Berawal dari kisah seorang gadis biasa yang tinggal bersama seorang ibu di sebuah komplek terpencil. gadis itu bernama Jingga yang baru menginjak usia 18 tahun dan masih duduk di bangku SMA.
Flashback~on
waktu itu, Jingga dapat undangan pesta ulangtahun dari teman sekolahnya bernama Masya. dan ia pun turut menghandiri pesta temanya itu yang sengaja di rayakan di sebuah Villa di Bandung.
Bukan hanya dirinya yang di undang, bahkan teman² sekolahnya pun di undang Masya.
Malam itu adalah malam yang sangat istimewa bagi temannya yang bernama Masya, namun di suatu ketika pesta ulangtahun temannya berlangsung. Jingga tiba² ingin buang air kecil
" aduh, gw kebelet pipis lagi...? mana gw tidak tahu toiletnya di mana ". gumam Jingga yang menahan pipisnya
" Jin, lo kenapa?? ko jinjit² begitu sih". tanya Clara yang melihat tingkahnya yang aneh.
" hmm... ini, gw kebelet pipis?? tapi gw tidak tahu, toiletnya di mana". jawab Jingga yang masih menahan pipisnya
" ya udah, lo tanya aja sama Masya?? dari pada lo, kencing di sini". malu kan nanti...?". ujar Clara menyarankan
" ya udah deh, gw tanya Masya dulu?? tapi, lo temani gw ya". ucap Jingga
" iya², gw temani loh?? udah sana cepat, keburu keluar di sini lagi". ucap Clara
mendengar ucapan temannya, Jingga lalu datang menghampiri Masya di ruang tengah yang sedang menyambut para tamu undangannya.
" Sya..Sya...?? " teriak Jingga memanggil temannya seraya mendekat
" ada apa, Jin?? kok teriak² begitu sih..?! " sahut Masya mendengar panggilan Jingga
" gw kebelet pipis, tapi gw tidak tahu toiletnya di mana " ucap Jingga
" ya ampun Jin, lo mau pipis?? ya udah, loh lewat samping?? lo terus² aja jalan, kalo udah mentok lo belok kanan ". nah, di situ deh toiletnya". ucap Masya memberitahu
" hmm, makasi ya Sya?? kalo begitu gw langsung ke toilet ". ucap Jingga sembari buru² melangkah menuju toilet dan di temani oleh Clara
Kretek...Kretek...Kretek...!!
" nah, udah mentok nih?? gumam Jingga
" ya udah, lo cepat masuk sana?? " pinta Clara
" oke, tapi lo tunggu gw di sini?? jangan ninggalin gw ya?? ucap Jingga sebelum masuk
" iya iya, gw tungguin?? sampai kelar, tapi lo jangan lama² juga". timpal Clara
" oke..?? ". imbun Jingga
dua menit kemudian, akhirnya Jingga selesai juga BAK
" huufh, legah " gumam Jingga lalu segera seraya melangkah keluar
" gimana, udah selesai?? tanya Clara yang masih setia menunggu
" yaa, seperti yang lo liat?? " ucap Jingga
" oke, ayo kita kembali ke pesta lagi?? " ajak Clara
" ayo...?? " jawab Jingga
namun di saat mereka ingin kembali ke pesta, Jingga tidak sengaja mendengar tintihan seseorang dari balik pintu. yang kalo di lihat dari luar pintu keliatan kusam dan tidak terpakai.
" Jin, ayo kita segera kembali ke pesta?? " sahut Clara mengagetkan Jingga
" aduh, ya ampun Clara?? lo ngagetin gw aja deh ". ucap Jingga yang kaget setengah mati
" Jingga, lo kenapa lagi sih?? kok berhenti jalan". kesal Clara
" udah, lo diam dulu deh?? gw kek dengar sesuatu ". ucap Jingga
" aduh, Jingga jangan aneh² deh?? lo dengar apa sih, bikin gw merinding aja ". ucap Clara yang mulai ketakutan
" huush, lo diam dulu?? gw dengar sesuatu dari balik pintu itu ". bisik Jingga sambil jari telunjuk memutup bibirnya
" itu kan cuma gudang, udah aaakhh Jingga gw takut?? lagian gw tidak dengar apa² ".
" lo tidak bisa mendengar, karena lo terus²an ngoceh?? maka nya diam dulu, biar lo bisa dengar". timpal Jingga yang semakin berjalan mendekati pintu
sementara Clara yang sudah sangat merinding dan ketakutan cuma bisa menutup mata, karena tidak bisa bayangin sesuatu apa dari balik pintu itu.
Ceklet...!!
Jingga akhirnya memberanikan diri membuka pintu itu untuk memastikan apa di baliknya, ternyata kamar itu kosong dan tidak berpenghuni.
" nah, apa gw bilang?? gak ada sesuatu kan, hmm buang² waktu saja". kesal Clara lalu pergi meninggalkan Jingga
" eehh, Clara tungguin gw?? yaa ngambek deh tuh anak?? ". ucap Jingg setelah ia di tinggal pergi oleh temannya.
Di saat Jingga ingin keluar dan kembali ke pesta, tiba² matanya di buat silaow pada sesuatu benda yang tiba² mengeluarkan cahaya.
" aakh, apa itu?? " refleks Jingga menutup wajahnya dengan sepulu jarinya, karena cahaya benda itu begitu menusuk mata.
setelah mengeluarkan cahaya, benda itu tiba² menjatuhkan diri ke lantai.
" astaga, cuma Pensil?? tapi, kok bisa mengelurkan cahaya ". gumam Jingga seraya mendekati Pensil itu.
" Jingga..!! ayo kita kembali ke pesta " teriakan Clara tiba² mengagetkan Jingga, sampai Jingga refleks bangkit lalu buru² kembali ke pesta. namun ia tidak menyadari kalo ia memasukan Pensil itu kedalam tasnya.
" iya iya, tungguin gw?? " teriak Jingga
" lo ngapain sih, gw udah keluar loh masih aja di dalam?? " omel Clara yang merasa kesal dengan tingkah temannya
" iya iya, maaf?? gw kira lo udah ninggalin gw tadi ". ucap Jingga
" tadinya sih begitu, tapi gw udah terlanjur takut?? karena jalan di sana gelap, maka nya gw terpaksa balik lagi ". ucap Clara menjelaskan
" hahaha, ternyata lo juga penakut ya?? maka nya, jangan sok² ngambek deh". pake ninggalin gw segala lagi ". ucap Jingga menertawai temannya
" iish, Jingga?? gw takut juga gara² lo, di tolongin bukannya terima kasih?? eeehh, malah meledek?? ucap Clara dengan wajah tersungut kesal
" iya iya, udah dong?? jangan ngambek terus, tuh liat kita udah sampai ". imbun Jingga
Karena asiknya mereka bercakap² sambil jalan, sampai² Clara tidak menyadari kalo ia sudah kembali ke pesta.
Flashback~of
setelah pesta ulangtahun Masya selesai Jingga beserta teman² yang lain segera kembali ke Jakarta. karena besok pagi mereka akan segera kembali ke sekolah seperti biasanya
perjalanan dari Bandung ke Jakarta memakan waktu 3 jam, di mana Jingga terpaksa harus pulang bersama Clara. karena cuma Clara yang searah dengannya.
" Clara?? " sahut Jingga memecah kesunyian
" hmm, ada apa?? ". jawab Clara tanpa menoleh
" terima kasih ya, lo udah dua kali bantuin gw?? dan maaf tadi waktu di pesta, kalo gw sempat bikin lo jengkel ". ucap Jingga merasa tidak enak dengan temannya
" udah, lo santai aja lagi?? gw udah gak mikirin itu kok?? " jawab Clara sembari tersenyum
" benaran, lo gak marah?? " tanya Jingga lagi untuk memastikan
" hmm...?? ". dehem Clara ternyum sambil nyetir
" waah, makasi ya Clara?? gw sangat bersyukur, punya teman kaya' lo?? " refleks Jingga memeluk Clara karena senang, temannya tidak mara padanya
" eeehh, Jingga lepas pelukannya?? lo ganggu gw nyetir tahu ". ucap Clara
" iya iya, sorry²?? gw kegirangan banget, karena lo gak marah ". ujar Jingga
" iya, tapi gak usah peluk juga kali?? " ucap Clara
beberapa saat kemudian....
" huufh, akhirnya sampai juga ". ee mmhh...?? ". ucap Jingga sambil meregangkan otot²nya yang kaku
" ya udah, loh sana buruan masuk rumah?? besok kita kan sekolah ". dan gw mau langsung pulang, cape mau istirahat". ucap Clara dan meminta temannya segera masuk rumah
" iya, gw masuk?? dan lo hati² di jalan, kita ketemu besok di sekolah ". ucap Jingga memberitahu
" oke...?? ". sambung Clara sembari menyetir mobilnya meninggalkan tempat, dan Jingga pun segera masuk ke rumahnya.
ketika sampai dalam rumah, kantuk Jingga mulai menyerang hingga ia langsung melempar tasnya diatas meja rias. lalu melempar tubuhnya diatas ranjang, dan kembali tidur.
Saat Jingga sudah terlelap, Pensil itu kembali bersinar hingga keluar dari tas Jingga.pada saat itu juga muncul sesosok laki² tampan yang melangkah pelan² mendekati Jingga yang sedang tertidur.
laki² itu terus menatap Jingga yang sedang terlelap, sesekali membelai rambut Jingga yang terurai.
" putri, kau sudah menyelamatkan ku?? apa pun yang putri ingin akan hambah turuti ". ucap laki² tampan itu yang menyebut dirinya sebagai hambah dan memanggil Jingga dengan sebutan Putri
" Putri, kau sungguh cantik jika sedang tertidur?? hambah ingin sekali....??". ucapan laki² itu terhenti ketika menyadari Jingga sudah terbangun, lalu ia segera menghilang
" aaakhh, ee mmhh?? sepertinya tadi gw liat sesuatu, tapi kok tidak ada?? hmm, mungkin gw cuma mimpi". gumam Jingga dengan suara khas bangun tidur, seraya berjalan keluar menuju kamar mandi.
Mbiuus...!!
Pensil itu bergerak dan mengeluarkan cahaya sekilas, untuk memberi respon. namun Jingga keburu keluar kamar
2 menit kemudian.....
Jingga sudah selesai mandi dan segera bersiap² berangkat ke sekolah, di mana Jingga berjalan santai menuju ruang makan untuk menyapa ibunya sebelum pergi sekolah.
" waah, putri Jingga cantik sekali??kata laki² tampan itu yang sedang bersembunyi di balik Pensil
" hmm... gw seperti dengar orang ngomong?? siapa ya ". gumam Jingga sembari menengok kesana kemari untuk melihat siapa sesorang yang sedang berbicara
" hhaa... putri Jingga bisa dengar aku berbicara?? sangat mustahil". batin laki² tampan itu merasa heran, karena Jingga dapat mendengar suaranya
" ya sudah lah, mungkin gw cuma salah dengar?? " gumam Jingga sembari melanjutkan langkahnya
" hay, Bu...??". sapa Jingga dengan sikap ramahnya
" eeehh, Jingga sayang?? udah cantik anak ibu, yuk sarapan dulu". balas ibu Jingga serta menawarkan makan
" iya, Bu?? tapi Jingga buru², Jingga bawa bekel aja ke sekolah?? " ucap Jingga namun ia tidak ingin membuat ibunya kecewa, akhirnya ia memutuskan bawa bekal ke sekolah.
" ya udah, tunggu sebentar ibu siapkan dulu?? ". sambung ibu Jingga
Beberapa saat kemudian.....
" ya udah, Bu? Jingga berangkat dulu, bye bye Ibu? Umach...?". ucap Jingga sebelum berangkat lalu mengecup pipi ibunya dan segera pergi sekolah
End --
terima kasih🙏🙏🙏