawat 1 dan 2 karena rela mati demi menyelamatkan orang banyak. Yudha pun mempersiapkan persenjataan untuk melawan alien jika datang kebumi.
1 Bulan kemudian, para alien datang lagi dengan peralatan canggih untuk menyerang bumi ketika para makhluk bumi menyerang. Lalu alien mengatakan bahwa para alien memerlukan bumi dan para mahkluk bumi akan dijadikan budak para alien untuk kepentingan mereka sendiri. Tetapi para zombie dan para manusia tidak sejutu jika bumi mereka direbut hanya untuk kepentingan sendiri dan mereka juga akan dijadikan budak. Lalu para zombie dan manusia merencanakan sesuatu untuk mengusir alien dari bumi. Yudha pun sebisa mungkin melatih zombie dengan sebisa mungkin untuk menghajar para alien alien tersebut. Kelompok zombie terbagi menjadi 3 bagian yaitu Zombie Pertahanan, Zombie berani mati, dan zombie Panah. Lalu mereka bertempur habis habisan alien ternyata membawa sekutunya untuk menyerang zombie dan manusia. Mereka pun bertempur habis habisan dan dimenangkan oleh pihak zombie. Tetapi raja alien datang membawa anak buahnya, tetapi para manusia berpihak kepada zombie. Lalu mereka menghajar semua alien dan si raja alien mengeluarkan jurus api yang menghanguskan dan menyebabkan hampir semuanya para zombie dan para manusia mati. Lalu tiba tiba langit mendung dan mengeluarkan rintik rintik hujan. Raja alien dan para anak buahnya merasa kesakitan dan akhirnya raja alien beserta anak buahnya mati. Kini bumiselamat tidak ada pertempuran, tidak ada kericuhan, semuanya hidup, aman, damai.
Bertahun tahun kemudian, Pamungkas sekarang telah berumur 10 tahun dan dia menjadi orang muda tertampan di kota itu. Pamungkas telah tumbuh menjadi anak ceria, rendah hati. Pamungkas selalu menyapa orang orang yang ada disekitarnya. Tapi sayangnya, Pamungkas tidak mempunyai teman untuk diajak mengobrol Pada saat sore hari , Pamungkas ingin mencari teman. Saat berjalan jalan, Pamungkas melihat seorang wanita cantik yang seumuran dengannya bernama Marsya. Dia sedang ditemani oleh seorang zombie Kakek kakek dan mengobrol dengannya. Setelah kakek itu pergi meninggalkan Marsya, Pamungkas mendekatinya dan berkenalan.
Pamungkas : “ Hai, boleh kenalan? Boleh aku duduk disini?”
Marsya : “ Eh,, ada Pamungkas. Boleh saja.”
Pamungkas : “ Tapi kamu tidak sibuk sekarang?”
Marsya : “ Tidak. Santai aja” (sambil tersenyum)
Saat tersenyum, Pamungkas melihat pipinya lesung
Pamungkas : “ Wah, pipimu lesung?”
Marsya : “ Iya,hehe.”
Pamungkas : “ Wah, berarti kamu orang langka dong.” ( sambil tertawa)
Marsya : “ Memang kenapa?”
Pamungkas : “ Karena hanya 15% orang yang hanya punya pipi lesung” ( sambil tertawa)
Marsya : “ Hahahahahahaha”
Pamungkas : “ Oh ya, nama kamu siapa?”
Marsya : “ Nama ku Marsya Uswalia Adita Nanda panggil aja aku Marsya. Nama panjang kamu siapa?"
Pamungkas : “ Kalo aku Bima Arya Pamungkas. Salam kenal.”
Marsya : “ Oh, hehe.”
Pamungkas : “ Omong omong, rumahmu disebelah mana kira kira?”
Marsya : “ Itu, sebelah sana. Kamu kelihatan tidak?”
Pamungkas : “ Oh, yang warna kuning?”
Marsya : “ Iya, hehe. Ngga sangka ya, bisa kenalan sama anak raja.”
Pamungkas : “ Ya gapapa, kan kita harus berinteraksi dengan seseorang. Hehe”
Marsya : “ Iya, juga sih.”
Pamungkas : “ Aku boleh nggak kalau setiap hari kirim makanan terus kita ngobrol?”
Marsya : “ Gausah, takut ngrepotin!”
Pamungkas : “ Gapapa, nggak ngrepotin kok, santai saja.”
Marsya : “ Baiklah.”
Setiap hari, Pamungkas selalu mengantarkan makanan untuk Marsya dan adiknya. Dan mereka pun saling berkomunikasi antara satu sama lain. Adiknya pun ingin Pamungkas menjadi pacar Marsya. Tetapi, Pamungkas hanya ingin bersahabat dengan Marsya meskipun Pamungkas telah menaruh rasa kepada Marsya. Begitupun sebaliknya, Marsya juga menaruh hati kepada Pamungkas tapi mereka masih menunggu waktunya. 5 tahun kemudian,diadakan acara penobatan raja. Pamungkas dinobatkan sebagai raja pengganti ayahnya. Dia harus memimpin rakyat dengan baik dan harus menjadi raja yang cerdik. Pamungkas menerima perjanjian itu. Lalu saat mengirimkan makanan, tiba tiba professor Tommy memanggilnya. Ia pun segera menuju ke Professor Tommy. Dia ingin berbicara sesuatu tapi sebelum itu, Pamungkas mengajak Marsya.
Pamungkas : “ Hai, Marsya.”
Marsya : “ Hai, Kamu bawakan apa itu?”
Pamungkas : “ Rendang, nih. Kesukaan mu kan ini?”
Marsya : “ Wah, trima kasih!”
Pamungkas : “ Sama sama. Oh ya, tadi ada professor Tommy memanggilku katanya aku disuruh ikut dia.”
Marsya : “ Yaudah, kenapa kamu nggak pergi?”
Pamungkas : “ Apakah kamu mau ikut? Nanti adikmu titipkan saja pada tetangga sebelah.”
Marsya : “ Boleh, saja!”
Lalu, Marsya memanggil adiknya
Marsya : “ Adekk!”
Adik Marsya : “ Ada apa, kak?”
Marsya : “ Kakak mau keluar sebentar, ya? Kamu nanti pergi ke rumah tetangga!”
Adik Marsya : “ Baik, kak!”
Marsya : “ Yaudah, ayuk!”
Pamungkas : “ Gaskuennn!!!”
Lalu mereka bertemu Proffesor Tommy. Setelah bertemu, professor Tommy mengajak mereka untuk pergi ke markas professor Tommy. Setelah dimarkas, merekas pun berbincang bincang.
Tommy : “ Wah, kita ada dalam masalah yang amat besar sekarang.
Pamungkas : “ memangnya ada apa, prof?
Tiba tiba Yudha dan Istrinya datang ke markas dengan ditemani 2 tentara.
Yudha : “ Memangnya ada apa, nih?
Tommy : “ Hai, Yudha.”
Yudha : “ Halo, prof. memangnya ada apa ini?
Pamungkas : “ Ngga tau, yah. Tiba tiba Prof. Tommy manggil aku.
Tommy : “ Gini, Yud. Ternyata vaksin induk yang kamu rasakan ternyata ada batasan waktu. Setelah ku teliti lebih lanjut, ternyata induk zombie bekerja 17 tahun saja.”
Yudha : “ Kalau begini, berarti kita harus membuat pembatas agar zombie tidak menyerang penduduk yang selamat.”
Marsya : “ Prof, kalau boleh tau, waktu kita berapa lama?
Tommy : “Sekitar 1 Tahun 10 bulan.”
Marsya : “ Pak Yudha, saya boleh memberikan saran?
Yudha : “ Silahkan, Nak!”
Marsya : “ Terima kasih. Begini, kita membuat tembak raksasa di sekeliling zombie dan sekitar peluncuran roket. Kalau keadaan darurat, kita bisa meminta tolong kepada alien saja. Bagaimana?”
Tommy : “ Aku setuju dengan rencana dengan rencana Marsya!”
Pamungkas : “ Aku juga setuju!”
Saskia : “ Aku juga setuju, mas.”
Tentara 1 : “ Aku setuju, pak!”
Tentara 2 : “ Aku juga setuju, pak!”
Lalu semuanya setuju dengan pilihan Marsya. Lalu Yudha mengontrol zombie dan menyuruh para manusia untuk membangun 2 buah tembok raksasa berbentuk lingkaran. Mereka pun bekerja dengan sangat sekuat tenaga. Kurang waktu 1 tahun, mereka telah berhasil membuat 2 buah tembok raksasa berbentuk lingkaran. Tetapi, tembok raksasa milik zombie dipasang setrum dan dibawah diberi lava oleh para pekerja. Dan 2 bulan keagar pada saat zombie menjadi ganas tidak keluar. Kemudian, para zombie mulai melemah. Induknya yaitu Yudha dan Pamungkas pun merasa kesakitan. Tetapi Professor Tommy memberi obat penahan sakit agar sakit tidak berasa. Lalu perlahan lahan tangan Pamungkas dan tangan Yudha memiliki 1 bulatan kecil sekitar 3 diameter. kemudian zombie berubah menjadi ganas.mereka yang ada disana hanya bisa pasrah melihat zombie yang kembali ganas. Yudha pun mengerahkan 2 pesawat pengintai agar dan 1 kamera untuk mengawasi zombie yang telah ganas itu keluar. Pada saat itu, Marsya mencari adiknya dan Marsya bertemu Pamungkas.
Pamungkas : “ Hai, Marsya. Kamu lagi cari apa?”
Marsya : “ Adikku, Kas. Duh, dimana ya dia? Aku jadi khawatir?”
Pamungkas : “ Aku bantu yuk?”
Marsya : “ Tapi kan kamu harus istirahat.”
Pamungkas : “ Gapapa, aku udah mendingan kok. Santai aja.”
Marsya : “ Okelah, gapapa.”
Lalu Marsya dan Pamungkas mencari adiknya. Berjam jam mereka mencari sampai larut malam.
Pamungkas : “ Kalau dicari besok gimana?”
Marsya : “ Jangan, Kas!”
Pamungkas : “ Memang kenapa?”
Marsya : “ Aku takut adikku kenapa kenapa.”
Pamungkas : “ Yaudah aku nurut, yuk lanjut!”
Pada saat mereka mencari di rumah tetangga. Ada seorang nenek nenek berumur sekitar 65 tahun memanggil Marsya dan Pamungkas. Dan mereka pun mengobrol. Nenek itu bernama Minuroh.
Nenek Muniroh : “ Halo, Nak!”
Marsya : “ Halo, Nek. Nenek, saya boleh bertanya?”
Nenek Muniroh : “ Memang mau nanya apa, Nak?”
Marsya : “ Nenek lihat anak kecil umur 5 tahun tidak? Tingginya sekitar 110 cm?
Nenek Muniroh : “ Kalau boleh tau, Nak. Nama nya siapa kira kira?”
Pamungkas : “ Namanya Raditya, Nek.”
Nenek muniroh : “ Tadi nenek bertemu anak kecil. Katanya namanya Raditya.”
Marsya : “ Saya boleh lihat anak kecil itu, Nek?
Nenek Muniroh : “ Baiklah. Saya izinkan.”
Pamungkas : “ Makasih ya, Nek!”
Nenek Muniroh : “ Sama sama, Nak!”
Lalu Marsya dan Pamungkas masuk dan melihat adiknya Marsya sedang tertidur pulas.
Marsya : “ Makasih ya, Nek!”
Pamungkas : “ Sama sama, Nak! Tadi sudah makan malam belum?”
Marsya : “ Belum, Nek. Saya dan Pamungkas belum makan.”
Nenek Muniroh : “ Nenek buatin makanan buat kalian ya?”
Marsya : “ Jangan repot repot, Nek!”
Nenek Muniroh : “ Gapapa, kasian kalian berdua belum makan.”
Marsya : “ Yaudah, Nek. Gapapa.
Nenek Muniroh : “ Bentar ya, nenek masakin dulu.”
Marsya : “ Baik, Nek”
Pamungkas : “ Baik banget ya si nenek nya.”
Marsya : “ Iya nih.”
Pamungkas : “ Aku punya ide nih!”
Marsya : “ Ide apa?”
Pamungkas : “ Gimana kalo kita kirimin nenek makanan setiap hari?”
Marsya : “ Betul juga. Yaudah deh begini saja. Gimana kalau kita yang masak. Suruh nenek cobain enak atau nggak?”
Pamungkas : “ Setuju.”
1 jam kemudian Nenek pun datang. Ternyata nenek membawakan rendang dan ayam goring kesukaan Marsya dan Pamungkas. Mereka pun segera menolong nenek itu. Saat dimeja makan.
Marsya : “ Nek, ngomong ngomong, nenek siapa namanya?”
Nenek Muniroh : “ Saya Nenek Muniroh, Nak.”
Pamungkas : “ Nek, suami nenek dimana?”
Nenek Muniroh : “ Suami nenek sudah meninggal.”
Pamungkas : “ Meninggal karena apa, Nek?
Nenek Muniroh : “ Karena stroke.”
Marsya : “ Sabar ya, Nek!”
Lalu Marsya berbisik.
Marsya : “ Kamu jangan Tanya gitu kasihan nenek!”
Pamungkas : “ Iya iya, maaf!”
Marsya : “ Ya, harusnya kamu minta maaf sama Nenek Muniroh!”
Pamungkas : “ Iya iya. Nek, minta maaf ya!”
Nenek Muniroh : “ Iya, gapapa, Nak.”
Marsya : “ Nek, saya dan Pamungkas boleh mengirim makanan disini?
Nenek Muniroh : “ Boleh saja. Tapi kalau repot tidak usah.”
Pamungkas : “ Iya, Nek!”
Setelah selesai makan, mereka pun mengajak adik Marsya untuk pulang dan izin pamit ke Nenek Muniroh. Setelah beberapa bulan kemudian, diadakan pertemuan antara Yudha, Saskia, Pamungkas, Prof. Tommy, Marsya untuk melakukan rencana dan 5 tentara menjaga agar tidak ada siapa siapa yang bisa masuk keruangan. Di luar ruang yang dijaga ketat, orang orang diizinkan keluar oleh salah satu tentara lalu mereka keluar. Entah kenapa, Tiba tiba, pesawat 1 di lempar batu oleh seorang warga dan mengenai kaca. Pilot yang ada dipesawat kaget dan terluka di bagian tangan akibat serpihan kaca. Lalu pesawat terjatuh dan menabrak dinding zombie. Dinding zombie pun jebol dan para zombie mengejar orang orang di luar gedung. Orang orang yang berada diluar langsung masuk kembali. Lalu para zombie langsung mengejar para manusia. Tetapi para tentara langsung menutup gerbang agar zombie tidak masuk kedalam meskipun mengorbankan banyak orang. Setelah di tutup ternyata hanya sekitar 40 orang diluar. Akhirnya para tentara lega. Tetapi juga bersedih karena para manusia yang tersisa itu akan berubah menjadi zombie. Saat zombie mendekati gerbang, tiba tiba muncul pesawat 2 yang mengebom zombie dan para zombie mati dan para tentara memasukkan orang yang tersisa diluar dan pesawat 2 mendarat karena kehabisan bom. Orang yang tersisa berterima kasih dan tentara yang menutup gerbang diroyok habis habisan. Tentara pun hanya terdiam. Sementara di dalam, mereka berempat membut rencana.
Yudha : “ Kita harus menghancurkan pasukan zombie sebelum mereka menyebar lagi!”
Saskia : “ Tapi bagaimana caranya?”
Pamungkas : “ Aku tahu!”
Marsya : “ Apa itu, Kas?”
Pamungkas : “ Kita meminta tolong bantuan alien!”
Yudha : “ Tidak mungkin. Karena kita sudah membunuh teman temannya. Mereka pasti tidak mau.”
Pamungkas : “ Begini, yah. Kita turuti apa saja yang di maukan oleh si alien. Tapi setelah semua sudah beres. Kita tinggal membunuh satu per satu alien.
Tommy : “ Hmm, benar juga sih ya. Tapi menurut Raja Yudha bagaimana?”
Yudha : “ Setuju saja kalau aku!”
Marsya : “ Aku juga setuju!”
Saskia : “ Begini, ayah. Kita buat dulu roket buat di luar angkasa.”
Yudha : “ Yaudah nanti aku sama rakyat membuat roket.”
Tommy : “ Sementara masih membuat roket, aku, Pamungkas, Marsya akan membuat ramuan untuk bisa bernafas di luar angkasa.
Yudha : “ Baiklah.”
Marsya : “ Kira kira pembuatan rocket dan ramuan itu berapa lama?”
Tommy : “ Kalau pembuatan ramuan mungkin 2 tahun.”
Yudha : “ Kalau pembuatan rocket cuman 3 tahun.”
Marsya : “ Baiklah.”
Saat mau selesai perundingan, ada seorang tentara melapor ada kericuhan di luar. Yudha dan lainnya langsung menuju tempat ricuh dan menghentikan perbuatan main hakim sendiri yang dilakukan. Lalu seorang warga menceritakan semuanya. Setelah menceritakan semuanya, si Yudha menghela nafas dan dibawa ke dokter dan setelah sembuh dia akan dimasukkan di penjara . setelah itu Yudha pergi ke panggung untuk mengumumkan apa yang di rencanakan setelah semuanya paham mereka pun membantu Yudha dalam pembuatan dan sebagian juga membantu Ilmuwan Tommy. Mereka pun bekerja dengan sangat amat giat. Setelah 4 tahun, ramuan dan rocket telah jadi. Mereka memilih Yudha, Pamungkas, dan ilmuwan Tommy, Marsya, dan 10 tentara berangkat. Sebelum berangkat, mereka disuntik oleh ramuan itu dan ramuan itu bereaksi sangat cepat. Jantung orang yang disuntik oleh ramuan ini akan berhenti lubang hidung tertutup. Lalu mereka berangkat. Setelah perjalanan waktu yang lama, akhirnya mereka sampai ke planet alien itu. Di planet itu, mereka bertemu seekor alien penjaga. Mereka pun bertanya
Alien Penjaga : “ Siapa kamu dan kenapa kau datang kesini??”
Yudha : “ Aku Yudha. Aku berasal dari bumi.”
Alien Penjaga : “ Oh, makhluk bumi. Ada urusan apa kamu datang kemari?”
Yudha : “Aku ingin bertemu rajamu!”
Alien Penjaga : “ Baiklah!”
Lalu alien penjaga masuk dan menemui sang raja.
Alien Penjaga : “ Salam raja!”
Raja Alien : “ Ada apa, penjaga?”
Alien Penjaga : “ Ada makhluk bumi datang untuk menemui raja!”
Raja Alien : “ Suruh mereka masuk!”
Alien Penjaga : “ Baik, Raja!”
Lalu alien penjaga membukakan gerbang untuk mereka dan mempersilahkan masuk. Pada saat masuk mereka bertemu raja alien.
Raja Alien : “ Ada apa kamu mau datang kemari?”
Yudha : “ Aku ingin meminta bantuan kamu!”
Raja Alien : “ Bantuan apa?”
Yudha : “ Aku ingin kau hancurkan makhluk zombie yang mengganas itu!”
Raja Alien : “ Kenapa, bukankah itu sekutumu?”
Yudha : “ Reaksi efek dari induk zombie telah hilang. Butuh beberapa jam untuk membuat nya
Raja Alien : “ Oh, begitu. Baiklah. Tapi ada satu syarat!”
Yudha : “ Apa itu?”
Raja Alien : “ Kamu harus pergi dari planet bumi!”
Yudha : “Lalu dimana para manusia tinggal?”
Raja Alien : “ Aku menemukan sebuah planet yang mirip sekali dengan bumi. Planet itu bernama Qama. Planet itu mempunyai oksigen, tanah, air. Mungkin kamu bisa tinggal disana. Nanti aku kirim anak buah ku kebumi untuk pindah ke planet itu. Tetapi ingatt. Jangan mengotori planet itu. Paham?!”
Yudha : “ Baiklah, kami para manusia tidak akan mengotori planet itu!”
Raja Alien : “ Baiklah!”
Lalu raja alien mengirim anak buahnya untuk mengantarkan Yudha, Saskia, Ilmuwan Tommy, Marsya, Pamungkas untuk melihat dulu planet yang akan dilihat. Lalu mereka dibawa kesana. Ternyata, planet itu tidak jauh dari planet yang ditinggali. Hanya sekitar 1,6 juta km. Raja alien memilih planet yang dekat karena para alien ingin dekat dengan manusia dan belajar apa yang para alien belum pahami. Lalu mereka telah sampai. Setelah sampai, mereka tak menyangka, mereka bisa merasakan udara yang segar sekali. Mereka pun sangat bahagia. Lalu para alien kembali ke bumi dan menjemput orang orang di bumi. Setelah waktu yang cukup lama, akhirnya alien tiba. Para manusia sangat ketakutan. Lalu alien keluar dan mengatakan bahwa ada planet lain yang bisa kau tinggali. Tanpa pikir panjang, para manusia langsung setuju dan para alien mengajak masuk orang orang. Sekitar ada 4 juta penduduk. Tetapi, untungnya alien membawa 4 kapal yang besar. Lalu saat terbang, salah satu kapal para alien menembakkan laser ke para zombie dan para zombie mati semua. Para manusia begitu senang lalu para manusia dibawa ke planet Qama. Setelah sampai, para manusia merasa kagum dengan keadaan sekitar dan merasakan udara segar yang sama sekali belum pernah dirasakan di muka bumi. Lalu para manusia sangat berterima kasih sekali kepada alien yang telah membantu. Lalu datang Yudha, Saskia, Ilmuwan Tommy, Marsya, Pamungkas. Lalu mereka berbincang. Lalu para manusia hormat kepada Yudha. Lalu para alien pun pergi. Sekarang para manusia dan para alien tidak bertengkar. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Dan crita pun selesai.