Di Negara "K" yang beriklim subtropis, beberapa hari ini sedang di landa musim dingin dengan suhu kedinginan mencapai -3 derajat celcius, Yang dimana musim dingin ini terjadi menjelang hari Natal. Suhu yang sangat terlalu dingin untuk beraktifitas di luar rumah. Tak ada seorang pun yang berani keluar rumah tanpa mantel.
Sore itu seorang Gadis kecil bernama Alice sedang merajuk pada sang ibu mengajaknya untuk bermain di luar rumah, karena ingin membuat Boneka Salju.
"Ibu ayo kita buat Boneka saljunya bu." Teriak Gadis kecil itu.
"Tidak sayang di luar sangat dingin." Jawab sang ibu.
"Aaa aku ingin buat boneka Salju ibu. Ayo, ayo!"Ucap Alice.
Gadis kecil itu terus menarik- narik lengan ibunya mengajaknya keluar rumah. Namun Si Ibu enggan untuk melangkah. Tak lama Gadis kecil itu pun marah pada sang ibu, dia berlari ke kamar sambil menangis. Tapi sang Ayah tidak ingin melihat putrinya bersedih, dia pun menemui putrinya itu.
"Hai anak ayah yang cantik, sedang apa sayang?" Ucap si Ayah sambil mendekati Alice.
"Huuu..huuu.."
Suara tangis Alice semakin menggema di ruangan itu, Tuan Kevin ayah Alice menggendongnya untuk menenangkan putrinya itu.
"Anak ayah yang cantik jangan menangis dong, nanti cantiknya hilang." Rayu sang ayah.
"Huuu... habis nya ibu tidak mau menemani Alice main di luar, Alice pengen bikin Boneka Salju Ayah." Rengek Gadis kecil itu.
"Iya sayang, Tapi kan di luar sangat dingin."
"Enggak mau aku ingin buat Boneka Salju ayah."
"Ya sudah ayo kita buat Bonekanya."
"Yeay!" Teriak Alice girang.
Tuan Kevin dan Alice pun keluar rumah untuk membuat Boneka saljunya.
Sedangkan Ny. Katty sang ibu tidak ikut bergabung ddngan mereka. Saat itu terlihat bahagia dari wajah putrinya itu, Tuan Kevin sangat merasa senang, meskipun sebenarnya dia menggigil karena kedinginan.
Setelah beberapa lama mereka membuat Boneka Salju itu akhirnya Boneka tersebut jadi, Alice sangat bahagia saat itu. Lalu mereka pun kembali masuk ke dalam rumah. Mengingat hari sudah gelap dan cuaca pun semakin dingin hingga menusuk tulang.
Tuan Kevin, Ny. Katty dan Alice malam itu mereka menikmati coklat panas dan duduk di depan perapian rumahnya. Setelah puas menikmati perapian dan Coklat panas, mereka pun menghias pohon Natal mereka, Di sana Alice sangat Antusias menghias pohon Natalnya. Setelah selesai mereka pergi ke kamar untuk tidur.
Teng... Teng...
Bunyi dari Jam dinding rumah keluarga Tuan kevin, saat itu tepat pukul jam 12 malam. Di luar rumah sayup - sayup terdengar suara aneh, perlahan suara itu semakin mendekat dan terus mendekat.
Crek..crek..
Suara itu seperti langkah Orang yang berjalan dengan pakaian yang basah kuyup. Awalnya Tuan Kevin dan Ny. Katty tak mempedulikan suara tersebut. Namun lama, makin lama suara itu seperti sudah ada di dalam rumah mereka. Dan Tuan Kevin pun perlahan membuka matanya dan membangunkan sang istri.
"Sayang Bangun lah, tolong bangun sebentar." Kata Tuan Kevin membangunkan.
Ny. Katty pun mengerjapkan matanya berusaha untuk bangun.
"Ada apa sayang?" Tanyanya dengan suara parau.
"Apa kau dengar sesuatu tidak?" Tanya Tuan Kevin berusaha menyimak sumber suara.
Ny. Katty pun menajamkan pendengarannya.
"Iya sayang suara apa iya? sepertinya suaranya berasal dari bawah iya."
"Iya, kita coba lihat yuk." Ajak Tuan Kevin.
Ggggrrrrrr...
Suara geraman itu semakin menggema di bawah sana. Ny. Katty seketika ketakutan.
"Tidak sayang aku takut." Ucap Ny. Katty.
"Tenang sayang ada aku.Ayo."
Tuan Kevin dan Ny. Katty pun mengendap- endap keluar kamarnya untuk melihat keadaan di bawah sana. Karena suara itu semakin menggema dan membuat bulu kuduk merinding. Tuan Kevin dan Ny. Katty pun terkejut, dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"Sayang bukannya itu Boneka Salju yang tadi kau buat bersama Alice?" Ujar Ny. Katty terkejut dengan apa yang di lihatnya.
"Iya sayang, dia berubah menjadi monster yang mengerikan."
Seketika Tuan Kevin dan Ny. Katty pun ketakutan dengan pemandangan yang di lihatnya. Boneka Salju itu kini tengah mengacak- acak kado dan pohon Natalnya.
"Grrr.... aku benci semua ini, di mana pemilik rumah ini Grrr."
Boneka Salju itu terus menggeram menggema di ruangan itu.
Sementara Tuan Kevin dan Ny. Katty mereka semakin ketakutan dan berjalan mengendap menuju kamar putri mereka. Namun sayang nya Boneka Salju itu telah lebih dulu mengetahui keberadaan mereka.
"Mau lari kemana Kalian." Teriak Boneka Salju itu.
Dia pun mengejar mereka dengan tubuh saljunya. Tuan Kevin dan Ny. Katty langsung masuk ke kamar Alice dan mengunci pintu nya. Alice yang mendengar suara geraman Boneka Salju itu, Seketika anak itu menangis ketakutan.
"Huuu...huuuu.. Ayah ibu, Aku takut !!" Tangis Alice.
"Tenang sayang ada ayah di sini." Jawab Tuan Kevin merangkul putrinya itu.
Sementara Boneka Salju yang kini berubah menjadi makhluk mengerikan itu terus berusaha membuka pintu kamar Alice. Dia pun terus menggedor gedor pintu itu sambil terus menggeram yang membuat bulu kuduk merinding.
Setelah beberapa lama, suara geraman dari Boneka Salju itu seketika menghilang.
"Sayang kemana Boneka Salju itu?" Tanya Ny. Katty
"Iya, kemana iya, sepertinya dia sudah pergi sayang." Sahut Tuan Kevin.
"Ayo kita lihat Sayang."
Mereka bertiga pun keluar kamar untuk mengecek keadaan di rumah, Saat itu tubuhnya sangat gemetar karena ketakutan begitupun Peluh keringat bercucuran membanjiri kening nya, Perlahan mereka berjalan menuruni anak Tangga, Ny. Katty menggendong Alice, dia khawatir Alice tertinggal saat mereka akan berusaha lari untuk kabur.
"Aaak!"
Tiba- tiba tangan Ranting milik Boneka Salju itu menusuk Tuan Kevin, beruntung Sasarannya meleset hanya mengenai samping perutnya. Seketika Tuan Kevin pun terkulai di lantai dan pingsan saking Shock nya.
Ny. Katty dan Alice pun teriak histeris saat itu, melihat Tuan Kevin terbaring di lantai dengan tubuh bersimbah darah. Dan di saat yang bersamaan Boneka Salju itu sudah bersiap untuk membunuh Ny. Katty dan Alice dengan sebilah pisau di Tangan rantingnya itu.
"Ibu aku takut.huuaa." Kata gadis itu yang sedari tadi tak hentinya menangis.
"Tenang sayang ada ibu di sini."
Ny. Katty pun menurunkan Alice dari pangkuannya, dan menyuruhnya untuk sembunyi. Dirinya harus memberanikan diri untuk melindungi suami dan anaknya.
"Sayang kamu cepat lari iya Nak, sembunyi dan selamatkan dirimu." Kata Ny. Katty .
Sedangkan Boneka Salju itu terus menghadang mereka berusaha memukul dengan semua benda yang ada di sana, Bahkan sesekali benda itu mengenai dahi Ny. Katty. begitu pula Alice.
"Mau kemana kalian Hahaha... kalian tidak akan bisa lari." Ucap Hantu Boneka Salju itu.
Hantu Boneka Salju itu terus menghadang mereka dan kini sudah mendekati Alice dan berdiri di depannya. Sedangkan Ny. Katty pergi ke dapur mengambil tombak.
"Wahai iblis jangan kau sakiti anakku!" Teriak Ny. Katty dari belakang yang sudah siap dengan tombak untuk menghajarnya.
Dan tiba-tiba...
"Kyaaak...!"
Teriak Ny. Katty sambil melayangkan pukulan tombaknya ke tubuh Hantu Boneka Salju itu. Seketika tubuh Boneka Salju itu hancur berserakan di lantai. Ny. Katty pun merasa puas di buatnya. Dia pun berlari menghampiri Alice.
"Sayang kau tak apa? Tenang Nak sekarang sudah aman." Ujarnya sambil merangkul.
Di saat yang bersamaan, Tubuh Hantu Boneka Salju itu kembali lagi utuh. Alice yang melihat itu di buatnya terkejut.
"Hah! I...ibu hantu itu hidup lagi." Ucap Alice dengan tubuhnya seketika membisu.
Ny. Katty pun langsung menjauhkan Alice darinya dan berbalik badan kembali menghadang Boneka Salju itu. Berkali - kali Tubuh Boneka Salju itu hancur dan utuh kembali.
"Buahaha... kau tidak akan bisa menghancurkanku sampai kapanpun.ha ha ha." Ucapnya dengan suara yang menggelegar.
Seketika suasana malam itu semakin mencekam. Begitu Juga Ny. Katty dia sudah mulai kewalahan menghadapi Boneka Salju itu. Dengan tenaganya yang tersisa, Ny. Katty kembali lagi menyerangnya dan membuatnya hancur berkeping- keping, Tapi usahanya gagal Boneka Salju itu tetap bisa kembali utuh tubuhnya.
Braak...!
Boneka Salju itu menyerang Ny. Katty, beruntung Ny. Katty bergerak lebih cepat. Dari sana Ny. Katty mulai mencari cara untuk mengalahkan Boneka Salju itu dengan cara lain.
"Aku harus mencari cara lain, sepertinya dengan memberinya Panas dia akan hancur lebur, Dia kan Salju dan Es itu akan mencair jika kena panas. iya." Ucap Batinnya. Sedangkan dirinya kini tengah melawan Boneka Salju itu.
Ny. Katty pun mencari Korek api dan minyak tanah.Dia berencana akan menyalakan tungku perapian dan membuat Boneka Salju itu mendekati api itu. Dia terus memancing Boneka Salju itu mendekati tempat perapian.
Dengan susah payah, akhirnya Ny. Katty berhasil membuat Boneka Salju itu mendekati tempat perapian dan Ny. Katty menyalakan perapian itu. Seketika Boneka Salju itu berteriak kepanasan.
"Aaaaa... tidaaak! matikan api nya... Aaa!"
Teriak Boneka Salju itu, dan perlahan tubuh saljunya mulai melebur mencair dan Ny. Katty melihat ada sebuah kepulan Asap putih yang membentuk seperti tokoh Animasi "CASPER" , Dari situ Ny. Katty memahami. Bahwa Boneka Salju milik anaknya itu telah di rasuki oleh Arwah yang berkeliaran sehingga Boneka Salju buatan Anak dan suaminya itu bisa hidup dan mengerikkan.
Tak lama kemudian Tuan Kevin mulai sadar. Ny. Katty segera menghampirinya dan tak lupa menghampiri Alice terlebih dahulu yang kini sedang terduduk di sudut ruangan itu.
"Ayo sayang sini sama ibu hantu Boneka Saljunya sudah hilang." Tegur Ny. Katty.
"Benarkah bu?" Tanyanya masih ketakutan.
Ny. Katty pun menggendong putri kecilnya itu dan kemudian mendekati Tuan Kevin.
"Di mana Hantu Boneka Salju itu Sayang?" Tanya Tuan Kevin.
"Hantunya sudah hilang Sayang."
"Bagaimana Bisa? Siapa yang melakukannya aku harus berterimakasih padanya karena sudah menyelamatkan anak istriku." Ujar Tuan Kevin sembari melirikkan pandangannya mencari sesuatu.
"Ayah... tidak ada siapa-siapa di sini, Ibu lah yang sudah mengalahkan hantu Boneka Salju itu."
Tuan kevin menatap sang istri meminta jawaban dan di anggukannya oleh Ny. Katty.
"Ayah, Ibu, Maaf kan Alice ya. Mulai sekarang Alice Janji tidak akan meminta lagi di buatkan Boneka Salju." Ujar Anak itu.
Lalu mereka pun tersenyum dan ketiganya saling berpelukan. Dan cerita pun.
~ TAMAT~