Siapa Sih Yg Tidak Ingin Mempunyai Keluarga Manis Dan Juga Bahagia Yg Diselimuti Kehangatan Dan Kebersamaan Yg Indah? Tentu Saja Semuanya Ingin,Termasuk Diriku. Tapi Ternyata Keluarga Manis Yg Kumiliki Sekarang Sangat Jauh Berbeda Dengan Yg Kuharapkan.
-
Malam Itu Adalah Malam Dimana Anak" Bersenang" Bersama Di Panti,Termasuk Aku Dan Sahabatku,Aiko. Kami Bersenang" Bersama Sampai Tiba" Sepasang Suami Istri Datang.
Mereka Menemui Ibu Panti Dan Mengatakan Sesuatu. Ternyata Mereka Ingin Mengadopsi Seorang Anak.
"Permisi,Kami Ingin Mengadopsi Salah Satu Anak Disini" Ucap Sang Istri.
"Baik,Anak Mana Yg Ingin Nyonya Adopsi?" Tanya Ibu Panti.
"Yg Itu" Ucap Suami Istri Itu Berbarengan.
Mereka Menunjuk Aku Dan Tentu Saja Itu Membuatku Sangat Kaget Tetapi Sekaligus Senang.
Lalu Ibu Panti Berkata "Apakah Kalian Yakin? Bukankah Anak Itu Terlalu Besar?"
Ya,Ibu Panti Sangat Julid Dan Sinis Kepadaku. Bahkan Dia Ingin Aku Disini Selamanya Dan Tidak Usah Diadopsi Sekalian.
Aku Sangat Senang Karena Akhirnya Aku Bisa Keluar Dari Panti Asuhan Yg Menyebalkan Ini. Dan Juga Aku Tidak Akan Melihat Wajah Ibu Panti Lagi.
Lalu Suami Istri Itu Menjawab "Tentu Saja Tidak,Kami Sangat Senang Dengan Anak Pilihan Kami".
"Baiklah,Kalau Begitu" Ucap Ibu Panti.
Lalu Ibu Panti Berjalan Kearahku Sambil Membisikkan Sesuatu.
"Hei,Lihat. Sekarang Kau Sudah Dapat Keluarga, Kelihatannya Mereka Begitu Baik Dan Kaya,Hormatilah Dan Sayangilah Mereka. Kau Mengerti?" Bisiknya.
"Ya,Ya Aku Mengerti. Dan Sebentar Lagi Aku Akan Keluar Dari Sini!" Ketusku.
"Dasar Tidak Tau Diri!" Bisiknya Lagi.
Setelah Itu,Aku Pun Berpamitan Pada Semuanya. Jujur,Aku Juga Merasa Sedih Harus Berpisah Dengan Sahabatku,Aiko. Tapi Aku Berusaha Untuk Meyakinkan Diri.
"Aiko,Aku Sayang Padamu. Aku Janji Akan Selalu Datang Kesini Setiap Minggu" Ucapku.
"Baiklah. Aku Juga Sayang Padamu,Misaki. Dan Aku Juga Turut Senang Karena Sekarang Kau Sudah Dapat Keluarga,Sayangi Mereka Ya" Ucap Aiko.
"Hmm" Anggukku.
Oh Iya,Namaku Misaki. Aku Tidak Tau Siapa Keluargaku,Maka Dari Itu,Aku Pun Tidak Mengetahui Tentang Keluargaku. Sekarang Aku Sangat Senang Karena Aku Sudah Mendapatkan Keluarga Baru.
-
Aku Pun Pergi Meninggalkan Panti,Dan Masuk Ke Mobil Suami Istri Yg Sekarang Kupanggil Ayah Dan Ibu.Didalam Mobil,Kami Bercerita Banyak Hal.
Sampai Dirumah Mereka,Aku Sangat Terkejut. Rumahnya Sangat Besar Dan Mewah.
"Misaki Sayang,Mulai Sekarang Ini Adalah Rumahmu,Jadi Jangan Ragu Ya" Ucap Mereka.
"Baik,Ayah Dan Ibu" Jawabku.
Aku Turun Dari Mobil Dan Masuk Kerumah. Sampai Didalam Rumah,Aku Merasa Semakin Senang Lagi. Ternyata Ada Banyak Fasilitas Mewah Yg Selama Ini Tidak Pernah Aku Rasakan Di Panti.
Tiba" Saat Aku Melihat" Ruangan Didalam Rumah Mereka,Mataku Tertuju Pada Satu Pintu.
Aku Mendekat Dan Berusaha Meraih Gagang Pintu Tersebut,Tetapi Ternyata Dikunci. Aku Berlari Dan Bertanya Pada Ayah Tentang Ruangan Itu.
"Ayah,Itu Ruangan Apa? Kenapa Dikunci?" Tanyaku.
"Ah,Kau Sudah Kesana Ya? Tapi Sepertinya Belum Saatnya Kau Mengetahuinya" Jawab Ayah.
Aku Bingung Dengan Jawaban Ayah. Tapi Aku Berusaha Untuk Tidak Memikirkannya.
Setelah Itu,Waktu Makan Malam Pun Tiba. Kami Makan Bersama. Setelah Selesai Makan,Aku Pun Memutuskan Untuk Tidur.
Saat Hendak Tidur,Tiba" Aku Mendengar Sesuatu. Seperti Suara Gergaji Mesin. Aku Pun Berfikir,Siapa Sih Yg Bekerja Hingga Larut Malam Begini?
Aku Berusaha Untuk Menenangkan Fikiranku, Tapi Tidak Bisa,Hingga Akhirnya Aku Pergi Kekamar Ayah Dan Ibu.
Saat Aku Sampai Disana,Aku Melihat Kamar Ayah Dan Ibu Terbuka. Aku Tidak Melihat Mereka Disana. Aku Pun Mulai Berteriak Memanggil Mereka.
"Ayah,Ibu,Dimana Kalian?" Teriakku Berulang".
Hingga Aku Menyusuri Semua Ruangan. Tiba" Aku Teringat Akan Ruangan Misterius Tadi Dan Aku Segera Kesana.
Ternyata Benar,Ayah Dan Ibu Baruku Ada Disana.
Tetapi Saat Aku Melihat Kedalam,Suatu Hal Yg Tidak Biasa Kulihat Terjadi Disana.
Ruangan Itu Dipenuhi Mayat" Anak" Seusiaku. Aku Pun Berjalan Perlahan" Untuk Menjauhinya,Tetapi Tiba" Tangan Seseorang Menyentuh Bahuku, Ternyata Itu Adalah Ibuku.
"Mau Kemana Kau,Sayang?" Tanyanya.
Aku Kaget Sehingga Aku Pun Pasrah Dan Berbalik Badan.
"Anu,Aku Mendengar Suara...Dan Aku Pun Berjalan Keluar Kamar Untuk Melihatnya,Ternyata Itu Berasal Dari Ruangan Ini" Jawabku.
"Oh,Lalu? Apa Kau Kaget Sayang? Apa Yg Kau Fikirkan Setelah Melihat Ini?" Tanyanya Lagi.
Aku Semakin Ketakutan Dan Merinding. Akhirnya Aku Pun Menjawabnya.
"Iya,Aku Sangat Kaget. Aku Tidak Tau Apa Yg Kalian Berdua Lakukan,Ayah Ibu" Jawabku.
"Oh,Begitu Ya. Sayang Sekali,Padahal Ini Bukan Waktu Yg Tepat Untuk Kami Memberi Taumu" Jawabnya Lagi.
Tiba" Ayah Keluar Dan Melirikku Dengan Tatapan Sinis Menakutkan.
"Ah,Halo Sayang. Sedang Apa? Tidak Bisa Tidur Ya?" Tanyanya.
Aku Merasa Sangat Ketakutan. Aku Melihat Pakaian Ayah,Sarung Tangan Karetnya,Hingga Maskernya Yg Telah Berlumuran Darah. Aku Yakin Mereka Pasti Habis Membunuh Anak" Itu.
Aku Menjadi Semakin Ketakutan. Apakah Aku Akan Jadi Korban Selanjutnya? Apa Aku Juga Akan Dibunuh Oleh Mereka? Sebenarnya Apa Maksud Mereka?
"Hei,Nak. Apa Kau Begitu Ketakutan? Apa Kau Berfikir Kami Akan Membunuhmu?" Tanya Ayah.
Aku Diam Tak Berkutik.
"Hahahahaha" Tiba" Ayah Tertawa Terbahak".
"Tidak Sayangku,Kami Tidak Akan Membunuhmu. Kami Hanya Membunuh Anak" Yg Nakal Dan Tidak Menurut. Itu Adalah Anak" Yg Pernah Kami Adopsi,Tetapi Karena Mereka Nakal Dan Tidak Menurut,Akhirnya Kami Terpaksa Harus Menghabisi Mereka Semua" Ucap Ayah.
"Itu Benar Sayang. Jangan Takut Ya. Kami Tidak Akan Membunuhmu,Kami Sayang Padamu. Kau Adalah Anak Yg Baik Dan Penurut" Sambung Ibu.
Tapi Tetap Saja,Itu Sangat Mengerikan. Jadi,Sekarang Ini Aku Hidup Ditengah" Keluarga Psikopat?
"Sekarang Tidurlah,Ini Sudah Cukup Larut. Besok Kita Akan Bersenang" Lagi Ya" Ucap Ibu Sambil Tersenyum.
Benar" Senyuman Yg Mengerikan. Aku Pergi Tanpa Bicara Sepatah Kata Pun.
Setelah Itu,Aku Masuk Kekamar. Tapi Aku Yakin Mereka Pasti Merencanakan Sesuatu. Oh,Aku Sangat Menyesal Dengan Semua Ini.
"Hei,Sayang. Bagaimana Menurutmu Dengan Anak Itu? Apakah Dia Bisa Menjadi Penerus Kita? Haha" Tanya Ayah.
"Iya,Aku Rasa Begitu. Dia Kelihatan Sangat Tenang Dan Berbakat" Jawab Ibu.
Keesokan Harinya,Aku Masih Terbayang" Dengan Kejadian Semalam. Apakah Aku Bisa Melewati Hari" Indah Dirumah Ini.
"Sayang,Sudah Bangun? Ayo Mandi Dulu,Lalu Kita Makan Bersama Ya" Ucap Ibu.
"Ba..Ba..Baik,Bu" Jawabku.
Setelah Itu,Kami Pun Makan Bersama. Kemudian Ayah Pergi Bekerja. Aku Tidak Tau Apa Yg Akan Dilakukan Sepasang Suami Istri Ini Selanjutnya. Bisa Saja Kan Suaminya Tidak Pergi Bekerja Melainkan Menunggu Diruangan Itu?
Oh, Bagaimana Ini?! Aku Benar" Sangat Ketakutan.
"Sayang,Masih Ketakutan Dan Tidak Percaya Pada Kami?" Tanya Ibu.
"Ntahlah,Bisa Saja Kan Kalian Menipuku,Kemudian Setelah Itu Kalian Membunuhku?!" Teriakku.
Wanita Itu Pun Sangat Kaget Dan Berkata "Bagaimana Bisa Kau Berfikir Seperti Itu? Kau Adalah Anak Kami,Tidak Mungkin Kami Membunuhmu,Kalau Kami Ingin,Sudah Sedari Semalam Kami Melakukannya!" Bentak Ibu.
Aku Kaget Dan Memutuskan Untuk Masuk Kekamar. Terserah Saja, Bagaimana Akhirnya Nanti.
Tiba" Aku Terbangun, Ternyata Sedari Tadi Aku Tertidur. Saat Aku Membuka Mataku,Aku Sangat Kaget Ternyata Mereka Berdua Sudah Ada Didepanku.
Aku Ingin Berteriak Tetapi Sudah Terlambat,Karena Mereka Sudah Menutup Mulutku Dengan Sapu Tangan. Seketika Itu Juga Mereka Langsung Mengikat Kedua Tangan Dan Kakiku.
Kemudian Mereka Menggotongku Keruangan Itu. Sampai Disana Mereka Menidurkanku Diatas Sebuah Alat.
"Shhtttt,Diam" Ucap Ayah.
Keadaan Ini Benar" Membuatku Sangat Ketakutan. Benar,Aku Benar" Hidup Ditengah" Keluarga Psikopat!
Aku Menggeliat Supaya Bisa Bebas Tapi Nyatanya Itu Sia". Tiba" Terdengar Olehku Suara Gergaji Mesin Yg Sama Dengan Yg Kudengar Kemarin.
Aku Yakin,Ini Sudah Pasti Akhir Dari Semuanya. Mereka Pasti Akan Membunuhku.
Aku Pun Menutup Mataku Saat Ayah Mendekat. Tetapi Tiba" Suara Gergaji Itu Hilang,Aku Pun Membuka Mataku. Ternyata Ayah Melihatku.
"Hahahaha,Kau Benar" Merasa Ketakutan Ya? Kau Yakin Bahwa Kau Akan Dibunuh?" Tanya Ayah.
Aku Pun Mempalingkan Wajahku.
"Hei,Sayang. Kami Sudah Berjanji Padamu Bahwa Kami Tidak Akan Membunuhmu. Apa Kau Masih Tidak Percaya Pada Kami? Kami Sayang Padamu" Ucap Ayah.
Apapun Itu,Aku Benar" Tidak Percaya. Aku Hidup Dalam Ketakutan. Bagaimana Bisa Pasangan Psiko Ini Mempunyai Rasa Sayang?
Kemudian Ayah Berjalan Kearahku. Dan Benar Saja,Dia Melepaskan Semua Ikatan Dan Penutup Yg Menempel Padaku.
Aku Sangat Kaget Akan Hal Itu. Tapi Tetap Saja Aku Masih Tidak Yakin Dan Diselimuti Rasa Ketakutan.
"Sekarang Percaya?" Tanya Ayah.
"Ntahlah, Sebenarnya Kalian Ini Menginginkan Apa? Kenapa Kalian Membunuh Anak" Yg Tidak Bersalah? Apakah Kalian Ini Psikopat?" Tanyaku Dengan Berani.
"Hah?" Ucap Mereka Berdua Berbarengan.
Mereka Seperti Kebingungan Dengan Apa Yg Kuucapkan. Tapi Tetap Saja,Aku Tidak Akan Lengah.
"Sekarang Pergilah. Kalau Kau Memang Benar" Merasa Tidak Nyaman Pergilah Dari Sini" Ucap Ibu.
Eh? Aku Sontak Kaget Dan Berhenti Melangkah.
"Kenapa Berhenti? Tidak Mau Pergi? Atau Sudah Berubah Pikiran?" Tanya Ayah.
Aku Pun Berfikir. Sepertinya Mereka Benar,Kalau Memang Mereka Ingin Membunuhku,Pasti Dari Awal Mereka Sudah Lakukan. Tapi Ini Tidak,Mereka Justru Baik Dan Menyayangiku Dengan Sepenuh Hati.
"Aku Tidak Akan Pergi Dari Sini. Aku Sudah Mempercayai Kalian" Ucapku.
"Heh" Jawab Ayah Seringai.
Jujur Dalam Hatiku,Aku Masih Sangat Ketakutan. Apalagi Melihat Wajah Ayah Yg Benar" Terlihat Seperti Seorang Pembunuh Psikopat Yg Menakutkan. Diantara Mereka,Aku Lebih Takut Pada Ayah. Kurasa Dia Lebih Psiko Dan Gila Daripada Ibu.
Beberapa Hari Berlalu,Tapi Tidak Ada Apapun Lagi Yg Terjadi. Hingga Pada Pada Malam Ini...
"Bagaimana? Apa Kau Yakin Dia Bisa Menjadi Penerus Kita?" Tanya Ayah.
"Iya,Aku Yakin. Mungkin Ini Awalnya Saja. Kita Harus Buat Emosi Dan Mental Psikisnya Semakin Parah Dan Menjadi" Supaya Meningkatkan Nafsu Membunuhnya" Jawab Ibu.
"Ya,Ya Terserah Kau" Ucap Ayah.
"Sekarang Coba Kau Nyalakan Lagi Gergajimu Itu,Kemudian Potong Satu Kepala Anak Yg Ada Disini" Ucap Ibu.
"Ah,Itu Mudah. Serahkan Padaku" Jawab Ayah.
Lalu Ayah Menyalakan Gergaji Mesinnya Dan Mulai Terdengar Memotong Sesuatu.
Aku Yg Didalam Kamar, Merasa Kaget Dengan Suar Itu Dan Segera Pergi Kesana. Sampai Disana,Semuanya Sudah Terjadi.
Wajah,Pakaian,Dan Semuanya Sudah Berlumuran Darah. Dan Bau Busuk Pun Mulai Tercium.
Aku Merasa Ini Semakin Tidak Benar. Aku Memutuskan Untuk Pergi Kedapur Dan Mengambil Pisau Dapur.
Lalu Aku Kembali Kesana Dan Masuk Kedalamnya. Ayah Dan Ibu Kaget Dengan Apa Yg Ku Bawa.
"Lihat,Sudah Kubilang Kan? Nafsunya Sudah Terasah" Ucap Ibu.
"Apa Maksudmu?" Tanyaku.
"Kami Akan Menjadikan Kau Penerus Kami,Atau Setidaknya Salah Satu Dari Kami" Ucap Ayah.
"Dasar Tidak Tau Diri! Aku Tidak Mengerti Kenapa Kalian Melakukan Ini! Dan Saat Ini Juga Ini Semua Akan Terhenti! Aku Tidak Akan Membiarkan Kalian Membunuh Lebih Banyak Anak" Lagi!" Bentakku.
"Kau Benar" Ingin Tau Kenapa Kami Suka Melakukan Ini Semua?" Tanya Ayah.
"Ya! Apa Maksud Kalian!" Bentakku Lagi.
"Sejujurnya,Kami Adalah Pasangan Buronan Pembunuh Berantai/Psikopat Yg Mengincar Anak". Kami Melakukannya Karena Apa? Hei,Dengar Ya, Pembunuh Tidak Pernah Punya Alasan Untuk Membunuh!" Jawab Ayah.
"Apa?! Jadi Kalian Adalah Orangnya?! Tapi Kenapa Kalian Tidak Pernah Tertangkap?!" Tanyaku Lagi.
"Kau Tidak Mengerti Ya,Media Sudah Disuap Dan Mereka Berjanji Hanya Akan Menyebarkan Berita" Politik Hukum Dan Negara Saja,Untuk Kasus Kami Tidak Pernah Diliput Lagi,Itulah Sebabnya Kami Tidak Pernah Tertangkap!" Jawab Ayah Lagi.
"Dasar Kurang Ajar! Beraninya Kalian! Kalian Sudah Membuatku Muak! Sekarang Saatnya Mengakhiri Semua Ini" Ucapku.
"Baguslah,Akhiri Saja" Jawab Ibu Tenang.
Kesabaranku Habis,Aku Pun Menyerang Keduanya. Aku Menusukkan Pisau Ke Perut Mereka Berdua. Kemudian Mereka Tersenyum.
"Inilah Yg Kami Inginkan, Terimakasih Sudah Mau Melakukannya" Ucap Ibu.
"Kami Membunuh Anak" Yg Nakal Dan Tidak Menurut, Sejujurnya,Sudah Cukup Lama Kami Memata"i Panti Asuhan Itu,Kami Ingin Memilih Anak" Yg Mempunyai Nafsu Seperti Kami Atau Setidaknya Kami Bisa Mendidik Anak Itu Menjadi Seperti Kami" Ucap Ayah.
"Dulu,Kami Memiliki Anak,Tetapi Anak Itu Hilang Karena Diculik,Kedua Kali,Hal Yg Sama Terjadi. Jadi Itu Membuat Kami Sangat Frustasi Dan Stres Hingga Akhirnya Kami Memutuskan Untuk Melakukan Hal Yg Sama Kepada Anak" Lainnya" Ucap Ibu.
"Jadi Kalian?!" Ucapku Kaget.
"Iya, Benar" Ucap Ibu.
"Terimakasih Sudah Mau Menjadi Anak Yg Baik Dan Penurut Untuk Kami,Kami Benar" Sangat Menyayangimu,Misaki Sayang" Ucap Keduanya.
Aku Sangat Kesal Sekaligus Kecewa. Air Mataku Tak Bisa Terbendung. Akhirnya Aku Memutuskan Untuk Memeluk Jasad Keduanya Dan Berkata " Aku Juga Sangat Menyayangi Kalian Berdua,Maafkan Aku,Aku Benar" Menyesal".
Tapi Semuanya Sudah Terlambat,Aku Pun Memutuskan Untuk Bunuh Diri. Aku Menusukkan Pisau Keleherku,Dan Mati Diantara Kedua Orang Tuaku Dengan Senyuman Darah Diantara Kedua Bibirku. Dan Inilah Yg Kusebut 'Sweet Familyku'.
- Tamat -
Original Story By : MNH