๐๐๐๐๐ฃ๐ฉ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐ ๐๐ฃ ๐จ๐๐ง๐ฃ๐. ๐๐๐ ๐๐ฎ๐๐๐ฃ ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ก๐๐ฃ๐. ๐๐๐ ๐ช๐๐จ๐๐๐ฃ ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ฉ๐ช๐. ๐๐ฃ๐ฉ๐ช๐ ๐๐ฅ๐ ๐ฅ๐๐ง๐๐ช๐ก๐ ๐ฉ๐๐ง๐๐๐๐๐ฅ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐๐๐ ๐ฅ๐๐ง๐ฃ๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐๐๐ฉ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ง๐จ๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ง๐๐ ๐๐๐ง๐๐ฅ๐๐๐ ๐ง๐ช๐ฅ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐๐ . ๐๐ช๐ ๐ ๐ข๐๐ข๐๐๐ง๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ง๐๐ ๐๐๐ง๐๐ฅ๐๐๐ ๐จ๐๐ฉ๐๐๐ฅ ๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ ๐๐ฎ๐ ๐ง๐๐ฎ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐ช๐ข๐ฅ๐ช๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ง๐ฉ๐. ๐ฝ๐๐ง๐จ๐๐ ๐๐ฅ ๐ง๐๐ฃ๐๐๐ ๐๐๐ฉ๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ง๐๐ ๐๐๐ง๐๐ฅ๐๐๐ ๐จ๐๐ฉ๐๐๐ฅ ๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐ก๐๐ก๐ช ๐๐๐ง๐จ๐๐ ๐๐ฅ ๐จ๐ค๐ข๐๐ค๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ ๐๐ ๐ช๐๐จ๐๐๐ฃ ๐๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ฎ๐.
***
Tanggal 24 Desember 2020
Di bawah langit yang hitam dengan banyak cahaya kilat menghias langit tanpa bintang, tiada sinar rembulan. Malam natal ini terasa sangat suram dengan mendung yang tak kunjung hilang.
Seorang gadis menginjakan kakinya ke setiap ubin yang mengantarnya ke pintu gereja. Tetesan air jatuh dari ujung pakaian badut dengan karakter sinterklas yang terlihat sangat basah di guyur hujan.
Malam ini suhu terasa sangat dingin. Membawa ke titik beku. Karena, air dari langit, baru saja berhenti. Menyisakan semilir angin yang terasa sangatย kencang bertiup-tiup kesana kemari, menambahย rasa dingin yang mampuย menusuk masuk ke dalam daging dan menggigit tulang. Semua orang pastilah merapatkan jaketnya, dan bergulung segera dalam selimut.
Tetapi tidak ... pada gadis bernama Noera itu. Dia tidak merasakan suhu dingin menyentuh kulitnya. Apakah karena baju badut yang tebal yang dia kenakan? atau hatinya yang panas dan rasa sakit telah menciptakan bara api. Sehingga, suhu dingin di luar seakan tidak bisa menurunkan suhu panas hatinya yang di ciptakan bara api amarah bercampur aduk kecewa tersebut. Hatinya panas, karena banyak anak-anak kecil mengejek monster. Berlari ketakutan melihat rupanya. Hatinya sangat sakit mendapatkan ejekan itu. Monster!
Krett!
Noera dengan dua telapak tangannya, mendorong pintu gereja. Kini sepasang kakinya, melewati garis pintu. Dia berjalan dengan cepat, seakan dia berlomba mendapatkan kursi terdepan. Seakan ada banyak orang yang mengikutinya. Padahal, hanya dirinya yang pergi mengunjungi gereja pada malam selarut ini, yaitu pukul 23.00 wib.
Mencapai kursi terdepan. Dia belum ingin duduk. Dia melepas kepala karakter sinterklas dari kepalanya lebih dulu. Membuangnya ke lantai, begitu saja.
Rambutnya tergerai panjang, jejak air matanya berderai terlihat jelas. Sepasang matanya terus terlihat berkaca-kaca. Bibirnya bergetar dengan sudut miring yang terkunci. Gadis itu terlahir sumbing dari kecil.
Dia mengurungkan niatnya untuk duduk di atas kursi. Dia memilih berlutut di altar, dekat kaki salib. Dia sengaja memilih posisi terdekat dengan kaki salib. Dia pikir, dengan begini Tuhan akan mendengarkannya. Mendengar keluhan dan kebenciannya. Dia benci dengan kelahirannya sendiri. Mengapa harus dirinya? menerima kemiskinan sekaligus cacat. Tuhan benar tidak adil baginya.
"Tuhan!" serunya Tinggi.
"Aku selalu berbuat baik, berusaha menyenangkan dengan menjadi badut setiap saat. Namun, semua orang tetap mengejekku. Padahal, aku telah mengenakan kepala badut yang berat ini setiap hariku. Agar mereka tidak melihat rupaku. Mereka mengejekku setiap saat karena fisikku yang kau ciptakan. Apakah kau membenciku? Sehingga aku lahir dengan rupa seperti ini."
Duar!
Noera berhenti sejenak. Ketika satu suara guntur dari langit memotong kalimatnya.
Noera menghela napas. Dia tetap melanjutkan kalimatnya. Tanpa ada sedikitpun rasa takut menyelimutinya.
"Aku bekerja sepanjang malam, menyenangkan setiap anak-anak yang datang padaku. Tetapi, ketika mereka memaksaku, merayuku untuk melepaskan kepala badut. Awalnya mereka berkicau senang, ketika aku setuju ... melepaskannya. Setelah aku melepasnya ... setiap anak menangis dan berteriak monster. Aku lahir dan hadir menakuti anak-anak! Aku kecewa dengan rupaku."
Noera menangis tersedu-sedu. Sepasang tangannya, menyentuh kaki yang terpaku di salib, dan menyekanya denga air matanya.
"Aku membasuh kaki-Mu dengan air mataku. Sudikah, kau menyelamatkanku."
Senyap! Tidak ada jawaban yang terdengar. Noera getir tertawa keras.
"Ternyata Tuhanpun. Tidak mendengarku, dan mengabaikanku. Kesetiaanku terasa sia-sia."
"Aku mendengarmu dan dapat membantumu!" satu kalimat terdengar dari sudut tergelap.
Noera menoleh ke arah suara. Terlihat kabut gelap makin menipis, dan menampakkan sosok pria yang terlihat gemilang dan agung.
๐๐๐ฉ.๐๐๐ฉ.๐๐๐ฉ.
Suara langkah terdengar tegap menginjak ubin lantai, di iringi bunyi lonceng yang terhentak menyentuh setiap ubin keramik. Sosok yang keluar dari kegelapan yang datang bersama dengan kabut hitam.
Makin sosok itu mendekat. Makin tampan terlihat. Untuk pertama kalinya, Noera menemukan seorang fitur sempurna. Bahkan aktor pria manapun, tidak mampu menandingi pesona pria ini. Gagah dan tampan.
"Kau siapa?"
Sosok itu tersenyum. Senyumnya bahkan bagai magnet yang mengikat setiap hawa yang melihat. Sosok yang mampu membuat semua hati bermekaran.
"Aku datang kepada setiap orang yang putus asa dan remuk hatinya. Semua orang menyebutku, penyelamat hidup yang asli!"
Noera terkejut. Raut wajahnya menyelidiki sosok yang terlihat agung tersebut? Tuhan atau malaikat utusan Tuhan.
"Kau Tuhan!"
Sosok itu menggeleng. Dia bukan Tuhan.
"Apakah kau? Malaikat?"
Tebakkan yang salah.
"Aku iblis! Ha .... Ha ... Ha!" Sosok itu terbahak. Suara tawanya menggema ke seluruh ruangan. Awalnya terdengar biasa saja. Namun, suara itu perlahan seperti tangisan yang menakutkan.
"Datanglah padaku! Maka kau akan mendapatkan wajah yang sempurna seperti diriku!"
Noera berbalik menatap salib di belakangnya. Sepasang kakinya luyut bagai agar-agar. Dia tersungkur ke lantai, dan menemukan iblis berkaki emas itu. Iblis ini berwujud sangag tampan. Jauh dari mitos, yang mengatakan rupanya buruk rupa. Dia sangat tampan.
"Bersatulah dengan iblis. Kesempurnaan akan menjadi milikmu."
Noera terkecoh sesaat akan pikirannya. Harapannya dari dulu adalah memiliki wajah sempurna. Tawaran ini sangat menggodanya? Haruskah dia bergabung bersama iblis, hanya untuk kesempurnaanya. Dilema.
"Kau lelah berbuat baik. Kau di lahirkan tidak sempurna. Kau mengeluh. Namun, yang kau sembah, mengabaikanmu! Hanya aku yang mampu membuatmu menjadi sempurna seperti yang kau inginkan. Kecantikan, dan puji-pujian akan datang mengikutimu. Satu orangpun, tidak akan menghinamu. Aku adalah iblis yang mampu memberikan segalanya untukmu."
Noera tertegun. Sungguh, tawaran ini sangat menggodanya. Dia tidak ingin di ejek lagi. Dia tidak ingat di bully lagi. Di sebut monster setiap saat, hal itu terdengar sangat menakutkan.
"Bergabunglah bersamaku, Noera !" Iblis mengulurkan tangannya. Noera pun menyambutnya.
"Kau ingin cantik?"
Noera menganggukan kepalanya, "Aku ingin kesempurnaan seperti milikmu. Aku ingin menjadi wanita tercantik di abad ini. Merampas setiap pria dari banyak wanita angkuh, yang pernah menghinaku!"
"Kau akan mendapatkannya. Hanya dengan menjadi Budakku. Menjadi seseorang yang dengan setia melakukan tugas yang ku berikan. Aku memberikan kesempurnaan, tanpa gratis! Kau harus membayarnya."
Noera menanggukan kepalanya. Dia tidak perduli, apapun tugas yang akan di berikan dari sang iblis. Yang dia inginkan hanyalah kesempurnaan. Dia telah tenggelam dalam keserakahannya, ingin menjadi wanita cantik. Dia lelah di sebut wanita cacat. Dia tidak ingin di sebut Monster.
"Bersiaplah, malam natal adalah adalah misi pertamamu." Setelah berkata hal itu, iblis pun menghilang dari pandangan Noera.
Noera gelisah, menatap dirinya. Tidak ada perubahan sama sekali. Dia pun berteriak menolak,"Aku belum menjadi cantik. Aku tidak akan melakukan tugasmu!"
"Kau akan melihat kesempurnaan tiada taramu, setelah esok hari, kau bangun pagi. Percayalah padaku." Suara itu menggelegar di dalam ruangan. Namun, sosok itu tidak terlihat.
Noera mengedarkan seluruh pandangannya. Namun, dia tidak bisa menemukan sosok tampan itu lagi.
Tidak sabar, menunggu fajar. Noera segera kembali ke rumah kecilnya. Dia ingin segera terlelap. Tanpa mengganti pakaian basahnya, dia langsung bergulung dalam selimutnya. Dia ingin matahari segera terbit di timur, dan dia akan menatap sosok yang berbeda dari pantulan cermin yang terlihat selalu mengejeknya.
"Mulai besok, aku bukan lagi monster!"
***
Tanggal 25 Desember 2020
Noera terbangun bersamaan dengan sinar matahari yang menerobos masuk melewati jendela kamarnya.
Kelopak matanya terangkat ke atas. Bola matanya terlihat membesar, dan dia teringat sesuatu. Pagi telah datang, dan kecantikkan itu datang sebagai hadiahnya.
Noera segera beranjak turun dari kasurnya. Yang pertama kali, dia lihat dan dia tuju adalah cermin.
Sekarang satu sosok yang terlihat sangat berbeda. Terpantul di cermin. Noera meraba wajahnya, sangat halus seperti kulit bayi. Sumbing, dia tidak memiliki. Membuka mulutnya, giginya berjeret rapi, tidak ada yang maju ke depan dan renggang.ย Lalu, dia meraba tangannya, terlihat bewarna putih seperti susu dan berkilau. Rambutnya tergerai indah dengan warna hitam yang sangat pekat. Tubuhnya, tidak segendut dulu, tidak ada lemak dalam perutnya.
"Ini aku?" Noera tidak percaya akan wujud barunya sendiri. Dia telah menjadi cantik dalam satu malam, dan iblislah yang mewujudkan hal itu.
Ingin menunjukkan rupa keindahannya bak malaikat sorgawi. Noera deera mandi. Usai mandi, dia segera memilih pakaian teebaiknya. Tidak ada yang paling bagus, selain satu pakaian yang masih terlihat sedikit layak dikenakan. Dress dengan kerah V. Dia segera mengenakannya.
Diluar dugaannya, dengan postur tubuh yang baru,dan fitur wajah yang indah. Apapun yang dia kenakan, tetap membuat dirinya terlihat cantik walaupunapa yang dia kenakan, hanyalah baju keluaran lama. Sudah sangat kuno.
Dengan rasa percaya diri, dia keluar dari rumah kecilnya. Seperti dugaannya, hanya dengan penampilan sederhana, tanpa make up yang merias wajah alaminya, dia tetap memukau setiap orang yang bertemu dengannya.
Tujuan pertama Noera, hari ini adalah sebuah mall yang paling bergengsi. Dia ingin memberi kejutan pada malam natal ini, mencari hadiah kecil untuk ibunya yang berada di panti jompo. Dia ingin memberi hadiah Natal, sekaligus menunjukan perubahan dirinya yang sangat jauh berbeda. Dia ingin menunjukkan kecantikannya bak malaikat sorgawi.
Di saat ini, Noera tidak menyadari sosok yang tak kasat mata terus mengikuti setiap langkahnya pergi. Dia lah iblis yang akan menagih janjinya nanti malam. Pada saat malam natal, Noera harus membayar apa yang telah dia terima.
Noera melangkahkan kaki jenjangnya, masuk ke dalam lift. Siapapun yang berada dalam satu lift dengannya tercengang dan terpesona akan kehadiran Noera. Terlalu cantik dengan senyum yang mekar, menunjukkan keramahannya, membuat wanita ataupun pria mudah terpikat akan pesona Noera.
"Lihatlah dia cantik sekali!"
"Dia cantik sekali. Postur tubuhnya juga sangat bagus."
"Mungkin dia model."
Naura tersenyum, tersipu malu, akan semua bisikan-bisikan pujian yang menyanjungnya. Dulu, dia hanyalah wanita yang selalu terlihat monster. Dia hanya sering mendengar bisikan yang menyakiti perasaanya. Berwajah monster dan menakutkan.
๐๐๐ฃ๐!
Pintu lift terbuka. Noera masuk ke sebuah toko perbelanjaan. Awalnya dia terlihat memilih busana yang cocok untuk dirinya. Namun, karena sangat mahal, dia mengurungkan niatnya. Menyentuh setiap busana, dan meletakkan kembali.
Akhirnya, kala dia teringat akan tujuannya ke mall untuk hadiah natal. Dia terlihat lama mencari hadiah yang cocok untuk ibunya, sesuai dengan jumlah uang yang dia miliki. Banyak benda yang dia ingin beli. Namun, harus dia letakkan kembali ke dalam rak. Karena, uangnya tidak cukup.
Akhirnya dia menemukan satu syal yang sedang di diskon 70 persen harganya. Uangnya hanya cukup membeli syal tersebut. Dia bersyukur sekali, mendapatkan barang yang bisa di jadikan hadiah Natal untuk ibunya.
Noeraย segera pergi ke kasir. Namun, banyak tumpukan barang di atas meja kasir. Diapun harus menunggu antrian barang tersebut selesai di pindai danย ย di bungkus dalam kantong belanjaan.
Barang-barang yang mengantri di atas meja kasir, adalah barang-barang mahal, barang-barang yang telah dia kembalikan ke setiap rak. Karena dia tidak mampu membelinya. Namun, tampaknya seseorang telah membelinya.
Noera penasaran, dengan sosok siapa yang memiliki banyak uang ini. Namun sang pembeli tak nampak. Dalam hati, Noera mulai menebak-nebak jika sang pembeli pastilah wanita kaya raya dengan tubuh langsing seperti dirinya. Karena, barang-barang yang di beli merupakan pakaian wanita yang indah dan menarik minat Naura dari tadi.
Setelah semua barang itu masuk dalam kantong kemasan dan di letakkan keranjang trolly. Sang kasir , meminta Noera untuk maju ke meja kasir.
Noera meletakkan syal di atas meja, dan meminta sang kasir membungkusnya kembali dalam bentuk kotak kado yang cantik. Setelah, dibungkus dengan pita merah hijau,ย Noerapunย menyerahkan dua lembar merah untuk sang kasir. Tidak ada pengembalian. Karena, uang Naura memang sesuai harga syal tersebut.
"Terimakasih, " ucap Noera akan meninggalkan meja kasir.
"Tunggu, nona!"
Noera menoleh kembali ke meja kasir. Mengerutkan keningnya, dan raut wajahnya seakan bertanya, ada apa?
"Belanjaan ini milik nona!"
"Hah?" Noera terkejut. Bagaimana bisa? Dia tidak membelinya, dan tidak memiliki uang sebanyak ini. Dia hanya menginginkannya. Namun, dia mengembalikan semua barang tersebut kembali. Karena, dia tidak memiliki uang.
Sang kasir keluar mendorong trolly, dan trolly berhenti tepat di sisi Noera.
"Aku hanya menyentuh. Tidak berniat membelinya."
"Nona, semua barang ini telah di bayar oleh seorang pria. Pria itu menunggu Nona, di restoran seberang toko ini."
Noera menyipitkan matanya, melihat sebuah restoran dengan style Eropa.
"Yang itu?"
Sang kasir mengangguk.
Noera mengelap bibirnya sendiri. Dia telah mendapatkan sanjungan dengan banyak barang belanjaan seperti ini. Pastilah, pria itu terpesona akan kecantikannya. Sehingga, berani mengeluarkan banyak uang seperti ini. Merasa kecantikannya sangat bermanfaat. Noera menjadi besar hati dan kepala.
Noerapun tersenyum manis pada sang kasir, dan meninggalkan satu kantong belanjaan pada Sanga kasir, " Bonus untukmu, hadiah natal dariku!"
Sang kasir berbinar melihat apa yang di berikan Noera. Dia segera mengucapkan terima kasih berkali- kali.
Noura meninggalkan toko busana. Dia mendorong trolly ke restoran Eropa di seberang toko.
Awalnya, Noera terlihat bingung. Bagaimana dia bisa menemukan pria itu. Berbekal sedikit keberanian, diapun masuk keย dalam restoran tersebut.
Restoran tampak kosong. Senyap. Hanya ada satu pria di sana. Pria tampan yang tampak sangat familiar. Pria itu adalah sang iblis yang menagunerahkan kecantikan untuknya.
"Tuan ...," sapa Noera, kala dia sudah mendekati meja pria itu.
"Selamat berbelanja. Setelah selesai satu misi, malam ini! Kau akan kuberikan kekayaan yang luar biasa. Bekerjalah untukku dengan maksimal."
Misi!
Hampir saja Noera melupakan perjanjian dengan sang iblis.
"Misi apa itu?"
"Abdi iblis, tentu saja misinya pun hanya melakukan pekerjaan iblis."
Noera terkejut sesaat. Pekerjaan iblis. Apa saja? tiab-tiba Noura teringat akan satu ajaran yang menyebutkan pekerjaan iblis adalah, menipu, menghasut, memperdayai manusia untuk melakukan kejahatan.
๐ซ๐๐! Jantung Noera melambat.
Noera seakan menyadari kebodohannya, dia segera akan membuka mulut untuk bernegosiasi dengan tuan iblis. Tetapi, dia tidak menemukan kesempatan.
"Kau tidak bisa melanggar perjanjian! Hanya ada hukuman yang berat, jika kau berani mendustaiku!"
Deg! Noera terkesiap. Seluruh tubuh menjadi kaku dan mematung lama. Lalu, wujud iblis hilang dalam hitungan detik selanjutnya.
***
Malam Natal, 25 Desember 2020
Setelah satu gaun indah yang harganya jutaan itu membungkus tubuh Noera. Noera tersenyum pada pantulan dirinya. Dia tidak menyangka, hanya dengan menjadi budak iblis, dia akan mendapatkan mimpinya. Tidak perlu malu lagi.
๐๐๐ฉ๐๐ก๐๐ ๐จ๐๐ก๐๐จ๐๐ ๐จ๐๐ฉ๐ช ๐ข๐๐จ๐, ๐ข๐๐ก๐๐ข ๐๐ฃ๐. ๐๐๐ช ๐๐ ๐๐ฃ ๐ ๐ช๐๐๐ง๐๐ ๐๐ฃ ๐ ๐๐ ๐๐ฎ๐๐๐ฃ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ก๐ช๐๐ง ๐๐๐๐จ๐.
Tiba-tiba perkataan Iblis masuk ke dalam pikirannya. Bukan hanya pakaian indah. Namun, kekayaan luar biasa akan menjadi miliknya. Tergiur kembali akan kekayaan. Noera bertekad menyelesaikan misinya.
"Aku akan menyelesaikan misi itu! Tetapi, aku akan mengunjung ibu dulu!"
Noura segera berkemas. Segera memanggil taxi, menuju panti jompo.
Dengan kado yang cantik di tangannya. Noura berjalan sepanjang koridor menuju kamar 033, kamar ibunya.
Kret! Noura mendorong pintu. Tampak seorang wanita renda duduk di kursi goyang. Dia tampak mengenakan kacamatanya. Sepasang matanya tertuju pada kitab suci di tangannya.
๐ฉ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐. ๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐จ๐๐๐ ๐จ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐-๐ต๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ๐๐๐, baca wanita tua itu mengutip salah satu renungan dari kitab suci yang dia baca.
๐๐๐ฉ.๐๐๐ฉ.๐๐๐ฉ.
Ketika ada langkah kaki terdengar. Wanita tua menoleh ke pintu.
"Siapa?" tanyanya pada Noera yang baru melewati garis pintu.
"Ini aku, Noera!"
Wanita tua itu menutup kitabnya. Dia menghela napas,dan berkata menolak, "Kau bukan Noera. Puteriku sangatlah cantik, hatinya bersih dan selalu ceria. Mengapa yang datang hari ini, terlihat sangat jelek, kesuraman dan kesedihan mengikutinya."
"Kau bukan Noera!"
Noera tecengang sesaat. Apakah ibunya tidak mengenalinya lagi? Karena dia tidak memiliki bibir sumbing lagi.
"Bu, sumbingku telah menghilang! Oleh itu terlihat berbeda. Tetapi, aku adalah Noera Puterimu. Lihat aku membawa kado untukmu!"
"Kau iblis! Puteriku tidak memiliki aura jahat. Pergilah!"
Noera mematung. Kado terjatuh begitu saja dari tangannya.
Swosh! Sosok hitam tiba-tiba hadir di antara mereka. Dia tidak terlihat. Namu, suaranya halus membisiki Noera.
"Ibumu, orang suci. Dia taat pada Tuhan. Dia bisa menembus sihirmu. Sihirku, malah terlihat menjijikan di matanya."
Noera menghela napas. Jadi, di sebabkan oleh hal tersebut. Kecantikan ini hanyalah sihir iblis.
Noera memungut kembali kado natal, dan meletakkan di meja.
"Sekarang hujan setiap hari. Kenakan syal selalu," saran Noera.
Ibunya diam,menyipitkan matanya. "Tidak menerima pemberian iblis."
Noera terkejut. Hatinya sangat sedih. Mendapatkan julukan tersebut dari ibu kandungnya.
Iblis terbahak. Lalu, iblis berbisik lagi.
"Misi pertamamu, cekik ibumu sampai mati!" perintah iblis.
Noera mematung, mendapatkan perintah tersebut. Mencekik mati ibunya. Tentu saja, dia tidak mau. Noera segera menolak.
"Tidak! Aku tidak mau!"
"Kau tidak bisa menolak! Sihirku tidak gratis!"
Iblis melotot marah. Dalam sekejap mwmbawa Noera ke gunung terjal yang sangat tinggi, dan mengencamnya.
"Kecantikan malaikat sorgawi, sudah kau dapati. Lihatlah, ke bawah kakimu. Kekayaan tidak akan pernah habis dan kekuasaan tiada batas, akan menjadi milikmu!"
Noera tergiur lagi. Namun, wajah teduh ibunya saat membaca kitab suci, mengusik hatinya.
"Aku tidak bisa membunuh ibuku!"
"Kau harus!"
"Tidak! Aku tidak mau!" Noera menolak dengan keras.
"Kecantikanmu akan sirna, jika berhenti menjadi budakku!"
Noera menjadi ragu. Kecantikannya akan hilang. Dia menjadi takut di ejek dan di bully kembali.
"Ayo bunuh ibumu untukku! Maka kau layak menjadi abdi setiaku. Kau layak mendapatkan semua kemegahan di bawah kakimu. Lihatlah!"
Noera terdiam sesaat. Pikiran melayang akan hari dimana dia mengeluh akan wajahnya, dan ibunya dengan lembut menjawab.
๐๐๐๐๐ฃ๐ฉ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐ ๐๐ฃ ๐จ๐๐ง๐ฃ๐. ๐๐๐ ๐๐ฎ๐๐๐ฃ ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ก๐๐ฃ๐. ๐๐๐ ๐ช๐๐จ๐๐๐ฃ ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ฉ๐ช๐. ๐๐ฃ๐ฉ๐ช๐ ๐๐ฅ๐ ๐ฅ๐๐ง๐๐ช๐ก๐ ๐ฉ๐๐ง๐๐๐๐๐ฅ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐๐๐ ๐ฅ๐๐ง๐ฃ๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐๐๐ฉ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ง๐จ๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ง๐๐ ๐๐๐ง๐๐ฅ๐๐๐ ๐ง๐ช๐ฅ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐๐ . ๐๐ช๐ ๐ ๐ข๐๐ข๐๐๐ง๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ง๐๐ ๐๐๐ง๐๐ฅ๐๐๐ ๐จ๐๐ฉ๐๐๐ฅ ๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ ๐๐ฎ๐ ๐ง๐๐ฎ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐ช๐ข๐ฅ๐ช๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ง๐ฉ๐. ๐ฝ๐๐ง๐จ๐๐ ๐๐ฅ ๐ง๐๐ฃ๐๐๐ ๐๐๐ฉ๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ง๐๐ ๐๐๐ง๐๐ฅ๐๐๐ ๐จ๐๐ฉ๐๐๐ฅ ๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐ก๐๐ก๐ช ๐๐๐ง๐จ๐๐ ๐๐ฅ ๐จ๐ค๐ข๐๐ค๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ ๐๐ ๐ช๐๐จ๐๐๐ฃ ๐๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ฎ๐.
Teringat akan nasehat ibunya. Noera segera menggelengkan kepala, "Aku menyesal, aku tidak ingin kecantikan, kekayaan ataupun kekuasan lagi!"
Iblis menyipit tidak senang.
"Kau membohongiku! Aku akan berikan kau, kematian lebih awal."
Noera bergindik ketakutan,dan tangan yang besar itu mendorongnya jatuh dari atas gunung yang tinggi.
"Aaaaaaa ...."
***
Satu telapak tangan dingin terasa menepuk-nepuk dingin pipinya.
"Noura bangun!"
Noura membuka matanya perlahan. Orang yang pertama yang dia lihat adalah ibunya.
Dia segera berusaha bangun. Namun, kepalanya masih sangat pusing. Noura menyentuh wajahnya,terasa perban melingkar seluruh wajahnya. Begitu juga kedua kakinya terpasang gift yang ketat. Saat ini, Noura merasa dirinya kesulitan bicara.
๐ด๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ? ๐จ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐
๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐ ๐
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐. ๐น๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐
๐๐๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐
๐๐.
"Jangan bangun dulu. Kau baru saja melewati operasi!"
Operasi?
Noura mengeryitkan kening. Dia tidak ingat apapun.
"Malam tanggal 23 Desember, kau mengalami kecelakaan karena menyelematkan seorang anak kecil. Anak itu selamat. Namun, kau terluka parah. Puji Tuhan, orangtua dari anak yang kau selamatkan. Begitu baik, selain membantu perawatan karena kecelakaan, diapun membantu mengoperasi total seluruh wajah dengan dokter bedah terbaik."
Noura tercengang, teringat akan sesuatu. Ya, dia sudah mengingat semuanya sekarang. Matanya membulat senang. Dia tidak percaya mukjizat telah terjadi padanya, hanya karena kebaikannya pada seorang anak kecil yang lari mengejeknya sebagai monster. Ternyata tetap baik pada seseorang yang mengejekmu, akan mendapatkan berkah seperti ini.
โโโโโฃ
Pesan : Tetap berbuat baik dengan semua orang.