pagi hari yang cerah,ini hari pertamaku masuk kampus.Kenalkan namaku Adiba anak tunggal,aku tinggal dengan kakek dan nenek sejak lulus sekolah,aku suka tinngal dengan mereka karena mereka selalu memperhatikanku.Ayah,Bunda selalu jarang di rumah hanya ada bibik,pk sopir,dan aku.
Nenek tinggal di Malang, jadinya aku lebih pilih tinggal di sana apa lagi suasananya amat sejuk dan gak bising,sekarang aku udah mendaftar di salah satu universitas di kota Malang.
Untung saja aku punya sepupu yang kuliah di sana namanya Ray,jadinya aku gak kesepian karena aku belum punya kenalan selain Ray yang ku kenal,namun beberapa hari kemudian aku mendapat teman sekelas namanya Anna dia anaknya baik,cantik,dan feminim.Gak kayak aku anaknya sedikit tomboi walaupun aku pakai hijab aku gak suka pakai handrok,menurutku ribet apalagi kalau naik motor lebih leluasa pakai celana panjang dan aku gak suka pakaian yang ketat,kan ada orang yang pakai hijab pakaiannya pas body.
Katanya anak berhijab itu gak gaul,kampungan dan gak modis, makanya aku dulu pas masih di Jakarta jarang punya teman.Dulu aku pernah kekantor Ayah banyak kariawan ayah yang memperhatikanku dan membicarakanku dari belakang katanya hari gini,di kota Metropolis pakaiannya kok kayak gitu gak modis, namun aku gak gubris dengan perkataannya aku terus berjalan menuju ruangan Ayah aku hanya bergumam dalam hati"dasar tukang julid,belum tau siapa aku dan pakaian apa itu pakai rok di atas lutut seperti wanita murahan,terus aku mengucap Istighfar..................
apa yang aku ucapkan ini.
Itu dulu seingatku makanya aku jarang kekantor Ayah ,aku malas ngeliat kariawan Ayah yang suka julid kini aku udah kebal ama orang-orang yang suka julid denganku.
Waktu berlalu takterasa aku,Anna,dan Ray mau KKN gak jauh dari kota kami.Untungnya aku sekelompok dengan mereka jadinya aku gak kesepian, kami di terjunkan di salahsatu desa yang ada di Kota Malang,kami membantu mengajar di salah satu sekolahan didesa tersebut,kami tinggal di rumah Pak Kades.Pemandangan di desa tersebut sangan indah hamparan sawah yang amat menggambarkan desa tersebut sangat subur, sungai kecil yang jernih bergemricik,dan suara air membuat hatiku tenang.
Ini kekonyolan yang aku buat menjadikanku orang bodoh,sepengetahuanku biasanya kalok orang udah menjadi Kades pastinya udah tua dan berumah tangga la.....ini orangnya masih muda belum berumah tangga. Kukira itu anaknya Pak Kades, pas awal mula aku datang kerumahnya aku pernah menyuruhnya membawakan tasku tanpa berbasa basi aku minta tolong untuk nurunkan barang-barangku dan punya Anna di dalam mobil, pas keesokan harinya pas kami di kantor kepla desa aku langsung kaget ternyata pemuda yang aku suruh nurunin barang ternyata itu Pak Kades aku langsung nyembunyikan wajahku melalui hijab ku,ku tutupi mukaku hanya yang terlihat mataku.
Nama Kades itu Banyu Biru panggilannya Pak Banyu kemudian dia memandangiku dengan tersenyum,membuatku merasa malu dan terasa tidak bisa berkata-kata,aku hanya berbisik kepada Anna "An aku malu ternyata dia Kades ,ingat tadi malam dia aku suruh nurunin barang dari mobilku". Anna hanya mengangguk,tetapi jantungku terasa berdebar.
Sebenarnya jumblah kami ada sepuluh orang namun kami di bagi menjadi dua kelompok ,aku, Anna,Ray, dan kedua teman Ray satu kelompok.
waktu udah sore aku terasa lapar kemudian aku ngajak Anna untuk kewarung mie ayam gak jauh dari rumah Pak Kades.Aku pesan limabelas porsi di bungkus untuk di makan sama-sama supaya semangat dalam mengerjakan tugas dan yang lima aku akan kasihkan buat Ibunya Pak Kades.
Pas mau pulang aku ketemu preman kampung, mereka tiba-tiba menghadang dan menggoda kami.
" hai gadis cantik sombong amat ",salah satu preman kampung itu mau nyolek Anna,kemudian aku tangkis tangannya dan dia berkata " hai gadis cupu gak usah ikut campur apa kamu mau aku colek,cantik sih tapi penampilannya cupu gak kayak eneng ini agak modis."Kemudian aku langsung naik pitam langsung aku tonjok orang itu teman yang lainnya gak terima langsung menyerang aku dari belakang ,langsung aku tangkis kemudian kujatuhkan tubuhnya ku plintir tangannya dan teman -temannya tak luput kena bogemanku,jika aku udah emosi aku bukan gadis cupu lagi.Mereka langsung tunggang langgang, lari sekencang-kencangnya,"ternyata penampilan bisa menipu siapa saaaaaaja...".Kata mereka.
Anna hanya tercengang melihatku berkelahi dengan preman kampung itu.Dia tidak tau kalok aku jago karate, hanya Ray saja yang tau kalok aku jago karate karena aku dulu di SMA aku juara satu karate antar sekolah.
Ketika aku balik badan ternyata sedari tadi aku di liha Pak Banyu dia gak sengaja liat dia mau pulang kerumah juga,aku langsung kaget,malulah masak cewek berkelahi apa lagi ini bukan wilayah tempat tinggalku.
Kemudian Banyu berkata dengan bahasa jawa
"jebule meneng-mengeng koyo wong lanang lek nesu tenugone".
Aku mendengar kalok Pak Banyu berkata namun aku kurang engerti ucapannya.Lantas aku bertanya
" artinya apa Pak.....?"
"Pak Banyu menjawab katanya baguas"
tapi aku gak percaya, la tadi agak panjang masak artinya sedikit.
Pak Banyu tertawa melihat expresi wajahku yang lucu menurutnya Anna ikut tertawa juga,lalu aku hanya terdiam,"apa ada yang salah denganku,aku langsung menghampiri Anna,kemudian aku bertanya kepadanya."An ,sebenarnya apa sih artinya?
"Anna tertawa kecil dan memberi tauku artinya sebenarnya.
Wajahku langsung memerah karena aku malu dan sedkit kesal ama Pak Banyu,aku langsung menarik Anna mendahului Pak Banyu supaya cepat sampai rumah dan keburu dingin mienya,Banyu hanya tertawa melihat tingkah konyolku.
Sesampai di rumah kami berkumpul makan mie ayam sama-sama mereka semua senag dan ibunya Pak Banyu juga senang udah repot-repot dibeliin juga buat keluarganya,aku merasa senang juga karena aku merasa berada di rumah sendiri. Ibu Nuning sangat baik orangnya,kalem,lemah lembut,sayang dia ditingal suaminya karena meninggal dunia.Jadinya Banyu menggantikan Ayahnya menjadi Kades di desanya apa lagi dia udah mendapat gelar S1 pertanian jadi ia cocok di jadikan Kades.Sayang dia belum berumah tangga sedangkan kedua adik perempuannya udah pada nikah, tingal Pak Banyu yang belum menikah.
Aku semakin hari jika, ingat tentang cerita bu Nuning ,aku semakin penasaran dengan Kades di desa ini,,fikirku apa ia gak suka wanita ,,ah...pikiran apa ini, ya allah hilangakan pikiran suudzon ini ya allah,,masak seperti itu tapi di lihat-lihat sebenernya ganteng bodynya boleh juga,tinggi,kulit bersih,alis mempesona ,,kemudian aku tersadar dengan lamunanku "Astagfirullah aladzim.............😰
Adiba apa yang kamu pikirkan.
Dua bulan hampir berlalu aku selalu memikirkan Kades ganteng itu aku mulai suka, semenjak cerita buNuning anaknya mau di jodohkan dengan anak sahabatnya, jadinya aku kubur rasa sukaku dengan anaknya,aku hanya mahasiswa dan dia udah jadi Kades yang banyak di kagumi semua orang dan panutan untuk masyarakatnya.
Masa akhir KKN kami tiba,kami berpamitan dengan smua perangkat desa tak kecuali dengan keluarga bu Nuning,sebenarnya aku lumanyan betah sih karena di desa itu gak seburuk yang aku pikirka.
Kini aku udah lulus kuliyah sekarang aku mengajar di sekolah dasar di kota Malang, sebenarnya aku di suruh kerja di kantor Ayah, namun aku belum siap,nanti kalau aku udah siap aku kerja dengan Ayah.
Dua tahun berlalu Ray dan Anna udah menikah entah kapan mereka pacaran,semenjak pulang dari KKN mereka sangat dekat.kini mereka di karuniani dua putri kembar yang lucu,sekarang aku udah di panggil tante,mereka selalu meledekku kapan aku mau menyusul dia.Paling males aku mendengar ledekan mereka, entah mengapa aku selalu ingat Banyu padahal udah dua tahun berlalu tapi aku masih ingat dia.
Ayah menyuruhku pulang katanya Bunda sakit aku lekas pergi kejakarta aku berpamitan dengan kakek,nenek,dan aku langsung pesan tiket pesawat biar lebih cepat sampai rumah gak nyampek dua jam aku udah sampai rumah.
Di depan pintu aku mengucap salam dan langsung berlari kekamar bunda,aku udah lama gak pulang semenjak lulus SMA,kini rumah menurutku gak banyak berubah.Ku panggil-pangil bunda di kamarnya gak ada lalu aku tanya bibi ternyata bunda di dapur nyiapin makanan buat aku karena bunda tau kalok aku mau pulang,makanan spesial buat aku.
Bunda gak sakit ni rencana Ayah supaya aku amu pulang, keesokan harinya kata Ayah ,Bunda adasaudara mau kesini ,mau berlibur dan menginap disini.
Esok harinya benar ada yang datang,pintu bel bunyi,bibik membuka pintu,aku masih diatas ku kira Ray dan Anna beserta sikembar yang lucu alias keponakanku.Ku cepat-cepat turun dalam pikiranku mereka,eh ternyata kok seperti buNuning walaupun udah dua tahun aku masih ingat,ternyata Bunda udah di bawah juga,mereka teman kampus Bunda dulu ,katanya bu nuning sama anaknya tapi gak ada sosoknya,aku menuju ketaman ternyata ada dua laki-laki disana,kemudian salah satu memanggilku,itu Ayah entah satunya siapa,aku mendekat ternyata itu Banyu,aku terbelalak,kok dia ada disini kata ayah saudara, ternyata itu semua hanyak trik ayah supaya aku gak kabur karena mau dijodohkan dengan Banyu.
aku ingat ucapan bu nuning katanya banyu mau dijodohkan dengan anak temannya ternyata itu aku,aslinya Banyu udah tau sebelum aku KKN di desanya namun dia berlagak gk kenal dan gk tau dia menungguku supaya aku lulus dulu dan ketika aku KKN ayah udah merekayasa supaya aku di tempatkan di desa Banyu tinggal.Dan sekaranglah dia melamarku,tak ku sngka ,momen ini takkan kulupakan.💑😘