Rara seorang gadis cantik yang pemalu,dia jarang memiliki temen karena pendiam,dan susah untuk bergaul,hanya satu teman yang selalu setia bersamanya dari dulu hingga kini usia Rara 17tahun satu minggu yang akan datang
Yuni yang selalu ada buat Rara,bahkan setiap ultah Rara dia selalu inget,dan merayakan berdua Rara sudah di tinggal ibunya sejak kecil,karena penyakit akutnya,
Suatu hari di sekolah.Yuni mengajak teman-temannya untuk merayakan ultahnya Rara yang sweet seventeen katanya ultah ini harus yang spesial.
"Hai,hayolah kita buat kejutan buat Rara,!" ajak Yuni pada temannya
"Males ah,lagian bukannya cuma kamu yang di anggap teman olehnya!" jawab Intan
"Iya!Lagian anaknya susah bergaul,buat apa coba kita repot-repot rayain ultahnya dia!" kata temannya lagi.
"Kalian jangan gitu,biar bagaimanapun Rara juga teman kita kan,satu kali aja,please!" Yuni memohon
"Males keluar uang ah!" kata mereka serentak.
"Oh kalo masalah uang jangan hawatir,aku yang urus aku cuma butuh bantuan kalian buat bikin rencana kejutannya aja!" jelas Yuni.
Yuni memang terkenal dengan anak yang paling baik,dan terlahir dari keluarga yang kaya,beda dengan Rara yang terlahir dari anak seorang pelayan di rumah Yuni,tapi bagi Yuni Rara adalah saudaranya,
Pagi ini Yuni sengaja berangkat lebih awal,meninggalkan Rara,karena Yuni sedang merencanakan kejutan buat Rara,
"Ok kalo begitu kita setuju bantu kamu,!" kata Intan
"Makasih yach,teman-teman ok kita mulai nanti yach,pulang sekolah beli hadiahnya dulu!" ajak Yuni
"Emang rencana mau dimana kita rayainnya?" tanya Intan
"Tentu saja rumahku?" jawab Yuni.
Percakapan mereka terhenti karena bel masuk telah berbunyi.Yuni berkali-kali melihat ke arah pintu tapi Rara belum juga masuk padahal udah bel.
"Loh,kok Rara belum juga dateng,kemana yach!" tanya Yuni pada dirinya sendiri.
Sampai pak guru mulai pelajaran dan jam istirahat Rara tidak juga dateng,akhirnya Yuni telpon ke rumahnya,karena ia khawatir.
Tuutt...tutt...tuuuttt
"hallo!" kata suara di telpon.
"Rara,kok kamu tidak masuk sekolah,kamu baik-baik saja kan?" tanya Yuni cemas
"Uhuk...uhuk..!iya Yun aku baik kok cuma tadi agak sedikit pusing jadi tidak berangkat!" jawab Rara lemas.
Dari semalam penyakit batuk lamanya Rara kambuh dan ini terjadi lebih parah Rara mengeluarkan darah,Yuni tidak tau akan hal ini.Karena Rara selalu menyembunyikannya.
***
Saat pulang sekolah Yuni segera pulang kerumah setelah membeli semua hadiah buat RaRa,langsung menemui Rara,Yuni tinggal sendiri di rumah karena orangtuanya tinggal di luar kota,jadi karena kasihan melihat Rara sendiri Yuni mengajak Rara tinggal bersamanya.
"Ra...Rara!kamu di mana!" panggil Yuni sesampainya di rumah.
"Uhuk...uhuk,Ya Yun kamu udah pulang!" Rara keluar dari kamar
"Kamu ga apa-apa Ra?kita ke dokter yu!" ajak Yuni
"Ga perlu Yun,ini udah baikan cuma batuk ma pusing biasa,istrahat bentar juga sembuh!" RaRa menolak ajakan Yuni
"Kamu kenapa sih!setiap kali batuk aku ajak berobat selalu menolak!" Yuni tampak kecewa.
"Bener Yun ga apa-apa,aku udah mendingan!" hibur Rara.
Setelah saling menyakinkan tidak terjadi apa-apa mereka pun makan siang bersama,Rara yang masak,Yuni selalu senang dengan masakan Rara.
Lima hari sudah Rara tidak masuk sekolah,kondisinya bukan membaik malah memburuk,tapi Rara selalu bisa menyembunyikannya dari Yuni,hingga saat hari ulang tahun Rara pun tiba.
"Ra,keluar yuh,kamu pakai baju ini yach!" kata Yuni menyerahkan gaunnya.
"Ini apa Yun!Gaun sebagus ini untuk apa?" tanya Rara
"Udah sana pakai saja yach,eh tunggu kok wajah kamu pucat banget sih Ra?kamu sehat kan?" tanya Yuni saat Rara hendak masuk kamar
"Iya aku sehat,yaudah aku pakai gaun ini dulu yach!" ujar Rara,panik takut kalo yuni tau,Rara ga mau ngerepotin Yuni lagi.
Sementara di luar sudah berkumpul teman-teman sekelasnya.dengan bantuan teman-temannya Yuni berhasil menghias ruang tamu dalam waktu singkat.
Rara keluar kamar dengan mengenakan gaun berwarna putih terlihat cantik dengan riasan wajah yang natural.saat Rara memasuki ruang tamu
"SELAMAT ULANG TAHUN KAMI UNCAPKAN!
SELAMAT PANJANG UMUR KITA KAN DOAKAN!
SELAMAT SEJAHTERAH SEHAT SENTOSA!
SELAMAT PANJANG UMUR DAN BAHAGIA!" semua anak bernyanyi menyambut Rara.
Tanpa Rara sadari air mata kebahagian mengalir sungguh bahagia,masih ada orang-orang yang sangat sayang padanya.
"Ra sini selamat ulang tahun yach!" ucap Yuni
"Yun ini semua bukan mimpikan!kamu yang atur semua ini?" tanya Rara
"Udah jangan banyak tanya?sekarang hayo cepat tiup lilinnya!" perintah Yuni menarik tangan Rara ke dekat meja.
*ugh...!"Rara menahan sakit,dadanya terasa sakit banget,tapi dia harus kuat,harus bisa menyelesaikan tugasnya,jangan sampai mengecewakan teman-temannya.
Saat Rara mau meniup lilin nafasnya terasa sesak sekujur tubuh terasa dingin,dada nya juga terasa sangat sakit *Apakah ini sudah waktunya?apakah ini menjadi ulang tahun terakhirku?,apakah saat indah di kelilingi teman sekelas akan jadi yang pertama dan terakhir?apakah ini terakhir kali aku melihat Yuni.?*batin Rara air mata menetes sebelum Rara meniup lilin dia pandangi semua wajah temannya Termasuk Yuni.
"fuuhhh...!" Rara meniup lilin dan.....!!!
Bruukkk...!
Rara jatuh ke lantai dengan wajah tersenyum matanya terpejam.semua yang melihat langsung menghampirinya,Rara jatuh di pelukan Yuni saat di periksa denyut nadinya sudah tidak berdetak lagi.
Rara meninggalkan Yuni untuk selama-lamanya.
"Raraaaaa!bangun Ra!aku mohon bangun huhu.!" tangis Yuni,semua yang menyaksikan ikut menanggis sedih tidak menyangka kalo ini adalah saat terakhir bersama dengan Rara.Yuni yang paling terpukul.
Jasad Rara pun di kebumikan,dan kini Rara sudah berkumpul bersama ayah-ibunya selamat ulang tahun Rara selamat jalan.
*__TAMAT__**
🎂Terimakasih🎂